
Afifa yang sudah menyajikan semua hidangan yang baru dimasaknya diatas meja makan kini mulai melangkah menuju kamarnya untuk memanggil suaminya.
Sesampai dikamarnya dia melihat suaminya tampak sedang menggantikan pakaian untuk anaknya.
"Hubby, kamu memandikan Aldrict lagi" tanya Afifa
"Iya sayang" jawab Ardiansyah sambil melanjutkan kegiatannya.
"Nah, sekarang sudah tampan deh anak Abi" kata Ardiansyah kemudian setelah menyelesaikan mengurus putranya itu.
"Ih tampannya anak Uma ini, sini biar Uma cium dah harum belum nih" kata Afifa sambil mengendus-endus ke tubuh Aldrict.
Aldrict yang mendapatkan perlakuan seperti itu tertawa gak berhenti-henti.
Kelihatan keluarga kecil ini sangatlah berbahagia dan harmonis.
Keluarga yang begitu sempurna bagi orang-orang yang melihatnya.
Afifa menggendong Aldrict dan mengajak suaminya untuk sarapan bersama.
"Yuk hubby kita sarapan dahulu, aku tadi sudah selesai membuat sarapan buat kita berdua" kata Afifa.
Afifa berjalan beriringan bersama suaminya sambil menggendong Aldrict putranya.
Sesampai dimeja makan Aldrict diberikan kepada salah satu asisten rumah tangga nya.
Kini Afifa dan Ardiansyah menikmati sarapan berdua saja.
Tidak terdengar suara gurauan ataupun pembicaraan disela-sela sarapan mereka.
Hanya keheningan dan denting suara sendok dan piring yang saling berbenturan.
15 menit mereka berdua akhirnya sudah menyelesaikan sarapannya.
Afifa mulai membereskan sisa-sisa bekas makanan dan peralatan makan yang kotor.
Dibawanya ke dapur untuk dibersihkan.
Sedangkan Ardiansyah menuju ruang kerjanya untuk memeriksa beberapa dokumen penting.
Setelah selesai membersihkan semua peralatan makan Afifa terlihat berjalan kearah taman belakang untuk mencari keberadaan putra nya.
Saat melihat Aldrict putranya sudah mengulurkan tangan kepada Afifa.
Afifa sudah tidak terkejut lagi dengan perkembangan putranya yang sangat jauh beda itu.
Dengan langkah cepat uluran tangan Aldrict disambut Afifa dengan pelukan hangat.
Afifa segera membawa Aldrict ke kamar dan dia dengan segera menaruh putranya didalam box bayi.
Sebelum Afifa melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya Afifa memanggil asisten rumah tangga nya yang biasa mengasuh Aldrict untuk dijaganya.
__ADS_1
Tak beberapa lama Afifa sudah bersiap diri dan sudah terlihat sangat anggun dan cantik.
Afifa kembali menggendong Aldrict dan membawanya keruang keluarga.
Dan saat dia menuruni tangga bertepatan dengan Ardiansyah yang keluar dari ruang kerjanya menuju kamar tidurnya.
"Sayang, kok kamu rapi banget.
Emangnya mau kemana" tanya Ardiansyah saat bersimpangan dengan istrinya itu.
"Hari ini aku mau ketempat umi Aisyah hubby.
Apa aku boleh kesana bersama Aldrict" tanya Afifa menunggu keputusan sang suami.
"Boleh sayang, nanti biar aku yang antar kamu kesana.
Dan tunggu aku jangan pulang duluan.
Hari ini aku mungkin pulang sore hari karena pekerjaan tidak seberapa padat" jawab Ardiansyah memberikan persetujuannya.
"Makasih ya hubby, kamu memang yang terbaik deh" kata Afifa sambil mencium pipi suaminya.
"Sama-sama sayang" jawab Ardiansyah yang terlihat sangat senang karena sudah mendapatkan ciuman dari istrinya.
Ciuman yang mampu membangkitkan semangatnya dan membuat mood nya sangat baik.
"Ya sudah aku membersihkan tubuh dan bersiap dulu ya sayang.
Afifa hanya menanggapinya dengan anggukan kepalanya tanda mengiyakan perkataannya Ardiansyah.
Ardiansyah melanjutkan berjalan menuju kamarnya sedang Afifa duduk di sofa yang berada diruang keluarga sambil memangku Aldrict dan menggodanya.
Afifa melakukan permainan kecil dengan sang putra dan tampak Aldrict begitu menikmati dan tertawa sangat riang.
Setelah 20 menit akhirnya Ardiansyah sudah turun dan kini mulai bergabung dengan istrinya dan juga anaknya yang sangat lucu itu.
