Dokter Afifa

Dokter Afifa
Rencana musuh yang diketahui oleh Aziel


__ADS_3

Kini Afifa dan yang lainnya sudah mulai terbang menuju tempat masing-masing sesuai dengan tugasnya.


Perjalanan yang panjang dan melelahkan itu akhirnya mereka sampai ditempat mereka tuju.


Tampak di markas musuh sedang ada pertemuan penting.


Danielo, Gerald, dan Torres sedang mendiskusikan sesuatu.


"Bagaimana tuan Torres apa ada informasi terbaru dari badan agen internasional" tanya Danielo.


"Dari informasi yang saya dapat sementara belum ada pergerakan.


Para agen internasional belum mendapatkan informasi keberadaan dan keterlibatan kita" kata Torres.


"Benarkah, kok sepertinya mencurigakan" Gerald merasa ada sesuatu yang aneh dan tidak seperti biasanya.


"Mencurigakan bagaimana maksudmu.


Apa kamu tidak mempercayaiku" Torres kelihatan marah dengan apa yang diucapkan oleh Gerald.


"Tetapi benar apa yang dikatakan Gerald tuan Torres.


Bukannya kita mencurigai kamu.


Coba deh tuan Torres pikirkan baik-baik.


Tidak seperti biasanya agen internasional tidak melakukan pergerakan sama sekali kan selama ini setiap ada sesuatu mereka cepat tanggap dan cepat melakukan tindakan" Danielo menjelaskan dengan tenang sehingga Torres tampak berpikir dengan keras.


"Betul juga, tetapi saat aku bertemu dengan Fernando tampaknya mereka hanya diam saja dan tidak ada sesuatu yang membuat dia untuk bertindak.


Apa ada yang disembunyikan oleh Fernando" kata Torres lirih.


"Apa tuan sudah pastikan kalau mereka tidak mencurigai anda" tanya Danielo yang kelihatannya sekarang tampak lebih waspada.


"Makanya saya sendiri belum yakin.


Tapi kalau mereka mencurigai saya sudah dipastikan mereka akan mengejar saya dan mendepak saya dari agen internasional" jelas Torres.


"Kau benar sekali tuan Torres, sepertinya kita harus segera mencari tahu" jawab Gerald.


Tak beberapa lama tampak ponsel Torres berbunyi dan dengan segera dia mengangkatnya


"Ya ada apa" tanya Torres


"Maaf tuan Torres sepertinya agen internasional sekarang sedang berangkat untuk menyerang markas utama" jawab salah satu orang kepercayaan Torres yang juga menjadi anggota dari agen internasional.


"Benarkah yang kau katakan" tanya Torres lagi.


"Saya tidak bohong sama sekali tuan.


Apa yang harus kita lakukan" tanya si penelepon.


"Bawa beberapa anak buah mu untuk membantu menghadang mereka dimarkas utama dan jangan biarkan mereka lolos.

__ADS_1


Satu lagi aktif kan semua sistem keamanan kita dan juga semua peralatan tempur yang canggih" perintah Torres


"Baiklah kalau begitu tuan, kami akan mengikuti alur agen rahasia internasional dan akan menjatuhkan kelompok mereka" kata penelepon itu.


"Bagus, lakukan dan jangan buat kami kecewa" kata Torres dan langsung mengakhiri percakapannya di telepon.


"Ada apa tuan Torres sepertinya ada hal penting yang sedang terjadi" tanya Gerald.


"Apa yang kalian curiga kan benar.


Agen internasional sekarang sedang menuju ke markas utama kita.


Mereka sepertinya sedang mengetahui pergerakan kita.


Tetapi sepertinya mereka masih belum tahu keterlibatan kita.


Sebaiknya kita harus segera kesana" kata Torres.


"Kamu tenang saja tuan Torres, mereka akan dihadang oleh beberapa anak buah kita yang sedang berada di 14 markas di negara yang berbeda dan yang satu sudah dikuasai musuh.


Mereka yang akan menyerang dan menghadangnya.


Biarkan mereka masuk kedalam perangkap kita dahulu dan jangan ada pergerakan sama sekali" Danielo tampak sudah memiliki strategi untuk menghancurkan musuhnya tetapi mereka tidak mengetahuinya kalau semua markas yang di 14 negara itu juga sudah dikuasai oleh Hamid dan anak-anaknya.


"Memang apa yang tuan Danielo rencanakan" tanya Torres.


"Kita biarkan mereka memasuki markas kita dan kita berpura-pura untuk kalah, aku akan mendatangkan mereka dengan begitu musuh kita tidak akan berkutik dan mereka akan musnah dan tertangkap semua.


Aku yakin dengan rencana ku" kata Danielo menjelaskan rencananya.


