
Dengan hitungan ketiga dari kode yang diberikan Reina, Fano dan Reina keluar dan langsung menerjang Nicholas dan juga Syahrir.
Syahrir dan Nicholas sempat terhuyung sebentar karena serangan dadakan itu, tetapi akhirnya dia bisa kembali berdiri tegak.
"Jadi kalian yang telah menyusup kedalam markas kami hah" kata Syahrir sarkas.
"Apa kalian juga dalang dibalik menghilangnya dokter Anwar" kata dokter Syahrir.
"Bukan urusan kamu" kata Reina sinis.
Dan tanpa banyak kata Reina dan Fano kembali menyerang.
Perkelahian sengit tidak terelakan lagi.
Beberapa kali Nicholas terkena tendangan Reina dan pukulan Reina.
"Ternyata dokter Reina seperti dokter Afifa tidak bisa dianggap enteng.
Mereka berdua sepertinya memiliki kemampuan beladiri yang mumpuni dan keahlian dan bersiasat.
Siapa sebenarnya mereka berdua ini" batin Nicholas.
Syahrir yang mulai kuwalahan melawan Fano dan beberapa detik bisa dikalahkan oleh Fano dengan bibir nya mengeluarkan darah segar juga muka yang sudah tak berbentuk.
Syahrir segera diikat oleh Fano.
"Fan tangkap" kata Reina melempar injeksi buat membius dokter Syahrir dan masih tetap melawan Nicholas.
Fano yang sudah mengikat dokter Syahrir itu dengan sigap dan sekali gerakan bisa menangkap apa yang dilemparkan oleh Reina.
Dengan segera ditundukkannya jarum injeksi itu ketubuh dokter Syahrir.
Dalam hitungan 60 detik terlihat dokter Syahrir sudah terkulai tak berdaya.
Kini mereka gantian menyerang Nicholas.
karena Nicholas merasa kewalahan akhirnya Nicholas menggunakan senjata rahasianya dan berhasil lari dari perkelahian itu.
"Kejar jangan sampai lolos, bisa bahaya" kata Fano.
Mereka berdua mengejar Nicholas.
Ternyata diluar juga sedang ada perkelahian antara tim Ardiansyah dan Afifa dengan anak buah Brian.
Nicholas mendekat kearah anak buah Brian dan berkata.
"Kalian lindungi aku, aku akan melaporkan ini kepada profesor Alfaro" kata Nicholas yang sudah mulai terdesak itu.
Didepan di pintu masuk markas juga sedang terjadi baku tembak dengan pasukan khusus yang didatangkan oleh panglima jendral dengan Brian dan anak buahnya.
__ADS_1
Didalam tempat profesor Alfaro dan pesohor negeri ini masih dengan tenang bercakap-cakap.
Karena profesor pikir Brian dan anak buahnya bisa menangani penyusup yang masuk.
Nicholas dengan tergopoh-gopoh masuk dan beberapa luka akibat berkelahi dengan Reina dan Fano.
Sampailah Nicholas didalam ruangan kaca yang sangat besar dan segera masuk dengan menggunakan kode rahasia.
"Prof, kita diserang. Syahrir tertangkap dan Brian sedang menghadang pasukan khusus dari negara ini" kata Nicholas sambil sedikit terbata-bata karena nafasnya yang sudah tidak teratur.
"Sial bagaimana bisa itu terjadi, dari mana pasukan itu bisa mengendus pergerakan kita dan kegiatan kita" kata profesor Alfaro.
Mr. X yang mengetahui pembicaraan itu pun ikut berbicara.
"Bukankah kita sudah mengaturnya Serapi mungkin" kata Mr. X itu.
"Ini bermula dari kita mengejar dokter Reina. Dialah sumber semua ini.
Reina sepertinya bukan orang biasa karena banyak orang yang berada dibelakangnya" kata Nicholas.
"Sialan, tahu gitu kemarin Anwar membunuh dokter sialan itu" kata profesor sarkastik.
"Tunggu... tunggu... Dokter Reina..." kata Mr. X tertegun dan berusaha mengingat.
" Iya dokter Reina, apakah anda mengenalnya" kata Nicholas.
"Aku seperti tidak asing dengan nama itu dan sepertinya aku pernah mengenal beliau" kata Mr. X yang masih terus berpikir dan mengingat akan nama dokter Reina.
"Saya kurang tahu juga prof, bisa jadi disekap dokter Reina" kata Nicholas.
"Bisa jadi, dan mungkin yang dibalik dokter Reina adalah seorang petinggi negara juga" kata Mr. X mengungkapkan pemikirannya.
