
Anna, Aziel, tuan Hamid dan Lionel yang sedang berada diapartemen milik Afifa yang mana merupakan markas Three Angel mulai menyusun rencana.
Anna mengambil MacBook nya didalam kamar dan langsung kembali duduk bersama Abi Hamid dan Aziel juga Lionel.
"Sebentar Abi biar Anna mencoba meretas jaringan informasi data diperusahaan itu" kata Anna.
Dengan cekatan Anna mengutak Atik MacBook nya dan mulai meretas cctv dan jaringan informasi data dipabrik itu.
"Coba Abi lihat ini adalah rekaman cctv di pabrik itu" kata Anna sambil mengarahkan MacBook nya kearah Abi dan semuanya.
"Kelihatannya memang itu adalah sumbernya.
Kita harus mengetahui dimana tempat formula virus itu disimpan, agar kita bisa memusnahkannya" kata Abi Hamid.
"Sebaiknya kita ambil sample minuman itu deh Abi. Biar anak buah Lionel membawakannya kepada kita.
Mungkin dengan sample minuman itu akan memudahkan pekerjaan Afifa dan Reina" kata Aziel memberi saran.
"Benar apa yang kamu bilang nak" kata Abi menimpali.
Tanpa menunggu perintah Lionel sudah tahu apa yang harus dilakukannya.
Dalam sekejap Lionel beranjak menjauh dan menelepon anak buahnya yang sekarang sedang menyusup di pabrik itu.
Setelah beberapa menit Lionel menelepon dia kembali bergabung dengan Abi Hamid dan juga Aziel.
"Tuan sepertinya pekerjaan itu dilakukan terselebung.
Ada pihak pemerintah yang juga terlibat didalamnya.
Selain itu anak buah saya kesulitan untuk memasuki tempat produksinya air mineral yang sudah dikasih formula dari virus itu.
Karena tempat produksinya dilakukan secara terpisah dengan produksi air mineral biasa" lapor Lionel kepada Abi Hamid.
"Tetapi anak buah kamu masih bisa mendapatkan sample air mineral yang sudah dicampuri itu kan" tanya Abi Hamid.
"Bisa tuan dan nanti malam anak buah saya akan menyerahkannya sample itu" kata Lionel.
"Ya sudah kalau begitu nanti malam kita bertemu lagi" kata Abi memutuskan untuk menghentikan pertemuannya itu.
Anna dan Aziel kembali kerumah sakit.
Sedangkan Abi Hamid dan Lionel kembali ke kantornya.
Beberapa menit kemudian Anna dan Aziel sudah sampai di rumah sakit.
Aziel langsung memasuki ruangannya yang ternyata dokter Ridwan masih disana seperti yang diinginkan Aziel.
Sedangkan Anna kembali bergabung dengan tim medis yang lainnya.
"Bagaimana dokter Ridwan, apakah dokter baru yang akan bertugas diruang penelitian sudah datang" tanya Aziel.
"Sudah tuan muda 5 menit yang lalu dan sekarang beliau ada di ruangan dokter Syahrir bersama dokter Nicholas" lapor dokter Ridwan kepada Aziel.
"Menurut kamu bagaimana dengan dokter itu" hanya Aziel lagi.
"Kalau dilihat sudah terlalu tua tuan muda dokter itu, saya curiga itu adalah profesor Alfaro yang sedang menyamar" kata dokter Ridwan.
__ADS_1
"Apa kamu mempunyai foto dari profesor Alfaro dok" kata Aziel.
"Kami tidak mengetahui wajah profesor Alfaro apalagi fotonya profesor itu" kata dokter Ridwan jujur karena dia memang tidak mengetahui dan mengenal profesor Alfaro itu.
"Ya sudah kalau begitu.
Coba kamu selidiki dan coba ambil foto dokter baru itu tanpa sepengetahuan siapapun" kata Aziel.
"Baik tuan" kata dokter Ridwan.
"Suster tolong keruangan saya sekarang" perintah Aziel kepada suster penjaga melalui sambungan interkom yang ada dirumah sakit itu.
"Baik tuan" kata suster itu dan langsung berjalan cepat menuju ruangan Aziel.
"Siang tuan" kata suster itu sambil mengetuk pintu.
"Masuk" jawab Aziel memerintahkan suster itu masuk keruangan nya.
"Tolong kamu panggil kan dokter Syahrir dan dokter baru itu" kata Aziel memberi perintah kepada suster tadi.
"Baik tuan" kata suster itu dan langsung keluar dari ruangan Aziel menuju ruangan dokter Syahrir.
Tak lama kemudian suster itu sudah membawa dokter Syahrir dan dokter baru itu.
"Ini tuan dokter Syahrir dan dokter Rio sudah berada disini" kata suster itu.
