
Afifa sedang merentangkan kedua tangannya dan memejamkan matanya sambil berputar-putar dibibir pantai
Dia hirup udara sebanyak-banyaknya dan dihembuskan nya
Ardiansyah yang melihat sang istri seperti itu langsung berlari dan memeluknya.
Afifa membuka matanya dan mendapati sang suami sudah memeluknya.
"Apa kamu bahagia sayang" tanya Ardiansyah untuk kesekian kalinya.
"Aku sangat-sangat bahagia by, kau tahu by sejak lama aku memimpikan bermain di hamparan pasir putih dan bisa menghirup udara bebas seperti saat ini.
Karena kesibukanku menjadikan aku tidak pernah merasakan liburan bahkan memanjakan diri" kata Afifa sambil menyandarkan kepalanya di dada sang suami.
Ardiansyah semakin mengeratkan pelukannya dan sesaat dia membalikkan sang istri dan mulai menangkup wajah sang istri.
Dilumatnya bibir manis sang istri dengan penuh kelembutan dan hasrat sampai mereka berdua mulai kehabisan oksigen.
Sejenak diusap bibir dan istri yang sudah sedikit bengkak akibat ciumannya tadi.
Ardiansyah mengajak Afifa menyusuri bibir pantai yang indah itu.
Sesekali dia memercikkan air ke muka sang istri dan Afifa pun membalas perbuatan suaminya dengan hal sama
Mereka berdua mulai berkejar-kejaran dan akhirnya pun terduduk di hamparan pasir putih karena kelelahan.
Mereka tiduran diatas pasir putih sambil menatap awan biru yang begitu indah.
Ardiansyah membalikkan badannya menatap wajah sang istri dari samping.
Di belainya pipi halus dan mulus itu dan ditatapnya dengan penuh makna.
"Sayang kau begitu cantik rupawan. Sejak dahulu pesonaku begitu terpancar. Aku begitu beruntung mendapatkan bidadari yang berhati malaikat" Ardiansyah mulai melancarkan kata-kata rayuannya.
"Ih apaan sih by, gombal banget deh" kata Afifa yang pipi nya sudah merah merona.
Malu-malu dia memalingkan wajahnya dari sang suami.
Ardiansyah yang melihat Afifa merona semakin gemas dibuatnya.
Sinar matahari sudah mulai tak terlihat kini tergantikan dengan sinar kemerahan dari ujung lautan lepas.
Mereka berdua menikmati setiap detik dan waktu proses tenggelamnya matahari sambil saling bersandar.
"Yuk sayang, kita kembali masuk kedalam resort.
Karena malam sudah tiba" kata Ardiansyah mengajak sang istri untuk kembali kekamar mereka.
Afifa hanya menjawabnya dengan anggukan.
Mereka berjalan dengan bergandengan tangan menuju resort tempat mereka tinggal.
__ADS_1
Setelah masuk kedalam kamar mereka Afifa segera membersihkan diri dan mulai melaksanakan ibadah nya berjamaah dengan sang suami.
Lama mereka beribadah dan saat jam menunjukkan pukul 19.00 Ardiansyah membawa sang istri keluar dan menuju ke bibir pantai yang tadi.
Di sana sudah tersedia satu meja dan dua kursi yang saling berhadapan. Disekelilingnya terdapat banyak kelopak bunga mawar putih dan merah yang bertaburan bak permadani.
Di jalan menuju meja itu terdapat banyak lilin-lilin yang berjajar disana.
Afifa sangat terkesan dengan apa yang dilihatnya
"By, apa kamu yang sudah mempersiapkan ini semua" tanya Afifa kepada sang suami.
"Benar sayang, apa kamu menyukainya" lagi-lagi Ardiansyah bertanya dengan pertanyaan seperti itu.
"Sangat suka by, aku tak menyangka akan mendapatkan hal seperti ini" Afifa terharu dan mulai meneteskan air mata dipipinya.
"Kenapa kau menangis sayang" tanya Ardiansyah yang mulai menghapus rembesan air mata dipipi sang istri.
"Aku menangis bahagia by, hari ini adalah hal terindah yang aku dapatkan selama ini. Terima kasih ya by" kata Afifa.
Ketika mereka mendekat ke meja itu Ardiansyah langsung menarik kan kursi untuk sang bidadari yang sejak lama mampu mengisi ruang dihatinya.
"Terima kasih by" ucap Afifa lembut dan tulus.
Afifa langsung duduk dikursi itu dan sesaat kemudian Ardiansyah sudah duduk berada didepan Afifa.
