Dokter Afifa

Dokter Afifa
Berhasil lolos dari pengintaian Dokter Nicholas


__ADS_3

Afifa yang sudah berhasil keluar dari pintu belakang langsung memasuki mobil yang menjemputnya dan langsung meluncur pulang kerumah Uma Aisyah.


Sedangkan dokter Nicholas yang tadi membuntuti Afifa penasaran ada apa Afifa masuk ke cafe itu dan langsung ikut masuk tetapi dia kehilangan jejak Afifa.


Ditunggunya lama didalam cafe itu tetapi Afifa tidak kelihatan keluar dari situ.


Akhirnya Dokter Nicholas berinisiatif bertanya kepada salah satu pelayan cafe.


"Maaf apa anda tadi melihat wanita cantik memakai baju.... dan mengenakan hijab..." kata dokter Nicholas


"Oh dia sudah pergi dari tadi tuan" kata pelayan tersebut


"Oh ya tetapi kenapa saya tidak melihatnya" kata dokter Nicholas.


"Kalau itu saya kurang tahu tuan kalau tuan tidak melihatnya, karena saya bisa memastikan kalau nona itu sudah keluar dari sini beberapa menit yang lalu" jawab pelayan itu.


"Ya sudah kalau begitu terima kasih" kata dokter Nicholas yang akhirnya pergi meninggalkan cafe setelah membayar minuman yang dia pesan tadi saat menunggu Afifa.


Didalam mobilnya dokter Nicholas masih berpikir


"kemana perginya Afifa karena sejak dari tadi dia tidak melihat Afifa keluar" monolog dokter Nicholas sendiri dan masih terus berpikir keras tentang Afifa.


Karena tidak menemukan jawaban apapun akhirnya dokter Nicholas menyerah sambil menggendikkan bahu nya sendiri.


Ditempat lain Afifa sudah sampai dirumah Uma Aisyah.


"Assalamu'alaikum" salam Afifa sambil mengetuk pintu Uma Aisyah.


"Wa'alaikumsalam" balas orang didalam sana yang ternyata Uma Aisyah sendiri.


"Uma Afifa rindu sama Uma" kata Afifa ketika melihat Uma Aisyah.


Afifa pun langsung berhambur ke Uma Aisyah setelah mencium tangannya Afifa langsung memeluk Uma Aisyah.


"Tumben kamu kesini nak, apa ada yang mengganggu pikiran kamu" tanya Uma Aisyah begitu lembut didengar.


"Tidak Uma, hanya Afifa merasa capek saja karena banyak masalah dirumah sakit" kata Afifa sedikit berbohong kepada Uma nya.


"Kamu beneran cuma capek aja, Kalau ada yang mau dibicarakan Uma mau menunggu sampai Afifa nanti bercerita ke Uma ya" kata Uma Aisyah yang kelihatan begitu menyayangi Afifa.


"Iya Uma, beri aku waktu ya.


Insya Allah pasti Afifa akan bercerita kepada Uma, sekarang Afifa mau ke kamar dulu ya" kata Afifa kepada Uma Aisyah.


"Ya sudah kamu istirahat sana, besok masih kerja bukan?" kata Uma Aisyah.


"Iya Uma" jawab Afifa


"Oh tunggu sebentar Afifa, tadi Abi kamu sudah mengantarkan mobilnya jadi kamu bisa langsung pakai" kata Uma Aisyah.

__ADS_1


"Terima kasih ya Uma" jawab Afifa tulus.


Akhirnya Afifa pun langsung menuju kamarnya dan setelah melakukan aktifitas nya sebentar Afifa langsung tidur.


Sedangkan dokter Nicholas yang sekarang sudah berada diapartemen nya kembali mulai memikirkan Afifa.


"Siapa sebenarnya Afifa dan kenapa untuk menakhluk kan nya.


Dia sangat berbeda dari wanita-wanita yang selama ini aku kencani" monolog Nicholas


"Seperti misterius sekali" kata Nicholas lagi.


"Akhhhh....." Nicholas mulai sedikit uring-uringan.


Beberapa saat kemudian dia menelepon orang suruhannya


"Bagaimana, apakah kamu sudah mengetahui identitas dokter Afifa, dan tolong tetap awasi setiap apa saja yang dilakukan dokter Afifa" perintah Nicholas


"Dokter Afifa adalah anak dari seorang syekh tuan, dan beliau tinggal di area pondok pesantren karena memang orangtua nya adalah pemilik pondok itu"Kata bawahannya.


"Tetapi ada satu lagi berita buruknya tuan, karena anak buah saya yang bertugas mengawasi setiap gerak gerik dokter Afifa berhasil diringkus dan sekarang saya tidak bisa menemukan jejak anak buah saya itu" lanjut bawahan tadi kepada Nicholas.


