Dokter Afifa

Dokter Afifa
Ardiansyah berhadapan dengan Fernando


__ADS_3

Ardiansyah yang tengah berhadapan langsung dengan Fernando berusaha menghindar dari setiap serangan yang dilakukan oleh Fernando.


Fernando begitu percaya diri sekali dan begitu meremehkan kekuatan dari Ardiansyah karena sebelumnya dia adalah atasan dari Ardiansyah jadi dia sangat paham betul seberapa kekuatan Ardiansyah.


Yang menurut dia kekuatan Ardiansyah masih ada dibawahnya.


Tetapi Fernando tidak menyadari semenjak dia menikah dengan Afifa dan apalagi semenjak menyelesaikan misinya beberapa waktu yang lalu bersama istri dan keluarganya kemampuan Ardiansyah berkembang dengan pesat dan dia banyak belajar dengan semua keluarganya.


"Sialan kenapa kamu hanya menghindari ku terus, ayo serang aku.


Apa kamu takut kalah ditangan ku sehingga kamu menghindari serangan ku" ejek Fernando.


Ardiansyah hanya tersenyum menanggapi semua ucapan dari Fernando.


Tangkisan demi tangkisan dia gunakan untuk mematahkan setiap serangan Fernando sehingga membuat Fernando semakin geram dan marah.


Akhirnya Fernando melancarkan serangan yang bertubi-tubi kepada Ardiansyah.


Ardiansyah hanya menangkis dan menghindar hingga akhirnya dia menemukan kelemahan dari Fernando dan dengan beberapa kali gerakan Ardiansyah berhasil membuat Fernando keteteran dengan setiap serangan Ardiansyah.


"Ternyata perkembangan bela diri kamu sekarang jauh lebih pesat dan aku sudah salah telah meremehkan mu.


Tetapi jangan berbangga dulu kamu karena aku akan benar-benar mengerahkan kekuatanku.


Lihatlah kekuatanku yang sebenarnya" Fernando kembali menyerang Ardiansyah.


Kali ini Ardiansyah hanya sedikit terdesak mundur akibat serangan dadakan dari Fernando tetapi Ardiansyah masih bisa menanganinya.


"Hanya sampai segitu serangan kamu" kini giliran Ardiansyah berkata sinis kepada Fernando.


"Kau..." Fernando tidak terima dengan ucapan Ardiansyah yang semakin membuat hatinya terbakar emosi.


"Emang kenapa denganku" kata Ardiansyah santai.


"Jangan salah kau, karena aku sudah tahu kekuatanmu yang masih ada dibawah ku dan aku pastikan kau akan mati ditangan ku" geram Fernando penuh emosi.


"Buktikan saja dan jangan banyak bicara" timpal Ardiansyah santai.


Fernando kembali melancarkan jurus-jurus andalannya untuk menyerang Ardiansyah.


Dengan cekatan Ardiansyah bisa menangkis setiap serangan walau terkadang dia juga masih sedikit terkena tenda*ngan dan p*ukulan.


Kini giliran Ardiansyah menyerang balik dan tampak berkali-kali Fernando mendapatkan tenda*ngan dan juga p*ukulan hingga membuat Fernando terhuyun kembali dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

__ADS_1


"Sialan kau" bentak Fernando dan mengeluarkan senjata kesayangannya sebilah pisau lipat.


Ardiansyah yang melihat Fernando mengeluarkan senjatanya semakin berhati-hati.


"Aku tidak boleh menganggap remeh dia. Dan aku harus segera mengakhiri semua ini" batin Ardiansyah.


Serangan demi serangan bisa Ardiansyah kendalikan hingga saat dia lengah satu sayatan mengenai lengan kirinya.


Ardiansyah hanya tersenyum mendapatkan sayatan itu hingga saat merasa Fernando sudah kehilangan tenaga Ardiansyah kembali menyerangnya dan melemparkan pisau yang ada ditangan Fernando dengan tendangannya.


Tak menunggu lama lagi Ardiansyah kembali menyerang dan kini akhirnya dia bisa membekuk Fernando dan membuatnya pingsan.


Sedangkan Reina dan Fano kini sudah merobohkan semua anak buah Fernando yang begitu banyak hanya dalam waktu yang singkat.


Reina dan Fano menghampiri Ardiansyah.


"Bagaimana Syah" tanya Fano.


"Nih dia sudah aku bekuk dan sekarang sedang pingsan" jawab Ardiansyah.


