Dokter Afifa

Dokter Afifa
Misi pertama Ardiansyah yang membuahkan hasil


__ADS_3

Lionel segera menelepon anak buahnya dan memerintahkannya seperti apa yang diperintahkan oleh Hamid Abdullah.


"Oh ya Lionel tolong hubungi kepala agen rahasia internasional untuk bertemu saya di kantor besok" perintah Hamid Abdullah lagi kepada Lionel.


"Baik tuan" kata Lionel.


"Sekarang Aziel, dokter Ridwan dan Anna tetap bertugas dirumah sakit.


Jangan sampai dikuasai oleh profesor Alfaro dan anak buahnya.


Yang Abi takutkan ini ada campur tangan dari para mafia-mafia.


Kalian akan Abi persenjatai dan tolong pergunakan disaat mendesak" kata Hamid Abdullah.


"Siap Abi" kata Aziel.


"Untuk sementara kita sampai disini dulu dan besok kita lanjutkan lagi.


Dan kamu Afifa dan Reina juga Aziel pulang kerumah.


Abi gak mau kamu menginap disini" kata Hamid Abdullah tegas.


Mau tidak mau ketiga anaknya harus menuruti apa yang diucapkannya.


"Baik Abi" kata ketiga anaknya itu bergantian.


"Ya sudah kalian bisa kembali ketempat kalian masing-masing" kata Hamid Abdullah.


"Anna kamu tetap disini dan didepan akan berjaga anak buah Lionel yang akan memastikan keselamatanmu" kata Abi lagi.


"Baik Abi" kata Anna.


Abi pun beranjak dari duduknya dan diikuti oleh yang lainnya.


"Abi, Afifa minta ijin sebentar bolehkah. Karena Afifa akan meneliti sample ini dan akan Afifa campur dengan formula yang Afifa temukan" kata Afifa berbisik kepada Abi nya.


"Baiklah kalau begitu cepat. Biar Abi, Aziel dan Reina tetap disini bersama kamu dan Anna" kata Abi Hamid.


"Iya Abi" kata Afifa.


Dokter Ridwan sudah kembali kekediaman nya beberapa menit yang lalu sebelum Afifa meminta ijin kepada Abi nya itu.


Lionel kembali berjaga-jaga didalam apartemen, sedangkan anak buahnya sudah berpencar mengamankan markas Three Angel dari luar.


"Ya sudah Abi, Afifa dan Reina masuk keruang rahasia dulu ya" kata Afifa meminta ijin.


"Ya nak, kamu kerjakan sekarang biar Abi dan kakak kamu disini menunggumu" kata Abi lembut.


"Terima kasih Abi" kata Afifa dan memeluk Abi nya itu.


Abi Hamid membalasnya dengan mengusap puncak kepala Afifa yang berhijab itu.


Afifa dan Reina pun mulai menuju ruang rahasia dan membuka pintunya.


Sedangkan Anna sibuk dengan MacBook nya.


Dengan cekatan Afifa dan Reina mulai meneliti apa yang didapatnya itu dan mulai mencampurkan dengan formula yang telah ia buat.


"Lihat Rein, ternyata setelah kita campurkan dengan formula yang kita buat hasilnya netral Rein" kata Afifa.


"Iya fa, tetapi kenapa kalau sudah diberikan kepada orang yang terjangkit masih ada sedikit kelemahannya ya" kata Reina.

__ADS_1


"Mungkin ini berhubungan dengan kondisi fisik masing-masing orang.


Bisa juga karena ada beberapa orang yang menderita alergi terhadap zat tertentu" kata Afifa menjelaskan.


"Benar apa yang kamu katakan fa. Jadi kita harus terus mengembangkan formula kita ini agar bisa dipakai oleh semua orang termasuk orang yang alergi zat tertentu sekalipun" kata Reina.


"Ya aku sependapat dengan kamu Rein" kata Afifa.


"Ya sudah sekarang kita beritahu Abi dan yang lain tentang penemuan kita ini" kata Reina mengajak Afifa untuk memberitahukan kepada Abi nya.


"Baiklah Rein" kata Afifa dan terus mengikuti Reina menuju ketempat Abi nya berada.


"Abi bisa ketempat lab saya sebentar" kata Afifa yang sekarang sudah berada disamping Abi nya untuk memberitahukan apa yang didapatnya.


Setelah semua memasuki ruangan rahasia Afifa mulailah Afifa menjelaskan ya secara detail kepada semuanya.


"Ini adalah sample yang kita dapat tadi dan ini adalah formula yang kita buat setelah dicampurkan virusnya mati terbunuh dengan kata lain virus itu jadi netral tidak berbahaya sama sekali.


Tetapi setelah diberikan kepada pasien yang terjangkit ada sedikit kelemahannya" kata Afifa menjelaskan


"Memang kelemahannya apa" kata Abi.


Afifa pun menjelaskan kelemahan-kelemahan dari formula yang dibuatnya jika diberikan kepada pasien yang terjangkit virus itu.