"Apa kamu tidak becus, hanya mengawasi 1 orang yang notabene orang biasa juga" kata Nicholas marah dan terlihat sedikit frustasi.


"Maaf tuan" kata bawahan itu.


Sedetik kemudian Nicholas sudah mematikan hp nya dan menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.


Saat dia memejamkan matanya tiba-tiba ada panggilan masuk dari hp nya.


"Ya selamat malam" kata dokter Nicholas.


"Informasi apa yang kamu dapat, apakah kamu sudah bisa menemukan chip itu" kata orang dibalik panggilan itu.


"Maaf prof, saya masih belum bisa menemukannya. Pergerakan dokter Reina sangat tertutup dan begitu licin jadi saya masih belum bisa memastikan apakah berada pada dokter Reina" kata Nicholas.


"Aku tidak mau tahu, cepat kamu cari chip itu sebelum misi kita untuk menghancurkan manusia terhalangi" kata orang itu.


"Baik prof" kata Nicholas dan segera mematikan hp nya.


Nicholas semakin frustasi dengan keadaan ini.


"Aku harus fokus dengan misi ini kalau tidak keluargaku akan terancam" kata Nicholas kemudian.


"Jangan sampai profesor Alfaro mengetahui tentang Afifa bisa bahaya nanti" kata Nicholas masih bermonolog.


Semalaman Nicholas tidak bisa tidur karena polemik yang terjadi saat ini.


Keesokan hari nya pagi-pagi sekali Afifa sudah berangkat dari rumah Uma Aisyah menuju ke rumah Abi nya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Abi masih belum berangkat kan bi" tanya Afifa ketika pintu rumahnya dibukakan oleh salah satu art dirumahnya.


"Belum nona, tadi tuan masih ada ditaman belakang" kata art itu.


"Baik lah kalau begitu saya akan langsung kesana" kata Afifa


Afifa langsung menuju ketempat Abi nya berada


"Assalamu'alaikum Abi" salam Afifa yang membuat Abi nya sedikit terkejut.


"Wa'alaikumsalam nak, sudah lama datangnya" tanya Abi


"Baru saja Abi" kata Afifa.


"Abi ada yang mau Afifa katakan ke Abi" kata Afifa kemudian.


"Ya sudah ikut Abi keruang kerja Abi saya ya" ajak Abi nya karena tahu apa yang akan dikatakan Afifa adalah hal yang penting dan bersifat rahasia.


Afifa pun mengikuti langkah Abi nya menuju ruang kerja Hamid.


Setelah mereka berdua masuk ruangan itu langsung Abi nya menutup pintunya dan menguncinya.


"Sekarang ceritakan kenapa" kata Abi nya.


"Abi kemarin saat pulang kesini Afifa dibuntuti oleh dokter Nicholas, apakah dokter Nicholas ada hubungannya dengan Profesor Alfaro Abi" tanya Afifa.


"Abi sudah mengetahui ini Afifa, memang benar kalau dokter Nicholas adalah salah satu anak buah profesor Alfaro tetapi masih ada beberapa orang berpengaruh yang terlibat bersamanya.


Nicholas hanya bawahan diatas tekanan.


Kamu tenang saja karena suruhan Dokter Nicholas yang selalu membuntutimu sudah Abi ringkus.


Dan saya rasa mereka masih belum mengetahui kalau kamu penyimpan chip itu." kata Abi panjang lebar menjelaskan semua pengintaian anak buah Lionel selama ini.


"Sekarang yang menjadi ancaman adalah keberadaan Reina karena dia lah yang dicurigai menyembunyikan chip itu.


Tetapi kamu jangan khawatir karena Abi sudah memberikan pengawalan khusus buat Reina ya walau Abi tahu kalau Reina tidak mudah untuk ditundukkan siapapun, tetapi kita harus tetap menjaga Reina bukan" kata Abi nya lagi.


"Benar sekali Abi, kita jangan sampai lengah" kata Afifa.


"Nanti malam kita bertemu diapartemen Afifa ya Abi, kita harus membuat beberapa rencana lagi" kata Afifa.


"Siap putri Abi yang cantik" kata Abi sambil berkelakar.


"Ih Abi apaan sih" kata Afifa.


"Oh ya fa nanti bertemu diapartemen kamu pas tengah malam saja ya nak, nanti kamu harus makan malam dirumah karena nanti keluarga Ardiansyah akan berkunjung kerumah kita" kata Abi.


"Apa Abi??? bagaimana bisa akan datang kesini" kata Afifa terkejut.

__ADS_1


"Abi sudah mengetahui semuanya nak, kamu tidak perlu menutup-nutupinya dari Abi" kata Abi.


"Maaf Abi, Afifa gak bermaksud menyembunyikan nya dari Abi" kata Afifa tertunduk.


__ADS_2