
Keesokan paginya setelah menyelesaikan ibadah nya di waktu subuh Afifa segera menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuknya dan juga suaminya.
Afifa berkutat di dapur selama sekitar satu setengah jam.
Setelah makanan selesai Afifa meminta ART nya untuk menyusun makanannya di meja makan sedangkan dia kembali kekamar untuk memanggil suaminya dan menengok anaknya.
Saat didalam kamar Afifa berguru terkejut karena sudah mendapati putra nya sudah selesai dimandikan dan sudah tampan.
"Anak uma yang Sholeh siapa nih yang memandikan kok sudah ganteng aja" kata Afifa.
Aldrict tersenyum melihat Afifa dan dia mengulurkan tangannya meminta digendong Uma nya.
Ardiansyah yang saat itu menemani Aldrict berbaring ditempat tidur Afifa dan Ardiansyah pun kini duduk manis disamping istrinya.
"Apa kamu yang memandikannya hubby" tanya Afifa.
"Apa kamu melihat ada orang lain disini" bukannya menjawab Ardiansyah malah memberinya pertanyaan kembali.
"Terima kasih ya hubby sudah membantu aku memandikan Aldrict" ucap Afifa akhirnya.
"Itu juga sudah menjadi tanggung jawabku sayang" timpal Ardiansyah.
"Oh ya, makanannya sudah siap.
Ayo kita sarapan dahulu.
Bukannya hubby mau kekantor ya hari ini" Afifa mengingatkan.
"Iya sih banyak pekerjaan yang terbengkalai satu tahun terakhir ini" jawab Ardiansyah.
"Ya sudah hubby kerjakan dengan baik dan ingat jangan sampai melupakan makan dan obatnya ya biar tuh luka cepat sembuh.
Apa hubby mau aku kasih formula yang bisa menyembuhkan dengan cepat luka hubby" Afifa mengingatkan sekaligus memberi pertanyaan pada Ardiansyah.
"Boleh sayang, sini biar Aldrict aku yang bawa" kata Ardiansyah terus mengambil alih Aldrict tadi yang sempat digendong oleh Afifa.
"Tunggu sebentar ya hubby aku ambilkan formulanya" kata Afifa sambil menyerahkan Aldrict dan kemudian berlalu menuju keruang laboratorium tempatnya biasa menaruh obat dan meneliti sebuah penemuan atau hal apapun yang berhubungan dengan obat-obatan dan virus.
Beberapa saat Afifa sudah kembali dengan membawa injeksi yang sudah ada formula yang dia temukan.
"Letakkan Aldrict diatas tempat tidur dulu hubby, biar aku menyuntikkan formula ini" kata Afifa dan diangguki oleh Ardiansyah.
Setelah dipastikan Ardiansyah tidak menggendong Aldrict, Afifa segera menancapkan jarum di lengan Ardiansyah dan setelah itu dioleskan ya formula kedalam luka sayatan kemarin.
Dan dalam waktu sekejap luka itu sudah tertutup dengan sempurna seakan tidak pernah ada luka sebelumnya.
"Wow sayang, luka ku langsung sembuh.
Dan ini seperti tidak pernah terluka sebelumnya.
Terima kasih ya sayang.
__ADS_1
Kau memang yang terbaik" kagum Ardiansyah dengan apa yang dihasilkan oleh Afifa.
"Sama-sama hubby, semua ini adalah karena Allah.
Dan aku disini hanyalah perantara saja.
Bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yang Allah berikan kepadamu hari ini" Afifa mengingat kan Ardiansyah kembali.
"Kamu benar sayang, terima kasih ya dah mau merawat ku" kata Ardiansyah dan berlanjut dengan berdoa.
Setelah selesai mengobati Afifa dan Ardiansyah turun menuju meja makan sambil menggendong Aldrict.
Kini mereka sudah duduk manis mengelilingi meja makan setelah menyerahkan Aldrict kepada salah satu ART nya.
Kali ini mereka makan dengan hikmat dan tidak terdengar mereka berdua berbincang.
Beberapa menit kemudian makanan mereka sudah habis dan Afifa segera membersihkan meja makan dan membawa bekas makan mereka ke dapur untuk dicuci.
Semua bekas makan mereka sudah dicuci bersih oleh Afifa kini Afifa pergi menuju taman belakang untuk melihat putranya yang sedang berjemur dengan salah satu ART.
"Biarkan Aldrict bersama ku bi" kata Afifa saat sudah ada didekat ART nya itu.
"Ini nyonya muda" jawab ART itu.
