
Afifa yang kini sedang bersiap untuk menuju ke mushola yang ada di rumahnya sambil menggendong putranya berjalan perlahan.
Tampak wajah tampan dan menggemaskan putranya sedang tersenyum bahagia berada di gendongan Afifa.
Kini Afifa menaruh baby nya disampingnya.
Afifa mulai memakai mukena dan dengan sabar menunggu suami dan yang lainnya bersiap.
Semua yang melihat wajah tampan anak Afifa begitu gemas dan terpesona.
"Ih tampan sekali ya anak nyonya dan tuan kita" kata salah seorang Asisten rumah tangga Afifa
"Iya, selain itu dia begitu pandai lho. Masih bayi tapi sudah terlihat kalau dia cerdas" jawab yang lainnya.
"Iya benar sekali kamu" temannya menimpali.
Tak beberapa lama tampak Ardiansyah sudah datang dan mendekati Afifa.
"Biarkan dia bersama ku sayang" pinta Ardiansyah kepada istrinya.
"Afifa segera memberikan putranya itu kepada suaminya.
Digendongnya bayi mungil itu dan diletakkannya dengan nyaman disamping Ardiansyah.
Kini semua sudah siap untuk melakukan sholat berjamaah.
Sholat itu dipimpin oleh Ardiansyah sendiri dan kini semua mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh ke khusyuk an.
Setelah rangkaian ibadah itu dilakukan Ardiansyah kembali menggendong putranya dan kini Ardiansyah menghampiri Afifa dan mengajaknya kembali ke kamar mereka.
"Sepertinya putra kita haus sayang" kata Ardiansyah karena sejak tadi putranya terlihat seperti bayi yang sedang haus.
Bayi Afifa sangat pintar dan dia tidak pernah rewel ataupun sering menangis karena haus ataupun lainnya.
Afifa mengambil alih putranya dari tangan Ardiansyah dan segera dia menyusui putranya itu.
Setelah putranya kenyang dia menaruhnya kedalam box bayi dan tampak bayi mungilnya itu sudah tertidur pulas.
Tak lupa didengarkannya murottal ayat-ayat suci Al-Qur'an didekat sang putra tampannya itu.
Setelah memastikan anaknya nyaman dan aman dia kini bersama suaminya turun ke bawah untuk makan malam bersama keluarga yang lainnya.
Sesampai di ruang makan ternyata Uma Hamida dan bunda Habibah sudah duduk manis disana.
"Fa, apa cucuku sudah tertidur nak" tanya bunda Habibah.
"Sudah bunda, baru saja dia tidur dengan nyenyak" jawab Afifa sambil duduk nyaman di kursinya.
Kini mereka berempat makan malam bersama dengan nikmatnya.
__ADS_1
Tak membutuhkan waktu lama makanan itu semua sudah berpindah di perut keempat orang yang sedang makan itu.
Setelah makan mereka semua duduk diruang tengah sambil menonton televisi.
"Fa beberapa hari lagi kan sudah mau aqiqah anak kalian apakah kalian akan memberitahukan siapa namanya nak" tanya Uma Hamida.
"Benar Uma kami sudah sepakat disaat itu akan memberitahukannya" jawab Afifa.
"Bagaimana dengan persiapannya apakah sudah selesai" kini giliran bunda bertanya.
"Kalau masalah itu bunda sama Uma jangan khawatir karena aku sudah mempersiapkan semua dan kalian dengan Afifa tinggal bersiap saja pas hari H nya" jawab Ardiansyah.
"Oh ya, kamu sudah mempersiapkan semuanya nak" Uma Hamida seperti tak percaya dengan ucapan Ardiansyah.
"Benar Uma, semua dari catering hingga dekorasi sudah beres semua" jawab Ardiansyah.
"Kamu memang seorang ayah yang terbaik dan suami yang sangat baik nak" puji Uma Hamida.
"Itu sudah menjadi tanggung jawab saya Uma" jawab Ardiansyah yang membuat Uma Hamida semakin yakin kagum dengan apa yang dilakukan oleh Ardiansyah.
"Ternyata pilihan anakku benar-benar tepat, selain baik, sabar dan dia sungguh menghormati Afifa selain itu dia menjadikan putri ku seorang ratu dirumahnya" batin Hamida.
Kini perbincangan mengalir begitu saja hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan sholat isya'.
Kini mereka sholat isya' di kamar masing-masing.
