
Afifa membawa anaknya menuju kamar anaknya.
Diletakkannya putra tampannya itu didalam box bayi yang sangat indah.
"Sayang tidurlah dengan nyenyak ya, mama akan menemui semua keluarga dibawah" kata Afifa sambil mencium kedua pipi dan kening anaknya itu.
Afifa ikut bergabung dengan semua keluarga yang saat ini tampak sedang bercanda tawa di ruang keluarga.
"Apakah cucuku sudah tertidur pulas fa" tanya bunda Habibah.
"Sudah bunda, tadi baru saja aku taruh didalam box nya" jawab Afifa sopan dan lembut.
"Ya sudah sini duduk bersama kita" pinta Habibah.
Afifa kini duduk disamping Habibah dan Uma nya yaitu Uma Hamida.
Kini semua yang ada di ruang tengah sedang dalam percakapan yang hangat dan begitu akrabnya.
Obrolan ringan dan mengalir begitu hingga waktunya makan siang tiba.
Selepas sholat berjamaah mereka langsung menuju meja makan dan melakukan makan bersama.
Semua begitu menikmati makanan dengan begitu lahapnya, terutama Afifa yang kini nafsu makannya masih sama seperti dia hamil dan jangan ditanya kalau porsi makannya sedikit banyak dibanding yang lain.
Dia mengutamakan makan sayuran agar ASI-nya menjadi banyak dan agar putranya tidak kekurangan ASI.
Afifa sangat tahu kalau putranya itu selalu cepat merasa haus dan lapar mungkin karena dia seorang bayi laki-laki jadi lebih kuat minum ASI nya dari pada bayi perempuan.
Setelah makan siang bersama selesai semua keluarga berpamitan pulang sedangkan Habibah dan Hamida tetap tinggal dirumah Afifa karena mereka ingin membantu Afifa merawat bayinya selain itu mereka ingin melihat sendiri tumbuh kembang bayi Afifa.
Hamida dan Habibah kini tampak menuju kamar masing-masing begitu juga Afifa dan Ardiansyah.
Karena terlalu capeknya Afifa pun tertidur dengan cepatnya saat suaminya berada dikamar mandi.
Ardiansyah yang melihat Afifa tertidur pulas segera menghampirinya.
Dipandangi wajah istrinya yang terlihat sangat cantik itu dan kemudian diciumnya kening sang istri.
"Kamu terlihat sangat capek sekali sayang, terima kasih kamu sudah menjadi istri dan ibu yang baik buat aku dan putra kita" lirih Ardiansyah saat memandang wajah lelah istrinya itu.
Afifa yang selalu menyelesaikan setiap kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu dengan baik.
Saat baru saja Ardiansyah akan merebahkan tubuhnya disamping sang istri putra nya menangis.
__ADS_1
Ardiansyah segera menggendong putranya dan berusaha untuk menenangkannya dan usahanya berhasil kini sang putra sudah kembali tertidur dalam dekapannya.
"Kelak kamu harus jadi anak yang Sholeh dan yang baik ya nak, hormati dan sayangi umi kamu, jangan sekalipun ku menyakiti hatinya nak" lirih Ardiansyah berbisik ditelinga anaknya.
Entah saat mendengar itu tiba-tiba putranya tersenyum seakan dia bisa mengerti apa yang diucapkan oleh Abi nya itu.
"Kau mendengarku nak. Abi senang kalau kamu mau mendengarkan perkataan Abi sayang" kini Ardiansyah menciumi pipi chubby sang putra.
Setelah puas menggendong putranya yang kini sudah tertidur dengan pulas nya, Ardiansyah meletakkan kembali sang putra didalam box tidurnya dan kini dia kembali berbaring disebelah istrinya dan memeluknya.
Afifa yang mendapat pelukan dari suaminya itu semakin nyaman dan dia semakin menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.
Tak lama kemudian Ardiansyah sudah ikut terlelap dengan istrinya hingga tak terasa mereka sudah tertidur hingga sore menjelang.
Suara adzan ashar membangunkan dua sejoli yang sedang beristirahat itu.
