
Keesokan pagi mereka bangun seperti biasa sebelum sholat subuh.
Setelah membersihkan diri mereka pun mulai sholat sunah baru sholat subuh.
Rangkaian ibadah telah dilakukan kini waktu sudah menunjukkan pukul 06.30, mereka pun menuju restoran yang ada di hotel itu.
Ardiansyah dan Afifa menikmati sarapan pagi di restoran hotel itu dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan.
Saat mereka sedang menikmati sarapan pagi nya tiba-tiba datang Clara.
"Wowww mesra sekali kalian, apa kalian gak malu banyak mata melihatnya" sinis Clara.
Ardiansyah dan Afifa tidak menghiraukan ucapan dari Clara, mereka sibuk dengan menikmati sarapannya yang begitu lezat.
Clara yang melihatnya menjadi semakin murka karena dia merasa gak dianggap keberadaannya.
"Kalian memang sangat menyebalkan, dan kau wanita ******, betapa menyedihkannya kamu sudah merebut kekasihku" hina Clara yang menjadi-jadi.
Ardiansyah yang mendengar itu sangat marah karena orang yang dicintainya sudah dihina dan direndahkan ditempat umum.
Untung saja saat itu tidak terlalu banyak pengunjung.
Walaupun begitu mereka masih tetap menjadi pusat perhatian.
"Jaga ucapan kamu Clara, apa kamu tidak tahu malu hah.
Kau yang dahulu meninggalkan aku dan berselingkuh dengan lelaki lain dan kita sudah tidak ada hubungan sejak lama.
Apa salahnya aku sekarang menikah dengan istriku ini yang jelas-jelas dia jauh lebih baik dari kamu.
Dia wanita baik-baik bukan seperti dirimu yang ******" kata Ardiansyah yang mulai tersulut emosi karena ucapan Clara.
Belum sempat Clara membalas datang 2 orang pengawal berbadan besar menghampiri Ardiansyah dan Afifa berada.
"Tuan apa perlu wanita ini saya lenyap kan saja" kata salah seorang pengawal itu.
Clara yang mendengar itu mulai merinding dan gemetaran.
Tanpa menunggu lama dia langsung pergi meninggalkan Ardiansyah dan Afifa.
"Sialan kenapa mesti ada pengawal juga. Awas kau Ardiansyah, tunggu pembalasanku" kata Clara yang menghentakkan kaki nya itu.
Dia segera memasuki mobilnya dan pergi dari hotel itu.
Niat awalnya yang akan bertemu dengan seseorang jadi terlupakan.
Ardiansyah dan Afifa yang sudah menyelesaikan sarapannya pun beranjak pergi dan mengambil barang-barang nya dikamar hotel untuk dibawa pulang.
Ardiansyah membawa Afifa pulang kerumah baru mereka dan disana sudah ada semua keluarga untuk menyambut kedatangan mereka.
"Sayang aku mau kamu tutup mata dahulu ya, aku ada sesuatu untuk dirimu.
Semoga kami suka ya" tutur lembut dan hangat dari Ardiansyah.
"Kenapa harus pakai tutup mata segala sih by" kata Afifa hang enggan untuk ditutup matanya itu.
__ADS_1
"Kan namanya juga kejutan sayang. Gak seru lah kalau kamu mengetahuinya. Percaya deh sama aku ya" kata Ardiansyah meyakinkan istrinya itu.
Akhirnya Ardiansyah membawa Afifa dengan mata tertutup.
Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan gak beberapa lama mereka sudah sampai ditempat yang dimaksud oleh Ardiansyah.
Dihalaman belakang semua keluarga sudah berkumpul termasuk Fano juga.
Ardiansyah turun dari mobilnya dan segera memutari mobilnya untuk membukakan pintu mobil untuk Afifa yang masih dengan mata tertutup.
Dibimbingnya sang istri itu menuju halaman belakang yang sangat luas dan terhubung ke halaman samping yang terdapat sebuah danau buatan yang sangat luas juga.
Setelah sampai dibukanya mata sang istri dan keluarga pun berteriak memberikan ucapan.
"Selamat datang" kata mereka bersamaan.
Afifa yang melihat itu ternganga dan tak percaya dengan pemandangan yang ada didepan matanya itu.
"Kamu menyiapkan ini semua hubby" tanya Afifa terharu dengan apa yang dilakukan oleh Ardiansyah.
"Ini rumah untuk kamu sayang, dan mulai dari sekarang kita akan tinggal disini" kata Ardiansyah.
"Kamu sangat berlebihan deh by, ini pastinya sangat mahal sekali. Dan rumah sebesar ini hanya kita berdua yang akan tinggal" tanya Afifa.
