Dokter Afifa

Dokter Afifa
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Tampak terlihat putra Afifa dan Ardiansyah menangis dan kelihatannya haus.


Dengan segera Ardiansyah meminta semua para lelaki disana untuk meninggalkan ruangan itu dikarenakan istrinya akan menyusui anaknya.


Semua anggota keluarga pun meninggalkan ruangan rawat Afifa dan duduk di teras ruangan itu.


Afifa begitu mengagumi anaknya yang mungil itu dan tak henti-hentinya dia mencium pipi sang anak.


Setelah kenyang menyusu pada Afifa si baby akhirnya tertidur dan segera diletakkan ke box baby yang ada diruangan itu.


"Sayang kita kasih nama siapa ya putra kita" tanya Ardiansyah yang memang sebelumnya belum mempersiapkan nama untuk putranya itu.


"Aku sudah ada nama sih tapi aku tidak tahu apakah hubby suka dengan nama yang aku pilih untuk anak kita" kata Afifa menjawab pertanyaan sang suami.


"Siapa sayang" tanya Ardiansyah yang terlihat begitu penasaran dengan nama yang telah dipersiapkan oleh Afifa.


"Aldrict Azzazil Permana yang artinya seorang pemimpin malaikat yang cerdas dan bijaksana" kata Afifa


"Wow bagus namanya sayang, aku suka" kata Ardiansyah yang tampak senang dengan nama yang diberikan oleh Afifa.


"Aku sangat senang kalau hubby menyukainya" jujur Afifa.


"Kita beritahukan ke keluarga yang lain namanya nanti saja saat aqiqah anak kita ya sayang, 7 hari lagi kita adakan aqiqah anak kita dan aku akan mempersiapkan semua nya" kata Ardiansyah yang terlihat begitu senang sekali.


"Semoga kelak anak kita akan menjadi seorang pemimpin yang berhati malaikat yang cerdas dan bijaksana" doa Afifa


"Aamiin" jawab Ardiansyah.


Saat mereka asyik membicarakan anaknya semua keluarganya mulai masuk keruangan itu.


"Apa cucuku sudah tidur Syah" tanya Uma Hamida.


"Baru saja Uma" jawab Ardiansyah.


Kini para nenek2 yang cantik dan sholikha sedang berbincang dengan Afifa sedangkan para lelaki mengobrol sendiri mengenai bisnis mereka dan hal-hal lain seputar perbincangan para lelaki.


Anna, Aziel, Reina dan Fano tampak di teras depan ruangan Afifa dirawat mereka tampak lagi terlibat perbincangan yang sedikit serius.


"Aku mendapat kabar kalau Torres mulai melakukan aksinya tapi aku masih belum tahu dimana markasnya" ucap Fano disela-sela pembicaraan mereka.


"Apakah Ardiansyah dan Abi sudah mengetahui" tanya Reina.


"Sepertinya belum karena Abi dan Ardiansyah sepertinya masih terlihat santai dan tenang begitu" jawab Aziel.


"Kau benar sayang, mungkin lebih baik kita selidiki dahulu saja, karena aku takut mereka akan balas dendam kepada keluarga kita" kata Anna.


"Ya sudah besok kita berkumpul di apartemen Anna saja ya" ajak Aziel.

__ADS_1


"Sebaiknya kita kedalam takut nanti keluarga curiga kita ada masalah kalau sampai kita tidak bergabung dengan mereka" ajak Reina


Kini mereka berempat masuk kedalam ruangan rawat Afifa.


Reina dan Anna menghampiri box bayi anak Afifa.


Reina dan Anna tampak tertegun karena aura dalam diri anak Afifa begitu nampak.


Wajah baby Afifa dan Ardiansyah begitu bercahaya, tampan dan hanya dengan melihatnya semua orang akan merasa takjub.


"Fa siapa nama baby kamu" tanya Anna.


"Aku dan kak Ardiansyah masih belum menetapkan namanya sih tetapi nanti pada saat aqiqoh anakku semua keluarga akan saya beri tahu siapa nama putraku itu karena kami sepakat untuk merahasiakannya dahulu" jawab Afifa.


"Boleh aku menggendong anak kamu fa" tanya Reina.


Afifa hanya menganggukkan wajahnya tanda menyetujui permintaan Reina.


Reina segera mengambil baby Afifa yang terlihat tertidur itu.


