Dokter Afifa

Dokter Afifa
rahasia yang terkuak.


__ADS_3

Abi Afifa langsung menelepon Afifa.


"Kenapa tidak diangkat-angkat ya sama Afifa" Hamid kelihatan sangat khawatir dengan anaknya.


Ditempat lain ketika Afifa sedang menyetir tiba-tiba hp Afifa berdering berkali-kali dan Afifa mengetahui Abi nya sedang menelepon nya.


"Fa kenapa gak diangkat saja" kata Reina.


"Bentar rein aku tepikan mobil dulu" kata Afifa dan langsung menepikan mobilnya.


Afifa balik menelepon Abi nya


"Iya Abi ada apa?" tanya Afifa dibalik telepon


"Kamu ada dimana nak" tanya Abi


"Lagi dijalan bi ini sudah mau kembali ke apartemen" kata Afifa berbohong padahal Afifa hendak menujuk markas Abi nya yang ada di tengah hutan itu.


"Nak apa kamu tidak sedang membohongi Abi?, Tidak ada kah sesuatu yang ingin Afifa katakan ke Abi" tanya Abi nya menuntut kejujuran Afifa.


"Abi sudah mengetahuinya, sekarang katakan yang sebenarnya ada apa ini" kata Abi penuh penekanan.


"Baik Abi nanti akan Afifa ceritakan, kita bertemu disana ya Abi" kata Afifa akhirnya.


Kemudian afifa melanjutkan perjalanannya.


Setelah perjalanan yang panjang dan jauh Afifa akhirnya sampai dimarkas yang dimaksud tadi.


"Mario kamu taruh dimana orang tadi" tanya Afifa


"diruang bawah tanah nona" jawab Mario dan menunjukkan keberadaan orang tadi.


"Reina tolong kamu interogasi orang itu, apa tujuan dan maksudnya mengintai kita" perintah Afifa


"Baik fa" kata Reina mematuhi perintah Afifa.


Afifa dan Anna menunggu dan melihat Reina dari balik kaca yang tidak mungkin terlihat dari tempat Reina itu.


"Anna tolong kamu selidiki siapa orang itu dan apa motifnya" perintah Afifa kepada Anna


"Dan kamu Mario apa kamu menemukan identitas orang ini" tanya Afifa selanjutnya.


"Baik Afifa" kata Anna patuh.


"Ada nona" kata Mario dan menemukan identitas orang tadi yang telah disekapnya.


"Serahkan kepada Anna" kata Afifa kemudian.


Mario menyerahkan identitas orang yang disekap itu kepada Anna dan tidak lama Anna langsung mengeluarkan laptopnya yang tadi telah diambilnya diapartemen ketika mereka mau berangkat kemarkas.


"Aku menunggu didepan ya"Kata Afifa.


Saat Afifa menuju kedepan tiba-tiba terdengar suara deru mobil.


Dan Afifa sudah mengetahui siapa itu.


Afifa pun langsung menyambut kedatangan Abi nya.


Abi turun dari mobil nya dan Afifa langsung menghampirinya


"Assalamu'alaikum Abi" sapa Afifa sambil mencium punggung tangan Abi nya.


"Wa'alaikumsalam nak" kata Abi


"Ayo kita masuk kedalam dulu Abi" kata Afifa mengajak Abi nya masuk kedalam markas mereka.

__ADS_1


Afifa dan Abi nya menuju ketempat Anna dan Mario berada.


Afifa dan Abi nya duduk berdampingan dibangku kosong dekat Anna dan Mario sambil melihat kearah ruang penyekapan dari balik kaca dimana disana ada Reina dan anak buah Mario juga orang yang disekap tadi.


"Sekarang bisa jelaskan kepada Abi" tanya Abi nya kepada Afifa.


"Kita lihat saja hasil interogasi dari Reina Abi, baru nanti Afifa akan jelaskan semua" kata Afifa.


"Roni tolong kamu guyur orang itu biar bangun" kata Reina


"baik nona" kata Roni mematuhi perintah Reina dan langsung beranjak dan mengguyur orang tersebut.


Setelah orang itu bangun segera Reina menginterogasinya.


"Cepat katakan apa tujuan kamu mengikuti dan menghadang saya"


Pengintai tadi hanya terdiam tidak mau menjawabnya.


"Tolong katakan yang sebenarnya dan saya akan menjamin keselamatanmu" kata Reina.


Tapi pengintai tadi masih diam tak mau menjawabnya.


"Apa kamu tuli" bentak Reina.


"Roni tolong hajar orang ini agar mau bicara" perintah Reina.


Roni pun menghajar orang itu dan tak lama kemudian orang itu baru mau berbicara.


"Maaf nona apakah anda benar-benar akan menjamin keselamatan saya" tanya orang itu yang ternyata bernama Alex.


"Tenang jangan khawatir aku tidak pernah mengingkari janji" kata Reina.


"Tapi nona keluarga saya sekarang dalam bahaya apakah anda mau menjamin keselamatan keluarga saya juga" kata orang itu lagi.


"Baik aku akan menjaga keselamatan keluargamu" kata Reina.


Alex pun mengatakan dimana keluarganya berada dan kemudian menyuruh Roni untuk mengabari ke Afifa.


Roni keluar dan menuju ketempat Afifa berada.


Roni kemudian menceritakan semuanya apa yang didengar kepada Afifa.


Afifa sebenarnya sudah mengetahui dan mendengar pembicaraan Reina tadi dengan Alex.


