Dokter Afifa

Dokter Afifa
Diruang pemantauan


__ADS_3

Akhirnya Aziel kembali ke MacBook nya dan mulai meretas lagi.


Afifa, Reina dan Ardiansyah yang sedikit kewalahan akhirnya berhasil mengatasinya.


Tim Lionel dan yang lainnya sudah membantunya.


Setelah beberapa penjaga sudah dilumpuhkan mereka kembali bersembunyi dan mulai menyusun siasat lagi.


"Kita bagi jadi 2 tim tim Alfa akan bersama Lionel dan 5 orang lainnya dan tim Beta akan bersama ku dengan Afifa dan kamu Reina lebih baik kamu membantu Fano untuk memberi arahan kepada kami" kata Ardiansyah tegas.


"Tapi..." kata Reina belum selesai bicara langsung diputus kan oleh Ardiansyah.


"Ini untuk kebaikan kita semua Rein, lebih cepat kita segera ke posisi masing-masing sampai bantuan segera datang.


Ayo cepat" perintah Ardiansyah sedikit memberi bentakan dan sangat tegas.


"Kita sudah tidak punya waktu lagi" kata Ardiansyah lagi.


Dengan sangat terpaksa Reina pun kembali ketempat Fano.


Keadaan didalam markas profesor Alfaro semakin memanas.


Tak lama kemudian Nicholas dan Syahrir sudah datang ke markas itu.


"Kemana semua penjaga" batin Nicholas.


"Nick kau lihat tidak sepertinya ada yang tidak beres disini" kata Syahrir.


"Benar apa yang kamu katakan. Aku sepertinya tidak melihat penjaga sama sekali baik itu di menara maupun di pos-pos" kata Nicholas.


"Ayo kita segera masuk dan memastikan apa yang terjadi" kata Syahrir.


Syahrir dan Nicholas memasuki markas itu dan menanyakan apa yang terjadi.


"Ada apa ini" tanya Syahrir saat bertemu dengan Brian.


"Ada penyusup yang masuk kedalam markas kita" kata Brian dengan anak buahnya.


"Bagaimana bisa kita kita lengah seperti ini bukankah pengamanan disini sangat ketat" kata Syahrir bertanya dan tidak habis pikir sampai ini bisa terjadi.


"Sepertinya orang itu mengerti jauh tentang tempat ini" kata Brian.


"Bisa jadi ini orang dalam juga yang berkhianat, karena mereka tidak mungkin bisa mengetahui tempat ini dan satu hal kenapa dengan ranjau-ranjau yang sudah terpasang itu" kata Syahrir.


"Benar apa yang kamu katakan Syahrir, ranjau-ranjau yang terpasang seakan tidak bisa berfungsi dengan semestinya.


Dan sekarang kita juga kewalahan mencari orang-orang yang menyusup itu" kata Nicholas.

__ADS_1


"Semoga profesor Alfaro cepat tertangkap dan aku bisa berkumpul dengan adikku itu. aku sudah sangat merindukannya" batin Nicholas penuh pengharapan.


"Apa kalian mencurigai seseorang yang berada dibalik ini" tanya Brian.


"Aku masih belum yakin sih, tetapi sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengan dokter Anwar.


Dan kalian tahu dia ada hubungan dengan dokter Reina" kata Syahrir yang memang tahu betul dengan seluk beluk orang-orang dirumah sakit.


"Tapi aku sedikit ragu, kalau memang Anwar pelakunya mana mungkin dia bisa hampir menangkap dokter Reina kala itu dan sampai menembak dokter Afifa" kata Brian.


Syahrir dan Nicholas yang mendengar itu sangat terkejut.


"Woww benarkah, kok kami tidak mengetahui itu" kata Syahrir yang terkesima dengan ucapan Brian.


"Itu sudah sedikit lama beberapa hari lalu ya mungkin 1 mingguan lah. Dia dan beberapa anak buahku berhasil mengajaknya ya walau sebelumnya ada sedikit perkelahian hebat juga dan anak buahku hampir terkalahkan waktu itu.


Untung Anwar datang dan ketika hendak menembak mengenai lengan dokter Afifa" kata Brian menjelaskan.


"Sudah-sudah kalian ini mau mengobrol atau mencari penyusup" kata Nicholas menghentikan percakapan mereka.


"Sebaiknya kita ke ruang pemantau untuk melihatnya siapa yang datang" kata Nicholas.


