Dokter Afifa

Dokter Afifa
Anna berhasil diselamatkan


__ADS_3

Semua dijalankan sesuai dengan rencana Aziel.


Afifa yang memantau dari kediamannya tampak begitu resah.


Dia sudah tidak tahan dan ingin sekali bergabung namun dia harus berpikir lagi karena ada seorang putra yang harus dilindungi nya dan masih membutuhkannya.


"hubby berhati-hati lah karena yang kita hadapi bukan orang sembarangan kali ini.


Sepertinya mereka sudah tahu pasti tentang keluarga kita" Afifa memberikan peringatan kepada suaminya karena secara naluri apa yang dilihatnya saat ini musuhnya benar-benar sudah menyusun rapi rencananya.


"Baiklah sayang, aku akan berhati-hati" kata Ardiansyah.


Ardiansyah mengendap-endap dan kini dengan jelas dia bisa melihat pergerakan musuhnya dari atas atap dia bisa melihat posisi semua musuh-musuhnya itu.


"Rupanya ini didalangi oleh Torres yang saat itu berhasil meloloskan diri.


Tetapi siapa dibelakang Torres apa jangan-jangan ini adalah ulah Fernando.


Karena hanya dia yang mengetahui tentang keterlibatan Anna" batin Ardiansyah.


Dan benar saja kini dia bisa melihat Fernando diantara Torres.


"Bang sebaiknya hati-hati karena ada seseorang yang sangat kita kenal dan kini ada dikubu musuh kita" kata Ardiansyah memberitahukan kepada Aziel yang sebenarnya Aziel sudah tahu beberapa menit sebelum Ardiansyah meneleponnya.


"Aku sudah tahu Syah, kamu tenang saja.


Kita pasti bisa memenangkan misi penyelamatan Anna ini" jawab Aziel.


"Baiklah bang" jawab Ardiansyah yang kini sudah turun ke salah satu ruangan yang ada di gedung itu.


Ardiansyah dan beberapa anak buahnya kini semakin maju ke posisi dimana Anna sedang disekap.


"Kita harus selamatkan Anna terlebih dahulu dan kamu alihkan perhatian mereka agar aku bisa menyelamatkan Anna" perintah Ardiansyah kepada anak buahnya.


"Baik tuan" jawab anak buahnya itu patuh.


Ardiansyah mulai melakukan aksinya dan disisi lain Nicholas beserta adiknya dan beberapa anak buah Hamid sedang menghadapi segerombolan orang-orang yang sedang menghadangnya itu.


Perkelahian tidak bisa dihindari ini mereka terlibat baku hantam dan tak hanya itu saja mereka juga membawa senjata dalam pertikaian kali ini.


Banyak musuh yang bergelimpangan.


Kini Nicholas berhadapan langsung dengan orang kepercayaan Torres yang memiliki ilmu bela diri yang sangat tinggi.

__ADS_1


Nicholas dan adiknya saling bahu membahu menyerang mereka Nicholas dan adiknya hampir terdesak hingga akhirnya dia dibantu oleh beberapa anak buah yang dibawa Ardiansyah.


Pertempuran kembali memanas sedangkan Ardiansyah kini mulai menyusup memasuki tempat penyekapan Anna.


Ardiansyah ternyata dengan begitu mudahnya bisa memasuki tempat penyekapan itu dan begitu terkejutnya ketika melihat Anna yang sudah dipasangi oleh bom di tubuhnya oleh musuhnya itu.


Ardiansyah membangunkan Anna yang saat itu pingsan.


"Anna bangun" kata Ardiansyah sambil menggoyangkan tubuh Anna agar Anna bisa segera terbangun dan sadar.


Baru saja Anna tersadar tiba-tiba ruangan penyekapan Anna ada yang mendatangi dan dia adalah Fernando.


"Ternyata tuan Ardiansyah yang terhormat yang sedang masuk kesini" sinis Fernando.


"Kau, apa maksudmu dengan semua ini" kata Ardiansyah meminta penjelasan Fernando kenapa bisa dia berkhianat dengan jabatan nya sebagai agen rahasia internasional.


"Ternyata anda begitu ingin tahu kenapa saya berbuat seperti ini" tanya Fernando masih dengan sinis nya.


"Apa mau mu, jangan sakiti wanita ini.


Dia tidak bersalah" pinta Ardiansyah.


