Dokter Afifa

Dokter Afifa
Abang Aziel mengambil alih.


__ADS_3

Mereka memasuki ruang rahasia di sana mulailah mereka membahas rencana selanjutnya yang akan ditempuh agar bisa membantu manusia.


"Abi, apakah peralatan penelitian dimarkas besar kita yang di hutan sudah Abi datangkan" tanya Afifa ditengah diskusi mereka.


"Sepertinya besok semua peralatan canggih yang Abi datangkan akan tiba dan langsung dibawa ke markas besar kita" kata Abi.


"Oh ya fa kemarin dokter Ridwan memberitahu Abi kalau rumah sakit membutuh kan tenaga ahli dan peralatan buat penelitian virus yang beberapa hari ini sedang mewabah" kata Abi.


"Benar itu Abi dan itu semua atas usulan Reina ya untuk mengelabuhi aja biar target kita menampakkan diri dan terpecah konsentrasinya jadi kita bisa leluasa untuk menjalankan rencana kita" terang Afifa.


"Abi setuju dengan ide kamu itu, terus rencana selanjutnya bagaimana" tanya Abi.


"Untuk sementara Afifa akan beberapa hari melanjutkan penelitian dimarkas besar kita, terus Reina akan terus berada dirumah sakit dan memantau gerak gerik dokter Nicholas dan siapa aja yang ada dibelakang mereka" Afifa mulai menjelaskan rencana nya kepada Abi nya itu.


"Kalau suster Anna mungkin akan berada dibalik layar untuk sementara ini sambil mengawasi dan memantau dari jarak jauh" kata Afifa melanjutkan.


"Baiklah kalau begitu, terus apa tidak akan menaruh curiga kalau kamu tiba-tiba tidak berada dirumah sakit dalam beberapa hari nanti" kata Abi.


"Begini Abi nanti Afifa akan melakukan kesalahan yang sangat fatal yang mengakibatkan Afifa harus dikeluarkan dari rumah sakit ini apa Abi bisa membantu Afifa"Kata Afifa kemudian dengan sedikit ragu.


"Apa yang harus Abi lakukan" kata Abi selanjutnya.


Afifa masih bingung dan sibuk berpikir apa Yang akan dilakukan selanjutnya.


"Reina ada rencana Abi" kata Reina memecahkan kebuntuan dari masalah mereka.


"Apa itu rein tolong ceritakan" kata Abi kemudian.


"Untuk sementara Abang Aziel memperkenalkan diri sebagai pemilik rumah sakit dan Abi suruh anak buah Abi untuk menyamar sebagai saudara dari Abang yang sedang sakit terus nanti Afifa melakukan kesalahan terhadap pasien tersebut.


dan karena kesalahan itu akhirnya membuat pemilik rumah sakit marah dan akhirnya memecat Afifa begitu Abi" kata Reina menjelaskan kepada Abi dan semua orang yang berada disitu.


"Kalau menurut Aziel sih boleh dicoba Abi tetapi yang Aziel takutkan mereka mengenali aku saudara dari Afifa ataupun Reina" kata Aziel.


"Kalau masalah itu tidak mungkin akan terjadi nak karena jati diri kamu dan kedua adikmu tidak diketahui oleh siapapun kecuali orang-orang kepercayaan Abi" kata Abi menjelaskan.


"Kalau masalah itu saya berani menjamin karena selama ini semua penghuni rumah sakit tidak ada yang mengetahui hubungan keluarga antara dokter Afifa dengan dokter Reina yang mereka tahu adalah dokter Reina dan dokter Afifa hanyalah sebatas rekan seprofesi itu saja" kata Anna memberi penjelasan.


Aziel menatap kagum kepada suster Anna yang tadi menjelaskan secara gamblang itu.


"Anna kira kita harus menjalan kan rencana itu terlebih dahulu dan membuat rencana cadangan bila rencana pertama gagal" lanjut Anna


"Afifa setuju dengan pemikiran Anna" kata Afifa.


"Apa kita memerlukan bantuan dokter Ridwan nak" kata Abi nya itu.


"Saya rasa itu ide yang bagus Abi , karena Afifa mempercayai kinerja dokter Ridwan dan beliau sudah puluhan tahun mengabdi kepada kita" kata Afifa.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu 2 hari dari sekarang kita akan bertemu dimarkas besar untuk membicarakan lagi rencana kita ini.


Dan besok bang Aziel harus datang kerumah sakit dan nanti biar dokter Ridwan yang akan memperkenalkan Abang Aziel kepada semua penghuni rumah sakit kalau Abang adalah pemilik rumah sakit" Abi Hamid menjelaskan.


"Tapi Abi Abang besok ada meeting penting" kata Aziel yang berusaha menolak perintah Abi.


"Tapi nak apa pekerjaan kamu lebih penting dari pada keselamatan seluruh manusia.


Apa tidak bisa diwakilkan oleh orang kepercayaan kamu" kata Abi nya tegas.


"Baiklah kalau begitu nanti Aziel wakilkan sama orang kepercayaan Aziel deh" kata Aziel akhirnya mengalah dan menuruti perintah Abi nya dengan lesu.


"Nanti Abi akan menghubungi dokter Ridwan dan menjelaskan semua ini kepada dokter Ridwan" kata Abi nya.


