Dokter Afifa

Dokter Afifa
Bayi ajaib


__ADS_3

Aldrict yang sangat menikmati didalam Gendingan jida Hamida tiba-tiba menangis.


Hamida berusaha menenangkan dia namun tangisnya semakin keras.


"Biar aku yang menggendongnya Uma, mungkin dia lapar dan haus" kata Afifa.


Hamida menyerahkan Aldrict kedalam gendongan Afifa dan benar saja, saat dia sudah memberikan ASI kepada Aldrict, dia langsung terdiam.


Aldrict tampak begitu kehausannya sehingga dia begitu lahapnya menghisap ASI dari umi nya itu.


Tak lama Aldrict sudah tampak tertidur dengan pulas nya.


"Uma, Abi aku tidurkan Aldrict dulu ya" pamit Afifa kepada Uma dan Abi nya.


Afifa masuk kedalam dan meninggalkan Uma, bunda dan Abi nya.


Saat hampir sampai di pintu kamarnya tiba-tiba Afifa dikejutkan oleh kedatangan Ardiansyah.


"Sayang" sapa Ardiansyah.


"Hubby, bikin kaget aja" kata Afifa hampir berjingkat tadi.


"Hati-hati sayang, kasihan Aldrict nanti kalo jatuh gimana" peringat Ardiansyah.


"Habis hubby sih bikin kaget aja" Rajuk Afifa sambil mencebikkan bibirnya.


"Maaf sayang, lagian kamu dari mana tadi" tanya Ardiansyah.


"Oh ini tadi baru saja dari taman belakang sama Uma, Abi dan bunda" jawab Afifa.


"Oh ya, apa bunda, dan Uma masih dibelakang" tanya Ardiansyah.


"Mungkin mereka masih mengobrol deh disana" jawab Afifa.


"Ya sudah aku kesana dulu ya sayang" kata Ardiansyah sambil berlalu pergi namun sebelum pergi dia menyempatkan untuk mencium kening Afifa dan Aldrict.


Afifa masuk kedalam kamarnya dan menaruh Aldrict di dalam box tempat tidurnya.


Tak lupa dia menyalakan murottal agar Aldrict bisa mendengarnya didalam tidurnya itu.


Setelah memastikan kenyamanan Aldrict, Afifa keluar dan kembali bergabung dengan orang tua dan suaminya.


Tampak Ardiansyah sedang asyik berbicara dengan Abi, Uma dan bunda.


"Fa" sapa bunda saat Afifa sudah ada di depannya.


"Iya bunda" jawab Afifa dan duduk disamping bunda Habibah.


Mereka terlibat pembicaraan yang begitu santai kadang ada keseriusan juga didalamnya.


perbincangan itu mengalir aja sampai tak terasa terdengar suara tangis Aldrict yang sangat kencang.

__ADS_1


Afifa dengan tergopoh-gopoh berlari menuju kamarnya.


"Sayang jangan lari-lari seperti itu nanti jatuh lho" peringat Ardiansyah karena tidak ingin Afifa terjatuh.


Afifa tidak menghiraukan perkataan suaminya karena didalam pikirannya hanya ada Aldrict.


Sesampai dikamarnya Afifa begitu terkejut karena mendapati Aldrict yang sudah tengkurap.


"Masya Allah" Afifa sangat terkejut.


Dia menghampiri putranya itu dan langsung mengangkat nya.


Aldrict langsung terdiam saat Afifa sudah membawanya dalam dekapannya.


Afifa memeriksa anaknya dengan sangat teliti dan benar saja apa yang dipikirkan Afifa.


Aldrict menuruni apa yang ada didalam dirinya.


Dia bukan seperti bayi-bayi pada umumnya.


Belum sempet Afifa dan Aldrict keluar dari kamarnya Ardiansyah, Uma, Abi dan bunda datang kesana.


"Kenapa Aldrict menangis sayang" tanya Ardiansyah.


"Gak apa-apa kok hubby cuma dia terbangun tidak ada orang disampingnya gitu" jawab Afifa masih merahasiakan apa yang telah didapatnya tentang perkembangan Aldrict.


Ardiansyah membelai lembut Aldrict dengan penuh dan cinta.


Aldrict yang mendapat perhatian dari Abi nya itu langsung merentangkan tangannya minta untuk digendongnya.


"Sayang, apa kamu tidak melihatnya tadi" kata Ardiansyah masih dengan membelalakkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Abi Hamid, Uma Hamida dan bunda Habibah juga dibuatnya terkejut dengan kejadian tadi.


