
Setelah pembicaraan penting dikamar Afifa tadi Anna dan Aziel pun segera berangkat ke rumah sakit untuk menangani kekacauan yang terjadi membantu dokter Ridwan yang memang sudah sangat tua itu.
Sedang Ardiansyah, Abi Hamid, Reina dan juga Afifa masih berada di kamar Afifa.
"Abi apa sebaiknya kita berikan injeksi kesemua yang terkena wabah itu dengan cara lain saja, ya misalnya seperti kita menukar semua injeksi yang khusus buat orang terserang wabah virus itu dengan formula yang Afifa dan Reina temukan dengan begitu setidaknya akan mengurangi rasa sakit korban dan juga akan membuat korban berangsur pulih dari sakitnya itu.
Tetapi Afifa bingung bagaimana caranya masalahnya di rumah sakit kebanyakan adalah orang-orang profesor Alfaro" kata Afifa sebelum Abi dan suaminya pergi meninggalkan kamarnya.
"Apa yang kamu katakan benar fa, tetapi kita tidak mungkin menyuruh Anna ataupun Abang Aziel karena itu akan sangat ketahuan dan akan menimbulkan keadaan bahaya buat Abang Aziel dan juga Anna.
Kita harus mencari cara lain fa untuk ini" kata Reina yang sangat setuju dengan pemikiran Afifa.
"Ardiansyah rasa untuk melakukan tugas ini biar Ardiansyah dan anggota Ardiansyah tentunya dibantu oleh Lionel dan beberapa anak buahnya.
Dengan begini mereka tidak akan dapat mencurigai Afifa dan Reina.
Dengan kita menyuruh orang lain itu akan mematahkan semua dugaan mereka terhadap Reina dan juga Afifa.
Dengan begitu perhatian mereka teralihkan dan akan mengejar orang lain.
Jadi Afifa dan Reina bisa melakukan pekerjaannya dengan leluasa tanpa ada gangguan sedikitpun" kata Ardiansyah mengemukakan pemikirannya.
"Abi rasa pemikiran kalian ada baiknya, kalau begitu Abi akan menyuruh Lionel dan beberapa anak buahnya yang tidak mudah dikenali mereka jadi mereka tidak akan bisa menebak jika itu adalah bagian dari rencana kita.
Dan kamu nak Ardiansyah tolong kamu kerahkan anggota seprofesi mu yang tangguh untuk menjalankan ini" kata Abi Hamid.
"Baik Abi, untuk itu Ardiansyah meminta tolong Abi untuk ikut Ardiansyah bertemu dengan tuan Fernando karena puncak kepemimpinan berada pada beliau" kata Ardiansyah.
"Baiklah kalau begitu, kita berangkat sekarang.
Lebih cepat lebih baik" kata Abi Hamid.
"Tunggu dulu, Abi mohon Reina dan Afifa mulai sekarang belajar menggunakan senjata pistol. Abi ingin kalian bisa menembak untuk menjaga diri kalian nantinya dan Abi ingin kalian belajar dengan giat kepada Lionel karena Lionel adalah salah satu anggota sniper terbaik di dunia dan dia penembak jitu.
Dan tetap berlatihlah bela diri kalian karena itu akan sangat bermanfaat buat kalian kelak" kata Abi Hamid sebelum benar-benar meninggalkan kamar Afifa.
"Baik Abi" kata Afifa dan juga Reina.
Ardiansyah dan Hamid pun pergi meninggalkan Afifa dan Reina.
Mereka berdua keluar menuju garasi dan terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan langsung menuju ke kantor Ardiansyah dan sebelum sampai di kantor sebelumnya Ardiansyah sudah menelepon Fernando dan menjelaskan maksud dari pertemuannya itu.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di gedung yang menjulang tinggi yang merupakan kantor dari Ardiansyah.
Mereka berdua keluar dari mobil dan segera menuju keruangan Ardiansyah.
"Silahkan Abi" kata Ardiansyah memberi ruang kepada Abi Hamid untuk berjalan didepannya.
Sesampai didepan lift mereka pun memencet tombol lantai paling atas yang merupakan ruangan dari Ardiansyah.
"Silahkan masuk Abi" kata Ardiansyah membukakan pintu ruangannya ketika sudah sampai didepan ruangannya itu.
Mereka berdua masuk dan langsung duduk disofa yang ada di ruangan Ardiansyah.
Tak beberapa lama Fernando datang dengan 3 orang anak buahnya.
Setelah mereka berkumpul mulailah mereka membicarakan langkah-langkah yang akan diambil untuk melancarkan rencana seperti yang dibicarakan saat berada di kamar Afifa.
"Begini tuan Fernando, sekarang keadaan rumah sakit XXX yang merupakan rumah sakit pusat dan terbesar juga terbaik disini mengalami banyak kekacauan.
Banyak pasien yang terserang wabah virus itu meredam nyawanya karena kesakitan.
Dan istri saya sudah menemukan formula untuk menghentikan virus itu tetapi tuan sendiri tahu kalau sekarang istri saya itu sedang dalam incaran mereka.
Dan rumah sakit itu sebenarnya adalah milik dari mertua saya, tetapi di rumah sakit itu hampir semua dokter, perawat dan karyawan rumah sakit itu adalah pengikut dari profesor Alfaro.