"Jadi 2 hari lagi kita akan bertemu dimarkas besar" kata Abi tegas.


"Biar nanti kalian dijemput oleh orang-orang suruhan Abi" lanjut Abi.


"Ya sudah kalau begitu kita sudahi pertemuan kita ini" kata Abi lagi.


"Baik bi" kata Afifa dan yang lainnya serempak.


"Untuk malam ini biar Afifa dan Anna menginap diapartemen saja Abi, Reina biar pulang bersama dengan Abang kerumah Abi dan besok biar Afifa menyuruh mang Diman mengantarkan mobil Afifa ke rumah sakit" kata Afifa.


"Ya sudah kalau begitu, kamu harus tetap waspada dan hati-hati ya nak" kata Abi lembut.


"Kami pulang dulu ya" kata Abi dan Abang Aziel.


"Iya Abi, bang Aziel" kata Afifa


Reina memeluk kedua sahabat dan sodaranya itu dan berkata


"Fa dan kamu Anna aku pulang dahulu ya" pamit Reina


"Hati-hati Reina" kata Afifa dan Anna hampir bersamaan.


Mereka bertiga akhirnya meninggalkan apartemen Afifa dan sekarang hanya tinggal lah Afifa dan Anna disana.


"Anna kamu istirahat aja dulu biar aku yang bereskan ini semua" kata Afifa.


"Tidak Afifa biar aku saja yang mengemas semua ini" tolak Anna yang kekeh ingin membereskan bekas minuman dan cemilan yang menemani mereka tadi berdiskusi.


"Ya sudah kita beresin sama-sama aja ya" ajak Afifa lembut.


"Baiklah kalau begitu" kata Anna yang menyetujui usul Afifa itu.


Mereka berdua mulai membereskan semua bekas minuman dan makanan ringan tadi.

__ADS_1


Setelah semua selesai mereka langsung menuju ke kamar masing-masing.


................


Pagi ini Afifa, Reina dan Anna sudah berada dirumah sakit.


"Dok, ditunggu dokter Syahrir di tempat meeting" kata Anna.


"Baiklah kalau begitu, aku kesana dulu ya" kata Afifa dan langsung pergi keluar dan menuju ke ruang meeting.


Disana sudah ada Reina dan semua rekan dokter.


"Maaf saya sedikit terlambat" kata Afifa sedikit merasa bersalah.


"Tidak apa-apa dokter Afifa karena meeting masih belum dimulai kok" kata dokter Syahrir


"Baiklah karena semua sudah berkumpul mari kita mulai ya" kata dokter Syahrir lagi.


Semua duduk tenang dan menyimak apa yang disampaikan oleh dokter Syahrir.


"Dua hari lagi peralatan dan tenaga ahli akan didatangkan dan saya mohon para ketua tim untuk mempersiapkan timnya masing-masing sesuai dengan tugasnya" kata dokter Syahrir.


"Sekarang kita juga kedatangan tamu spesial yaitu pemilik rumah sakit ini akan mengunjungi kinerja kita maka dari itu jangan sampai berbuat kesalahan" kata dokter Syahrir memperingatkan semuanya.


Tak beberapa lama kemudian datang dokter Ridwan dan Aziel Ramadhan.


"Perkenalkan ini adalah pemilik rumah sakit ini, dan saya minta kalian untuk bisa menjaga sikap" ucap dokter Syahrir.


Dokter Syahrir mempersilahkan pemilik rumah sakit ini untuk melakukan perkenalan kepada semua karyawan.


"Assalamu'alaikum.


Baiklah saya tidak mau berbasa-basi, perkenalkan saya adalah Aziel Ramadhan pemilik dari rumah sakit ini dan saya harap jangan sampai ada yang membuat kesalahan sedikitpun kalau kalian masih ingin bekerja dirumah sakit ini.


Dan ini adalah dokter Ridwan yang akan mengawasi kinerja kalian karena beliaulah yang selama ini menangani rumah sakit walau hanya jarak jauh, tetapi untuk saat ini beliau akan kembali aktif didalam rumah sakit ini.


Dan saya akhiri beberapa patah kata perkenalan dari saya.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh" kata Aziel dan langsung duduk kembali ketempat duduk yang ditempatinya tadi.


Setelah perkenalan tadi akhirnya dibagi beberapa kelompok dan Reina masih satu kelompok dengan dokter Nicholas yang akan mengawasi jalannya penelitian, sedangkan Afifa dan tim nya akan menangani pasien gawat darurat, dan untuk tim lainnya sudah diberikan tugas yang sesuai dengan keahliannya.


"Akhirnya Abang Aziel mau juga mengambil alih rumah sakit ini walau hanya sementara waktu" batin Reina.


"Baiklah pembahasan ini saya akhiri, dan kalian boleh kembali melaksanakan tugas kalian masing-masing.


Wassalamu'alaikum" kata Aziel yang masih berada diruang meeting.

__ADS_1


Semua kembali menjalankan tugasnya masing-masing, sedangkan dokter Syahrir dan dokter Ridwan mengantar Aziel mengelilingi rumah sakit dan memperkenalkan kepada semua staff dan karyawan rumah sakit semuanya.


__ADS_2