"Fa, anak kamu kan belum genap 2 bulan tetapi kenapa perkembangannya begitu pesat dan berbeda dengan bayi-bayi pada umumnya" tanya Uma Hamida.


"Mungkin dia anak pilihan yang memiliki kelebihan" kata Abi Hamid.


"Sebaiknya kita didik dia dengan benar dan jangan sampai ada orang yang melihat kemampuannya karena aku takut nanti orang-orang jahat akan memanfaatkan nya" kata Ardiansyah.


"Benar apa yang dikatakan oleh nak Ardiansyah.


Kita harus lebih hati-hati.


Dan sebaiknya dia kita gembleng dengan ilmu agama yang nanti akan tertanam akhlaq yang baik dalam dirinya.


Menurut Abi sebaiknya kamu sering-sering membawanya ketempat Abi Arsyad dan Uma Aisyah deh fa" saran Hamid Abdullah.


Afifa dan Ardiansyah seakan sedang berpikir dan menimbang seperti yang disarankan oleh Abi nya.


Beberapa menit akhirnya Afifa dan Ardiansyah menyetujui apa yang diucapkan oleh Hamid Abdullah.

__ADS_1


"Yang dikatakan oleh Abi ada benarnya deh sayang.


Kita harus tanamkan akhlaq yang baik buat anak kita ini.


Aku ingin dia nanti menjadi hamba Allah yang Sholih dan bisa membantu kaum yang lemah" kata Ardiansyah.


"Baiklah kalau hubby menginginkan seperti itu.


Bagaimana kalau kita tinggal sementara ditempat Abi Arsyad dan Uma Aisyah" usul Afifa.


"Boleh sayang, tetapi sampai kapan?" tanya Ardiansyah.


"Ya tidak tahu hubby, bisa jadi sampai saat masa umur keemasannya sudah lewat" kata Afifa.


"Kalau menurut Abi tidak harus seperti itu juga mungkin kamu bisa sering-sering ajak Aldrict kesana dan menginap beberapa hari disana agar dia juga bisa menyerap ilmu dari Abi Arsyad" saran Hamid.


"Sepertinya saran Abi boleh juga sayang.


Aku gak mau kita nanti terlalu merepotkan Abi Arsyad dan Uma Aisyah kalau kita tinggal disana" jujur Ardiansyah.


"Kalau masalah itu Abi Arsyad dan Uma Aisyah pasti tidak merasa direpotkan karena mereka akan semakin senang kalau kita disana" jawab Afifa.


"Tapi sayang, bagaimanapun kita punya rumah sendiri kan sayang nanti rumah kita tidak ada yang menempati" kata Ardiansyah kurang setuju dengan Afifa.


"Ya sudah aku ikut apa yang hubby mau aja deh" akhirnya Afifa mengalah dengan suaminya juga.


"Nah gitu dong anak Uma harus menurut apa yang dikatakan suami" kata Hamida bangga dengan Afifa.


Akhirnya mereka sepakat akan sering-sering membawa Aldrict ke pesantren Syekh Muhammad Arsyad.


Seharian ini dilalui Afifa dengan keluarga dan anak tercintanya hingga sekarang waktu sudah menunjukkan waktunya makan malam.


Selesai ibadah sholat isya' Afifa bersama keluarganya menikmati makan malam bersama.


Mereka menikmati makan malamnya dengan hikmat dan hening.


Beberapa menit akhirnya mereka sudah menyelesaikan makan malamnya.


Sedangkan Aldrict semenjak habis sholat Isya' tadi dia sudah tertidur dengan pulas dan sudah ditidurkan di box tempat tidurnya.


Abi Hamid Abdullah dan Uma Hamida berpamitan pulang kerumah sedangkan bunda Habibah memutuskan untuk menginap ditempat Afifa.


Setelah kepergian Abi dan Uma nya Afifa dan bunda Habibah menuju kamarnya masing-masing sedangkan Ardiansyah menuju ruang kerjanya.


Afifa begitu penasaran dengan perkembangan anaknya dan dengan diam dia segera melakukan pemeriksaan kepada anaknya itu.


Afifa sengaja mengambil sedikit sample darah anaknya dan mulai membawanya ke laboratorium miliknya.


Afifa menyalakan ruang laboratorium nya dan memulai penelitiannya.


Dan benar saja jenis kromosom yang dimiliki oleh Aldrict sangat cepat berkembang biak sehingga perkembangannya jauh lebih cepat dibanding bayi pada umumnya.

__ADS_1


Banyak juga yang didapat dari hasil penelitiannya terhadap anaknya itu.


Afifa yakin Aldrict mewarisi apa yang ada dalam dirinya.


__ADS_2