
Afifa langsung menuju mobilnya dan kemudian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang karena jarak rumah orang tua Afifa dengan rumah sakit tidak terlalu jauh.
Hanya butuh waktu 10 menit Afifa sudah sampai dirumahnya karena saat itu jalanan sangarnya lenggang.
"Assalamu'alaikum..." Sapa Afifa ketika membuka pintu rumahnya dan langsung menuju Uma nya untuk mencium punggung tangan Uma nya.
"Wa'alaikumsalam... Banyak pasien ya jam segini baru pulang" tanya Uma
"Iya Uma, capek banget deh rasanya" kata Afifa
"Afifa mau mandi dulu ya Uma, dah lengket semua nih badan" lanjut Afifa melenggang pergi menuju kamarnya.
Setelah selesai melakukan serangkaian aktifitasnya Afifa turun kebawah menuju dapur.
Kebetulan saat ini tiba waktunya makan malam.
"Uma tumben sendiri, Abi belum pulang ya?" tanya Afifa ketika melihat Uma nya yang sedang duduk sendiri di ruang makan.
"Iya.. Abi tadi telepon banyak kerjaan hari ini, jadi Abi pulang telat mungkin agak larut malam." jelas Uma.
"Ya sudah yuk kita makan nak, Uma dah dari tadi menunggumu" ajak Uma.
"Dah lapar banget nih" kata Uma lagi.
Mereka berdua pun makan dengan tenang dan hanya terdengar dentingan sendok dan garpu.
Setelah makan Afifa berpamitan sama Uma nya.
"Uma, aku mau pergi ada tugas penting yang harus aku selesaikan. Tolong nanti kalau aku belum datang sampai jam 10 malam berarti aku menginap disana"
"Emangnya mau kemana nak" tanya Uma nya.
"Biasa Uma ada pasien darurat bersama rein" kata Afifa memberikan alasan.
"Maafkan aku Uma, aku terpaksa berbohong" monolog afifa dalam hatinya
Afifa merasa bersalah karena telah membohongi Uma nya, tapi mau gimana lagi ini adalah suatu rahasia yang sangat penting dan ini menyangkut kelangsungan hidup umat manusia.
Afifa pun beranjak pergi menuju kamarnya untuk mengambil tas dan kunci mobilnya.
Setelah itu Afifa kemudian bergegas keluar dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemen Graha Casablanca Residence yang letaknya disebelah gedung rumah sakit.
Ketika sudah sampai Afifa langsung menuju lift dan menekan angka 25.
Ya letak apartemen Afifa berada dilantai 25.
Hanya ada 3 orang yang bisa membuka pintu akses masuk ke apartemen milik Afifa itu.
Mereka adalah Afifa sendiri, Reina dan juga suster Anna.
Saat membuka pintu akses apartemen nya ternyata didalam sudah ada Reina dan juga Anna.
"Kalian sudah lama sampai tanya Afifa"
"Baru saja sampai ya kan rein" kata Anna dan Rein hanya menjawabnya dengan anggukan menandakan dia membenarkan apa yang diucapkan oleh Anna.
Mereka bertiga bersahabat semenjak dipertemukan dirumah sakit itu.
__ADS_1
Anna adalah orang yang pernah ditolong oleh Afifa dan semenjak itu Anna bersumpah untuk mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada Afifa.
Anna adalah tangan kanan Afifa yang sangat setia.
"Ada yang mau kamu bicarakan kepada kita berdua" tanya rein kemudian.
"Begini rein dan Anna, kalian ingat kan dengan pasien tadi?" tanya Afifa
"Ya kami ingat, dia adalah sahabat waktu kamu sekolah dulu kan" kata Reina.
"Ya benar sekali. Dan tadi dia meminta tolong misi Rahasia." kata Afifa menjelaskan.
Dan Afifa pun akhirnya menjelaskan semua tentang chip itu kepada kedua sahabatnya itu.
"Ini adalah misi yang sangat berbahaya, jadi aku mohon ini semua dirahasiakan dari siapapun termasuk orang terdekat kita"
"Karena profesor Alfaro beserta anak buahnya sedang mencari keberadaan chip ini untuk memusnahkan chip ini"
"Chip ini berisi banyak penawar virus yang sangat ampuh" jelas Afifa
Reina dan Anna terkejut dengan penjelasan dari Afifa.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan" tanya Reina dan Anna bersamaan.
"Kita harus menjaga kerahasiaan chip ini dan kita harus menjaga agar chip ini jangan sampai jatuh ketangan yang salah" jelas Afifa.
