
Gerald yang hendak menuju ruang pengendali robot-robot nya di hadang oleh Nicholas, Afifa dan juga Ardiansyah.
"Mau kemana om Gerald ku yang tersayang" ucapnya sinis sambil menatap tajam Gerald.
"Kau...
Bagaimana bisa kamu masih hidup dan berada disini.
Beberapa hari yang lalu bukannya anak buahku menemukanmu tewas tak berdaya" Gerald yang terkejut dengan kehadiran Nicholas merasa terheran-heran.
flash back on
Setelah Nicholas kembali bergabung dengan profesor Alfaro, dia berusaha sekuat tenaga mencari keberadaan adiknya.
Saat keberadaan adiknya diketahui Lionel yang diutus oleh Hamid Abdullah segera membantu pembebasan adik dari Nicholas dan saat itu Nicholas juga ikut dalam misi penyelamatan itu.
Disini terdapat banyak drama yang harus Nicholas lakukan.
Nicholas berpura-pura tewas tertembak oleh pihak musuh yaitu Lionel dan anak buahnya.
Saat itu Nicholas masih berpura-pura meninggal dengan menggunakan formula yang dulu pernah diberikan Reina.
Formula hasil penelitian Afifa dan Reina sendiri.
Anak buah Gerald yang menemukan kalau Nicholas sudah tewas akhirnya membuang mayat Nicholas kedalam hutan dan sempat diikuti oleh Lionel secara diam-diam.
Nah disitulah, ketika semua pergi menjauh dari mayat Nicholas, Lionel dengan beberapa anak buahnya menghampiri Nicholas dan membawa Nicholas kembali ke markas milik Hamid Abdullah.
Sesampai disana dengan segera Nicholas di suntik formula yang bisa menjalankan kembali detak jantungnya itu.
Akhirnya Nicholas bisa tetap hidup.
Flashback off
"Apapun bisa terjadi om kalau Allah menghendakinya" kata Nicholas masih dengan tatapan tajam.
"Ini tidak mungkin, kamu sudah mati Nick.
Apa kamu hantu Nicholas" tanyanya masih belum yakin dengan keberadaan Nicholas yang masih hidup.
"Apa om, ingin aku yakinkan.
Baiklah kalau begitu" Nicholas langsung menendang Gerald yang saat itu belum siap menerima serangan dari siapapun.
Gerald sedikit terhuyung namun dia masih bisa menjaga keseimbangan.
"Apa sekarang om sudah yakin kalau aku masih hidup" ejek Nicholas.
"Bed*ebah kau Nick, aku akan menghancurkan mu dan akan melenyapkan mu seperti aku melenyapkan kedua orangtuamu" Gerald kini semakin emosi dengan keponakannya itu.
Nicholas hanya bertepuk tangan dengan santainya.
"Akhirnya kau mengakuinya juga om kalau kau sudah membunuh kedua orangtua ku.
Kau memang keluarga yang brengsek.
Kau sudah tega membunuh Kakak kandungmu sendiri hanya karena ambisi iblis mu itu.
__ADS_1
Kau memang tidak punya hati nurani" sambil meludah kearah Gerald.
Gerald yang terkena ludah an Nicholas semakin geram dan semakin emosi.
Dengan cepat dia menyerang Nicholas.
Serangan demi serangan berhasil Nicholas halau dan patahkan.
Semenjak bergabung dengan Hamid Abdullah kemampuan Nicholas dalam beladiri semakin maju pesat karena hampir tiap hari Hamid menggembleng Nicholas agar menjadi orang yang kuat.
Selain itu Nicholas juga menerima begitu banyak ilmu agama setiap harinya sehingga kini Nicholas sudah menjadi pribadi yang lebih baik dan terarah.
Afifa dan Ardiansyah memperhatikan perkelahian dua saudara itu karena sebelumnya Nicholas meminta Afifa dan Ardiansyah untuk tidak ikut menyerang Gerald karena dia sendiri yang akan menghukum sendiri om nya itu yang sudah banyak menyakiti orang.
Afifa hanya mengawasi dan tetap ikut berkelahi dengan Danielo dan Torres juga anak buahnya.
"Hanya segitu saja kemampuan om" kata Nicholas meremehkan Gerald.
"Sialan kau, dari tadi kau hanya menghindari serangan ku.
Apa kamu juga tidak memiliki kekuatan sehingga kamu hanya bisa menghindarimu terus" meremehkan balik Nicholas.
Nicholas tampak tertawa sumbang.
"Apa om yakin ingin merasakan kekuatanku" tanya Nicholas mengejek
"Bed*ebah kau Nick.
Rasakan ini" Gerald kembali menyerang kini dia mengerahkan seluruh kemampuannya.