"Oh begitu. Kalau begitu kamu sama Reina coba teliti lagi kelemahan itu dan coba cari hal lain yang akan menjadikan formula itu bisa dengan sempurna dipergunakan kepada orang" kata Abi


"Baik Abi" kata Afifa.


"Ya sudah sekarang kita harus pulang" ajak Abi nya.


Afifa dan Reina akhirnya menyudahi penelitiannya.


Hamid Abdullah bersama ketiga anaknya pun keluar dari markas Three Angel dan menuju kemobil mereka.


Sedangkan Abang Aziel mengendarai mobilnya sendiri.


Abi berada bersama kepercayaannya yaitu Lionel dan sopir pribadinya.


Hanya membutuhkan waktu 15 menit mereka sudah sampai dirumah Hamid Abdullah yang begitu besar dan mewah serta dikelilingi dengan panjagaan yang sangat ketat.


Mereka turun dari mobil masing-masing dan berjalan menuju rumah besar itu.


"Assalamu'alaikum" kata Reina sambil memencet bel pintu rumah itu.


"Wa'alaikumsalam" jawab salah seorang ART yang bekerja dikediaman Hamid Abdullah itu sambil membukakan pintu besar itu.


"Tuan, tuan muda dan nona muda" kata ART itu membungkuk memberi hormat.


"Sudah bi jangan seperti itu tidak baik tau" kata Afifa karena Afifa tidak suka orang merendahkan dirinya sendiri dihadapannya.


Bagi Afifa mereka semua sama seperti dirinya.


Sama-sama manusia yang sama dihadapan Allah SWT dan yang membedakan mereka kelak hanya kadar keimanan mereka sendiri kelak di akhirat.


Makanya Afifa dan keluarganya tidak mau memandang rendah siapapun.


ART itu menuruti kemauan Afifa.


Semuanya menuju kekamar masing-masing.


Yang mereka lakukan pun sama.

__ADS_1


Memasuki kamar dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka setelah itu merebahkan tubuhnya diatas kasur yang sangat empuk berukuran king size.


Tak beberapa lama semuanya sudah terbuai dialam mimpi masing-masing dan dikamar masing-masing.


Ditempat lain disebuah pabrik air mineral Ardiansyah bersama Fano sedang menyusup masuk kedalam.


Ternyata disana banyak penjaga yang membawa senjata api.


Persenjataan mereka cukup canggih.


"Fan kita harus hati-hati deh. Coba kamu lihat diatas sana" kata Ardiansyah.


"Benar kamu syah" kata Fano


Satu persatu penjaga bisa dilumpuhkan oleh Ardiansyah, Fano dan beberapa anak buahnya itu.


Dengan cekatan Ardiansyah meliuk-liuk melumpuhkan beberapa penjaga dan Ardiansyah pun juga menembak penjaga yang berada di menara-menara dengan senjatanya yang kedap suara.


Sehingga tidak akan mencurigakan orang-orang musuhnya itu.


"Fan kamu dari arah kiri dan aku dari arah kanan.


Kita sergap mereka semua dan kita hancurkan gudang penyimpanan air mineral yang akan didistribusikan itu" kata Ardiansyah memberikan perintah.


"Siap bro" kata Fano


"Hati-hati sobat.


Sekarang kita berpisah disini dan bersiaplah ditempat kalian masing-masing" lanjut Ardiansyah.


Dengan gerakan sangat cepat Ardiansyah dan Fano sudah melumpuhkan semua anak buah profesor Alfaro dan menyematkan bom waktu dititik-titik tertentu digudang itu dan setelah mereka menjauh dari gudang itu Ardiansyah mulai memencet tombol kontrol bom itu.


Hanya dalam waktu 5 menit gudang itu meledak.


Ardiansyah dan Fano juga anak buahnya meninggalkan tempat itu.


Mereka kembali kemarkas Ardiansyah.


Sesampai dimarkas Ardiansyah melaporkan apa yang dilakukan kepada Fernando.


Fernando yang mendapat kabar itu bangga dan terkesan dengan pekerjaan Ardiansyah.


Baginya Ardiansyah adalah orang pilihan yang sangat cerdas, cerdik dan piawai.


Setelah mengakhiri teleponnya kepada Fernando, Ardiansyah menyuruh anak buahnya untuk kembali kekediaman masing-masing.


"Misi kita hari untuk hari ini berhasil dengan sukses.


Semua berkat kerjasama kalian.


Dan sekarang kalian boleh kembali ketempat kalian masing-masing" kata Ardiansyah membubarkan anak buahnya.


Setelah mereka pergi meninggalkan Ardiansyah bersama Fano.


"Fan aku balik dulu ya. Hari ini aku membutuhkan istirahat yang cukup untuk melanjutkan misi kita selanjutnya" kata Ardiansyah


"Assalamu'alaikum" salam Ardiansyah dan langsung pergi meninggalkan Fano.


"Wa'alaikumsalam bro" teriak Fano menjawab


Karena Ardiansyah sudah sedikit menjauh dari tempat nya berdiri.

__ADS_1


Fano pun akhirnya juga meninggal markas itu dan kembali kerumahnya sendiri.


__ADS_2