Dokter Afifa

Dokter Afifa
Pesta pernikahan Afifa dan Ardiansyah


__ADS_3

Keesokan pagi dengan seusai sholat subuh Afifa melenggangkan kakinya menuju dapur.


Dia membuatkan secangkir kopi untuk sang suami sedangkan Ardiansyah seperti biasanya lari pagi disekitar komplek perumahan mertua nya.


Ardiansyah berniat setelah acara pesta usai dia ingin pulang kerumah barunya yang sengaja dibelinya untuk sang istri tercinta.


Rumah itu tidak jauh dari rumah mertuanya.


Rumah yang sangat besar dan terdapat danau buatan yang terhampar disepanjang halaman samping rumah itu.


Ada taman dihalaman depan dan juga belakang.


Rumah itu juga sudah ada tempat untuk Afifa melakukan penelitiannya.


Banyak kemewahan hang disuguhkan rumah itu namun masih dirahasiakan oleh Ardiansyah hanya Abi Hamid yang mengetahuinya.


Ardiansyah yang pagi itu sedang berolah raga mengelilingi sekitar kompleks itu sengaja mampir ke rumah yang diperuntukkan untuk Afifa itu.


Dia sudah menempatkan orang-orang kepercayaannya dan juga tim bayangan yang terdiri dari para ninja yang sangat handal untuk menjaga rumah dan keluarganya kelak.


Ardiansyah sudah mempersiapkan ya sedetail mungkin karena dia tidak ingin membahayakan Afifa dan keluarga kecilnya kelak.


Sebelumnya Ardiansyah sudah meminta saran dari Abi Hamid.


Rumah itu juga dilengkapi dengan teknologi canggih dan modern.


Setelah melihat persiapan rumah yang akan ditempatinya kelak Ardiansyah kembali pulang.


"By sudah selesai olah raganya. tumben lama" tanya Afifa yang melihat sang suami tiba itu.


"Sudah sayang, tadi kebetulan ada teman jadi ngobrol sebentar" bohong Ardiansyah.


"Oh ya sudah, sekarang hubby bersihkan badan dulu dan setelah itu kita sarapan bersama.


Aku akan menunggu hubby di meja makan ya" kata Afifa.


Ardiansyah pun menuju kamarnya dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


seusai mandi dia berjalan ke walk in close untuk berganti baju dengan baju yang sudah disiapkan oleh Afifa sebelumnya.


Selesai berganti baju Ardiansyah pun turun menuju ke ruang makan dan bergabung dengan yang lainnya.


Ternyata semua anggota keluarga sudah berada mengelilingi meja makan itu dan duduk ditempat masing-masing.


Ardiansyah berjalan menuju kursi disebelah istrinya itu.


Setelah lengkap merekapun mulai mengambil makanan dan menikmatinya dengan hikmat dan nikmat.


Beberapa menit kemudian semua anggota keluarga sudah menyelesaikan sarapan paginya itu.


"Setelah ini lebih baik Afifa, Ardiansyah,bunda Habibah, Uma Aisyah dan Abi Arsyad bersiap ke hotel karena acaranya nanti akan diadakan sore hari sampai malam.

__ADS_1


Dan yang lainnya akan bertindak sebagai tamu undangan.


Ingat jangan sampai ada yang curiga kalau kita adalah keluarga.


Karena semua ini demi keselamatan kita semua" pesan Hamid Abdullah kepada seluruh anggota keluarganya.


Semua keluarga menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Sebaiknya kita semua diruang keluarga dan bersantai disana sambil melihat berita yang Ter update" ajak Hamid Abdullah yang sudah beranjak dari duduknya menuju ruang tengah dan diikuti oleh anggota keluarga yang lainnya.


Mereka menikmati berita disalah satu saluran televisi.


Tampak semua saluran televisi sedang dihebohkan dengan berita tentang tertangkapnya Herlambang Sasongko dengan semua pengikutnya.


"Dia masih saja terlalu ambisius dan serakah dengan menghalalkan segala cara untuk memuluskan niat jahatnya itu.


Akhirnya dia tertangkap juga" kata Uma Hamida yang memang sangat membenci Herlambang semenjak kematian adiknya dengan istrinya itu yang akhirnya harus meninggalkan Reina dan Aziel.


Hingga detik ini Uma Hamida masih yakin kalau kematian kedua orangtua Reina dan Aziel ada sangkut pautnya dengan Herlambang.


"Dia memang sepantasnya harus mendekam dipenjara" sinis Reina menimpali perkataan Uma Hamida.


"Sudahlah kalian jangan seperti itu. Tidak baik begitu terlalu membenci seseorang" kata Hamid menghentikan kebencian yang ada dihati istri dan anaknya itu.


"Hari ini adalah hari bahagia Afifa dan Ardiansyah sebaiknya kita harus menikmatinya dengan kebahagiaan juga" saran Hamid.


Hari kebahagiaan Afifa dan Ardiansyah terpaksa harus penuh drama hanya karena musuh mereka yang berhasil lolos.


