Dokter Afifa

Dokter Afifa
Kecurigaan Afifa


__ADS_3

Setelah memastikan dan mendapat hasil dari penelitian darah yang mengalir didalam tubuh Aldrict, Afifa semakin yakin kalau anaknya bukan seperti bayi pada umumnya.


Afifa segera keluar dari dalam laboratorium nya dan berbarengan dengan Ardiansyah yang juga keluar dari ruang kerjanya.


Kebetulan tempat mereka berdua bersebelahan jadi Afifa dan Ardiansyah sama-sama terkejutnya saat mereka berbarengan keluar dari ruangan masing-masing.


"Sayang, tumben.


Apa ada sesuatu" tanya Ardiansyah yang keheranan melihat istrinya memasuki ruang laboratorium pribadinya itu.


Karena tidak seperti biasanya Afifa masuk kedalam situ kalau tidak ada hal yang sangat penting.


"Eh.. hubby" Afifa sedikit gugup.


"Eee... tadi aku hanya meneliti sedikit aja kok hubby" bohong Afifa.


"Sayang..." kata Ardiansyah tanpa meneruskan perkataannya.


Ardiansyah tahu kalau istrinya sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya.


Afifa akhirnya mau berterus terang karena saat suaminya sudah mengatakan sesuatu yang mengambang pasti suaminya mengetahui kalau dirinya itu sedang berbohong.


"Maaf, hubby.


Baiklah aku akan jujur sama hubby.


Tetapi hubby harus bantu aku untuk menyembunyikan semua nya kepada yang lain" pinta Afifa.


"Baiklah, ceritakan lah sayang" kata Ardiansyah mulai mau mendengarkan istrinya.


Afifa mulai menceritakan semua apa yang telah diteliti tadi kepada suaminya.


"Benarkah sayang apa yang kamu ceritakan" tanya Ardiansyah untuk memastikan.


"Beneran hubby, apa guna nya aku berbohong" kata Afifa.


"Berarti benar seperti dugaan kita semua.


Apa kamu masih ingat sayang apa yang dikatakan Abi" tanya Ardiansyah kemudian.


"Iya masih ingat lah.


Kita harus menyembunyikan semua nya sebelum kita mengetahui perkembangan Aldrict secara langsung" pinta Afifa.


"Baiklah kalau ini memang keinginan mu sayang" Ardiansyah akhirnya menyetujui permintaan Afifa.


"Oh ya sayang, lebih baik kamu mulai saat ini dirumah saja untuk mengetahui tumbuh kembang Aldrict dan setidaknya kamu bisa sering-sering bawa Aldrict ketempat Abi Arsyad" usul Ardiansyah.


"Tetapi kasihan yang lainnya hubby, masak aku sebagai dokter hanya diam dan mengasuh Aldrict saja" Afifa sedikit kurang setuju karena dia sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaannya itu.


"Sayang, ini demi kebaikan kita bersama termasuk dengan Aldrict.


Apa kamu ingin dia dibawah pengaruh orang lain tanpa kamu bisa mengetahui perkembangannya Aldrict yang sangat langka ini" jelas Ardiansyah.


Afifa tampak berpikir dan menimbang semua apa yang dikatakan oleh suaminya.


Dia masih belum bisa percaya kepada orang lain termasuk keluarganya sendiri.

__ADS_1


Karena ini pertumbuhan anaknya yang lain dari pada lainnya.


Setelah lama berpikir akhirnya Afifa menyetujui permintaan Ardiansyah.


Lagipula Afifa juga belum kembali bekerja semenjak kejadian beberapa waktu yang lalu.


"Baiklah hubby, aku rasa apa yang kamu katakan ada benarnya.


Aku akan dirumah untuk menjaga dan mendidik anakku dengan baik.


Bantu aku dalam mendidiknya ya hubby" kata Afifa akhirnya.


"Baiklah sayang, pasti aku akan membantumu.


Sekarang sebaiknya kita beristirahat dahulu" ajak Ardiansyah.


Afifa dan Ardiansyah pun berjalan bersama menuju kamar tidurnya.


Dan betapa terkejutnya Afifa saat melihat putranya sudah terduduk manis didalam box nya dalam keadaan mata terbuka sambil mendengarkan murottal dengan sangat hikmat.


"Aldrict" teriak Afifa tertahan karena dia tidak ingin membangunkan para penghuni mansion nya itu.


Afifa dan Ardiansyah tergopoh-gopoh menghampiri Aldrict.


