Dokter Afifa

Dokter Afifa
Pertemuan rahasia musuh


__ADS_3

Afifa yang sudah pergi meninggalkan apartemen nya menuju markas besar akhirnya sampai juga.


Semua orang yang berada dimarkas itu menunduk dan memberi hormat kepada Afifa.


Karena sudah malam Afifa menuju ke kamarnya yang sudah disediakan oleh anak buah Abi nya itu.


Afifa langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuh dan dan setelah itu Afifa menuju tempat tidurnya dan beristirahat karena besok Afifa akan memulai penelitiannya.


Sebelum benar-benar tertidur Afifa mengingat sesuatu.


Afifa mulai membuka hp nya ternyata banyak panggilan dari Ardiansyah dan suster Anna juga Reina.


Tetapi ada 1 nomor asing yang puluhan kali juga meneleponnya.


Afifa langsung menelepon Abi nya.


"Assalamu'alaikum Abi" kata Afifa memberi salam ketika sambungan teleponnya tersambung ke Abi nya.


"Wa'alaikumsalam nak, ada apa ya nak?.


Ini Abi baru aja mau berangkat" kata Abi Hamid


"Abi, Afifa minta bawakan hp baru dan juga no baru ya karena hp yang lama akan Afifa non aktifkan sementara" kata Afifa.


"Baik nak, nanti Abi bawakan.


Ini Abi sedang bersama Reina di apartemen kamu" kata Abi


"Boleh Afifa berbicara sama Reina dan juga Anna Abi" tanya Afifa.


"Baiklah nak" kata Abi nya dan langsung menyerahkan hp nya kepada Reina.


"Iya fa, ada apa?" tanya Reina.


"Tolong baju yang sudah aku siapkan dibawa kesini ya dan tolong beri tahu Anna agar meretas no hp ku agar tidak bisa terlacak oleh siapapun" kata Afifa.


"Baik fa, kamu jangan khawatir karena Anna sudah menjalankan tugasnya sebelum kamu memintanya" kata Reina untuk menghilangkan sedikit kekhawatiran dalam diri Afifa.


"Oh ya fa aku tidak bisa ikut kesana, mungkin besok aku akan membantu kamu melakukan penelitian" kata Reina lagi.


"Baiklah kalau begitu, aku akan selalu menunggu kehadiranmu karena aku membutuhkan bantuan mu untuk menyempurnakan formula itu" kata Afifa.


"Ya sudah aku tutup dulu ya.


Assalamu'alaikum" kata Afifa kemudian.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam fa" jawab Reina dan Afifa langsung memutuskan sambungan telepon nya.


Ditempat lain disebuah apartemen mewah dokter Nicholas sedang kedatangan tamu penting.


"Bagaimana perkembangan misi kita" kata seseorang yang dari wajahnya terlihat sudah berumur 60 tahunan lebih.


"Misi kita sudah mulai dilaksanakan prof dan sekarang sudah berdatangan orang-orang dirumah sakit akibat virus yang profesor berikan itu dan anak buah saya sudah menyebarkannya melalui minuman mineral kemasan yang diproduksi oleh Pabrik kita dan akan didistribusikan kepada semua masyarakat" jelas seseorang yang berprofesi sama dengan dokter Nicholas.


"Dan kamu Nicholas apa kamu sudah mendapatkan chip itu"


"Belum prof, saya akan berusaha semaksimal mungkin mencarinya" kata Nicholas yang sedikit ketakutan itu.


"Kerjamu apa saja sampai sekarang kamu masih belum menemukan sebuah chip saja" bentak profesor itu.


"Dan aku tidak mau tahu, aku beri kamu waktu 1 Minggu lagi untuk menemukannya" kata profesor itu lagi.


"Baik prof" kata Nicholas sambil menundukkan kepalanya.


"Apakah kamu sudah mengetahui siapa yang mengambil rekaman cctv di saat wanita sialan itu dibawa kerumah sakit itu" tanya profesor itu.


"Belum prof, karena semua rekaman cctv ditanggal kejadian wanita itu dirawat dan akhirnya meninggal juga ikut menghilang seperti wanita itu" kata seorang dokter itu.