Setelah itu Roni kembali keruang penyekapan tadi.


" Abi maaf sebelumnya, apa bisa minta tolong orang kepercayaan Abi untuk menyelamatkan keluarga orang itu" kata Afifa memohon kepada Abi nya.


"Baiklah nak" Kata Abi nya mengabulkan permintaan Afifa.


Abi menelepon orang kepercayaannya dan menyuruhnya untuk melindungi keluarga Alex.


Kemudian orang itu menceritakan kalau dia adalah suruhan profesor Alfaro.


"Profesor Alfaro mencurigai anda yang telah menyembunyikan chip itu.


Karena sejak kematian nona Aqila nona telah diintai terus pergerakannya oleh profesor Alfaro"


"Apa hanya saya saja yang dicurigai oleh profesor Alfaro" kata Reina kemudian.


"Ada beberapa orang tapi saya tidak mengetahuinya" kata orang itu.


"Apa teman saya tadi juga termasuk dalam target pengintaian juga" kata Reina.


"Tidak nona hanya nona yang menjadi target mereka" kata Alex

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu" kata Reina.


"Apa ada yang kamu ketahui tentang profesor Alfaro" tanya Reina lagi.


Alex akhirnya menceritakan semua tentang profesor Alfaro dan juga tentang tujuannya juga.


Setelah mendengar semua penjelasan dari Alex Reina keluar dan menyuruh Roni untuk menjaga Alex dan melayani Alex dengan layak.


"Roni pun akhirnya mengeluarkan Alex dari ruang interogasi itu dengan menutup matanya dan membawanya keruang lainnya yaitu kamar dibawah tanah yang mana tempatnya lebih layak bukan seperti ruang penyekapan tetapi tetap dijaga oleh penjaga.


Sebenarnya ruangan bawah tanah dimarkas itu memiliki pintu khusus yang hanya bisa diakses oleh Abi nya, Afifa dan ketua dari orang kepercayaan Abi nya.


Dan tak ada seorangpun yang mampu menembus tempat ini.


Reina kembali menemui Afifa dan Anna.


Reina begitu terkejut ketika melihat ada Abi disana.


"Abi kenapa ada disini" tanya Reina yang langsung menghampiri Abi dan mencium punggung tangan Abi nya.


"Abi mengkhawatirkan kalian semua" kata Abi singkat


"Sekarang apa ada yang bisa menjelaskan semuanya kepada Abi" tuntut Abi kepada kedua putrinya itu yaitu Afifa dan Reina.


Afifa, Reina dan Anna saling berpandangan dan saling memberi kode.


Reina dan Anna akhirnya buka suara.


"Fa" kata Reina dan Anna bersamaan.


"Kamu aja Reina yang mengatakan ke Afifa" kata Anna menyuruh Reina untuk berbicara pertama kali ke Afifa.


"Fa apa sebaiknya kalau kita menceritakan semua kepada Abi" kata Reina kemudian.


"Iya fa setidaknya kita membutuhkan seseorang yang sangat kuat untuk menjaga semua rahasia kita" kata Anna menjelaskan pendapatnya.


"Baiklah kalau begitu" kata Afifa


" Abi apa bisa kita berbicara berempat dengan Abi" kata Afifa.


"Baiklah kalau begitu nak"


Mereka masuk keruang khusus yang hanya bisa dimasuki oleh Abi Afifa dan Afifa saja.


"Sekarang ceritakan lah" perintah Abi ketika mereka berempat sudah memasuki ruangan itu.


"Sebenarnya beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan sahabat saya waktu SMA Abi namanya Aqila, sebelum Aqila meninggal Aqila menyerahkan chip yang berisi data penting sebuah virus yang sangat berbahaya dan anti virusnya juga Abi.


Profesor Alfaro itu mempunyai maksud untuk melenyapkan manusia dibumi ini dengan berniat menyebarkan virus itu tetapi profesor Robert telah menggagalkan niat buruk itu tapi sebelum profesor Robert meninggal telah berpesan kepada Aqila untuk menyelamatkan umat manusia begitu."


"Dan satu lagi Afifa" kata Reina menyela.


"Ada apa rein" kata Afifa


Mereka bertiga memperhatikan Reina menuntut kejelasan.


"Tadi saat diruang interogasi ternyata hanya aku yang dicurigai dan ada beberapa orang lainnya juga"


" kamu dan Anna tidak termasuk dalam daftar itu"


"Sekarang profesor Alfaro sudah menyuntikkan virus yang berbahaya itu kepada beberapa orang yang ada di Cina. Untuk itu sebelum virus itu berhasil memasuki negara kita, kita harus segera menyelesaikan penelitian kita untuk membuat serum anti virus yang paten dan bisa menyembuhkan manusia dari wabah yang sangat membahayakan ini" kata Reina menjelaskan panjang lebar.


"Kenapa kalian tidak memberi tahu Abi dari semenjak kalian mengetahuinya, kan dengan begitu Abi bisa menjaga dan mengerahkan orang kepercayaan Abi untuk menjaga kalian" kata Abi.


"Maafkan kita Abi karena kita sudah berjanji kepada almarhum Aqila untuk merahasiakan ini dari siapapun termasuk keluarga" kata Afifa kemudian.

__ADS_1


Akhirnya mereka berbincang-bincang untuk membuat rencana langkah selanjutnya yang akan dilakukan.


__ADS_2