Dokter Afifa

Dokter Afifa
Afifa dan Ardiansyah berbelanja


__ADS_3

Kini Afifa dan Ardiansyah sedang menuju kesebuah mall terbesar dikotanya setelah sebelumnya mereka sarapan dan mempersiapkan diri.


Afifa terlihat sangat antusias saat mereka sudah berada disalah satu outlet yang menjual perlengkapan bayi.


"hubby bagus gak ini, enaknya warna biru apa pink ya hubby" tanya afifa meminta saran suaminya sambil menunjukkan baju yang begitu menarik hatinya itu.


"Ambil keduanya saja sayang, kalau gak lebih baik kamu pilih pakaian netral aja yang bisa dipakai oleh bayi perempuan ataupun laki-laki" saran suaminya.


Akhirnya Afifa memilih baju yang bisa digunaan untuk bayi perempuan ataupun laki-laki sesuai dengan saran suaminya itu.


Ardiansyah hanya memandangi istrinya yang tampak begitu bahagia dan sangat antusias memilih apa saja yang berhubungan dengan bayi.


Ardiansyah pun ikut membaur dengan istrinya dan mulai ikut memilih-milih perlengkapan bayi.


Sampai tak terasa perlengkapan bayi yang dibelinya begitu banyak mulai dari pakaian sampai furniture dibeli semua.


Saat melihat belanjaannya mereka terkejut karena begitu banyaknya.


"Hubby gimana bawanya nih, tak terasa ya kita begitu banyak belanja" kata Afifa yang terlihat sedang berpikir itu.


"Udah biar aku nanti minta pihak toko buat mengirim barangnya ke mansion kita" jawa Ardiansyah tenang.


Ardiansyah berjalan menuju ke kasir untuk melakukan pembayaran diikuti oleh Afifa istrinya itu.


"Mbak apa bisa barang-barangnya dikirim ke tempat tinggal kami" tanya Ardiansyah kepada seorang kasir yang sedang melayaninya itu.


"Bisa tuan, silahkan tuan tulis alamatnya biar nanti petugas kami yang akan mengantarkannya ke kediaman tuan" jawab petugas kasir itu sopan.


Ardiasyah mulai menulis alamat mansion nya dan memberikan kepada pegawai kasir itu.


Setelah urusan membayar dan yang lainnya selesai Afifa dan Ardiasyah kini sudah keluar dari Outlet itu.


"hubby lapar nih, makan yuk. Anak kita sepertinya mau makanan seafood di mall ini" Afifa berkata dengan manjanya.


"iya sayang, ayo kita kesana" ajak Ardiansyah sambil menowel hidung istrinya dengan gemas.


Kini mereka menuju kesebuah Restoran seafood yang ada dimall ini dan terkenal dengan rasanya yang begitu nikmat.


Mereka berjalan bergandengan dan tampak Ardiansyah begitu menjaga istrinya itu dengan baik.


Saat memasuki ke restoran yang dimaksud mata Afifa menangkap sosok yang sangat dia kenal.

__ADS_1


"Hubby itu sepertinya abang Aziel deh, yuk kita gabung saja sama mereka biar tambah ramai" ajak Afifa yang langsung saja berjalan mendahului Ardiansyah itu.


Ardiansyah yang melihat Afifa berjalan cepat sedikit khawatir


"Sayang jangan cepat-cepat jalannya, nanti kamu jatuh" tampak terlihat gurat kekhawatiran yang ada diwajah Ardiansyah.


Afifa terus saja berjalan tidak menghiraukan suaminya memberikan peringatan.


"Assalamualaikum Abangku sayang" sapa Afifa saat dia sudah berada di samping Aziel sambil menepuk punggung belakang abangnya itu.


"Wa'alaikumsalam. Hai fa, kamu sama siapa" jawab Aziel yang sedikit terkejut dengan kedatangan Afifa itu.


Tak berapa lama Ardiasyah sudah berada disamping Afifa.


"sama suamiku dong bang masak sama orang lain" kata Afifa.


Afifa langsung aja duduk didepan kursi abangnya itu tanpa meminta ijin.


"Kalian dari mana aja" tanya Anna yang kini mulai membuka pembicaraan saat dari tadi dia hanya diam mendengarkan percakapan Afifa dengan aziel.


"Biasa menuruti bumil yang sedang membeli perlengkapan bayi" jawab Ardiansyah menjawab pertanyaan Anna.


