Dokter Afifa

Dokter Afifa
Kebahagiaan kehamilan Afifa


__ADS_3

Afifa yang sudah sampai dirumah setelah memeriksakan diri ke dokter Lisa kini bergabung bersama keluarga yang lain yaitu di taman belakang.


"Afifa, Syah kalian sudah datang" kata Uma Aisyah saat mengetahui kedatangan Afifa dan Ardiansyah.


"Iya Uma" jawab keduanya hampir bersamaan.


"Ayo kesini sayang gabung bersama sambil nunggu makan siang, kita mau makan bersama lesehan di gazebo dekat kolam ikan itu" kata Uma Aisyah.


Afifa bergabung dengan Uma Aisyah, Uma Hamida, bunda Habibah dan Reina.


Sedangkan Ardiansyah bergabung dengan Hamid Abdullah, syekh Arsyad, Aziel yang sepertinya baru datang dan juga Fano.


"Fan sudah lama kamu datang" tanya Ardiansyah saat sudah sampai didekat kumpulan para lelaki" tanya Ardiansyah.


"Baru saja Syah, kamu sendiri dari mana kok baru kelihatan" Fano bertanya balik.


"Oh aku tadi sedang ada urusan sedikit bersama Afifa" kata Ardiansyah santai sembari menghampiri para orang tua untuk mencium punggung tangan mereka.


"Oh ya nak, Abi lihat beberapa terakhir ini tampaknya Afifa sedikit pucat, apa dia tidak memberitahukan sesuatu kepadamu" tanya Hamid.


"Afifa hanya terlalu capek saja kok Abi, dia baik-baik saja" kata Ardiansyah menutupi berita besar yang nanti akan diumumkan didepan keluarganya.


Kini para lelaki mengobrol tentang bisnis dan sedikit misi untuk melacak keberadaan Torres.


Sedangkan para perempuan sibuk dengan pembicaraan umum saja.


Saat para perempuan asyik mengobrol tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan Anna.


"Anna sini nak, kenapa baru datang" tanya Uma Hamida.


"Maaf Uma, tadi Anna ada sedikit pekerjaan" jawab Anna.


"Ya sudah, ayo kesini" ajak Hamida menyuruh Anna duduk disebelahnya.


"Oh ya Anna kamu kapan mulai kembali bekerja dirumah sakit" tanya Reina saat Anna sudah duduk disamping Uma Hamida.


"Sepertinya 2 hari lagi deh Rein, aku sudah sangat rindu dengan tempat kita bekerja" kata Anna.


"Benar kau Anna, aku juga sangat merindukan bekerja kembali dirumah sakit" kata Afifa.


"Tetapi kamu masih kelihatan kurang sehat Afifa, sebaiknya kamu dirumah saja dahulu" pinta Uma Hamida.


"Aku baik-baik saja kok Uma, aku hanya terlalu capek saja beberapa hari belakangan ini pekerjaan ku sangat menguras tenaga dan pikiran" terang Afifa yang kelepasan berbicara.


"Maksud kamu apa sayang, apa kamu kemarin ikut andil dalam misi itu ya" tanya Uma Hamida yang sedikit curiga.


"Maafkan Afifa Uma, tetapi aku harus ikut menjalankan misi itu kemarin karena jiwaku memanggil untuk melakukannya" Afifa tertunduk saat menyadari dia yang kelepasan berbicara.


"Ya sudah lain kali Uma gak mau dengar kamu ikut berperan dalam misi apapun yang dapat menyebabkan dirimu dalam bahaya.


Uma sangat mengkhawatirkan kamu sayang.


Dan kau juga Reina aku harap kamu juga mendengarkan perkataan Uma" kata Uma Hamida kepada kedua anaknya.

__ADS_1


"Tenang Uma, Reina insyaallah pasti akan baik-baik saja.


Karena Reina dan Afifa bisa menjaga diri kami sendiri kok Uma" jawab Reina.


"Tetapi meskipun begitu apa yang kamu lakukan itu resikonya sangat besar sayang" Uma Hamida tidak mau kalah dengan argumennya.


"Baik Uma kami akan mematuhi apa yang Uma katakan" kata Afifa yang tidak ingin melanjutkan perdebatan dengan Uma Hamida karena dia tahu pasti dampaknya akan sangat panjang dan nanti Uma akan kepikiran terus menerus.


Kini obrolan mereka semua mengalir begitu saja tentang banyak hal.


Dan saat ini beberapa asisten rumah tangga datang membawa hidangan yang akan mereka makan buat makan siang.