"Sepertinya seperti itu, dan dokter Reina tidak bisa dianggap remeh. Dia dan dokter Afifa mempunyai kekuatan yang luar biasa. Beladiri nya begitu cekatan dan lincah.
Saya saja menghadapinya bisa sampai kuwalahan.
Mereka berdua tidak seperti yang kita bayangkan selama ini" kata Nicholas juga mengatakan penilaiannya selama beberapa terakhir sempat berkelahi dengan Afifa di salah satu mall terbesar dan Reina pada saat tadi diruang pemantauan.
Profesor Alfaro dan Mr. X hanya menanggapi dengan anggukan berkali-kali seakan mereka sedang berpikir dan mencerna setiap penjelasan Nicholas.
"Sepertinya orang yang kita hadapi bukan orang sembarangan dan mereka mempunyai pengaruh yang sangat besar" kata Mr. X
"Sepertinya memang begitu, kita harus segera keluar dari tempat ini dan saya akan menghubungi Mr, Gerald untuk mendatangkan helikopter ke landasan yang ada di gedung ini.
"Mr. Gerald" batin Nicholas yang terkejut dengan nama yang barusan dikatakan oleh profesor Alfaro.
"Aku seperti mengenal Mr. Gerald ini, dan sepertinya tidak asing nama itu" kata Nicholas yang berusaha mengingat nama itu.
"Apakah Mr. Gerald yang dimaksud adalah pamannya yang dinyatakan hilang ketika kejadian orangtuanya meninggal itu" batin Nicholas yang masih menerka-nerka.
__ADS_1
"Aku harus mencari kebenaran ini, jika memang benar berarti dialah dalang dibalik semua ini" kata Nicholas.
Profesor Alfaro sudah menelepon Mr. Gerald dan stengah jam lagi mereka akan mengirimkan helikopter diatas gedung.
"Nick, apa yang kamu pikirkan kenapa kamu terdiam saja" kata profesor Alfaro yang memang sejak tadi diajak mengobrol tidak ada satu patah kata lagi yang keluar dari mulut Nicholas semenjak mendengar kata Mr. Gerald.
"Tidak, hanya aku sedang berpikir kenapa sampai bisa pasukan khusus mengendus kita itu aja" bohong Nicholas.
"Sudahlah itu nanti dipikirkan, sebaiknya kita harus pergi dari sini sebelum mereka semua berhasil mendapatkan kita" kata profesor Alfaro.
"Benar apa yang dikatakan oleh profesor Alfaro" kata Mr. X
"Kalian dan kalian coba hadang pergerakan mereka sebisa mungkin jangan sampai mereka mencapai sini sampai kami sudah berhasil pergi dari sini" kata Mr. X kepada bawahannya dan abdi setia nya itu.
Mereka bertiga menuju ruang rahasia yang menghubungkan kesebuah lift yang akan membawa mereka ke atap gedung menuju landasan helikopter.
Saat mereka hendak mencapai pintu rahasia itu ternyata Afifa, Reina dan Ardiansyah berhasil masuk dan orang suruhan Mr. X berhasil diringkus anak buah Lionel dan Fano.
Panglima jendral dan anak buahnya juga berhasil menerobos dan menangkap Brian dan anak buahnya.
Afifa dan Reina langsung maju dan menyerang profesor Alfaro dan Mr. X yang tidak lain adalah Herlambang Sasongko seorang politisi yang akan mencalonkan diri menjadi kepala negara.
"Kau...." kata Herlambang.
"Iya benar aku tuan Herlambang yang terhormat" kata Reina.
Saat lengah profesor mendorong Nicholas dan berhasil masuk ruang rahasia itu dan menutupnya dan segera pergi ke landasan.
Sedang Nicholas dan tuan Herlambang Sasongko menghadapi 2 dokter cantik itu.
Mereka terlibat perkelahian yang sangat sengit.
Nicholas yang sudah kewalahan akhirnya berhasil diringkus.
Sedangkan tuan Herlambang Sasongko masih menghadapi Reina yang tidak lain adalah adik dari ibu Reina yang selalu membenci Reina dan kakaknya juga keluarga Hamid Abdullah.
Dia lah dalang atas terbunuhnya orangtua Reina selama ini yang tidak bisa diselidiki karena sangat rapinya cara mereka dalam membuat kematian orangtua Reina seperti kecelakaan murni.
jangan lupa
VOTE VOTE VOTE
Like
Komentar
Favoritkan
Follow akun aku
__ADS_1
Follow Ig @virgogril857 dan @naffisa hijab store.
Akan ada give away di Ig.