"Oh ya, Jadi tidak sabar untuk segera melihat keponakanku itu" kata Aziel


"Sudah ini sedang menunggu makanan datang" jawab Aziel.


Ardiasyah segera memanggil salah satu pelayan dengan melambaikan tangannya agar pelayan itu datang.


Saat pelayan itu datang Ardiansyah dan Afifa segera memesan makanan yang diinginkannya.


"Fa banyak banget yang kamu pesan, apa kamu yakin bisa menghabiskannya" tanya Aziel yang keheranan dengan apa yang dipesan oleh Affifa yang begitu banyak.


"Tenang bang sebentar lagi pasti akan ada yang datang kesini kok dan harus abang ketahui kalau sekarang porsi makanku itu 2x lebih banyak dari biasanya karena yang makan bukan hanya aku aja bang tetapi ada ini juga" kata Afifa sambil menunjuk ke perutnya yang sudah membuncit itu.


"hehehe Oh ya aku sampai melupakan itu" kata Aziel tersenyum malu.


Sebelumnya Afifa sudah menghubungi Reina dan juga Fano untuk menuju kesebuah mall untuk bertemu.


tak berapa lama ponsel Afifa berdering dan tampak Reina yang sedang meneleponnya.


Ponselnya segera di geser ketombol hijau dan kini mereka sudah tersambung dengan sambungan teleponnya.

__ADS_1


"Assalamu,alaikum Rein, kamu sama Fano langsung aja menuju ke restoran 'XXX'. Aku tunggu disini ya" kata Afifa.


Afifa sudah menyelesaikan acara teleponnya dengan reina dan kini Afifa sudah memasukkan kembali ponselnya kedalam tas kecil yang tadi dibawanya.


Tak beberapa lama Reina dan juga Fano datang mendekat ke meja mereka dan bersamaan dengan makanan yang mereka pesan datang.


"Assalamu'alaikum" sapa Reina dan Fano bersamaan kepada saudara-saudaranya itu yang sudah menunggunya.


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka hampir bersamaan.


Kini Reina dan Fano sudah duduk mengitari meja seperti Afifa dan yang lainnya.


Makanan sudah terhidang dimeja mereka dan tanpa menunggu lama mereka sudah menyantap makanan itu yang sebelumnya mereka berdoa dulu sebelum menikmati makanan itu.


Mereka begitu menikmati makanan itu dengan sangat lahapnya dan sampai tak terasa makanan mereka sudah habis dan beralih kedalam perut mereka.


"Fa aku lihat makanmu begitu banyak sekali" tanya Reina yang sejak tadi mengamati Afifa terus.


"Ih kau ini lupa atau pikun, aku kan makan gak sendiri tapi aku makan berdua dengan yang ada didalam sini" jawab Afifa enteng sambil menunjuk kedalam perutnya itu.


"iya ya aku sampai melupakan keponakanku ini" kata Reina yang baru teringat itu.


"oh ya fa, bukannya perkiraan dokter kamu akan melahirkan dalam minggu-minggu ini kan" kata Anna yang mengingatkan Afifa.


"Iya benar, menurut perkiraan sih 3 hari kedepan" jawab Afifa yang terlihat tidak sabar ingin berjumpa denga baby nya itu.


"Oh ya, duh senengnya jadi gak sabar lihat keponakanku itu" kini Reia ikut menimpali ucapan mereka.


Setelah membayar makanan mereka kini mereka berjalan beriringan menuju parkiran untuk kembali melanjutkan aktifitas masing-masing.


Sambil berjalan mereka sibuk sambil bercanda tawa dan ketika mereka berjalan tiba-tiba Afifa merasakan sesuatu yang tidak nyaman didalam perutnya.


"Fa kamu tidak apa-apa" tanya Reina yang saat itu berada disamping Afifa bersama Anna.


"Perutku Rein sakit tadi tetapi sekarang dah gak terasa lagi kok" kata Afifa.


Ardiansyah yang mendengarkan pembicaraan mereka sempat khawatir, dia segera menghampiri sang istri


"Kamu tidak apa-apa sayang" tanya Ardiansyah khawatir.


"tidak Hubby ini tadi hanya sedikit keram saja perutku tetapi sekarang dah baikan kok dah gak sakit lagi" jawab Afifa menghilngkan kekhawatiran sang suami itu.

__ADS_1


"Beneran kamu tidak apa-apa sayang" tanya Ardiansyah memasttikan keraguannya.


"Bener hubby, aku baik-baik saja" jawab Afifa dengan penuh keyakinan.


__ADS_2