"Sekarang tugas kamu Anna tolong kamu retas dan tolong hilangkan semua identitas Aqila dan identitas kita semua agar tidak ada yang bisa menemukan keberadaan chip ini" jelas Afifa.
"Baik fa," kata Anna mematuhi perintah Afifa.
Anna kemudian mengeluarkan MacBook nya.
"Fa kayak nya ada yang berusaha Untuk meretas data dirumah sakit" kata Anna
"Tapi utung saja kita bergerak cepat jadi masih bisa diselamatkan dan aku jamin tidak ada yang bisa meretas semua data rumah sakit dan data-data tentang kita"
"Semua aman" kata Anna kemudian.
"Syukurlah kalau begitu" ucap Afifa
"Sekarang tugas selanjutnya kita harus mempelajari yang ada dalam chip ini, itu yang diamanatkan oleh Aqila sebelum meninggal"
"Kita harus menyelamatkan kelangsungan hidup manusia" kata Afifa selanjutnya.
"Tapi ingat jangan sampai ada yang mengetahui tentang semua ini" pinta Afifa.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menjaganya dengan segenap jiwaku" kata Reina
"Ya aku juga demikian" ucap Anna.
"Kita buat serum anti virus ini dan tolong jangan sampai ada yang mengetahui tentang serum anti virus ini. Kita harus menyamarkan keberadaannya dan kita akan bergerak dibalik layar" kata Afifa.
Setelah itu Afifa kemudian membuka MacBook nya sendiri dan mulai memasukkan chip itu.
Rein dan Anna mendekat agar bisa melihat apa yang ada didalam chip itu.
Mereka bertiga pun mempelajari semuanya.
__ADS_1
Kebetulan di apartemen Afifa ada satu ruang rahasia yang merupakan tempat yang digunakan untuk suatu penelitian yang mereka bertiga lakukan selama ini.
Walau sebenarnya yang selalu melakukan penelitian hanya Reina dan Afifa saja.
Karena Anna lebih senang bergelut dengan hal-hal yang berbau kecanggihan technologi yang salah satunya seperti meretas suatu data.
Karena itu adalah salah satu keahliannya.
"Anna kamu sudah menghapus rekaman cctv dirumah sakit kan" tanya Afifa kemudian.
"Tenang saja fa, semua sudah beres" jawab Anna.
"Syukurlah kalau begitu" jawab Afifa.
Setelah mempelajari semuanya Afifa dan ketiga sahabatnya menuju ruang rahasia itu.
Afifa membuka pintu menuju ruang rahasia itu.
Tidak ada seorangpun yang mengetahui dan bisa mengakses ruang rahasia itu kecuali mereka bertiga.
Dan tidak ada satupun Hecker yang bisa menembus keberadaan ruang rahasia itu.
Mereka bertiga pun akhirnya memasuki ruangan itu dan mulai dengan membuat penelitian anti virus itu sesuai dengan petunjuk didalam chip itu.
Afifa dan Reina membuat beberapa anti virus itu dan menyimpannya didalam sebuah lemari es yang sangat besar.
Sedangkan Anna mulai beraksi dengan MacBook nya untuk menutup semua akses tentang keberadaan virus itu agar tidak seorangpun bisa mengetahui.
Dengan lincahnya tangan Anna menari2 diatas MacBook itu.
Afifa dan Reina masih fokus dengan hasil penelitian tersebut.
Dan mereka berdua juga masih mengembangkan penelitian tersebut untuk menjadikan suatu penelitian anti virus baru yang sangat ampuh untuk segala macam virus di dunia.
Tak terasa waktu sudah sangat larut.
Afifa melihat jam dipergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 02.00
"Waktu sudah sangat larut, sekarang sudah pukul 02.00"
"Lebih baik besok kita lanjutkan" perintah Afifa lembut.
"Ya aku juga sudah sangat letih dan sangat mengantuk sekali" kata Reina.
"Kalian mau pulang apa menginap disini" Tanya Afifa.
"Lebih baik kalian menginap disini saja, waktu juga sudah sangat larut banget."
"Tidak baik seorang perempuan pulang selarut ini" jelas Afifa.
"Ya, benar apa yang dikatakan Afifa" Anna menyetujui perkataan Afifa dan Reina pun juga membenarkan.
Akhirnya mereka menginap di apartemen Afifa.
Apartemen Afifa sangat luas dan mewah.
Mereka keluar dari ruang rahasia itu dan menuju kamar masing-masing untuk ber istifahat.
__ADS_1
Ya didalam apartemen itu mereka bertiga memiliki kamar sendiri-sendiri.