Nicholas yang merasa geram mulai memberikan perlawanan kepada Gerald.
Berkali-kali Gerald mendapat pukulan dari Nicholas sampai dia sempat terhuyung dan jatuh diatas lantai namun masih bisa berdiri kembali.
Gerald yang sudah kembali berdiri kini mulai menyerang Nicholas lagi dan dengan gerakan cepat Nicholas dengan mudahnya menghindari dan menangkis serangan demi serangan Gerald.
Saat Gerald lengah Nicholas gantian menyerang dengan cepatnya.
Kini darah segar mengalir disudut bibir Gerald.
Gerald mengusap dari yang mengalir di sudut bibirnya itu.
Namun Nicholas kembali melakukan serangan hingga Gerald babak belur dan tak berdaya setelah ditundukkan oleh Nicholas.
Dengan segera Nicholas mengikat tangan dan kaki om nya itu dan memberinya suntikan agar dia pingsan dan tak berdaya dengan waktu yang sangat lama.
Kini Nicholas bergerak lagi dan membantu Fano dan juga Reina yang sedikit kewalahan menghadapi banyak ya pasukan milik Torres dan Danielo.
Afifa dan Ardiansyah menyerang Danielo dan Torres.
Pertarungan tidak terelakkan lagi.
Afifa dengan sangat mudahnya mematahkan dan menangkis serangan lawan.
Ardiansyah hanya membantu serangan yang dilakukan Afifa.
Setelah pertarungan yang begitu panjang akhirnya Danielo berhasil dikalahkan dan kini dia sudah tak berdaya dengan muka penuh luka dan badannya sakit-sakit semua.
__ADS_1
Kini tinggal Torres yang tampak masih mampu menyerang Afifa dan Ardiansyah.
Namun karena waktu yang sangat lama dia bertarung akhirnya Torres pun tampak kelelahan.
Staminanya mulai menurun drastis.
Tanpa berpikir lama, Afifa segera menerjang.
Dengan satu kekuatan saja Torres dibuatnya tidak berdaya sama sekali.
Akhirnya Danielo dan juga Torres kini sudah terkapar dengan begitu banyak luka-luka.
Gerald, Torres dan juga Danielo sudah tertangkap dan kini mereka dibawa kesebuah penjara khusus orang-orang yang sangat kebal hukum dunia tetapi tidak dipenjara milik Hamid Abdullah yang tidak diketahui oleh siapapun letak penjara itu hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahuinya.
Dipenjara itu hanya untuk orang-orang kebal hukum saja.
Beberapa anak buah Ardiansyah dan Fano segera membawa mereka menuju ke penjara milik Hamid Abdullah.
Sedang Nicholas, Reina, Fano, Ardiansyah dan juga Afifa kembali ketempat mereka.
Aziel mulai menarik kembali drone nya yang sudah dia sebarkan dan kembali kemarkas mereka.
Kini penjagaan ketiga musuh itu tidak terlalu ketat karena mereka tahu ketiga musuh itu sungguh tak berdaya sekarang.
Mereka dibawa dengan mobil yang terpisah antar satu dengan lainnya.
Namun saat diperjalanan anak buah Ardiansyah yang sedang membawa Torres berhasil dihadang oleh seseorang yang tidak mereka ketahui siapa itu.
Mereka diserang dan mengakibatkan anak buah Ardiansyah banyak yang terluka dan tewas seketika.
Saat salah satu anak buah Ardiansyah melaporkan kejadian itu bala bantuan datang namun sayang Torres sudah tidak ada bersama mereka.
Bala bantuan itu hanya melihat sisa-sisa pertempuran dan perkelahian.
Banyak yang tergeletak tak bernyawa dan juga tidak banyak juga yang terluka parah.
Yang terluka segera dibawa oleh pasukan bala bantuan itu menuju kesebuah rumah sakit untuk diberikan pertolongan dan penanganan agar mereka bisa sembuh seperti sedia.
Hamid yang mendengar kabar bahwa Torres berhasil diselamatkan seseorang segera memberitahukan Aziel.
Aziel tampak begitu terpukul dia merasa sangat bersalah sekali karena keteledorannya itu.
Tidak hanya Aziel tetapi Ardiansyah dan yang lainnya juga merasakan hal yang sama dengan Aziel.
Perasaan bersalah karena sebelumnya tidak memberikan pengawalan buat mereka menuju penjara milik Hamid Abdullah.
Jangan lupa kasih dukungan di karyaku yang lain ya
..."kaulah yang pertama dan terakhirku" ...
...dan "Reymond cintaku"...
VOTE
Komentar
LIKE
__ADS_1
Terima kasih sudah mendukungku
Dan saya mohon maaf jika ceritanya kurang menarik dihati atau kurang bagus.