"Apa kamu bilang, hahahaha" kata Fernando sambil tertawa terbahak-bahak menertawakan Ardiansyah dengan ketidak berdayaan nya.


Kamu waspadalah jangan sampai lengah.


Aku sudah meluncurkan drone penghancur disekitar Fernando" kata Aziel.


"Tenang kak aku gak akan pernah takut dengan orang yang berani berkhianat seperti mereka" jawab Ardiansyah lirih terhadap alat komunikasinya itu.


"Sudah selesai tertawanya" ucap Ardiansyah tak kalah sinis nya mengejek Fernando.


"Kau, apa kamu tidak takut dia aku ledakkan" tanya Fernando.


"Sebelum kamu meledakkan ini akan yang akan menghancurkan dirimu" jawab Ardiansyah santai ingin sekali memancing emosi dari lawannya kali ini yang merupakan atasannya dahulu.


"Beraninya kau melawanku" Fernando terlihat sudah mulai emosi.


"Kenapa aku harus takut selama aku ada didalam kebenaran dan kebaikan" jawab Ardiansyah santai dan itu berhasil masuk kedalam relung hati Fernando.


"Tidak ada kebaikan didunia ini yang ada hanyalah siapa yang kuat dialah yang memimpin" jawab Fernando yang merasa tersindir dengan ucapan Ardiansyah.


"Oh jadi niat kamu hanya ingin menguasai dunia dan menjalankan dunia ini seperti apa yang kau inginkan begitu" tebak Ardiansyah yang begitu tepat sasaran.

__ADS_1


"Ternyata kamu sangat pandai juga ya" kata Fernando.


"Tapi jangan bermimpi karena sampai matipun aku dan seluruh keluargaku akan menentang dan melawan semua tindakanmu" tega Ardiansyah dengan penuh percaya diri.


"Oh ya, apa yang bisa diperbuat keluargamu hahahaha" tawa Fernando semakin membahana.


"Kita lihat saja nanti" jawab Ardiansyah bertepatan dengan datangnya Reina dan Fano dibelakang Fernando.


Reina mulai menyerang Fernando yang saat itu lengah dan tidak menyadari kedatangan mereka berdua.


"Syah cepat lepaskan Anna" teriak Fano.


Fernando sedikit ter huyun karena serangan dadakan dari Reina.


"Ternyata serangan mu boleh juga ya, pantas anak buah ku tidak bisa menangkap kalian" sinis Fernando yang sedikit meremehkan kekuatan Reina.


"Sepertinya anda sedang meremehkan istri saya" kata Fano menatapnya tajam.


"Kalo iya kenapa, bagiku kekuatan segitu tidak berarti apa-apa" masih saja meremehkan kekuatan Fano dan Reina.


"Jangan salahkan kami kalau anda akan mati terbunuh ditangan kami" Fano semakin menatap tajam.


Ada kilatan amarah disana karena Fernando benar-benar menganggapnya lemah.


"Kalau begitu buktikan kekuatan kalian dan hadapi anak buah ku" Fernando menepuk tangannya tiga kali dan keluarlah 5 orang berperawakan tegap dan besar yang siap untuk menyerang Fano dan Reina.


Sementara Ardiansyah sudah berhasil membebaskan Anna dan dengan segera Ardiansyah melepaskan bom yang terpasang ditubuh Anna melalui arahan Aziel.


Dan benar saja kini Ardiansyah sudah bisa membebaskan Anna dari bom itu dan kini membawa Anna ketempat lebih aman.


Disaat itu datanglah Nicholas dan adiknya menuju kearah Ardiansyah.


"Tolong bawa Anna ketempat lebih aman atau sekalian bawa mereka kembali ke mansion Abi agar segera dapat perawatan" kata Ardiansyah.


"Apa kau melupakan siapa aku Syah hingga kamu tidak menyadari saya sebagai dokter" jawab Nicholas yang sedikit sebal karena ucapan Ardiansyah.


"Maaf aku tidak bermaksud demikian" sesal Ardiansyah.


"Sudahlah biar kami bawa Anna dan obati Anna. Kamu fokuslah menghadapi cecunguk sialan itu" kata Nicholas yang membuat perasaan Ardiansyah sedikit lega.


Kini Ardiansyah kembali ditempat Reina dan Fano berada.


Dengan cepat Ardiansyah masuk dalam perkelahian yang begitu sengit kali ini Ardiansyah sengaja menantang Fernando untuk jadi lawannya.

__ADS_1


__ADS_2