Aldrict yang merasa namanya dipanggil tersenyum kepada kedua orangtua nya.


"Sayang, kamu gak apa-apa kan" tanya Afifa kepada Aldrict yang masih belum bisa berbicara itu.


Aldrict seakan tahu apa yang diucapkan oleh umi nya jadi dia hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan Afifa sambil tersenyum lebar.


"Sayang sebaiknya kita tinggal di pulau milik kita saja.


Aku takut akan banyak orang yang semakin tahu dengan kemampuan Aldrict" pinta Ardiansyah.


"Kamu benar hubby, apa sebaiknya kita juga memberitahukan kepada Abi ya" kata Afifa.


"Sebaiknya seperti itu sayang" setuju Ardiansyah.


"Aku akan telepon Abi sekarang dan tolong hubby menggendong Aldrict sebentar saja" pinta Afifa.


"Sayang apa tidak sebaiknya besok saja, ini sudah malam lho.


Nanti akan mengganggu istirahat Abi saja" larang Ardiansyah.


"Iya juga sih, ya sudah besok aku akan telepon Abi" kata Afifa.


Afifa dan Ardiansyah mengajak Aldrict bermain hingga sampai Aldrict sudah merasa kehausan dan setelah diberikan ASI Aldrict akhirnya tertidur.


Afifa kembali menidurkan Aldrict di dalam box nya.


Kini Afifa dan Ardiansyah mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Dia matikan lampu tidurnya.


Ardiansyah memeluk Afifa dengan erat dan tanpa disadari dia mulai terang**ng dengan keberadaan Afifa dalam dekapan nya.


Ardiansyah memberi isyarat kepada istrinya dan Afifa menyetujuinya.

__ADS_1


"Sebaiknya jangan dikamar sini hubby, kita dikamar lainnya ya.


Aku gak mau Aldrict mengetahui kegiatan panas kita" kata Afifa.


Akhirnya Afifa dan Ardiansyah beranjak dan pergi menuju kamar kedua mereka.


Terjadilah pergumulan panas antara dia dan Afifa.


Suara de***an menggema di seluruh ruangan itu.


Untung sekali kamar itu kedap suara jadi apa yang terjadi diantara keduanya tidak bisa didengar oleh orang lain kecuali mereka sendiri.


Ardiansyah dan Afifa sampai melakukannya berkali-kali hingga hampir pagi menjelang.


Afifa kini tampak sudah terkulai lemas dalam dekapan hangat suaminya yang sangat nyaman baginya itu.


Ardiansyah juga begitu dia juga sudah terkulai disamping Afifa.


Kini mereka pun tertidur karena kelelahan setelah pergulatan itu.


Saat subuh berkumandang Afifa terbangun dan dia segera memunguti bajunya yang berserakan dilantai dan dia segera mengenakan pakaiannya itu.


Afifa pergi menuju kamar mandi dan setelah itu dia segera memeriksa keberadaan anaknya itu.


Aldrict tampak masih tertidur dengan pulas nya.


Afifa segera mengambil mukena dan mulai mengenakannya.


Tak lama Ardiansyah juga sudah memasuki kamarnya dan sudah membersihkan tubuhnya.


Afifa dan Ardiansyah pun sholat berjamaah.


Sayup-sayup saat mereka sudah menyelesaikan sholat Subuh ya Aldrict terbangun dari tidurnya.


Afifa segera mengangkat Aldrict dan membawanya dalam pangkuan nya.


Aldrict tampak senang sekali.


Ardiansyah mulai mengambil Al-Qur'an dan membacanya.


Suaranya begitu menyejukkan hati setiap yang mendengar.


Aldrict begitu kegirangan dengan celoteh anak-anak nya.


Setelah membaca Al-Qur'an Ardiansyah mengambil Aldrict dari pangkuan Afifa.


Ardiansyah mulai membacakan doa untuk anaknya dan meniupkan nya di ubun-ubun sang putra juga mengusap lembut dada sang putra.


Aldrict tampak patuh dengan apa yang dilakukan oleh Abi nya itu.


Setelah selesai Afifa membereskan semua peralatan sholat dia dan juga suaminya.


"Hubby, aku titip Aldrict dahulu ya, aku mau menyiapkan sarapan dahulu" kata Afifa dan diangguki oleh suaminya itu.


Afifa pun berlalu menuju dapur.


Hampir 1 jam Afifa berkutat didalam dapur sampai masakan yang dibuatnya sudah siap dan terhidang rapi diatas meja makan.

__ADS_1


__ADS_2