Afifa yang pertama terbangun mulai mengerjakan matanya dan saat hendak berdiri ternyata Ardiansyah terbangun.
"Kau sudah bangun sayang" tanya Ardiansyah begitu hangat dan lembut.
"Iya hubby, sudah waktunya sholat ashar. Aku membersihkan diri dulu ya dan selanjutnya kita sholat berjamaah dikamar saja" ajak Afifa dan berpamitan untuk membersihkan diri.
Afifa memasuki kamar mandi dan 15 menit kemudian dia tampak sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat sangat segar sekali.
Kini giliran Ardiansyah yang memasuki kamar mandi.
Tak lupa dimempersiapkan baju dan sarung nya.
Beberapa menit Ardiansyah tampak sudah keluar dan dia dengan cepat mengganti pakaiannya.
Afifa dan Ardiansyah pun akhirnya dengan segera melakukan sholat berjamaah.
Seusai sholat tak lupa dia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Dan saat Ardiansyah melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an putranya terbangun.
Afifa segera menggendongnya dalam pangkuannya.
Diperdengarkan ayat-ayat suci Al-Qur'an di telinga sang putranya dan tampak wajah bahagia sang putra mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an dari sang ayahnya itu.
Setelah Ardiansyah selesai kini giliran Afifa yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an itu dengan sangat merdu dan indah.
Putranya tampak tersenyum lebar dan begitu menghayati mendengarkannya.
__ADS_1
Setelah semua rangkaian ibadahnya selesai kini Afifa dan Ardiansyah bergantian merapikan perlengkapan sholatnya.
Setelah itu terlihat putra Afifa tampak haus dengan segera Afifa memberikan ASI kepada putranya itu sampai kenyang.
Setelah itu dibersihkan ya tubuh sang putra itu dan dikenakan pakaian yang begitu cocok untuk putranya itu.
"anak uma sekarang sudah harum dan tampan.
Sekarang waktunya bermain dengan nenek-nenek kalian dan juga Abi ya sayang" kata Afifa sambil menciumi wajah tampan sang putra.
Putra Afifa tersenyum geli dan terlihat sangat menggemaskan.
Afifa turun dan menuju taman belakang karena dia tahu tadi Ardiansyah sedang berada ditaman belakang bersama bunda dan umma Hamida.
"Cucu ku sudah bangun rupanya" senyum sumringah dari Uma Hamida yang kini menyambut cucunya itu dan segera mengambil alih dari gendongan Afifa.
"Iya jadha" kata Afifa seperti menirukan suara anak kecil.
Uma Hamida kini membawa putra Afifa bergabung dengan bunda Habibah dan juga Ardiansyah.
Afifa pun juga ikut bergabung dengan mereka dan kini mereka tampak dalam obrolan seputar putra mereka.
obrolan itu mengalir begitu saja sampai tak terasa waktu sudah akan menjelang malam.
Dibawanya masuk sang putra itu oleh Afifa yang kini sudah berganti menggendongnya.
Afifa membawa putranya kembali ke kamar mereka dan meletakkan putranya itu didalam box sambil diperdengarkan murottal ayat-ayat Al-Qur'an.
Putra Afifa tampak menikmati dan mendengarkannya dengan sangat baik.
Setelah memastikan putranya Afifa segera mengambil wudhu dan bersiap untuk sholat Maghrib.
Dia juga menyiapkan semua perlengkapan sholatnya dan juga suaminya.
Disaat Afifa menyiapkan perlengkapan sholat Ardiansyah memasuki kamarnya.
"Sayang, apa kamu sudah siap-siap mau sholat" tanya Ardiansyah.
"Iya hubby, sebaiknya hubby segera berwudhu dan setelah itu kita sholat berjamaah" pinta Afifa.
"Baiklah aku akan berwudhu dahulu,
Oh ya sayang lebih baik kita sholat di mushola kita berjamaah bersama yang lainnya" ajak Ardiansyah.
__ADS_1
"Baiklah hubby" Afifa menyetujuinya.
Ardiansyah memasuki kamar mandi setelah mendengar persetujuan Afifa dan kini Afifa menggendong sang putra.