"Apa kalian yakin dengan rencana ini" tanya Gerald yang terlihat sedang ragu akan keberhasilan rencana yang dibuat oleh Danielo.


"Aku yakin seratus persen" Danielo tampak penuh keyakinan rencananya berhasil dengan sempurna.


"Kan markas kita yang 1 nya yang dekat dengan sini sedang dikuasai oleh pihak musuh dan dia adalah salah satu anggota dari agen internasional" kata Gerald yang tampaknya masih saja ragu akan keberhasilan rencana itu.


"Kalau masalah itu, kita serang aja dan kerahkan pasukan yang ada didekat negara itu untuk mengambil kembali markas kita" jawab Danielo enteng.


"Tuan jangan menganggap remeh musuh kita lho" Gerald tampak tidak senang dengan keputusan yang dibuat oleh Danielo karena meremehkan kekuatan lawan.


"Terus, apa kamu mempunyai rencana lain" kini Torres bertanya kepada Gerald karena dia merasa jengkel akan apa yang dilakukan Gerald.


"Aku masih belum ada rencana, tetapi aku merasa ada sesuatu yang jauh lebih besar serangannya dari kelompok agen internasional itu.


Seperti serangan dari tuan Ardiansyah dan gerombolannya selama ini" Gerald mengeluarkan semua kekhawatiran nya itu.


"Kamu mungkin terlalu paranoid kali sehingga merasa akan ada sesuatu yang besar yang bakal terjadi" kata Danielo.


"Kelompok mereka tidak sebesar kelompok kita.


Apa kau lihat serangan mereka kemarin.


Mereka sedikit kuwalahan menghadapi kita walaupun mereka juga yang berhasil menguasai markas kita" Torres juga ikut meremehkan kekuatan yang dipunyai oleh Hamid.

__ADS_1


"Apa sebaiknya kita meminta dukungan dari orang yang sangat berpengaruh dan memiliki pengikut yang kuat" kata Gerald yang merasa seakan kekuatan dirinya dengan sekutunya tidak kuat menghadapinya nanti.


"Apa kau meragukan kekuatan kita tuan Gerald.


Sepertinya anda dari tadi pesimis sekali dengan kekuatan kita" tanya Torres yang kini semakin curiga akan Gerald karena dia sedari tadi seakan meragukan dan tidak percaya dengan kekuatan mereka sendiri.


"Bukan seperti itu tuan, apa kalian tidak lihat dengan kejadian yang menyangkut dokter cantik Reina.


Ternyata banyak yang ada dibelakang beliau.


Kita waktu itu meremehkan kekuatan dokter Reina dan akhirnya apa yang kita dapat" jelas Gerald yang memang benar adanya.


"Kau benar sekali, terus kita harus bagaimana" tanya Danielo yang kini ikut meragukan keberhasilan dari rencananya itu.


"Apa sebaiknya kita meminta bantuan tuan Hamid, karena sepengetahuan ku beliau orang yang memiliki pengaruh yang kuat dan selain itu beliau juga memiliki banyak tenaga militer yang sangat ahli dan mempunyai kemampuan yang sangat kuat.


Semua orang termasuk agen internasional saja tidak bisa menembus data tentang keluarganya" Gerald mengemukakan pemikirannya.


Tampak kedua rekan nya itu sedang berpikir dengan keras.


Mereka berdua membenarkan apa yang di ketahui dan diamati oleh Gerald.


Torres, Gerald dan Danielo tidak sadar kalau selama ini semua pembicaraannya didengar juga oleh Aziel.


"Mereka sungguh bodoh" kata Aziel yang menertawakan kebodohan mereka sampai-sampai mereka tidak mengetahui kalau penyusup sudah masuk ke markas dan ruang pemantau mereka.


"Kenapa kau tertawa baby" tanya Anna yang melihat calon suaminya itu tertawa.


"Kau lihat itu mereka sungguh bodoh, mereka sama sekali tidak menyadari kalau kita juga ikut mendengarkan perkataan mereka.


Selain itu mereka akan meminta bantuan kepada Abi Hamid lagi yang jelas-jelas merupakan musuh mereka" Aziel masih saja tertawa.


"Iya ya baby, kau benar sekali.


Mereka sebenarnya mempunyai banyak alat canggih tetapi kenapa hal sepele seperti ini aja mereka tidak menyadari semua yang kita lakukan" Anna tampak mulai ikut tertawa setelah dia paham apa yang dimaksud oleh calon suaminya itu.


jangan lupa kasih vote ya guys...


biar author semakin semangat up nya...


LIKE


Komentar


favorit dan share ya....


jangan lupa follow


ig @umu_shidqiyya


ig @naffisa_shop


ikuti give away nya ya...

__ADS_1


Maaf kan author akhir-akhir ini gak pernah up karena sedikit kurang enak badan dan mood untuk menulis lagi hilang.


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2