"Iya sayang, apa kamu tidak menyukainya" Ardiansyah bertanya balik.
"Bukan seperti itu hubby, aku sangat menyukai nya dan ini seperti rumah impianku" kata Afifa yang masih merasa takjub dengan rumah baru mereka.
Semua anggota keluarga bergantian memeluk dan memberi ucapan selamat kepada mereka berdua.
"Sekarang ikut aku yuk, aku akan menunjukkan suatu tempat yang pasti kamu senang" kata Ardiansyah yang langsung menarik istrinya untuk mengikuti langkahnya.
"Taraaaa ini untuk kamu sayang" kata Ardiansyah
Lagi-lagi Afifa dibuat tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh sang suami.
"hubby ini semua untuk aku, apa aku sedang mimpi ya" kata Afifa yang sangat takjub
Ardiansyah pun mencubit lembut hidung Afifa
"Ih sakit by" kata Afifa manja.
"Berarti ini bukan mimpi sayang" ucapnya sambil memeluk sang istri dan mencium keningnya itu.
"Terima kasih banyak hubby" Afifa benar-benar terharu dengan kejutan yang diberikan suaminya itu.
Afifa langsung bersujud dan mengucapkan rasa syukur karena Allah sudah begitu banyak memberikannya apapun yang dia impikan selama ini.
"Hubby, apa boleh bunda tinggal bersama kita" tanya Afifa.
"Emangnya kamu ingin bunda tinggal bersama kita" Ardiansyah bertanya balik.
"Iya by, aku kasian kalau bunda tinggal sendiri dan aku akan sangat khawatir" lirih Afifa.
"Kalau itu mau kamu sebaiknya kita tanyakan kepada bunda sendiri nanti ya" bijak Ardiansyah.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu sebaiknya kita kembali bergabung dengan yang lainnya ya" ajak Ardiansyah
"Yuk by" Afifa membalas ucapan sang suami.
Mereka berjalan beriringan menuju keluarga besar berada.
Tampak dari kejauhan Reina sedang berdua bersama Fano.
"Sayang lihat, rupanya Fano mulai melakukan pendekatan deh" kata Ardiansyah sambil menunjuk kearah Reina dan Fano berada.
"Kamu benar by. Semoga saja mereka berjodoh ya by.
Fano orangnya baik dan cerdas pula selain itu dia juga sangat menghormati perempuan" puji Afifa.
"Sayang apa kamu sedang memuji seseorang" kata Ardiansyah sambil menatap tajam sang istri.
"Ih apaan sih by gitu aja dah cemburu.
Aku kan menyampaikan apa adanya by, dan aku rasa mereka akan cocok begitu.
Aku gak mau Reina salah pilih lagi begitu hubby.
please jangan cemburu lagi ya" kata Afifa dengan puppy eyes dan sikap manjanya itu
Ardiansyah yang melihat kelakuan sang istri jadi gemas.
Tanpa banyak kata Ardiansyah langsung mencium lembut sang istri sekilas.
"Kalau kamu seperti itu, jadi buat aku semakin tidak tahan untuk tidak melakukan nya sayang" Ardiansyah memberi kode kepada istrinya itu.
"Mulai deh hubby pikirannya itu selalu mengarah ke...." belum sempat diteruskan Afifa sudah mendapat kecupan di bibir manisnya itu.
"Ih hubby malu dilihatin sama yang lain" kata Afifa tertunduk.
"Gak apa-apa sayang kan sekarang sudah sah dan halal lagi" goda Ardiansyah sambil menowel hidung istrinya dan langsung berlari.
Afifa pun mengejar suaminya itu hingga tanpa sengaja menabrak Abi Hamid.
"Maaf Abi, aku tidak sengaja" kata Afifa.
Hamid hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya melihat sang anak seperti itu.
Dia peluk Afifa dan berkata
"Abi tak menyangka kamu sudah sebesar ini dan sudah menjadi milik orang lagi.
Abi masih merasa kamu masih putri kecilku yang selalu manja dan ceria nak"
Tanpa terasa air mata Hamid pun sudah merembes ke pipi nya.
"Abi kenapa menangis" tanya Afifa.
"Abi hanya terharu nak melihat kebahagiaan kamu" kata Hamid sambil tersenyum hangat.
"Kamu harus menjadi istri yang baik, jaga kehormatan suami kamu dan kamu, jangan pernah membantah suami kamu ya nak.
__ADS_1
Karena surga seorang istri terletak pada ridho suami.
Layani lah suami kamu karena itu merupakan ladang pahala buat kamu. Dan ingat selalu hormati suamimu ya nak" pesan sang Abi padanya.