"Hai ganteng, ini aunty sayang.


Kamu cepat besar ya biar bisa main sama aunty Rein" tampak gemas melihat wajah tampan anak Afifa.


Tak lama anak Afifa tersenyum mendengar ucapan Reina.


"Fa anak kamu tersenyum kepadaku" Reina sangat takjub dengan apa yang dilihatnya.


"Benarkah Rein" tanya Anna yang terus mendekat kepada Reina itu.


"Beneran Anna mana ada aku berbohong" jawab Reina.


"Coba deh kamu berkata sesuatu kepada baby ini" pinta Reina untuk meyakinkan bahwa ucapannya tidak bohong.


"Hai sayang ini bunda Anna, apa kau mengenaliku" tanya Anna


tak berapa lama sang baby tersenyum dan menggenggam tangan Anna yang saat itu sedang memegang tangan mungil nya.


"Apa yang kamu katakan benar Rein, lihat dia juga memegang tanganku" takjub Anna.


"Iya lah bunda Anna, aku kan anak yang genius" kata Reina mencoba menirukan ucapan anak kecil.


Semua yang mendengar ucapan Reina jadi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Kau bisa aja Rein" kata Aziel yang kini dia berada disamping Anna.


"Oh ya mumpung semua keluarga berkumpul aku mau memberikan kabar bahagia buat kalian semua.

__ADS_1


Aku dan Anna berencana akan segera melangsungkan pernikahan yang dahulu sempat tertunda karena sebuah tugas dan keadaan.


Untuk itu kami berdua sudah sepakat kalau 1 bulan dari sekarang kami akan melangsungkan pernikahan kami dan kami juga mengadakan pesta yang sangat sederhana saja" ucap Aziel saat itu.


"Benarkah nak, Alhamdulillah" ucap syukur Uma Hamida.


"Abi ikut berbahagia nak" menghampiri Aziel dan memeluknya sambil menepuk punggungnya.


"Terima kasih Abi dan Uma, karena berkat kalian Aziel bisa menjadi seperti ini dan karena kalian berdua Aziel bisa berdiri tegak sampai saat ini.


Terima kasih sudah menyayangiku dan mendukung setiap langkahku.


bagi Aziel dan Reina kalian adalah segala nya semenjak kedua orangtua kami meninggal" tampak Aziel meneteskan air mata.


Hamid dan Hamida juga ikut meneteskan air matanya tanda mereka haru akan ucapan Aziel.


Hamid menepuk punggung dan memeluk Aziel kembali.


"Sudah nak, kamu dan Reina memang adalah anak kami.


Dan sudah sepantasnya kalian mendapatkan dukungan dari kami dan kami juga akan selalu ada buat kalian.


Kasih sayang kami tidak akan pernah pudar oleh waktu nak percayalah" kata Hamid.


Aziel mengusap air matanya dan semakin memeluk erat Hamid Abdullah.


"Sudah jangan menangis, kamu sudah mau menikah lho" ledek Hamid.


Aziel mengendurkan pelukan nya kepada Abi nya dan kini dia bergantian memeluk umma Hamida.


"Terima kasih ya umma, kalian benar-benar orangtua yang mesti kami contoh.


Kalian adalah panutan kami" kata Aziel kepada umma Hamida.


"Sudah sayang, yang penting sekarang kamu akan selalu berbahagia ya. Nanti biar umma dan yang lainnya yang akan membantu persiapan pesta pernikahan kamu" kata umma Hamida.


"Bang tunggu dulu, sebaiknya kita adakan acara bersama bang.


Kami juga berencana 1 bulan kedepan akan melangsungkan pernikahan kami, ya gak honey" kata Reina sambil meminta persetujuan semuanya dan meminta dukungan calon suaminya.


"Benar apa yang dikatakan Reina Abi dan umma.


Kami berniat untuk segera menghalalkan hubungan kami.


Semoga umma dan Abi tidak keberatan juga Abang Aziel dan Anna tentunya" membenarkan ucapan Reina.


"Saya rasa itu ide yang bagus tuh" kata Ardiansyah yang tampak setuju dengan mereka berempat.

__ADS_1


"Benar kata nak Ardiansyah.


Sebaiknya niat baik itu disegerakan biar tidak semakin membuat dosa" kata Abi Hamid.


__ADS_2