Setelah itu mereka segera melaksanakan sholat isya' berjamaah dikamarnya.
Serangkaian ibadah telah dilewati dari sholat hingga membaca Alquran, kini Afifa segera merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Belum sempurna Afifa merebahkan tubuhnya tiba-tiba putra nya terbangun dan Afifa segera memeriksa keadaan putranya itu dan ternyata putranya itu buang air kecil.
Dengan telaten Afifa mengganti pakaian putranya itu dan menidurkan kembali ke dalam box nya.
Afifa kembali merebahkan tubuhnya dan diikuti oleh sang suami yang tampak baru keluar dari kamar mandi.
Mereka berdua tertidur dengan nyamannya sambil berpelukan.
************
Tak terasa sekarang sudah satu Minggu dan sekarang adalah waktu aqiqah putranya itu.
Semua keluarga sudah berkumpul begitu juga dengan para tamu undangan dan anak-anak yatim piatu.
Rangkaian acara demi acara dilewati dengan lancar dari pengajian dan berbagai acara dilewati dengan lancar dan kini saat nya Afifa dan Ardiansyah menyampaikan nama dari putranya itu.
"Ayo fa cepat umumkan siapa nama anak kalian" tanya Aziel yang tidak sabar ingin mendengar nama keponakannya itu.
"Perhatian semu saya akan menyampaikan bahwa nama anak kami adalah 'Aldrict Azzazil Permana'
__ADS_1
Kami berharap nantinya dia akan menjadi seorang pemimpin yang baik, bijaksana dan Sholeh dikemudian hari.
Aamiin" kata Ardiansyah dan di aamiin kan oleh semua yang hadir disana.
"Nama yang bagus" kata Hamid Abdullah dan disetujui dengan yang lainnya.
"Hai baby Aldric" sapa Reina yang saat itu berada disamping putra Afifa.
Aldrict hanya memperlihatkan senyum manisnya yang membuat semua semakin gemas.
Tak terasa semua rangkaian acara sudah terselesaikan dan kini acara sudah berakhir.
Para tamu undangan bersiap pulang dan tak lupa Afifa dan Ardiansyah memberikan amplop yang berisikan uang kepada semua anak-anaknya yatim piatu dan juga pemimpin panti asuhan.
Sekarang tinggal lah keluarga saja yang masih tinggal dirumah Afifa dan Ardiansyah.
Afifa yang sedang menggendong Aldrict langsung membawanya ke kamar karena Afifa tahu kalau putranya sedang kehausan.
Setelah rasa haus dan laparnya terpenuhi Aldrict pun tertidur dengan manisnya.
Afifa menaruh putranya kedalam box tidurnya dan tidak lupa dengan lantunan murottal nya juga untuk menemani sang putra.
Afifa kini ikut bergabung dengan keluarganya yang lain setelah memastikan Aldrict tertidur dengan nyaman.
"Apa dia sudah tidur fa" tanya Aziel yang saat itu melihat kehadiran Afifa ditengah-tengah keluarganya.
"Sudah bang, kelihatannya dia sangat kecapekan hari ini" jawab Afifa.
"Oh ya, 3 Minggu lagi Jangan lupa datang di acara pernikahan kami" kata Aziel mengingatkan keluarganya.
"Tenang saja kami tidak akan lupa akan hal itu karena kita kan akan melakukan acara bersama-sama bang" Jawab Fano.
"Iya kamu benar juga" akhirnya mereka semua tertawa bersama.
Perbincangan mengalir begitu saja sampai akhirnya satu persatu keluarga pulang ke rumah masing-masing.
Kembali rumah Ardiansyah dan Afifa sepi karena Uma Hamida ikut kembali bersama Abi Hamid Abdullah.
Kini tinggal keluarga kecil Afifa dan juga bunda Habibah.
"Bunda sebaiknya bunda istirahat, karena aku lihat bunda tadi sangat sibuk ikut mengatur acara ini.
Aku tidak mau bunda nanti sakit" kata Afifa kepada mertuanya itu.
"Baiklah kalau begitu bunda kembali ke kamar dahulu" Habibah melangkah meninggalkan ruang tengah menuju ke kamar.
Tampak para pelayan sedang hilir mudik membereskan sisa-sisa dari acara tadi.
Afifa dan Ardiansyah kini juga kembali ke kamar mereka untuk beristirahat setelah seharian mereka ikut sibuk mempersiapkan acara aqiqah anaknya itu.
__ADS_1