
Ardiansyah dan Afifa yang sedang diserang oleh sekelompok orang di bandara kini mereka sudah bisa mengatasinya.
Berbagai serangan bisa dipatahkan oleh Afifa dan banyak juga yang terkena tembakan Afifa tepat pada sasarannya.
akhirnya musuh pun kalah dan hanya sisa dua orang yang kini sedang dibawa anak buah Mike menuju ke markas mereka.
Afifa dan Ardiansyah kini masuk kedalam bandara dan segera menaiki pesawat jet mereka.
Mata-mata dari musuh berhasil kabur dan mereka melaporkan kalau semua pasukan yang dikerahkannya berhasil dikalahkan oleh Ardiansyah dan anak buahnya.
Saat diatas pesawat Ardiansyah mendapat telepon dari tuan Fernando yang menceritakan kalau kita saat ini sedang berhadapan dengan Gerald seorang mafia dunia hitam yang terkenal sangat kejam dan sadis.
Dia tidak segan untuk menghabisi musuhnya dengan cara yang mengerikan.
Penyiksaan dan penganiayaan selalu mereka lakukan kepada siapapun yang sudah menghalangi tujuannya.
Ternyata yang menyerang Ardiansyah dan Afifa adalah anak buah dari Gerald yang merupakan om dari Nicholas.
Setelah mendapat informasi dari Fernando, Ardiansyah mengerahkan anak buahnya untuk tetap waspada.
"Sayang ternyata yang menyerang kita adalah anak buah dari Gerald.
Dia mafia didunia hitam yang sangat terkenal dengan kesadisannya" kata Ardiansyah menceritakan informasi dari Fernando.
"Masya Allah hubby, benarkah itu. Tetapi kenapa mereka menyerang kita?
Apa salah kita terhadap mereka" tanya Afifa yang memang tidak mengetahui kesalahannya terhadap kelompok orang dunia hitam itu.
"Karena kita sudah menghancurkan rencana mereka dengan Profesor Alfaro itu sayang" kata Ardiansyah.
"Terus apa rencana kita by" tanya Afifa selanjutnya.
"Kita diminta sama tuan Fernando untuk bersiap dan siaga karena kita akan masuk dalam misi dunia sekarang.
Apa kau sanggup sayang" tanya Ardiansyah.
Ardiansyah kini benar-benar tidak terlalu khawatir dengan keadaan istrinya itu karena istrinya semakin hari kekuatannya diluar batas dan kekuatan dia jauh dibawah sang istri.
Ardiansyah sangat bangga mendapatkan istri yang begitu mencintainya dan memiliki kekuatan dan keahlian yang tidak dimiliki oleh orang pada umumnya.
Ya kadang Ardiansyah merasa sedikit frustasi karena dia merasa rendah tetapi sikap dan tindakan Afifa tidak sedikitpun merendahkan sang suami malah dia selalu membesarkan hati sang suami agar sang suami merasa nyaman dan tidak tersinggung dengan apa yang Afifa miliki.
Kini mereka sudah sampai di sebuah pulai kecil dan disana terdapat benteng yang menjulang tinggi.
Mereka memasuki sebuah rumah yang cukup besar dan luas.
Tampak Fano, Reina dan Nicholas sedang berbincang-bincang.
"Assalamu'alaikum semua" salam Afifa dan Ardiansyah.
"Wa'alaikumsalam fa, Syah" kata mereka bertiga hampir bersamaan.
"Bagaimana perjalananmu menuju kesini apa banyak kendala" tanya Reina.
"Kami habis diserang oleh anak buah Gerald, tetapi untung kami bisa mengatasinya" kata Ardiansyah.
"Tunggu Gerald, aku sepertinya tidak asing dengan nama itu" kata Nicholas saat menyadari sebuah nama yang sangat familiar dengannya.
__ADS_1
"Iya Gerald seorang mafia dunia hitam yang sangat terkenal dengan kekejamannya itu" kata Ardiansyah menjelaskan siapa Gerald.
"Dia seperti nama seseorang yang sangat aku kenal" kata Nicholas.
"Oh ya, siapa" kata mereka berempat kompak
"Dia seperti adik dari papa ku. Yang menghilang saat kejadian kedua orangtua ku meninggal dan sepeninggal orangtuaku banyak sekali rekan bisnis dan anak buahnya mengambil alih bisnis papa ku.
Aku saat itu aku masih baru beranjak remaja.
Kedua orangtua ku meninggal secara tragis.
Untung ada seseorang yang dengan ikhlas menjaga dan merawat ku dengan adikku.
Dia adalah tangan kanan papa tetapi saat aku sudah mulai bekerja kejadian naas merenggut orang yang membesarkan aku.
Kematiannya sangat tragis" Nicholas mulai menceritakan kisah hidupnya.
Kisah yang sangat menyayat hati buat siapa yang mendengarnya.
Flashback
Nicholas yang saat itu berada disebuah mansion milik papanya yang begitu besar sedang bermain dengan adik satu-satunya.
Adik yang selama ini sangat disayanginya.
