Dokter Afifa

Dokter Afifa
Bertemu sang mantan


__ADS_3

Afifa, Ardiansyah dan Fano pun keluar dari perusahaan milik Ardiansyah.


Mereka masuk kedalam mobil milik Ardiansyah dengan Fano yang menjadi sopirnya.


"Oh ya enaknya kita makan dimana nih" tanya Fano dari balik kemudi.


"Kayaknya makan seafood enak deh kali ini" kata Afifa.


"Boleh tuh" kata Fano.


Mereka pun akhirnya melaju ke sebuah restoran yang sangat terkenal dengan makanan seafood yang sangat lezat.


Sesampai direstoran itu mereka segera turun dan segera masuk kedalamnya.


" Makan lesehan aja kayaknya enak deh by, yuk kita disana saja gak usah pesan private room" kata Afifa mengajak suaminya itu menuju ke salah satu meja lesehan.


Fano pun mengekori sepasang suami istri itu.


"Oh ya kita pilih ikan nya dulu yuk by" kata Afifa setelah mereka baru sampai dimeja itu.


"Kalian aja yang pilih biar aku menunggu kalian aja disini" kata Fano.


"Kakak mau menu apa" kata Afifa kepada Fano.


"Kepiting mix aja deh" kata Fano.


"Oke kak kalau gitu" kata Afifa dan meninggalkan Fano seorang diri.


Ardiansyah dan Afifa sibuk memilih aneka seafood.


Dia mulai memilih ikan segar untuk dibakar dan melanjutkan memilik kepiting dengan aneka macam kerang sebagai campuran di kepiting nanti dan menyerahkan kepada salah satu pelayan yang sedang melayani disana.


"Oh ya mbk saya juga minta cah kangkung, cumi saos telur asin, cumi bakarnya, dan lobster bakar juga ya" kata Afifa menambahkan menu pesanannya itu.


Ardiansyah yang berada disamping sang istri sampai terheran-heran.


"Menu sebanyak itu siapa nanti yang akan makan nanti, gak mungkin kan kita bertiga menghabiskan menu segitu banyaknya" batin Ardiansyah.


"Ayo by, kita kembali ketempat kita" ajak Afifa.


"Oh ya sayang kenapa kamu membeli begitu banyak makanan.


Apa kamu sanggup menghabiskan semua itu, hati-hati mubadzir lho kalau sampai gak habis" kata Ardiansyah bertanya sekaligus memperingatkan sang istri.


"Tenang hubby sayang, bentar lagi Reina, Abang Aziel dan Anna kesini kok" kata Afifa.


"Benarkah, terus kapan kamu kabari mereka setahuku sedari tadi kamu gak menelepon siapapun" kata Ardiansyah sedikit heran.


"Udah kok tadi aku kasih pesan singkat ke mereka semua" kata Afifa.


"Oh ya sudah kalau gitu" kata Ardiansyah.


Mereka pun segera menuju meja tempat Fano menunggu.


"Sayang Fano bersama siapa itu, sepertinya seorang wanita" kata Afifa bertanya kepada suaminya itu.


"Gak tahu sayang, lebih baik kita samperin aja biar tahu" kata Ardiansyah.


Afifa dan Ardiansyah berjalan beriringan dan mendekati Fano.


"Fan" sapa Ardiansyah.


Ketika mendengar suara Ardiansyah seketika wanita yang duduk membelakangi keberadaan Ardiansyah itu segera menoleh ke arah Ardiansyah.


"Sayang lama ya kita tidak bertemu" kata wanita itu dan segera mendekat ke Ardiansyah dan ber gelendot di lengan Ardiansyah.


"Clara...!!!! Ngapain kamu kesini" kata Ardiansyah sarkastik.


Ardiansyah berusaha melepaskan lengannya dari dekapan tangan Clara tetapi usahanya sia-sia.


Clara kembali merengkuh lengan Ardiansyah.

__ADS_1


Afifa yang melihat suaminya dengan wanita itu sedikit terkejut.


Ada rasa sakit sebenarnya, tapi dia tahan dan dia tutupi dengan senyuman diwajahnya itu.


"Ih kenapa kamu galak sekali sih sayang, ya tentu aku rindu sama kamu lah" kata Clara.