"Wah kelihatannya seru banget nih, lagi bermain apa jagoan Abi ini" tanya Ardiansyah yang ikut bergabung dalam becandaan mereka.
"ah lagi bermain biasa aja kok hubby" jawab Afifa.
"Ya sudah ayo kita berangkat sayang" ajak Ardiansyah lagi.
Kini keluarga kecil itu sedang berjalan beriringan menuju ke arah halaman depan dimana mobil telah terparkir disana.
Setelah semua masuk kedalam mobil dengan nyaman, Ardiansyah segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Uma Aisyah.
Setelah menurunkan Afifa dan Aldrict juga berpamitan kepada Uma Aisyah dan Abi Arsyad, Ardiansyah kembali melanjutkan perjalanan menuju kantornya.
Dikediamannya Uma Aisyah kedatangan Afifa dan Aldrict memang sudah benar-benar sangat diharapkan.
Abi Arsyad menggendong Aldrict untuk ikut beliau dalam mengajarkan ilmu agama di pondokannya.
__ADS_1
Aldrict terlihat sangat bahagia dan dia mendengarkan seolah-olah dia mengerti apa yang dikatakan oleh Abi Arsyad.
Setelah usai mengajarkan ilmu agama Abi Arsyad kembali membawa Aldrict kerumahnya.
Kedatangan Abi Arsyad disambut antusias oleh istrinya Uma Aisyah.
Setelah mencium tangan suaminya aku Aisyah mengambil alih Aldrict dan membawanya ke Afifa karena Uma tahu kini Aldrict terlihat sudah sangat haus sekali.
Benar seperti dugaan Uma Aisyah, Aldrict dengan sangat lahap ya meminum ASI dari Uma nya.
Uma Aisyah melihatnya semakin gemas.
"Cepat sekali besar ya fa anak kamu, selain tampan dia terlihat sangat pandai dan menggemaskan" puji Uma Aisyah.
"Dia beda dari bayi biasanya Uma, makanya Afifa sesak dini ingin menanamkan ilmu agama bekal buat dia kelak didunia dan akhirat.
Aku ingin memberi pondasi yang kuat dengan agama yang kuat dan berakhlak mulia Uma" harapan Afifa kepada anaknya.
"Maksud kamu berbeda bagaimana fa" tanya Uma Aisyah begitu penasaran.
"Perkembangan dia itu lebih cepat dibanding dengan bayi pada umumnya Uma, untuk sementara aku hanya bisa melihat itu saja.
Aku akan tetap mendampingi anakku Uma karena aku ingin melihat setiap saat perkembangannya" jelas Afifa mengungkapkan apa yang dia inginkan dan dia lihat.
"Apa yang lakukan sudah benar nak, Uma sangat bangga sama kamu" bangga Uma Aisyah kepada Afifa.
"Uma bantu aku ya, mungkin aku akan sering kesini nanti Uma, dan mungkin aku juga akan santa merepotkan Uma nantinya" kata Afifa mengharapkan bantuan Aisyah.
"Aku dengan senang hati nak, dia adalah cucu kesayanganku dan aku akan dengan sukarela melakukan apa saja untuknya" jawab Uma Aisyah tulus.
"Terima kasih banyak Uma" kata Afifa menggenggam tangan Uma nya dengan salah satu tangan yang bebas.
"Apa Abi Arsyad mengetahui ini semua sayang" tebak Uma Aisyah.
"Iya Uma, Abi Hamid sudah memberitahukannya kepada Abi Arsyad jauh sebelumnya" jujur Afifa.
"Oh begitu, makanya Uma merasa Abi kamu sudah tidak terkejut dengan keadaan Aldrict" jelas Afifa.
Kini Aldrict sudah selesai meminum ASI.
Afifa dan Uma Aisyah membawa Aldrict berkeliling pondok pesantren itu.
Tidak hanya mereka berdua tetapi terlihat Abi Arsyad mengikuti mereka berkeliling.
"Tempat ini masih sama ya Uma, penuh ketenangan dan kedamaian" kata Afifa disela-sela perjalanannya itu.
"Kau benar nak, yang beda hanya bangunan nya saja karena ada beberapa yang sudah direnovasi dan ditambahkan oleh Abi kamu.
Karena murid disini sangatlah banyak setiap tahunnya" jawab Aisyah.
"Iya Uma, tetapi tetap saja rasa damai dan tenang sangat terasa disini" kata Afifa.
__ADS_1
Setelah capek mengelilingi pondok pesantren Afifa bersama Uma Aisyah dan Abi Arsyad kembali ke kediamannya.