Digenggamnya kedua tangan sang istri dan disatukannya lalu diciumnya kedua tangan itu.
Afifa kembali merona dengan sikap romantis yang diperlihatkan oleh Ardiansyah.
Dihidangkannya makanan itu diatas meja.
"By, aku masih menyangka kamu akan mengajak ku makan malam seromantis ini by" kata Afifa yang sangat terkesan dengan makan malam romantis ini.
Tak beberapa lama datanglah 3 orang dengan membawa alat musik mendekati mereka dan mulai memainkan alat musik itu.
Afifa ternganga melihat semua ini.
Dia benar-benar merasakan kebahagiaan yang sekaligus mengharukan.
Sambil mendengarkan alunan musik mereka pun menyantap makan malamnya.
Saat menyantap makanan penutup yaitu berupa cake yang sangat enak itu lagi-lagi Afifa dibuat terkejut karena didalam kue itu terdapat cincin yang berkilau indah.
Iya cincin berlian yang bernilai sangat mahal.
"By..." kata Afifa yang tak meneruskan ucapannya itu.
Seakan dia ingin penjelasan dari sang suami.
"Iya sayang itu untuk kamu" kata Ardiansyah.
__ADS_1
"Dan ini ada sesuatu lagi untuk kamu" Ardiansyah mengeluarkan kotak kayu kepada Afifa.
"Apa ini by" tanya Afifa yang tertegun mendapatkan sebuah kotak dari kayu.
"Bukalah sayang, nanti kamu akan mengetahuinya" kata Ardiansyah.
"Woww ini semua buat aku by, kenapa kamu melakukan semua ini untukku by" Afifa terharu karena telah mendapat sekotak perhiasan set dan satu akta pendirian laboratorium sisuatu pulau yang sangat terpencil dan sulit dijangkau oleh siapapun.
Hanya pemiliknya dan orang kepercayaannya yang bisa menembus tempat itu.
Karena dilengkapi dengan iron dome dan juga terdapat suatu dimensi yang tidak orang tahu.
Tak ada yang bisa menembus tempat itu karena bagi orang lain itu seperti lautan lepas yang tidak ada sebuah pulau.
Dipulau itu ada sebuah laboratorium dan sebuah mansion yang sangat besar.
Disekelilingnya ada benteng-benteng yang menjulang tinggi mengelilingi tempat itu.
"Iya sayang, semua untukmu.
Apa kamu menyukainya sayang" tanya Ardiansyah.
"Aku tidak bisa berkata-kata by, ini benar-benar diluar prediksi ku. Dan aku benar-benar sangat menyukai nya" kata Afifa.
"Terima kasih banyak ya by, kamu benar-benar membuat aku berkali-kali terkejut dan surprise kamu benar-benar membuat aku merasa begitu istimewa di matamu" kata Afifa yang benar-benar takjub oleh surprise yang diberikan sang suami sampai dia bingung harus berkata apa dan harus meluap kan kebahagiaan nya seperti apa.
"Kamu memang sangat istimewa dan spesial di mataku sayang.
Sejak lama, sejak pertama aku mengenalmu" kata Ardiansyah yang sontak membuat Afifa bersemu kemerahan di pipinya.
"Jangan berlebihan gitu by aku kan jadi malu" kata Afifa tertunduk malu-malu.
Ardiansyah sudah tidak tahan melihat wajah malu-malu sang istri.
Ditariknya wajah itu dan dirangkum nya selanjutnya dilumatnya bibir manis sang istri dengan sangat lembut.
Afifa yang malu berusaha memberontak tetapi sia-sia.
Saat oksigen dirasa dah mulai habis Ardiansyah melepaskan panggutannya.
"By malu ah, ada yang melihat" kata Afifa sedikit kesal karena Ardiansyah menciumnya didepan orang lain.
"Kan wajar sayang, kita juga sudah halal juga" kata Ardiansyah santai.
"Iya by, tapi sebaiknya bukan ditempat umum ya" pinta Afifa.
"Tetapi aku tidak bisa menahannya sayang kalau tidak mencium kamu" Ardiansyah mulai merajuk.
Afifa yang jengah dengan kelakuan sang suami akhirnya mengalah.
"Ya udah terserah lah by" ucap nya.
__ADS_1
Merea melewati malam yang indah dan romantis berdua.
"Yuk sayang kita masuk, malam sudah terlalu larut. Angin malam tidak baik buat kesehatan" sambil menggandeng Afifa menuju kamarnya.