"Sudah deh Clara hubungan kita kan sudah lama berakhir. Ngapain lagi kamu mendekatiku" kata Ardiansyah.


"Aku minta maaf sayang atas kesalahanku yang dulu, aku harap kamu mau memberikan aku satu kesempatan lagi" kata Clara manja kepada Ardiansyah dan memohon-mohon.


"Tidak bisa Clara" kata Ardiansyah dan menghempas tangan Clara dari lengannya sehingga Clara hampir saja terjatuh kalau tidak ditolong oleh Afifa.


Bukannya berterima kasih tetapi Clara menghempas tangan Afifa yang sudah membantunya agar tidak terjatuh itu.


"Hei kau, sudah ditolong gak mau berterima kasih malah menghempas orang yang sudah menolong mu" kata Fano yang tidak terima Afifa diperlakukan tidak baik itu.


"Fan bisa kamu jelaskan kenapa wanita ini bisa berada disini" tanya Ardiansyah.


"Mana aku tahu, ketika aku menunggu kalian berdua tiba-tiba dia mendatangiku dan dia memaksa untuk menunggu kamu" kata Fano.


"Sekarang sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum kemarahan ku keluar" kata Ardiansyah membentak Clara.


"Tidak, aku tidak akan pergi sebelum kamu mau memberi kesempatan aku lagi" kata Clara.


"Clara... Sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali lagi bersama kamu mengerti" kata Ardiansyah tegas dan penuh penekanan.


"Kenapa tidak, aku yakin kamu masih mencintaiku sayang" kata Clara yang mulai menggoda Ardiansyah.


"Clara jaga sikap kamu" bentak Ardiansyah ketika Clara menggodanya.


"Memangnya kenapa, toh kita saling mencintai dulu sayang" kata Clara.


Afifa yang sedari tadi sangat geram dengan tingkah Clara mulai angkat bicara.


"Maaf mbk, apa mbk tidak malu bertengkar disini dengan seorang lelaki yang sepertinya dia sudah tidak menginginkan mbk" kata Afifa lembut dan berusaha melerai pertengkaran suaminya dengan wanita bernama Clara itu.


"Kamu diam, Dan sebaiknya kamu tidak usah ikut campur urusan kami berdua" bentak Clara.


"Berani sekali kau membentak istriku heh" kata Ardiansyah sambil mencengkeram rahang Clara dengan sangat kuat karena tidak terima Afifa sudah dibentak oleh wanita itu.


"Tidak akan sampai kamu meminta maaf kepada istriku dan berjanji tidak akan mendekati kami lagi" kata Ardiansyah kepada Clara masih dengan mencengkeram rahang wanita itu.


"Baaikkklah" kata Clara terbata-bata.


Setelah Ardiansyah melepaskan Clara tiba-tiba Clara berbuat nekat dengan menampar Afifa tetapi pergerakan itu diketahui Afifa dan akhirnya dapat ditangkap tangan Clara yang akan menampar itu oleh Afifa.


"Berani kamu menyentuh kulitku, jangan harap kamu bisa menghirup udara bebas" kata Afifa sedikit meninggikan suaranya.


Clara sangat terkejut karena wanita yang terlibat lembut dan lemah itu ternyata tidak seperti yang dipikirkan.


Dengan hati marah akhirnya Clara meninggalkan tempat itu.


Sepeninggal Clara Afifa dan Ardiansyah pun mulai duduk berhadapan dengan Fano.


Keheningan pun terjadi sesaat.


Afifa menghela nafas dalam-dalam dan beristighfar pelan hingga tak bisa didengar oleh orang lain.


Setelah dirasa dia sudah tenang mulailah Afifa angkat bicara.


"By, apa ada yang ingin kamu jelaskan padaku" kata Afifa memberi kode kepada suaminya tanpa harus menghakimi suaminya itu.


"Aku benar-benar terkesan denganmu fa, kamu lembut, baik, cerda dan sangat bijaksana.


Benar-benar istri sholikha dan istri idaman.


Kapan ya aku bisa mendapat istri seperti dia.


Tuhan seandainya ada wanita sebaik Afifa didunia ini aku mohon kirimkan satu untukku" batin Fano dan sekaligus berdoa dalam hatinya.