"Apa ada suster dan penjaga rumah sakit yang mengetahui kejadian itu" kata profesor itu lagi.


Dan aku sudah mengerahkan semua anak buah ku untuk melacaknya tetapi tidak membawa hasil apapun" jelas dokter itu.


"Target kita adalah dokter Reina.


Kamu Nicholas harus bisa mendekati dokter Reina dan cari tahu chip itu" kata profesor dengan sedikit tajam.


"Baik prof" kata Nicholas.


"Ya sudah kalau begitu, tolong atur kedatangan saya sebagai tenaga ahli dirumah sakit itu" kata profesor itu.


"Jangan sampai ada yang mengetahui siapa sebenarnya saya" ujar profesor itu lagi dengan tegas dan penuh penekanan.


"Siap prof" kata Nicholas dan 2 dokter yang bersamanya itu.


"Ya sudah kalau begitu saya akan kembali ke mansion saya dan kamu kembalilah kerumah kalian masing-masing" kata profesor itu menyudahi pertemuannya.


Profesor itu beranjak pergi sambil menepuk pundak Nicholas dan berkata


"Aku tahu anak muda kalau kamu sedang mengejar dokter Afifa, Aku ingatkan dalam sebuah misi jangan libatkan perasaan karena akan itu menghancurkan" nasehatnya.


Setelah itu profesor langsung meninggalkan Nicholas dengan pemikirannya sendiri.

__ADS_1


Memang benar Nicholas saat ini sedang memikirkan Afifa.


"Aku harus segera menyelesaikan misi ini setelah itu aku akan mencari Afifa dan menjadikannya hanya milikku" batin Nicholas.


Semua sudah pergi meninggalkan apartemen mewah milik Nicholas, hanya tinggal Nicholas sendiri kini.


Mulai besok Nicholas akan berusaha mendekati Reina agar misi nya segera selesai.


Sebenarnya Nicholas tidak tega menyakiti sesama manusia tetapi dia terpaksa karena adik satu-satunya telah ditawan oleh profesor Alfaro.


Kalau dia tidak menuruti perintah profesor Alfaro maka nyawa adiknya akan melayang.


Hanya adiknya lah satu-satunya anggota keluarganya yang tersisa karena kedua orang tua nya telah meninggalkan untuk selamanya.


flashback


Masih teringat jelas dalam ingatan Nicholas bagaimana kedua orangtuanya dibunuh dan dibantai begitu kejamnya oleh orang suruhan profesor Alfaro hanya karena kedua orangtuanya tidak mau mengikuti jalan profesor Alfaro yang mempunyai niat jahat itu


Saat itu Nicholas masih remaja, dia dan kedua adiknya bersembunyi dibalik almari saat terjadi pembantaian kedua orangtuanya.


Sejak saat itu Nicholas berjanji dihadapan mayat kedua orangtuanya akan menjaga dan merawat adiknya dengan seluruh hidupnya.


Flashback end.


Nicholas kini menatap kearah luar jendela kaca apartemen nya.


Pikirannya melayang jauh berkelana kemana-mana.


Dihatinya masih memikirkan keberadaan Afifa dan disisi lainnya dia sangat merindukan adiknya yang sedang disekap entah dimana karena Nicholas tak pernah mengetahuinya.


"Apakah aku harus memanfaatkan Reina, setelah menemukan chip itu aku akan tinggal ditempat yang sangat jauh agar tidak ditemukan oleh profesor jahat itu bersama adikku" batin Nicholas.


"Akan ku lupakan Afifa untuk selamanya.


Aku harus bisa melupakan nya walaupun itu sangat menyakitkan" monolog Nicholas dalam hatinya.


Hingga malam sudah berganti pagi tetapi mata Nicholas masih saja belum bisa dipejamkan.


Dia melihat jam diatas nakas dekat tempat tidur nya sudah menunjukkan jam 6 pagi.


Nicholas langsung beranjak menuju ke kamar mandi dan bersiap untuk pergi kerumah sakit.


Ditempat lain Afifa yang sejak pagi sudah berada di ruang penelitian mulai mencoba menyempurnakan formula yang bisa menghentikan perkembangan virus.


Dengan cekatan dia mulai membuat formula itu.

__ADS_1


__ADS_2