Dokter Afifa

Dokter Afifa
Berlatih dan memasak


__ADS_3

Beberapa menit setelah menempuh perjalanan Afifa dan Ardiansyah akhirnya sampai dihalaman rumah Hamid Abdullah.


Mereka turun dari mobil dan segera masuk kedalam rumah.


"Kemana semua bi, kok kelihatan sepi" tanya Afifa saat ART nya membukakan pintu rumah setelah Afifa mengetuk dan memberi salam.


"Non Reina ada dikamarnya, nyonya Habibah dan nyonya Hamida masih belum pulang dari mall, sedang tuan muda sama tuan besar masih belum pulang dari kantornya" kata ART itu menjelaskan.


"Oh ya sudah kalau gitu, aku kekamar dulu ya Bi" kata Afifa lembut.


Ardiansyah mengekori istrinya menuju kamar mereka.


Sesampai dikamar Afifa bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh sekaligus mengambil wudhu untuk sholat ashar karena tadi dikantor Ardiansyah mereka hanya sempat untuk sholat dhuhur saja.


Sedang Ardiansyah menunggu istrinya di sofa yang ada dikamar itu.


15 menit kemudian Afifa sudah selesai membersihkan tubuhnya dan sudah berpakaian rapi dia juga segera menyiapkan pakaian ganti untuk sang suami.


Melihat Afifa sudah selesai sekarang Ardiansyah pun menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya juga dan berwudhu.


Beberapa menit Ardiansyah sudah selesai dengan tubuh yang masih dibalut handuk.


Segera dia mengenakan bajunya karena sang istri sudah menunggu dengan memakai mukena nya itu.


Setelah selesai Ardiansyah mulai mengambil tempat didepan Afifa dan mereka melaksanakan ibadah sholatnya itu.


Beberapa saat kemudian mereka sudah menyelesaikan ibadahnya dan membereskan kembali perlengkapan sholatnya.


Mereka berdua pun turun menuju ruang tengah untuk menonton televisi sambil sedikit bersantai.


Tak beberapa lama Reina turun dan bergabung dengan Ardiansyah dan juga Afifa.


"Sudah pulang kalian" tanya Reina.


"Sudah dari tadi" jawab Afifa.


"Oh ya gimana hasil latihan tangan kamu" tanya Reina.


"Alhamdulilah sudah semakin pulih" kata Afifa enteng.


"Bukankah sore ini Lionel akan mengajari kita berlatih menembak bukan" tanya Reina.


"Iya kamu benar, tetapi sepertinya dia belum datang mending kita berlatih sedikit ilmu beladiri kita aja deh yah biar tambah lincah nantinya" ajak Reina.


"Benar juga kamu Rein, kalau gitu ayo" kata Afifa menyetujui ajakan Reina.


"hubby aku boleh berlatih sama Reina" tanya Afifa.


"Boleh sayang, tetapi aku juga mau ikut, ya sekalian aku juga berlatih" kata Ardiansyah.


Mereka bertiga menuju keruang latihan yang sangat luas karena disana tidak hanya ruangan berlatih bela diri saja, tetapi juga ada tempat berlatih memanah dan juga arena tembak.


Setelah sebelumnya mereka melakukan pemanasan merekapun lanjut berlatih.


Afifa yang bisa berlatih ringan karena cideranya yang belum sepenuhnya pulih itu sedikit membuat gerakannya lambat.


Tak lama ketika mereka berlatih datanglah Lionel.


"Nona Afifa, nona Reina apakah anda sudah siap untuk berlatih menembak" tanya Lionel.


"Sudah, kalau begitu ayo tunggu apalagi" kata Reina dan juga diangguki oleh Afifa.

__ADS_1


Reina dan Afifa pun mengikuti langkah Lionel.


Ardiansyah hanya melihat mereka dari kejauhan karena saat itu Ardiansyah hanya ingin berlatih bela diri saja.


Dari kejauhan Ardiansyah selalu mengawasi sang istri dan melihat keseriusan sang istri belajar.


Lionel melatih Afifa dan Reina dengan tegas dan disiplin.


Hanya dengan beberapa kali mengulang akhirnya Afifa berhasil menyerap semua ilmu yang diberikan Lionel.


Hanya kurang sedikit latihan saja tembakan Afifa akan selalu tepat sasaran.


Begitupun juga Reina dia juga seperti Afifa.


Lama mereka latihan hingga tak terasa adzan Maghrib sudah terdengar berkumandang.


Mereka pun keluar dari sana dan segera ambil wudhu dan melakukan sholat di mushola yang ada didalam rumah.


Mushola yang bisa menampung banyak orang.


Mereka sholat berjamaah dengan Ardiansyah sebagai imamnya.


Beberapa menit kemudian mereka sudah menyelesaikan sholat.


Afifa dan Reina membereskan mukena dan meletakkan kedalam almari yang ada didalam mushola itu.


Setelah selesai Afifa dan Reina menuju ke dapur untuk membantu ART yang sedang memasak.


"Bunda, Uma sudah lama datangnya" tanya Afifa.


"Baru saja masuk dan meletakkan belanjaan"Jawab bunda Habibah.