Dan untuk itu Abi saya meminta bantuan pada kita agar anggota kita yang menukarkan obat injeksi itu dengan formula yang mampu membasmi virus tersebut" jelas Ardiansyah panjang lebar kepada Fernando.
Sedang Fernando berusaha mencerna setiap apa yang diucapkan oleh Ardiansyah.
"Tunggu... tunggu... Yang anda maksud istri anda siapa, setahu saya anda adalah seorang lelaki single bukan. dan mertua..." kata Fernando bertanya dan bingung atas semua ucapan Ardiansyah.
"Sebenarnya begini tuan Fernando, Ardiansyah adalah menantu saya.
Mereka baru kemarin melangsungkan pernikahan dengan putri saya yang bernama dokter Afifa.
Afifa dan nak Ardiansyah ini sudah mengenal sejak lama.
Mereka merupakan teman satu sekolahan dahulu.
Kami menyembunyikan pernikahan mereka karena mereka yang menginginkannya sampai masalah ini terselesaikan.
Dan tidak ada orang yang mengetahui pernikahan mereka kecuali keluarga dekat dan orang terdekat saja.
__ADS_1
Dan tuan juga sudah tahu bukan tentang apa yang terjadi pada Afifa dan juga putri saya Reina.
Untuk itu untuk mematahkan pemikiran mereka terhadap Reina dan juga Afifa makanya kami bersama membuat rencana seperti itu" akhirnya Hamid angkat bicara dan menjelaskan semua kepada Fernando.
Akhirnya Fernando pun paham dengan apa yang dijelaskan oleh Ardiansyah dan juga Hamid Abdullah.
"Baiklah kalau begitu, menurut saya rencana ini sungguh brilian, dan saya akan memerintahkan tim saya yang lain yang berasal dari negara X untuk menjalankan tugas ini. Dengan begitu semua rencana anda akan berjalan mulus" kata Fernando menyetujui perkataan Hamid Abdullah dan Ardiansyah.
"Saya rasa tuan Ardiansyah tidak usah menjalankan misi ini dikhawatirkan nanti akan memudahkan mereka bisa mengetahui tentang Afifa, semua demi kelancaran rencana ini" lanjut Fernando mengemukakan pendapat nya.
"Sepertinya pendapat tuan Fernando ada baiknya, biarlah Ardiansyah fokus untuk misi menjaga istrinya saja" kata Hamid Abdullah menyetujui pendapat dari Fernando.
"Oh ya ada satu hal yang harus saya sampaikan ke anda tuan Fernando,
3 hari yang lalu dokter Afifa dengan dokter Reina ditangkap oleh anak buah profesor Alfaro yang bernama dokter Anwar, untung ada tuan Aziel Ramadhan yang berhasil menyelamatkan mereka berdua, tetapi dokter Afifa mendapat luka tembak lengan kirinya juga sedikit memar-memar, sedang dokter Reina menderita memar-memar akibat pertarungannya dengan mereka.
Mereka masih beranggapan kalau chip tersebut dibawa oleh dokter Reina, jadi mereka sengaja mengikuti dokter Afifa karena mereka berpikir kalau dokter Afifa sangat dekat dengan dokter Reina walau memang sebenarnya mereka adalah satu saudara" kata Ardiansyah memberikan laporan tentang kejadian yang menimpa Afifa dan Reina beberapa hari lalu.
Fernando hanya mengangguk-angguk tanda mengerti dan mulai berpikir.
"Jadi kejadiannya seperti itu, baiklah kapan sebaiknya kita laksanakan penukaran obat itu dengan formula dokter Afifa" tanya Fernando.
"Saya rasa lebih cepat lebih baik tuan" kata Ardiansyah.
"Baiklah kalau begitu, saya akan menunggu bawahan saya yang dari negara X, nanti setelah mereka datang baru kita laksanakan misi ini bagaimana" tanya Fernando meminta persetujuan mereka.
"Saya rasa itu juga lebih baik, kira-kira berapa hari mereka datang" kata Abi Hamid bertanya balik.
"Mungkin besok malam mereka semua akan datang tuan" kata Fernando memberi kepastian kedatangan bawahannya.
"Baiklah kalau begitu kita mulai saja 2 hari dari sekarang. Dan lebih baik kita lakukan saat malam tiba, karena dimalam hari kegiatan dirumah sakit itu sangatlah lenggang sekali, bahkan mungkin tidak ada aktifitas yang berarti" kata Hamid Abdullah.
"Benar tuan, saya rasa juga begitu" kata Fernando menyetujui apa yang diucapkan Hamid Abdullah.
"Ya sudah kalau begitu saya undur diri dahulu dan saya ucapkan selamat buat tuan Ardiansyah atas pernikahan nya" kata Fernando menyudahi sekaligus memberi ucapan selamat kepada Ardiansyah dengan tulus.
"Terima kasih tuan Fernando, dan maafkan saya kalau saya tidak memberitahukan kepada anda sebelumnya" kata Ardiansyah sedikit merasa bersalah.
"Tidak apa-apa tuan Ardiansyah, saya mengerti kok" jawab Fernando.
"Ya sudah saya permisi dahulu, selamat siang" kata Fernando mengakhiri perbincangannya dengan Ardiansyah dan juga Hamid Abdullah.
__ADS_1
Fernando dan ketiga anak buahnya melangkah meninggalkan ruangan Ardiansyah.