
Hari-hari dilalui Afifa dengan sabar dan telaten merawat Aldrict tak terasa kini sudah 1 bulan usia Aldrict.
Dan saat ini adalah hari dimana abangnya Aziel dan saudarinya Reina melangsungkan pernikahannya secara bersamaan.
Acara yang dilangsungkan di sebuah hotel mewah dengan banyak mengundang para orang-orang penting dan juga kolega bisnisnya.
Tampak Afifa mengenakan gaun yang sangat anggun namun masih dengan menutup auratnya.
Ardiansyah yang mengenakan baju senada dengan Afifa dan sang putra Aldrict menambah kewibawaan dan ketampanan mereka berdua.
Acara sungguh meriah namun Afifa hanya bisa ikut hadir sebentar saja dalam acara itu karena dia tidak mau putranya Aldrict kelelahan dan karena umur Aldrict yang masih sangat kecil itu.
Tampak hadir disana Nicholas dan juga adiknya yang kini sudah tinggal bersama.
"Mau kemana fa, aku baru saja sampai kau sudah mau pergi saja" sapa Nicholas saat tahu Afifa dan Ardiansyah hendak pergi dari acara itu.
"Kami harus segera pulang Nick, karena kami tidak ingin Aldrict kenapa-kenapa nanti" jawab Ardiansyah santai.
"Ya, padahal aku sangat merindukan keponakan tampanku ini lho" Nicholas tampak sedikit kecewa.
"Makanya jangan sibuk dengan pasien terus kan jadinya gak ada waktu untuk melihat keponakan tampanmu iya kan hubby" kata Afifa.
"Iya kamu sih Nick sibuk terus.
Besok datanglah ke mansion kami dan kamu bisa bermain sepuasnya dengan keponakanmu ini" Ardiansyah menambahi ucapan Afifa.
"Ya sudah, besok aku usahakan ke mansion kamu.
Tolong jaga baik-baik keponakan tampanku ini" kata Nicholas kemudian.
Ardiansyah menepuk punggung Nicholas dan berpelukan sebagai tanda perpisahan.
"Kalian hati-hati dijalan ya" Nicholas mengingatkan.
Afifa dan Ardiansyah hanya mengangguk saja pertanda meng iya kan ucapan Nicholas.
Kini Afifa, Ardiansyah dan juga Aldrict pergi meninggalkan hotel itu dengan mengendarai mobilnya Afifa yang sangat canggih itu.
Namun saat keluar dari pelataran parkiran tampak ada sekelompok orang mencurigakan sedang ingin menyusup kedalam acara pesta pernikahan Reina dan Abang Aziel.
"Hubby apa kamu tidak melihat mereka, sepertinya mereka orang yang ingin berniat jahat deh" lirih Afifa kepada Ardiansyah.
"Sepertinya begitu sayang, sebaiknya aku akan menyuruh anak buah ku untuk mengamankan tempat ini dan aku akan mengantarkan kalian. terlebih dahulu sebelum aku kembali lagi ke acara Abang dan Reina" kata Ardiansyah yang juga melihat ada pergerakan yang sangat mencurigakan itu.
__ADS_1
Dengan cepat Ardiansyah menghubungi anak buahnya dan juga menghubungi Abi Hamid Abdullah juga Nicholas yang saat itu berada ditempat acara.
Setelah menghubungi mereka semua dengan kecepatan yang sedang Ardiansyah dan Afifa segera melajukan mobilnya dan tak menunggu waktu lama mereka sudah sampai di mansion nya.
"Sayang kamu cepat masuk, dan pastikan nyalakan keamanan dalam mansion ini.
Suruh pengawal dan para penjaga untuk berjaga-jaga" pinta Ardiansyah.
"Baiklah hubby, aku masuk dahulu dan kamu harus berhati-hati" jawab Afifa.
Kini Afifa segera masuk kedalam rumahnya dan segera memerintahkan semua pengawal dan juga penjaga untuk waspada setelah itu dia menyalakan semua akses keamanan mansion nya itu.
Setelah semua dirasa sudah dilakukan Afifa segera membawa putranya ke kamarnya dan merebahkan putranya itu di box bayi.
Karena sejak dalam mobil tampak sang putra sudah tertidur dengan pulas nya.
Selanjutnya Afifa segera menyalakan MacBook nya yang terhubung dengan semua akses keamanan mansion nya.
Dia lihat semua cctv dan juga kesiapan akses keamanan di rumahnya itu.
"Sepertinya tidak ada yang mencurigakan disini" batin Afifa.
Afifa segera menelepon suaminya untuk memberitahukan bahwa keamanan mansion nya sudah dinyalakan dan sepertinya tidak ada hal yang mencurigakan.
Ardiansyah segera menemui Nicholas dan juga Abi Hamid Abdullah.
