Dokter Afifa

Dokter Afifa
Kekacauan dirumah sakit


__ADS_3

Anna yang sedang berada dirumah sakit mulai kewalahan menangani banyaknya pasien yang meningkat drastis itu.


Banyak rekan-rekan perawat dan juga dokter-dokter lainnya juga mengalami hal yang sama.


Mereka mengalami kekurangan tenaga medis dan juga tempat untuk menampung keberadaan pasien.


Hari ini juga merupakan kedatangan profesor Alfaro dirumah sakit milik keluarga Afifa.


Profesor Alfaro sudah mengubah sedikit wajahnya dan juga mengubah namanya menjadi dokter Rio.


Dokter Nicholas dan dokter Syahrir sedang menjemput dokter Rio.


karena dia adalah tenaga ahli yang dimaksud itu.


Sementara dokter Ridwan yang mendapat berita kalau dirumah sakit sedang kewalahan menangani pasien yang datang membludak itu akhirnya menunda pertemuannya dengan tuan Hamid dan Aziel Ramadhan.


Sedangkan tuan Hamid yang mendapat kabar dari dokter Ridwan pun langsung mengutus Aziel untuk segera menuju rumah sakit.


Aziel yang mendapat perintah dari Abi nya segera menuju rumah sakit dan dengan kecepatan tinggi dia mengendarai mobilnya agar bisa sampai dirumah sakit itu.


Selain karena kekacauan yang terjadi akibat pasien yang membludak itu, dia juga sangat mengkhawatirkan keadaan suster Anna.


Ketika sudah sampai dihalaman rumah sakit Aziel mempercepat langkahnya.


Dia mengadakan pertemuan dadakan.


Hanya beberapa dokter yang ikut dalam pertemuan itu.


Sedang dokter Nicholas dan dokter Syahrir sedang keluar menjemput dokter Rio.


"Kenapa hanya cuma segini dokternya, kemana semua mereka" kata Aziel saat mereka sudah berkumpul semua.


"Dokter Nicholas dan dokter Syahrir sedang menjemput dokter Rio di bandara tuan, sedangkan dokter lainnya sedang diberikan tugas oleh dokter Syahrir diluar rumah sakit.


yang tersisa hanya kita aja tuan" kata dokter Adnan yang merupakan sahabat dari dokter Nicholas.


"Untuk dokter Reina dari kemarin semenjak pergi bersama tuan juga masih belum kembali.


Saya mencoba menghubunginya akan tetapi ponsel dokter Reina tidak aktif.


Apa perlu kita menambah jumlah personel dokter tuan" tanya dokter Anwar yang merupakan kekasih dari dokter Reina.


"Kamu tidak usah mengkhawatirkan dokter Reina karena dokter Reina mempunyai tugas khusus untuk merawat keluarga sahabat saya yang berada di luar kota.


Nanti akan saya panggil beliau setelah tugasnya selesai" kata Aziel memberi penjelasan kepada semua dokter yang hadir.


"Oh ya dokter Ridwan mulai sekarang anda harus stand by disini.


Saya percayakan rumah sakit ini kepada anda.


Jika terjadi sesuatu anda boleh melakukan tindakan tegas dan anda berhak mengambil keputusan meskipun tanpa adanya saya disini" kata tuan Aziel kepada dokter Ridwan.


"Baiklah tuan, saya akan laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan kemampuan saya" kata dokter Ridwan.


"Saya mau laporan pengadaan obat-obatan dan juga laporan yang lainnya secepatnya berada dimeja saya.


Saya tunggu di ruangan saya.

__ADS_1


Untuk sementara sekian dahulu.


Kalian laksanakan tugas kalian sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin.


Sekarang kalian boleh pergi kecuali dokter Ridwan" kata Aziel saat mengakhiri perbincangan penting ya itu.


Ketika semua sudah tidak berada diruang itu Aziel mengajak dokter Ridwan menuju ruangannya.


"Ayo dok kita keruangan saya, ada banyak hal yang ingin saya sampaikan.


Ini adalah perintah dari Abi Hamid" kata Aziel.


"Baik tuan muda" kata dokter Ridwan.


Dokter Ridwan yang mengetahui itu segera mengikuti langkah perginya tuan Aziel.


"Silahkan duduk dokter Ridwan" kata Aziel saat mereka sudah memasuki ruangan Aziel.


"Terima kasih tuan muda" jawab dokter Ridwan.


"Begini dokter, dari laporan yang Abi dengar bahwa rumah sakit kita ini menjadi incaran profesor Alfaro.


Dan sepertinya mereka melakukan pergerakan dari suatu pabrik air mineral hang berada dipinggir kota ini.


Saya akan berusaha menyelidikinya.


Untuk sementara kita harus mengikuti setiap rencana mereka.


Dengan begitu kita bisa tahu apa yang sedang mereka susun itu.