Afifa membawa Aldrict masuk kedalam dan membawanya ke kamar dimana ada suaminya kini sudah berpenampilan sangat rapi dan siap berangkat kerja.
"Kamu mau berangkat sekarang hubby, hati-hati dijalan ya" kata Afifa sambil mencium punggung tangan suaminya dan dibalas oleh Ardiansyah dengan mencium kening sang istri begitu juga kening Aldrict.
Ardiansyah turun sendiri tanpa Afifa dan Aldrict karena Afifa akan kembali menjemur Aldrict di balkon kamarnya.
Ardiansyah dan Afifa saling melambaikan tangannya.
"Da... Abi, hati-hati kerjanya ya" kata Afifa menirukan suara anak sambil mencium pipi tembam Aldrict.
Setelah dirasa cukup menjemur Aldrict Afifa membawa Aldrict masuk kedalam.
Afifa segera memberikan ASI kepada Aldrict karena dia sekarang sedang kehausan dan setelah rasa haus dan laparnya terpenuhi dan terpuaskan Aldrict tampak tertidur.
Afifa meletakkan anaknya diatas tempat tidurnya.
Afifa meraih ponsel dan menghubungi Reina.
"Assalamu'alaikum Rein, apa kamu sibuk hari ini" tanya Afifa saat sambungan telepon sudah terhubung dengan Reina.
"Wa'alaikumsalam.
Nggak juga fa, emangnya ada apa ya" tanya Reina.
"Memangnya kamu gak kerumah sakit" tanya Afifa.
"Besok saja fa, hari ini badanku rasanya remuk sekali" jawab Reina.
__ADS_1
"Ya sudah, beristirahat lah.
Aku tahu kamu pasti sangat kelelahan sekali kemarin" jawab Afifa dengan penuh pengertian.
Sebenarnya Afifa hendak menjenguk Anna yang kemarin sedikit mendapat luka dan harus dibawa kerumah sakit.
"Apa sebaiknya aku telepon Abang saja ya" batin Afifa.
Setelah berpikir-pikir akhirnya Afifa memutuskan menghubungi Aziel untuk menanyakan keadaan Anna.
"Assalamu'alaikum bang" kata Afifa saat telepon itu sudah terhubung dengan Aziel.
"Wa'alaikumsalam fa" jawab Aziel.
"Abang sekarang ada dimana" tanya Afifa.
"Abang dirumah sakit fa menjaga Anna" jawab Aziel.
"Bagaimana keadaan Anna bang, apa sudah baikan" tanya Afifa.
"Ada beberapa luka sih namun sudah ditangani dan seperti ya dia sedikit trauma tetapi masih dibatas kewajaran saja kok" kata Aziel.
"Baiklah kalau begitu bir aku kesana sekalian memberikan Anna obat formula yang aku temukan biar dia segera sembuh" jawab Afifa.
Afifa segera berganti pakaian dan bersiap untuk pergi kerumah sakit.
Dan saat itu kebetulan Afifa mendengar suara bunda Habibah datang kerumahnya.
Tampak Habibah mengetuk pintu kamar Afifa.
"Fa apakah kamu ada didalam nak" tanya Habibah sambil mengetuk kamar Afifa tiga kali.
"Iya bunda Afifa didalam" jawab Afifa sambil mengambil tas dan kunci mobil.
Habibah masuk kekamar Afifa.
"Kamu mau kemana fa kok rapi amat" tanya Habibah.
"Bunda bisa titip Aldrict sebentar, aku mau kerumah sakit untuk mengantarkan obat kepada Anna" kata Afifa.
"Lho emangnya Anna kenapa fa" tanya Habibah.
"Kemari Anna diculik bunda dan banyak luka ditubuhnya sehingga harus dibawa kerumah sakit" jelas Afifa karena saat kejadian itu Habibah sudah pulang sehingga dia tidak mendengar berita diculiknya Anna.
"Masya Allah fa, benarkah itu" Habibah begitu terkejut mendengar berita itu.
"Benar bunda dan untungnya segera diselesaikan oleh kak Ardiansyah dan Abang beserta yang lainnya" Jawab Afifa.
"Ya sudah kamu cepat pergi kesana, sampaikan salam bunda untuk Anna ya.
Nanti sore bunda akan menjenguknya bersama Uma kamu" kata Habibah mengijinkan Afifa segera berangkat.
__ADS_1
'Ya sudah Afifa berangkat dahulu ya bunda" pamit Afifa sambil mencium punggung tangan Habibah.
15 menit kemudian Afifa sudah sampai dirumah sakit milik keluarganya.