"Suruh masuk" kata Aziel.
Dokter Syahrir dan dokter Rio pun memasuki ruangan Aziel"
"Selamat siang tuan Aziel" kata dokter Syahrir.
"Maaf tuan perkenalkan ini adalah tenaga ahli yang saya maksud kan itu.
Beliau adalah dokter Rio dari Jerman tuan" kata dokter Syahrir.
Dokter Rio pun mengulurkan tangan nya kepada Aziel dan dokter Ridwan sambil menyebutkan namanya.
Aziel dan dokter Ridwan pun membalas uluran tangan dokter Rio.
"Dokter Syahrir boleh saya meminta data-data milik dokter Rio" kata Aziel.
"Baik tuan" kata dokter Syahrir dan langsung beranjak pergi untuk mengambil data-data milik dokter Rio.
beberapa menit dokter Syahrir sudah kembali dan menyerahkan data-data milik dokter Rio.
"Ini tuan data milik dokter Rio" kata dokter Syahrir.
Aziel pun mengambil berkas tentang data-data dokter Rio dan mulai membacanya.
"Jadi anda berasal dari negara J dan sebelum disini anda bekerja dimana" tanya Aziel yang ingin memastikan keakuratan data dokter Rio.
"Saya sebelum kesini menjadi relawan di negara L tuan" kata dokter Rio.
"Benar seperti yang tertera didalam data ini" guman Aziel dalam hati.
Aziel menatap kearah dokter Rio sambil mengamati setiap gerakan yang dilakukan oleh dokter Rio.
__ADS_1
Dengan kepala dibawah dagu Aziel masih menatap dokter Rio sambil manggut-manggut kan kepala nya.
"Ya sudah kamu bisa memulai bekerja sekarang.
Dan pastikan jangan sampai ada kesalahan sedikitpun.
Karena saya tidak mentolerir sedikitpun kesalahan" kata Aziel tegas dan penuh dengan penekanan di kata tolerir.
"Baik tuan" kata dokter Rio.
"Ya sudah kalian bisa pergi sekarang" kata Aziel kepada dokter Syahrir dan dokter Rio.
"Dan kamu dokter Ridwan antar kan saya untuk melakukan kunjungan ke setiap ruangan.
"Baik tuan" kata dokter Ridwan.
Setelah kepergian dokter Syahrir dan dokter Rio, Aziel masih berada di ruangan bersama dokter Ridwan.
"Dokter Ridwan saya tunggu foto dokter Rio nanti malam.
Saya harap dokter nanti datang ke apartemen...
Karena kita akan bertemu dengan Abi disana untuk menindak lanjuti masalah ini" kata Aziel kepada dokter Ridwan.
"Baiklah tuan muda" kata dokter Ridwan.
"Ya sudah kamu mulailah pekerjaan kamu dan saya akan melihat pasien di ruang IGD" kata Aziel.
"Baik tuan muda" kata dokter Ridwan dan langsung berlalu pergi yang diikuti oleh Aziel dari belakang.
Dokter Ridwan menuju ketempat orang kepercayaannya dan menugasi mereka seperti yang diperintahkan oleh Aziel.
Sedangkan Aziel yang sudah keluar bersamaan bersama dokter Ridwan dari ruangannya itu memisahkan diri dan berjalan menuju IGD, karena Aziel ingin sekali melihat suster Anna.
Aziel melihat Anna yang berada di IGD dari kejauhan.
Setiap langkah Anna selalu dalam pengawasannya.
Dia tidak ingin sedikitpun lengah pandangannya dari Anna.
Saat Anna memergoki tatapan Aziel segera Aziel mengalihkan pandangannya.
Anna yang merasa sedikit risih karena selalu diawasi pun beranjak pergi menghampiri Aziel.
"Ada apa tuan" kata Anna
"Tidak, saya hanya mengingat kan saja kalau nanti kita bertemu diapartemen Afifa jam 8 malam" kata Aziel.
"Tenang Tuan saya akan datang kesana lebih dahulu sebelum tuan Aziel dan Abi Hamid datang.
Karena selama ini saya yang tinggal di apartemen dokter Afifa" kata Anna
"Baiklah kalau begitu saya tinggal dahulu" kata Aziel yang mulai salah tingkah itu langsung berlalu pergi meninggalkan Anna sendiri.
Anna yang melihat Aziel yang salah tingkah tersenyum kecil.
"Kamu sangat menggemaskan Aziel Ramadhan.
__ADS_1
Seandainya kamu memiliki perasaan yang sama sepertiku" kata Anna bermonolog sangat pelan.
Setelah melihat Aziel yang sudah menjauh Anna kembali masuk ruang IGD dan kembali menjalankan tugasnya.