Saat itu papa nya bersama mama dan om nya sedang ada pertemuan bisnis dengan salah satu rekan bisnisnya dari negara J.
Mereka melakukan pertemuan dirumah mereka saat itu.
Kaki kanan papa nya yang bernama Ricko dengan segera menyelamatkan Nicholas dan adiknya.
Mereka bersembunyi pada sebuah ruang rahasia yang sengaja papanya buat jika terjadi sesuatu terhadap mereka.
Ruangan itu letaknya menghubungkan dengan ruang kerja sang papa.
Dari ruangan tersembunyi itu dengan mata kepala sendiri Nicholas melihat papa dan mamanya sudah tergeletak tak bernyawa sedangkan om nya tidak ada disana.
Selang beberapa saat polisi berdatangan membawa jenasah sang papa dan mama nya.
Nicholas dan adiknya menangis sejadi-jadinya.
Sehari setelah kematian papa dan mamanya Nicholas diusir dari rumah mewah nan megah itu.
Mereka adalah asisten papa nya yang berada dikantor.
Ricko mengajak Nicholas ke suatu tempat yang jauh dari kediaman papa nya yang dulu.
Rumah yang sangat sederhana dan jauh dari kata mewah.
Di sanalah Nicholas dan adiknya dibesarkan hingga menjadi seorang dokter yang handal.
Hingga saat Nicholas mulai bekerja disebuah rumah sakit besar di kota dia mendapat kabar Ricko yang membesarkannya dan sudah seperti papa nya sendiri itu meninggal dengan cara se tragis mama dan papa nya, sedangkan adiknya tidak diketahui keberadaannya.
Nah sejak itu Nicholas dengan berat hati harus bergabung dengan Profesor Alfaro.
Flashback off.
__ADS_1
Ternyata kisah kamu hampir mirip dengan kisah ku dokter Nicholas.
Kedua orangtuaku meninggal saat aku dan kakakku mulai beranjak remaja.
Mereka meninggal karena kecelakaan.
Untung ada Abi dan Uma yang membawa kami dan membesarkan kami hingga kami menjadi sekarang.
"Sudah-sudah lebih baik kita tidak usah mengingat-ingat hal yang sudah berlalu dan menyakitkan.
Lebih baik kita hadapi masa depan dengan lebih baik lagi" kata Afifa menghentikan cerita yang menyesakkan hati.
Afifa tidak ingin Reina mengingat hal yang akan membuat Reina bersedih dan kembali terpuruk.
"Benar apa yang dikatakan istriku, lebih baik kita menatap masa depan dengan banyak melakukan kebaikan" ucap Ardiansyah membenarkan perkataan Afifa.
"Oh ya Nick, sekarang adik kamu berada dimana" tanya Ardiansyah.
"Adikku sedang mengikuti pelatihan Syekh Muhammad Arsyad dan tuan Hamid Abdullah.
Mereka akan menjadikan adikku orang yang sangat kuat dan tangguh yang bisa membanggakan kedua orangtuaku.
Ternyata tuan Hamid Abdullah mengenal papa dan mama ku karena mereka berdua juga rekan bisnis dan sekaligus sahabat papaku" kata Nicholas menjelaskan.
flashback on
Sejak Nicholas kembali kemarkas Hamid Abdullah untuk menemui adiknya yang sedang dicarinya itu.
Disana Nicholas dan adiknya mulai bercerita tentang keluarganya dan kematian tragis yang tidak pernah terusir hingga sekarang.
Hamid Abdullah yang saat kematian sahabatnya itu beberapa hari setelah pemakaman mendatangi kediamannya dan saat mencari kedua putra sahabatnya itu sudah tidak ada dirumah itu yang ada seorang yang tidak dikenalnya dan mengatakan kalau anak dari sahabatnya itu sudah pergi meninggalkan kota itu.
Hamid sempat berpikir kalau kedua putra sahabatnya itu di bawa oleh sanak keluarga nya.
Ternyata tidak seperti yang dipikirkan.
Sekarang Hamid Abdullah bersyukur karena kedua putra sahabatnya telah ditemukan.
Dan kini mereka berdua berada dalam lindungan Hamid Abdullah.
Adik Nicholas dididik dan disekolahkan ditempat terbaik.
Hamid berencana mengakuisisi perusahaan milik orangtua Nicholas dan nantinya akan dikembalikan kepada Nicholas dan adiknya itu.
Flashback off.
"Ternyata dunia ini hanya selebar daun kelor ya, kita semua seakan saling terhubung satu sama lainnya" kata Ardiansyah.
"Ya sudah sekarang lebih baik kita menunggu Abang Aziel dengan Anna.
Sepertinya mereka sebentar lagi akan tiba" kata Reina.
"Abang sama Anna mau datang, benarkah" tanya Afifa seakan tidak percaya.
"Benar sayang, tadi Abang mengabari aku sebelum berangkat kesini" kata Ardiansyah.
Sambil menunggu kedatangan Aziel dan Anna mereka berlima mengobrol ringan dan diselingi canda tawa.
__ADS_1