Uma Hamida merasa sangat sedih karena dia hanya bisa menyaksikan pesta pernikahan sang putri hanya sebagai tamu undangan bukan sebagai orangtua kandungnya.


Uma Hamida rela melakukan apapun untuk kebahagiaan dan keselamatan keluarganya.


Benar-benar keluarga yang hangat, saling sayang, kompak, saling melengkapi dan melindungi.


Mereka berbicara dan mengobrol ringan hingga waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi.


"Abi, Uma dan semua nya sebaiknya Ardiansyah bersama Afifa dan bunda pergi kehotel terlebih dahulu karena waktunya sudah semakin mepet" pamit Ardiansyah.


"Sebaiknya kita berangkat bersama saja nak" kata Abi Arsyad.


Akhirnya Afifa, Ardiansyah, bunda Habibah, Uma Aisyah dan Abi Arsyad pun berangkat bersama-sama menuju hotel yang sebelumnya sudah direservasi itu.


Keamanan hotel begitu ketatnya.


Tidak hanya penjaga-penjaga pilihan yang menjaga jalannya acara itu tetapi banyak tim bayangan yang turut andil dalam mengamankan pesta pernikahan Afifa dan Ardiansyah nanti.


Afifa dan bunda Habibah dirias dengan riasan yang sederhana namun masih terlihat sangat mewah.


Baju pengantin yang sudah diberikan Uma nya tadi dikenakannya begitu pas dan menambah kecantikan dan keanggunan Afifa.


Bak seorang Puteri dari negeri dongeng.

__ADS_1


Sedangkan Ardiansyah mengenakan tuxedo berwarna hitam dan dengan dalaman kemeja berwarna soft cream.


Ardiansyah tampak begitu gagah dan tampan.


Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu pun tiba.


Afifa berjalan berdampingan dengan Ardiansyah dan diikuti oleh kedua orangtuanya yaitu Abi Arsyad dan Uma Aisyah juga tak lupa dengan bunda Habibah.


Mereka bak seorang ratu dan raja.


Banyak tamu undangan yang lalu lalang yang hadir untuk memberikan ucapan selamat kepada mereka.


Sekarang tibalah di acara puncak dimana Ardiansyah mengumumkan kepada semua yang hadir dan juga media kalau Afifa adalah istri sah nya.


Semua orang bersorak dan ikut berbahagia dengan pernikahan mereka berdua.


Namun ada beberapa orang yang merasa sangat iri dengan dokter Afifa karena bisa mendapatkan Ardiansyah yang begitu banyak di kejar-kejar oleh kaum hawa.


Setelah acara selesai Afifa dan Ardiansyah menuju kamar hotel yang sangat mewah untuk mereka berdua beristirahat setelah acara selesai.


Sedangkan yang lainnya menggunakan kamar hotel yang lainnya.


"Sayang aku sangat bahagia saat ini, akhirnya aku bisa mengumumkan kepada dunia kalau kamu adalah satu-satunya wanita yang akan selalu menemaniku selama nya.


Kamu adalah satu-satunya yang akan menjadi milikku selamanya" kata Ardiansyah saat mereka berada dikamar hotel itu.


Dia merangkum wajah Afifa dengan kedua tangannya dan mulai mencium Afifa dengan sangat lembut.


Setelah beberapa saat mereka melepaskan ciumannya itu


"Sebaiknya kita membersihkan badan dulu hubby setelah itu jangan lupa kita sholat sunah terlebih dahulu" pinta Afifa mengingat kan.


"Kamu benar sayang, ya sudah kamu mandilah lebih dahulu baru setelah itu aku akan mandi" kata Ardiansyah penuh kehangatan.


Afifa melepaskan baju pengantin yang dikenakannya tadi dan langsung beranjak ke kamar mandi.


Setelah beberapa menit Afifa pun selesai mandi dan sekaligus berganti pakaian dengan baju tidur yang terbuat dari kain sutra yang sangat lembut dan mewah.


Sekarang gantian Ardiansyah yang menuju ke kamar mandi untuk mandi.


Afifa sudah menunggu Ardiansyah dengan menggunakan mukena nya.


Sambil menunggu Afifa menyempatkan diri untuk membaca Alquran melalui ponselnya.


Tak beberapa lama Ardiansyah pun keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap untuk sholat sunah bersama sebelum mereka merebahkan tubuhnya diatas kasur.


Selesai sholat sunah mereka pun akhirnya merebahkan tubuhnya itu diatas kasur empuknya.


"Apa kamu capek sayang" tanya Ardiansyah.


"Iya nih hubby, sedari tadi tamunya sangat banyak. Untung saja acaranya berjalan dengan baik dan tidak ada kendala apapun" kata Afifa.

__ADS_1


"Kau benar sayang, Lebih baik kita beristirahat saja ya" kata Ardiansyah yang begitu memahami sang istri.


Mereka pun tertidur dengan berpelukan hangat.


__ADS_2