"Bagaimana keadaan diluar" tanya Hamid Abdullah saat bertemu dengan Ardiansyah.
"Sepertinya mereka sudah memasuki tempat acara Abi.
Apakah Abi tidak melihat hal yang mencurigakan tadi didalam" tanya Ardiansyah.
"Sepertinya ada orang yang mencurigakan sih aku lihat tadi" kata Nicholas.
"Benarkah" Hamid Abdullah dan Ardiansyah sedikit terkejut.
"Sebaiknya kita biasa aja dan bersikaplah seperti tidak terjadi apa-apa dengan begitu kita bisa melihat gerak-gerik orang yang akan berbuat buruk pada keluarga kita" jawab Hamid Abdullah.
"Benar yang dikatakan oleh Abi, ayo kita masuk saja dan tolong persiapkan drone-drone serangga kita untuk memeriksanya dan satu lagi sebaiknya kamu berjaga didalam salah satu kamar hotel yang telah Abi pesan tadi" kata Nicholas membenarkan Hamid Abdullah.
Ardiansyah akhirnya mengikuti saran dari Nicholas untuk menuju salah satu ruangan kamar hotel itu dan memulai aksinya.
Segera dia sebarkan drone serangga ke dalam acara tersebut dan dihubungkan ya dengan MacBook yang tadi dibawakan oleh anak buahnya.
__ADS_1
"Ternyata benar, sepertinya ada pergerakan yang akan berusaha menghancurkan acara itu" batin Ardiansyah.
Dengan cepat Ardiansyah memberitahukan kepada Hamid Abdullah dan juga Nicholas letak keberadaan orang-orang yang mencurigakan itu.
"Siapa yang tega melakukan ini" batin Ardiansyah yang kini sedang mencari siapa dalang dibalik ini semua.
Disebuah ballroom tampak acara itu benar-benar sungguh mewah dan elegan dan benar saja belum 15 menit Ardiansyah memberitahukan kondisi didalam pesta ternyata sudah ada kekacauan disana.
Salah satu orang yang ada dalam kelompok mencurigakan itu mendatangi Anna, disaat Anna sedang ingin beristirahat sedangkan Aziel sedang berbincang dengan para koleganya demikian dengan Reina dan juga Fano yang sibuk berbincang dengan teman-teman nya dan juga rekan bisnisnya.
Anna yang lengah saat itu berhasil ditangkap dan di bius oleh kelompok itu dan dibawanya pergi.
Ardiansyah yang melihat kejadian itu segera memberitahukan kepada semua pengawal dan penjaga demikian juga pada Abi Hamid Abdullah dan juga Nicholas.
Untuk menghindarkan kekacauan didalam pesta akhirnya Hamid Abdullah dan Nicholas mengikuti penyergap yang telah membawa Anna dan saat diluar terjadilah baku hantam antara pengawal dengan salah kelompok misterius itu.
Namun kelompok misterius berhasil lolos dan membawa Anna bersamanya.
Aziel yang menyadari istrinya sudah tidak ada disana segera mencarinya dan kebetulan bertemu dengan Abi Hamid Abdullah.
"Abi dari mana, apa Abi melihat Anna" tanya Aziel saat berhadapan dengan Hamid Abdullah.
"Ada sekelompok misterius yang berhasil membawa Anna dan kami tidak berhasil menangkapnya" jawab Hamid yang terlihat begitu sedih sekali.
"Siapa mereka Abi, dan dibawa kemana Anna" Aziel sedikit terguncang dengan kejadian ini dan dia mengepalkan tangannya karena emosinya mulai memuncak.
"Sebaiknya kita tenang dahulu dan kita ketempat Ardiansyah untuk mengetahuinya" kata Abi Hamid berusaha menenangkan putranya itu.
Aziel berjalan beriringan menuju ketempat Ardiansyah berada dan tampak Ardiansyah fokus dengan layar MacBook nya.
"Apa yang kamu dapatkan Syah" tanya Aziel.
"Abang" Ardiansyah sedikit terkejut dengan kedatangan Aziel bersama Hamid Abdullah.
"Beberapa drone kita sedang mengikuti mereka bang, coba lihatlah" kata Ardiansyah sambil menunjukkan rekaman video yang dihasilkan oleh drone itu.
"Biar aku ambil alih tugasmu dan siapkan beberapa anak buah kita untuk melakukan pengejaran" pinta Aziel.
"Baiklah bang, aku berangkat dahulu" jawab Ardiansyah dan berlalu pergi dari ruangan itu.
"Sebaiknya kamu tenang dahulu dan kita selidiki mereka.
Kita harus bisa berpikir jernih agar bisa mendapat solusi untuk menghadapi mereka" kata Hamid Abdullah bijak.
__ADS_1
Aziel menuruti apa kata Abi nya itu dan kini dia mulai mengirim kan drone penyerang juga untuk mengikuti kemana Anna dibawa.