Nasi liwet komplit dengan berbagai lauk yang sangat menggugah selera.


Setelah makanan sudah tersusun di gazebo kini semua membentuk lingkaran mengitari menu makanan yang terhidang itu.


Para perempuan sibuk mengambilkan makanan untuk pasangannya sebelum mereka mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Mereka begitu menikmati menu makan siang yang sangat menggugah selera itu sampai tak terasa mereka semua menambah makanannya lagi.


Mereka menikmati sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang mengalir ketempat mereka.


Beberapa saat kemudian tampak mereka semua sudah menyelesaikan makan nya.


Para asisten rumah tangga segera membersihkan sisa makanan dan bekas peralatan makan mereka semua.


Kini mereka sibuk bergurau dan mengobrol ringan-ringan saja.


"Abi, Uma dan yang lain aku dan Afifa ada berita buat kalian semua" kata Ardiansyah saat mendapat kode sang istri untuk berbicara.


"Berita apa" tanya mereka semu yang kini begitu penasaran dengan kabar yang akan diberitahukan oleh Afifa dan Ardiansyah.


Afifa segera mengeluarkan foto hasil USG itu dan diperlihatkan kepada semua nya.


"Fa, kamu hamil nak" tanya Uma Aisyah.


"Iya Uma" kata Afifa.


Kini semua tampak berbahagia dengan kabar kehamilan Afifa.


"Selamat ya" kata semua nya saling bergantian memberikan selamat kepada Afifa dan juga Ardiansyah.


"Terima kasih" jawab Afifa dan Ardiansyah.


Bunda Habibah tampak menangis terharu.


"Bunda kenapa menangis, apa bunda tidak senang dengan kabar gembira ini" tanya Afifa lembut dan menghampiri bunda Habibah.


"Bunda menangis bahagia sayang, bunda bersyukur sebentar lagi bunda akan menimang cucu" kata Habibah.


"Seandainya ayah kamu masih hidup sayang pasti mereka akan sangat bahagia" kata Habibah.


"Sudah bunda jangan menangis lagi, ayah disana pasti juga merasakan kebahagiaan kita semua" jawab Afifa yang mencoba menghapus air mata bunda Habibah dengan tangannya.

__ADS_1


Kini mereka berdua berpelukan hangat.


"Terima kasih sayang, kamu telah memberikan hadiah yang begitu istimewa bagi keluarga kita" sendu Habibah.


"Sama-sama bunda, Afifa juga bersyukur karena Allah memberikan amanahnya kepada kita" jawab Afifa.


"Pantas saja kamu sedikit pucat dan terlihat kelelahan fa, ternyata kamu benar-benar hamil.


Aku sudah mengira semua itu" kata Hamida.


Kini mereka semua bersiap untuk ibadah sholat dhuhur karena tadi mereka sempat terlupakan.


Mereka menuju ke mushola dan bersiap beribadah sekalian berucap syukur karena Allah telah memberikan amanahnya berupa bayi yang masih ada didalam kandungan Afifa.


Setelah selesai beribadah bersama kini Afifa dan Ardiansyah kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Afifa yang tampak sedikit letih tak beberapa lama dia sudah terlelap dalam tidurnya.


Semenjak kehamilannya Afifa selalu merasa mengantuk tidak seperti biasanya.


Ardiansyah yang melihat sang istri sudah terlelap kini dia ikut membaringkan tubuhnya disebelah sang istri dan dipeluknya sang istri.


Tak beberapa lama Ardiansyah pun ikut terlelap dalam tidurnya.


Saat sore menjelang Ardiansyah terbangun saat terdengar adzan ashar berkumandang.


Dia segera beranjak bangun dan langsung menuju kamar mandi setelah dia selesai membersihkan tubuhnya dan bersuci dia segera melaksanakan ibadah sholat ashar.


Seusai beribadah dia melihat istrinya yang terlihat masih terlelap dalam tidurnya.


Dia kini mendekati Afifa dan membangunkannya dengan membelai lembut wajah Afifa.


Afifa terbangun dan segera melaksanakan kewajibannya beribadah setelah dia selesai membersihkan diri dan bersuci.


Jangan lupa


VOTE


Komentar


Like


favoritkan


PENGUMUMAN


oh ya saya juga ada pengumuman pemenang give away.


Sesuai dengan syarat dan ketentuan pemenang dari give away berupa pulsa sebesar 25k dan hamppers hijab adalah


1.Helen Apriyanti segera DM ke Ig saya ya.


Karena yang memenuhi syarat hanya satu orang jadi hanya 1 orang pemenang kali ini.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2