"Kau benar juga kenapa aku sampai tidak kepikiran" kata Brian.


"Karena kamu panik jadi tidak bisa berpikir" kata Nicholas.


"Nah itu kamu tahu, sudah ayo kita kesana dan yang lain bisa berkeliling mencarinya" kata Nicholas lagi.


Mereka pun berpencar sedang Syahrir dan Nicholas menuju tempat pemantauan.


"Awas mereka menuju ke tempat kamu Rein" kata Aziel yang mendengar pembicaraan dari hasil dia meretas cctv nya dan kebetulan Reina memang sudah berada disana disamping Fano.


"Iya bang, aku sudah mengetahuinya. Aku dan Fano akan bersembunyi ditempat yang sedikit tersembunyi dan akan membekuk mereka disini nanti" kata Reina menjelaskan rencananya kepada Abang nya itu.


"Baiklah kalau begitu, kalian lakukan sekarang sebelum mereka sampai.


Dan aku akan mematikan cctv dan akan memutar ulang sebelum penjaga menghilang biar mereka tidak curiga kalau sudah berada diruang pemantauan" kata Aziel.


"Baik bang" kata Reina.


"Fan ayo tunggu apa lagi" kata Reina kepada Fano.


Mereka pun segera bersembunyi di tempat yang tidak terlihat dan masih berada di ruangan pemantau itu.


Reina masuk kedalam kotak kayu yang ada disana sedangkan Fano berada dibalik peralatan-peralatan yang bisa menyembunyikan keberadaan mereka.


Reina sedikit mengintip dari dalam kotak kayu besar itu.

__ADS_1


Tak beberapa lama Nicholas dan Syahrir sudah berada disana.


"Apa kamu tidak merasa aneh ditempat ini. Seharusnya kan ada dua penjaga yang sedang memantau kenapa mereka tidak ada" kata Syahrir yang sedikit curiga.


"Ya kau benar" kata Nicholas.


Mereka tetap waspada sambil melihat sekelilingnya.


"Sepertinya mereka ikut gabung dengan Brian mungkin" kata Syahrir setelah melihat sekeliling dan dirasa tidak ada sesuatu yang mencurigakan ketika diperiksa.


"Ya bisa jadi" kata Nicholas.


Mereka segera melihat semua cctv dari monitor pemantau.


"Sepertinya dibawah aman masih ada beberapa orang yang sedang berkeliling menjaga keamanan.


Di pos depan juga seperti yang kita lihat tidak ada orang yang berjaga.


Sepertinya tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali semua berjalan baik" kata Syahrir.


"Tidak seperti yang kamu lihat Syahrir. Mereka sangat profesional dan terlatih.


Aku rasa yang bisa menembus tempat ini hanya orang-orang yang memiliki keahlian dalam hal kemiliteran dan mereka bukan orang biasa" kata Nicholas.


"Syahrir coba kamu lihat ada beberapa orang yang bersiap menuju ketempat kita" kata Nicholas menunjukkan sesuatu.


"Kamu benar Nick, mereka sepertinya pasukan khusus negara ini deh" kata Syahrir.


"Bagaimana bisa mereka mengetahui ini" kata Nicholas heran.


"Kalau mereka muncul pasti agen internasional sudah ikut campur dalam hal ini.


Sepertinya semua pergerakan profesor sudah diendus oleh pihak intelijen internasional deh" kata Nicholas lagi setelah dia tersadar dengan pertanyaan nya tadi dan dijawab sendiri olehnya.


"Brian sepertinya tempat kita akan dikepung oleh pasukan khusus negara ini deh.


Mereka mulai menyerbu masuk kedalam markas kita" kata Syahrir pada Brian dari sambungan komunikasi yang mereka punyai.


Reina dari tempat persembunyian memberi arahan kepada Fano untuk segera menyerang.


"Bang tolong matikan mikrofon disini biar tidak didengar oleh kelompok mereka" kata Reina lirih.


"Sudah Rein l kamu bersiaplah" kata Abang Aziel.


Reina memberi isyarat dengan tangan dan masih dilihat oleh Fano.


Fano pun mengerti isyarat dari Reina.

__ADS_1


Reina menegakkan jarinya satu persatu sampai di tiga jarinya tegak barulah Reina dan Fano menyerang Syahrir dan Nicholas.


__ADS_2