"Ya sudah suruh anak buah kita membawanya ke markas Abi yang ada ditengah hutan itu" pinta Fano.


Kini semua anak buah Fano dan Ardiansyah juga anak buah Hamid Abdullah sedang membereskan sisa perkelahian itu.


Semua tawanan dibawanya ke markas Abi nya yang berada di dalam hutan.


"Sekarang waktunya aku kembali pulang karena semenjak tadi Afifa terlihat sangat mencemaskan aku.


Tolong kamu kembali ke tempat Abi dan juga Abang Aziel.


Sampaikan salam ku kepada beliau semua dan pamitkan aku kepada mereka karena aku langsung pulang" kata Ardiansyah saat memasuki mobilnya.


"Baiklah, aku akan menyampaikan kepada Abi dan Abang nanti" jawab Reina.


Kini Ardiansyah sudah mengendarai mobilnya menuju mansion nya dan berpisah dengan Reina dan juga Fano yang kembali ke hotel tempat mereka tadi mengadakan resepsi.


Ketika mobil Ardiansyah memasuki mansion nya yang saat itu dijaga sangat ketat tiba-tiba Afifa sudah berlari dan menghampirinya namun sebelumnya dia menyuruh seorang asisten rumah tangganya untuk menjaga putranya Aldrict.


"Kau tidak apa-apa hubby" kata Afifa khawatir karena dia tadi sempat melihat lengan Ardiansyah tergores dari cctv yang ada di drone milik abangnya Aziel.


"Aku baik-baik saja sayang, ayo kita masuk kedalam" ajak Ardiansyah.


"Sebaiknya kamu mandi terlebih dahulu agar kuman-kuman ditubuh mu hilang dan setelah itu akan aku obati lukamu itu" pinta Afifa.

__ADS_1


"Baiklah sayang" jawab Ardiansyah


Kini mereka kembali kekamar mereka dan Ardiansyah langsung menuju ke kamar mandi yang ada dikamarnya.


Afifa memerintahkan kepada Asisten rumah tangga nya untuk membawa Aldrict ke kamarnya.


Kini Aldrict sudah ada ditangan Afifa dan dengan segera Afifa meletakkannya di dalam box tidurnya itu.


Tampak Aldrict begitu tenang dan nyenyak sekali tidurnya.


Ardiansyah keluar dari kamar mandi dan menghampiri Afifa.


"Begitu nyenyak nya ya anak kita tidur sayang" kata Ardiansyah saat sudah mendekat ke Afifa sambil memandang wajah tampan anaknya itu.


"Mungkin karena dia terlalu letih seharian ikut kita menghadiri resepsi pernikahan Reina dan pernikahan Abang Aziel" jawab Afifa.


"Kau benar sayang" timpal Ardiansyah.


"Duduklah" Afifa menyuruh Ardiansyah untuk duduk di sofa yang ada dikamarnya.


Sedangkan Afifa mengambil kotak obat untuk mengobati Ardiansyah.


Afifa mengoleskan alkohol untuk membersihkan luka Ardiansyah.


"Sakit sayang" manja Ardiansyah.


"Gitu aja sakit hubby, tahan sedikit dong.


Masak jagoan luka segitu aja kesakitan" ejek Afifa sekalian untuk mengalihkan perhatian Ardiansyah agar tidak fokus dengan rasa sakit dilukanya dan benar berhasil apa yang dilakukan oleh Afifa.


Setelah membersihkannya Afifa segera mengoles obat terhadap luka Ardiansyah dan setelah itu menutup nya dengan kain kasa.


Tidak hanya itu Afifa juga mengobati luka-luka lebam yang ada ditubuh suaminya dengan mengoleskan salep agar luka lebam itu segera berangsur pulih.


"Sudah hubby, semua sudah aku obati" kata Afifa.


"Terima kasih ya sayang, kamu memang seorang istri yang sangat perhatian" kata Ardiansyah.


"Tidak hanya perhatian tetapi kamu wanita yang sangat sempurna dimata ku, terima kasih sudah menjadikan aku suamimu" lanjut Ardiansyah.


"Sama-sama hubby, kita harus banyak bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita" jawab Afifa.


Afifa dan Ardiansyah kini mulai beranjak menuju tempat tidurnya dan mulai merebahkan tubuhnya disana karena hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Afifa dan juga Ardiansyah.

__ADS_1


Mereka terlelap dengan saling berpelukan.


Saling memberikan kenyamanan satu sama lainnya.


__ADS_2