
Afifa dan Ardiansyah yang tertidur saling berpelukan itu dikejutkan dengan suara alarm yang ada di hp Afifa.
Afifa pun menggeliat dan mulai mengambil ponselnya diatas nakas.
Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 03.30
Dan bergegas Afifa bangun dan mencari pakaiannya yang sudah berserakan itu.
Dikenakannya pakaian itu dan ketika bangun bagian intim Afifa terasa sakit.
Perlahan-lahan dia turun dan berusaha menahan rasa sakit itu.
Dengan tertatih-tatih Afifa akhirnya sampai dikamar mandi.
Dia mulai menyalakan air kedalam bathtub dengan air hangat.
Setelah dirasa cukup Afifa pun memasukkan tubuhnya kedalam bathtub.
Dia bersihkan sisa-sisa bekas percintaannya tadi malam bersama sang suami.
Bagian intim nya sudah tak terasa sakit seperti semula.
Dia langsung keluar dari bathtub dan mengguyur kan tubuhnya dengan shower.
Afifa pun keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe yang menutupi tubuhnya itu dan betapa terkejutnya Afifa ternyata sang suami sudah duduk dipinggir tempat tidurnya.
"Sudah bangun by, sudah cepat mandi dah mau subuh nih" kata Afifa menyuruh suaminya mandi.
Ardiansyah pun beranjak dari duduknya dan langsung mendekati Afifa.
Dipeluknya sang istri dan dengan gerakan cepat Ardiansyah mencium bibir manis sang istri.
"Hubby, ih sana deh mandi. Kan jadi berwudhu lagi nih aku" kesal Keisya.
"Hehehe maaf sayang, habis kamu selalu membuat aku kecanduan deh" kata Ardiansyah menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berlalu menuju kamar mandi.
Afifa berjalan menuju walk in close untuk berganti pakaian, setelah itu dia keluar dari kamar menuju kamar mandi yang ada dikamar sebelah untuk berwudhu.
Dia segera kembali ke kamarnya dan mulai mengenakan mukena nya.
Dia mulai sholat tahajud sebelum waktu subuh datang.
Dia sholat dengan khusuk.
Ketika baru selesai 2 rokaat sholat tahajud nya Ardiansyah keluar dari dalam kamar mandi.
"Lho sayang, kok sudah sholat aja, apa kamu tidak berwudhu dahulu" tanya Ardiansyah heran.
"Sudah by, dikamar sebelah tadi, habis nungguin hubby kelamaan" kata Afifa.
Ardiansyah pun mulai mengambil posisi didepan Afifa.
Mereka kembali sholat sunah dan sedikit berdzikir.
Tak lama terdengar adzan subuh yang mengalun sangat indah.
Keduanya mulai menengadahkan kedua tangannya dan berdoa.
Setelah adzan selesai mereka mulai melaksanakan sholat subuh berjamaah dan setelahnya tidak lupa mereka membaca ayat-ayat Al-Qur'an.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06.00.
Afifa dan Ardiansyah yang sudah selesai beribadah pun turun kebawah.
Ardiansyah memulai aktifitasnya dengan berolahraga ringan sedangkan Afifa mulai membuat sarapan untuk sang suami.
Dilihatnya bahan masakan di lemari es dan mengeluarkan satu persatu bahan yang akan dibuat masakan.
__ADS_1
"Nyonya biarkan saya saja yang memasak, nanti tuan marah lho" kata salah satu asisten rumah tangga yang ada didapur itu saat melihat Afifa mulai mengeluarkan bahan makanan.
"Gak apa-apa bik biar aku saja. Bibi mengerjakan yang lain saja" pinta Afifa.
"Tapi nyonya, saya takut tuan nanti marah" kata ART itu tertunduk.
"Bibi tenang saja, suamiku gak akan marah kok. Dia pasti senang aku membuatkannya sarapan.
Sudah sana bibi ke depan aja bersihkan ruang tamu" perintah Afifa.
Mau tidak mau akhirnya ART itu melakukan apa yang diperintahkan oleh nyonya barunya itu.
Afifa mulai mengotak-atik bahan makanan itu.
Hari ini dia akan membuat sandwich telur, daging cincang dan sayuran seperti lettuce dan tomat tidak lupa sama keju.
Setelah sandwich yang dia buat matang tidak lupa dia membuatkan secangkir kopi untuk sang suami dan teh lemon madu untuk dirinya.
Ditata nya makanan yang dia buat diatas meja makan.
Ardiansyah yang dari ruangan fitnes itu segera menghampiri sang istri dimeja makan.
"Hmmm sepertinya enak sekali, kamu buat apa sayang" tanya Ardiansyah.
"Aku hari ini membuat sandwich untuk sarapan kita by.
Ayo kita sarapan sekarang" ajak Afifa.
Mereka pun mulai memakan sarapannya itu.
"Sayang ini sandwich terenak yang pernah aku rasakan deh" kata Ardiansyah mulai memuji masakan sang istri.