Afifa menunggu beberapa detik tetapi Ardiansyah belum juga mau buka suara.

__ADS_1


"By..." kata Afifa sambil menatap tajam kearah suaminya.


Ardiansyah pun menghirup nafas dalam-dalam untuk menetralkan emosinya.


Akhirnya Ardiansyah pun mulai berbicara dan menjelaskan semua tentang Clara.


"Dia adalah mantanku sayang, kami dulu dijodohkan oleh bunda tetapi sebenarnya aku tidak pernah mencintainya.


Karena saat itu penyakit bunda sedang parah-parahnya, beliau meminta aku untuk menerima perjodohan ku dengan Clara yang merupakan anak dari temannya bunda.


Aku dengan terpaksa menerimanya hingga akhirnya suatu hari bunda tahu dengan sendirinya niat busuk dari si Clara yang hanya mengincar hartaku saja.


Saat aku dan bunda jalan-jalan disebuah mall yang dekat dengan hotel XXX kamu melihat Clara dari kejauhan bersama seorang lelaki sedang mau check in di hotel tersebut.


Akhirnya kami mengikuti Clara masuk kedalam sebuah kamar dengan lelaki itu yang terlihat sangat mesra.


Saat itu aku dan bunda sudah sangat jijik melihat kelakuan Clara yang tidak tahu tempat itu.


Ketika mereka sudah masuk aku dan bunda berinisiatif mengetuk pintu kamar hotel itu.


Aku dan bunda mulai mengetuknya dan keluarlah Clara yang hanya memakai kimono tidur dari kamar itu.


Saat itu Clara begitu terkejut melihat kedatanganku dengan bunda.


Bunda menamparnya dan memutuskan perjodohan kita berdua saat itu.


Namun tanggapan Clara diluar dugaan.


Dia malah menghina kamu saat itu dan Dia juga bilang kalau dia dengan senang hati menerima perjodohan itu terputus.


Ya akhirnya sejak itu bunda sangat membenci Clara yang sebelumnya bunda begitu senang dengan perjodohan itu.


Sejak itu Clara sudah tidak pernah muncul dihadapan kami lagi.


Begitulah ceritanya sayang.


Kalau kamu masih ragu akan ceritaku kamu bisa menanyakan semua kepada bunda" kata Ardiansyah tertunduk.


"Aku percaya kok sama kamu by" kata Afifa.


Sontak itu membuat hati Ardiansyah sangat lega sekali.


Karena sebelumnya Ardiansyah berfikir Afifa akan marah dan tidak akan pernah mempercayainya lagi tetapi pemikirannya sangatlah salah.


"Terima kasih sayang" ucap Ardiansyah berulang-ulang sambil mencium pucuk tangan Afifa untuk meluapkan kebahagiaannya.


"Kamu memang seorang bidadari yang berhati malaikat sayang.


Aku sangat bersyukur bisa menjadi suami kamu" kata Ardiansyah yang gak henti-hentinya mencium tangan Afifa itu.


"Sudah drama nya" kata seseorang dari belakang dan ternyata Reina, Aziel dan Anna datang menghampiri mereka.


"Reina... sudah lama kamu berdiri disana" tanya Afifa yang sedikit terkejut itu.


"Sejak sepasang suami istri ini saling bermesraan didepan mataku hingga membuat mataku ternoda" kata Reina yang sedikit kesal.


"Maaf Rein kami gak bermaksud begitu" kata Afifa.


"Oh ya, ayo duduk" ajak Ardiansyah yang menghentikan pembicaraan Reina dan Afifa itu.


Mereka pun akhirnya duduk mengitari meja itu.


Gak beberapa lama makanan yang mereka pesan datang.


Pelayan itu sibuk meletakkan makanan-makanan yang dipesan oleh Afifa tadi.


"Oh ya mbk kami mau pesan minum sekalian ya" kata Afifa.


Sebelum pergi pelayan itu mencatat minuman yang dipesan mereka.


"3 Jeruk nipis hangat, 2 kelapa muda dan 1 cangkir kopi pahit" kata pelayan itu mengulangi pesanan mereka.

__ADS_1


"Iya mbk itu aja" kata Anna.


Sambil menunggu minuman mereka, segera mereka menyantap makanan dengan penuh kenikmatan.


__ADS_2