
Sepeninggal Reina, Ardiansyah termenung dan berpikir
"Kemana kamu pergi sih fa, aku tuh sangat mengkhawatirkan mu" monolog Ardiansyah sangat pelan.
Dengan perasaan yang kacau Ardiansyah meninggalkan cafe itu dan mulai mencari Afifa kemanapun.
Saat diperjalanan mencari Afifa tiba-tiba Ardiansyah ingat sesuatu yaitu perkataan Hanif sopir pribadinya yang pernah mengantar Afifa kesebuah pondok pesantren milik syekh Muhammad Arsyad.
"Oh ya, mungkin Afifa berada disana karena setahu aku setiap ada masalah Afifa selalu kerumah Uma Aisyah" monolog Ardiansyah.
Akhirnya Ardiansyah memutar balik arah mobilnya menuju ketempat Abi Arsyad.
Ardiansyah melaju dengan kecepatan tinggi karena dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan calon istrinya itu.
Setelah 1 jam perjalanan akhirnya sampai juga dikediaman syekh Muhammad Arsyad.
Ardiansyah segera membuka pintu mobilnya saat sudah berada didepan halaman kediaman syekh Muhammad Arsyad dan langsung berjalan dengan cepat menuju pintu rumah itu.
"Assalamu'alaikum" Ardiansyah memberi salam sembari mengetuk pintu rumah itu.
Setelah 3x dia memberi salam barulah dia mendapat balasan atas salamnya itu
"Wa'alaikumsalam" jawab orang yang membukakan pintu rumah syekh Muhammad Arsyad yang ternyata Uma Aisyah.
"Lho nak Ardiansyah, ada apa kesini" kata Uma sedikit terkejut.
"Boleh Ardiansyah masuk Uma" tanya Ardiansyah kepada Abi nya itu.
"Kita ke pendopo aja ya, gak enak takut terjadi fitnah nantinya.
Karena Abi Arsyad sedang tidak berada dirumah" kata Uma Aisyah.
"Baiklah Uma" kata Ardiansyah.
Mereka pun menuju pendopo yang letaknya didepan rumah syekh Muhammad Arsyad.
"Silahkan duduk nak" kata Uma Aisyah mempersilahkan duduk Ardiansyah dengan suara yang lembut.
"Terima kasih Uma" jawab Ardiansyah.
"Sekarang coba kamu ceritakan kepada Uma, Apa yang membawamu kesini" tanya Aisyah.
"Begini Uma, saya kemari hanya ingin memastikan keberadaan Afifa.
Karena semenjak kita makan siang bersama keluarga Afifa tidak bisa dihubungi dan tadi pagi Ardiansyah juga mencoba menghubungi dia lagi tetapi hp nya sudah tidak aktif lagi.
Terus saya akhirnya pergi kerumah sakit untuk mencarinya tetapi saya juga tidak menemukan keberadaannya.
Kata salah satu suster kemarin malam Afifa sedang bersitegang dengan pemilik rumah sakit itu sehingga menyebabkan dia dikeluarkan.
Dan sejak saat itu Afifa tidak kembali kerumah dan tidak ada yang mengetahui.
Hanya dokter Reina yang mengetahui keberadaannya tetapi dokter Reina tidak mau memberitahu kepada saya Uma karena Reina sudah berjanji kepada Afifa" begitu ceritanya Uma.
"Oh begitu, tetapi Afifa juga tidak berada disini itu nak Ardiansyah" kata Uma Aisyah.
"Apa kamu sudah bertanya sama Abi Hamid nak" tanya Uma Aisyah.
__ADS_1
"Sudah Uma, tetapi Abi juga tidak mengetahui kepergian Afifa.
Dan kata Abi Hamid Afifa sejak kemarin tidak pulang kerumah" kata Ardiansyah menjelaskan semua dengan hati yang begitu kacau.
Dia mengusap muka nya dan sangat kentara kalau dia sangat frustasi karena tidak bisa menemukan keberadaan Afifa.
Seakan Afifa tiba-tiba ditelan bumi dan tak tahu dimana rimba nya.
"Sekarang kamu harus tenang ya nak, coba kamu sekarang sholat dan berdoa meminta petunjuk kepada Allah.
Insya Allah kamu pasti akan ditunjukkan keberadaan Afifa" kata Uma memberi nasehat kepada Ardiansyah yang kelihatan sangat gelisah itu.
"Iya Uma" kata Ardiansyah patuh.
Uma segera memanggil salah satu santri yang mengabdi di pondok pesantren itu.
"Achmad tolong antar nak Ardiansyah ini ke masjid dan temani dia" pinta Aisyah yang kebetulan melihat Achmad sedang melintas didepan nya.