"Oh ya, apa kamu menyukainya by" tanya balik Afifa.
"Aku sangat menyukai apapun yang kamu buat sayang" kata Ardiansyah.
"Oh ya sayang, apa kamu sudah mempersiapkan baju-baju kita buat honeymoon sebentar lagi" tanya Ardiansyah lagi.
"Gak usah terlalu banyak membawa pakaian sayang.
Bawa aja beberapa potong saja, nanti kita akan beli baju disana" kata Ardiansyah.
"Baik hubby ku" kata Afifa.
Selesai makan Afifa dan Ardiansyah beranjak dari duduknya dan menuju ke kamar.
Ardiansyah yang sudah gerah akibat latihan fitness nya itu langsung menuju ke kamar mandi.
Sedangkan Afifa mulai menyiapkan baju untuk suaminya pakai dan juga menyiapkan beberapa potong pakaian untuk mereka berdua ketika berbulan madu.
Ardiansyah yang sudah keluar dari dalam kamar mandi kini mulai berganti pakaian dengan pakaian yang sudah disiapkan oleh sang istri.
Sedang Afifa sekarang sudah bergantian dengan Ardiansyah berada dikamar mandi.
Gak beberapa lama Afifa sudah keluar dari dalam kamar mandinya dengan memakai bathrobe, dia menuju walk in close dan mulai berganti pakaian dengan dress panjang sampai kaki yang terlihat sangat pas ditubuh Afifa.
Afifa keluar dari walk in close dan menuju meja rias.
Dipoles nya wajahnya dengan bedak yang sangat tipis dan dikenakannya lipstik berwarna nude.
Aura kecantikan Afifa semakin keluar.
Ardiansyah yang sejak tadi memperhatikan sang istri mulai menghampirinya dan dipeluknya sang istri itu dari belakang.
Dibenamkannya kepalanya diceruk leher sang istri dan dihirup nya aroma harum dari tubuh istrinya itu.
Aroma yang sudah membuatnya tenang, nyaman dan kecanduan.
__ADS_1
"By sana, geli tahu" kata Afifa
"Sebentar saja ya sayang, aku hanya ingin menghirup aroma tubuhnya ini yang sudah membuatku merasa nyaman dan tenang" pinta Ardiansyah.
Afifa akhirnya membiarkan Ardiansyah sejenak untuk memeluknya.
Beberapa menit kemudian Ardiansyah sudah melepaskan pelukannya itu.
Afifa berdiri dari duduknya dan mulai memperlihatkan dirinya di kaca hias itu.
Setelah dirasa sudah rapi dia mulai mengambil tas nya.
Saat akan mengambil tas nya dia melihat sang suami yang bajunya sedikit kusut.
Dirapikan nya baju sang suami yang melekat di tubuhnya itu.
"Nah sudah, kalau begini kan semakin tampan suamiku ini" puji Afifa.
Ardiansyah yang mendengar pujian dari Afifa langsung mencium bibir sang istri sekilas.
Afifa sangat terkejut dibuatnya tetapi dia juga menikmatinya.
Mereka berdua mulai menuruni tangga satu persatu dan segera pergi ke landasan pesawat jet pribadi miliknya.
Perjalanan yang ditempuh oleh Ardiansyah dan Afifa sangatlah panjang.
Setelah menempuh 10jam perjalanan sampailah dia pada salah satu pulau yang sangat terkenal dengan keindahan pantai nya.
Ardiansyah mulai menuju sebuah resort yang sangat mewah dan itu juga merupakan salah satu resort miliknya.
"Woww by, kamu mengajakku kesini" tanya Afifa yang begitu takjub itu.
Sejak lama dia ingin ketempat ini tetapi karena waktu yang selalu dihabiskan dengan pekerjaan nya itu, akhirnya membuat Afifa jarang melakukan liburan.
Waktunya hanya dihabiskan dengan penelitian dan mengobati orang, kalau tidak ya di meja operasi.
"Apa kamu menyukainya sayang" tanya Ardiansyah.
"Tentu aku sangat menyukainya by, sejak lama aku ingin ketempat ini" jawab Afifa jujur.
"Benarkah sayang, wah tidak sia-sia dong aku mengajak kamu kesini" kata Ardiansyah.
Mereka mulai memasuki resort mewah itu.
Setelah memasukkan koper yang dibawanya ke dalam salah satu kamar di resort itu Ardiansyah dan Afifa berniat bermain disalah satu pantai yang tempat nya sangat sepi dan indah.
Afifa yang melihat pantai segera berlari, saat dibibir pantai Afifa memutarkan tubuhnya dengan merentangkan kedua tangan nya.
Dia hirup udara pantai dalam-dalam.
Jangan lupa kasih dukungannya
follow
VOTE sebanyak-banyaknya
LIKE
komentar
favoritkan.
Jangan lupa ikuti give away nya ya
Lihat dan follow Ig aku Virgogirl857
Terima kasih para reader tercintaku yang sudah mengikuti ceritaku sampai saat ini.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya
😘😘😘😘