"Kamu sudah sholat nak" tanya Uma.


"Ya sudah Uma sama bunda bersihkan badan dulu dan langsung sholat juga setelah itu kita makan bersama" kata Uma.


"Iya Uma" kata Afifa.


Uma dan bunda meninggalkan dapur dan menuju kekamar masing-masing untuk membersihkan badan dan sholat.


Sedang Afifa dan Reina masih didapur.


"Reina bagaimana kalau kita yang masak untuk makan malam kali ini.


Sudah lama kita tidak melakukannya bersama" kata Afifa.


"Ayo fa, aku setuju banget.


Selama ini kita selalu sibuk dirumah sakit sampai-sampai kita tidak pernah melakukan hal itu lagi bersama-sama" kata Reina membenarkan dan menyetujui ajakan Afifa.


Mereka melihat bahan makanan apa saja yang tersimpan didalam kulkas.


Afifa mengeluarkan beberapa bahan makanan dari dalam kulkas itu.


Setelah memotong sayur dan berbagai bahan mereka berdua segera mengeksekusi bahan-bahan makanan itu menjadi masakan yang sangat lezat.


Mereka juga memotong beberapa buah dan ditata di piring hidang.


Setelah masakan selesai dimasak Afifa dan Reina menata semua makanan itu di atas meja makan dengan rapi.


Tak beberapa lama semua anggota keluarga mulai berdatangan.

__ADS_1


Afifa kembali ke dapur dan meminta ART nya untuk membereskan sisa bekas masaknya bersama Reina.


Tak menunggu lama semua anggota keluarga sudah duduk dimasing-masing tempat duduknya mengitari meja makan.


Seperti biasa para wanita melayani suami masing-masing dan dirinya sendiri, sedang Reina hanya melayani dirinya sendiri.


Mereka makan dengan tenang dan tanpa ada suara apapun kecuali suara denting piring yang bertabrakan dengan sendok dan garpu.


"Hmmmm masakannya enak sekali, beda dari pada biasanya" kata Abi membuka pembicaraan saat menyadari rasa masakan yang dimakannya begitu enak dan lain dari pada biasanya.


"Aku sama Afif tadi yang memasak Abi, ya sekalian nostalgia sama Afifa.


Kan kami sudah lama banget tidak pernah masak bersama lagi" kata Reina.


"Benarkah ini masakan kamu sayang" kata Ardiansyah seakan tak percaya dengan apa yang didengar itu.


"Iya hubby.


Bukannya kemarin kamu juga merasakan masakan ku juga by waktu dirumah Uma Aisyah" kata Afifa.


"Iya tetapi kata kamu kamu hanya sedikit membantu Uma aja yang masak sebenarnya Uma Aisyah gitu kan" kata Ardiansyah protes.


"Tapi bener apa kata Abi sayang, masakan kamu benar-benar enak" kata Ardiansyah memuji istrinya itu.


"Eits tunggu dulu, itu juga masakan ku lho" kata Reina tidak terima kalau tidak diakui dia juga ikut memasak.


"Iya sama kamu juga Reina maksudnya" kata Ardiansyah sedikit gak enak sama Reina.


"Terima kasih atas pujiannya" kata Reina dengan tersenyum bangga.


Semua hanya menggelengkan kepala dan tertawa melihat tingkah konyol Reina yang membanggakan diri sendiri itu.


"Sudah-sudah habiskan makanannya dan jangan banyak bicara lagi" kata Abi melerai dan menghentikan perdebatan mereka.


Beberapa menit mereka sudah selesai makan dan menikmati buah sebagai makanan penutup.


Afifa dan Reina mulai mengemasi semua bekas sisa makan dengan dibantu oleh beberapa ART.


Setelah meletakkannya didapur mereka kembali bergabung dengan semua keluarga yang sedang berada diruang tengah.


Mereka semua menikmati acara televisi yang sedang menayangkan berita terkini.


Dalam berita itu sekarang sedang ditemukan lagi virus semacam virus yang beberapa terakhir itu sedang mewabah.


Virus baru ini lebih ganas dari virus yang kemarin.


"Kita harus segera bertindak, kalau tidak akan semakin banyak korban bergelimpangan akibat virus itu" kata Abi Hamid.


"Kalau gitu Afifa, Reina, Ardiansyah dan kamu Aziel segera kita menuju ketempat yang kita rencanakan tadi pagi" ajak Hamid Abdullah.


"Baik Abi" kata mereka serentak.


"Uma, bunda kami semua pamit" kata keempat anak-anak mereka itu.


"Sayang aku berangkat" kata Hamid berpamitan kepada istrinya dan setelah istrinya mencium punggung tangan suaminya, Hamid membalas dengan mencium kening sang istri.


Mereka pun berangkat bersama-sama menuju markas Three Angel.


Hamid satu mobil dengan Lionel dan sopir pribadinya yang sudah menunggu didekat mobilnya.


Sedang Afif berangkat bersama Ardiansyah dalam satu mobil.

__ADS_1


Reina satu mobil dengan Aziel Abang nya.


Didalam mobil Ardiansyah segera menelepon Fano untuk segera menuju ke apartemen Afifa yang merupakan markas Three Angel.


__ADS_2