"Baik Uma Aisyah" kata Achmad dan terus mengajak Ardiansyah pergi menuju masjid.
Sedangkan Uma Aisyah kembali menuju ke kediamannya.
Mereka berdua pun akhirnya sampai di masjid yang masih dalam kawasan pondok pesantren itu.
"Silahkan tuan Ardiansyah" Achmad mempersilahkan Ardiansyah untuk mengambil wudhu terlebih dahulu.
Setelah itu Achmad memberikan sedikit amalan agar dikerjakan oleh Ardiansyah.
Ardiansyah pun mengikuti arahan dari Achmad itu.
Ardiansyah merasakan ketenangan berada disini.
Rasa sesak yang tadi menghimpitnya sekarang seakan mulai sedikit menghilang.
Tak terasa sekarang sudah malam, tetapi Ardiansyah masih berada di masjid itu.
Tiba-tiba dia dikejutkan dengan kedatangan Syekh Muhammad Arsyad.
"Assalamu'alaikum nak Ardiansyah" kata Abi Arsyad.
"Wa'alaikumsalam salam Abi" jawab Ardiansyah.
"Kapan Abi datang" tanya Ardiansyah.
"Baru saja nak" jawab Abi Arsyad.
"Uma Aisyah sudah menceritakan semuanya kepada Abi apa yang menjadi alasan kamu mengunjungi kami" kata Abi Arsyad.
"Kamu jangan terlalu khawatir nak, Afifa insya Allah dalam keadaan baik-baik saja.
Abi Hamid pasti akan menjaga Afifa dengan sangat baik.
Untuk sementara biarkan Afifa menjalankan apa yang menjadi keinginannya dan suatu saat kamu akan mengetahuinya sendiri.
Kami tidak berhak memberitahukannya kepada kamu karena kami sudah berjanji, hanya Afifa lah yang nanti akan menceritakannya kepada kamu.
Tolong kamu harus mengerti ketidakberdayaan kami.
__ADS_1
Kami mohon kamu bersabar sedikit lagi.
Saya mewakili seluruh keluarga meminta maaf kepada kamu" Abi menjelaskan semuanya kepada Ardiansyah.
Dengan lesu Ardiansyah terpaksa menerima semua ini walau hatinya sedang berkecamuk.
"Insya Allah Ardiansyah akan berusaha mengerti Abi.
Tolong kalau ada sesuatu yang terjadi pada Afifa, Abi segera menghubungi Ardiansyah" kata Ardiansyah.
"Baik nak, sekarang kamu harus fokus sama pekerjaan kamu.
Kan sebentar lagi kalian akan menikah juga kan.
Bukankah seminggu lagi kalian akan menikah dahulu baru 3 bulan lagi akan diadakan acara pestanya" kata Abi Arsyad.
"Iya Abi" kata Ardiansyah.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita makan terlebih dahulu.
Abi tahu kamu belum makan bukan.
Uma Aisyah sudah memasakkan kita" ajak Abi Arsyad kepada Ardiansyah.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan masjid dan menuju kekediaman Syekh Muhammad Arsyad.
"Ayo nak masuk, gak usah sungkan begitu.
Sebentar lagi kan kita akan menjadi keluarga" kata Abi Arsyad.
"Baik Abi" kata Ardiansyah.
Abi membuka pintu rumahnya dan mengajak Ardiansyah langsung menuju meja makan.
Mereka pun duduk dan kemudian menikmati masakan Uma Aisyah.
Beberapa menit kemudian mereka sudah menikmati makanannya.
"Sekarang sudah malam lebih baik kamu pulang.
Dan jangan terlalu memikirkan Afifa.
Besok kamu mulai urus semua berkas-berkas pernikahan kalian ke kantor KUA.
Semua sudah siap bukan?" kata Abi dan juga bertanya persiapan pernikahan Afifa dan Ardiansyah yang sebentar lagi.
"Sudah siap Abi tinggal menyerahkan ke KUA saja" kata Ardiansyah.
"Ya sudah kamu selesaikan itu saja, kamu harus percaya dan tidak usah terlalu mengkhawatirkan Afifa" kata Abi Arsyad.
"Baik Abi, Ardiansyah pamit pulang dahulu" kata Ardiansyah.
"Assalamu'alaikum" Ardiansyah memberi salam perpisahan dan segera meninggalkan kediaman Syekh Muhammad Arsyad.
Ardiansyah pun masuk kedalam mobilnya dan langsung mengendarainya dengan kecepatan sedang.
Karena jarak yang sedikit jauh akhirnya Ardiansyah sampai rumah sudah sangat malam.
__ADS_1