Dan itu memudahkan kita mencari siapa saja yang terlibat didalamnya.


" Oh ya satu lagi dokter Ridwan, kamu harus segera melaporkan setiap informasi apapun yang kamu dapatkan.


Karena kita tidak bergerak sendiri.


Ada agen rahasia internasional yang juga sedang menyelidiki dan berusaha menangkap profesor Alfaro itu" kata Aziel melanjutkan ucapannya tadi.


"Baik tuan saya mengerti" kata dokter Ridwan.


"Ya sudah kalau begitu saya harus pergi dokter Ridwan.


Rumah sakit ini menjadi tanggung jawab Anda" kata Aziel dan berlalu pergi mencari keberadaan suster Anna.


Aziel yang mencari suster Anna kesemua penjuru akhirnya bertemu juga.


Ada perasaan tak menentu, jantungnya tiba-tiba berdetak dengan kencang seakan-akan ingin melompat keluar.


"Ih kenapa aku tiba-tiba salah tingkah gini ya" monolog Aziel pelan.


Karena pelannya hingga semua tidak dapat mendengar ucapan Aziel.


Dengan segenap keberaniannya akhirnya Aziel mendekati suster Anna.


"Maaf suster Anna apa bisa kamu ikut saya sebentar" kata Aziel.


Anna yang mengetahui sejak tadi dipandang terus oleh Aziel juga merasakan hal serupa seperti yang Aziel rasakan.

__ADS_1


Apalagi saat Aziel mulai mendekatinya ada perasaan hangat menjalar di seluruh tubuhnya.


Ada kenyamanan tersendiri bisa berada didekat Aziel.


Tetapi Anna tidak berani menunjukkan rasa cintanya kepada Aziel itu.


"Baiklah tuan" kata suster Anna.


Suster Anna akhirnya mengikuti langkah Aziel menuju parkiran karena Aziel ingin mengajak Anna keluar dari rumah sakit itu.


Aziel membuka kan pintu mobil untuk Anna.


Dengan malu-malu Anna menerima perlakuan manis dari Aziel.


Setelah Anna duduk dengan nyaman di mobil nya segera Aziel menutup pintu mobil disebelah Anna dan berlari mengitari mobil dan membuka pintu untuknya selanjutnya dia duduk disamping kanan Anna"


Setelah dirasa sudah siap Aziel melajukan mobilnya kearah apartemen milik Afifa yang mana disana sudah menunggu tuan Hamid bersama Lionel.


Karena sebelum Aziel pergi kerumah sakit tuan Hamid berkata kalau dia akan menunggu Aziel dan suster Anna di apartemen milik Afifa yang menjadi markas Three Angel.


Sesampai dimarkas Three Angel mereka langsung membuka pintu karena Anna sudah mengetahui kode masuk pintu apartemen milik Afifa.


"Assalamu'alaikum" kata Aziel dan Anna bersamaan ketika dia sudah memasuki apartemen itu.


"Wa'alaikumsalam" jawab Abi Hamid dan Lionel hampir bersamaan.


"Gimana perkembangan rumah sakit" kata Abi Hamid.


"Keadaan semakin kacau Abi, pasien sudah tidak bisa ditampung lagi.


Tetapi masih banyak yang datang kerumah sakit kita" kata Aziel menyampaikan seperti apa yang dilihatnya itu.


"Benar Abi apa yang dikatakan oleh tuan Aziel" kata Anna.


"Abi" monolog Aziel sangat pelan karena dia terkejut Anna memanggil Abi nya dengan sebutan Abi juga.


"Sekarang ada informasi apa yang kamu dapat Anna" kata Abi Hamid.


"Menurut penelusuran yang kami peroleh dari cerita beberapa pasien, mereka menceritakan semenjak meminum air mineral yang diberikan saat mengantri air bersih di alun-alun kota mereka menjadi seperti ini.


menurut Anna sebaiknya kita selidiki dan mencari tempat pembuatan air mineral itu karena saya khawatir air itu sudah dicampur dengan sesuatu" kata Anna.


"Betul apa yang kamu katakan Anna, Abi sudah menyusupkan anak buah Abi ke tempat itu.


Tetapi Abi belum tahu pasti apakah benar tempat itu ataukah tempat itu hanya sebuah bayangan saja" kata Abi Hamid.


"Biar Anna mencoba menyelinap kedalam pabrik itu Abi" kata Anna.


"Jangan Anna itu terlalu beresiko.


Aku gak mau membahayakan dirimu nak" kata Abi Hamid.


"Biar kita tunggu informasi dari anak buah Lionel saja ya" kata Abi lagi.


"Baiklah kalau begitu Abi" kata Anna.


Tolong kasih dukungan ya para pembaca yang setia

__ADS_1


jangan lupa kasi vote, komentar dan like supaya author semakin semangat lagi up ceritanya.


Terima kasih 😘😘


__ADS_2