Dokter Afifa

Dokter Afifa
Ardiansyah panik


__ADS_3

Kini waktu telah berganti dan bulan telah berganti juga tak terasa kini kehamilan Afifa sudah semakin besar.


Ardiansyah yang sangat offer protective kepada istrinya itu selalu setia menemani istrinya dan tidak boleh sedikitpun Afifa diperbolehkan bekerja yang membuatnya semakin capek.


Hingga dengan sengaja Ardiansyah selama berbulan-bulan sengaja memindahkan kantornya dirumahnya yaitu disebuah mansion yang dibelinya sebelum mereka berangkat berbulan madu.


Mansion yang tidak jauh dari kediaman Hamid Abdullah Abi dari Afifa.


Pagi itu seperti biasa Ardiansyah sedang menemani Afifa untuk berjalan-jalan di dekat taman komplek perumahan mereka.


Afifa dengan perut besarnya tampak begitu mudah kelelahan.


"Sayang, apa tidak sebaiknya kamu beristirahat dahulu" pinta Ardiansyah yang merasa khawatir dengan keadaan Afifa.


"Tidak hubby, sebaiknya kita lanjutkan jalan-jalan kita" tolak Afifa yang merasa masih sanggup untuk berjalan.


"Tetapi aku melihatmu saja, rasanya aku sudah tidak sanggup.


Apa anak kita berat ya sayang" tanya Ardiansyah dengan pertanyaan bodohnya itu.


"Hubby mana mungkin ini berat, ini tidak seperti yang kamu bayangkan" jelas Afifa.


"Benarkah sayang" tanya Ardiansyah ingin memastikan.


"Benar hubby, ayo ah kita jalan lagi" ajak Afifa.


Kini Afifa dan Ardiansyah kembali berjalan menyusuri taman dan saat didepan air mancur Afifa dan Ardiansyah berhenti dan duduk disalah satu kursi yang ada didepan kolam ikan yang ada air mancurnya itu.


"Hubby aku mau bubur ayam itu deh bisa kamu belikan aku" pinta Afifa manja.


Sejak mengandung Afifa jadi semakin manja terhadap suaminya itu.


Dia selalu ingin berdekatan dengan sang suami.


Ardiansyah pun segera beranjak dan membelikan sang istri bubur ayam yang dia minta.


"Kamu tunggu lah disini biar aku membelinya Sebentar" pamit Ardiansyah.


Setelah sedikit mengantri Ardiansyah akhirnya mendapatkan bubur ayam yang diinginkan sang istri.


Saat kembali betapa terkejutnya Ardiansyah yang sudah tidak melihat sang istri ditempat nya.


"Kemana Afifa" batin Ardiansyah.


Tampak jelas diwajahnya guratan kekhawatiran yang begitu mendalam.


Ardiansyah mencari-cari Afifa disetiap sudut taman itu namun dia tidak menemukan keberadaan Afifa sama sekali disana.


"Apa Afifa sudah Kembali ya" monolog Ardiansyah dan segera dia menelepon ke mansion miliknya.


"Hallo bi apa nyonya sudah kembali" tanya Ardiansyah saat sambungan telepon itu tersambung.


"Belum tuan, bukannya tadi nyonya bersama dengan tuan ya" kata asisten rumah tangga nya itu.


"Oh ya sudah baiklah bi kalau begitu" Ardiansyah pun memutuskan sambungan teleponnya.


Dia mulai mencari kembali dan bertanya kepada orang yang berlalu lalang di sekitar taman itu.


"Maaf apa anda melihat wanita berhijab yang sedang hamil lewat sini" tanya Ardiansyah kepada salah satu orang yang melintas didepannya.

__ADS_1


"Oh nyonya ini tadi ada disana tuan. Dia tadi sedang menolong anak kecil yang akan diculik oleh seseorang" jelas seseorang itu.


"Baiklah terima kasih" kata Ardiansyah tulus.


Ardiansyah mencoba menghubungi ponsel Afifa namun tidak diangkatnya juga dan segera dia meminta bantuan Fano untuk melacak keberadaan istrinya itu.


"Fan tolong bantu aku lacak keberadaan Afifa, dia tadi menghilang ditaman" kata Ardiansyah yang masih dengan nada dan wajah yang sangat panik.


"Bagaimana bisa dia menghilang Syah, apa kamu tadi tidak bersamanya" tanya Fano.


"Nanti saja aku jelaskan sekarang lebih baik coba kamu cepat cari keberadaan istriku" pinta Ardiansyah.


Selain meminta pertolongan Fano, Ardiansyah juga berusaha melacak keberadaan sang istri itu dimana jam yang dikenakan oleh Afifa selama ini tersambung dengan jam tangan miliknya karena jam itu adalah jam canggih yang memang untuk mereka berdua.


"Di kantor polisi" heran Ardiansyah.


Dengan segera Ardiansyah kembali pulang dengan membawa bubur ayam yang dia pesan tadi.


Ardiansyah berlari dan sesampai dirumah dia langsung mencari kunci mobilnya dan segera melajukan mobilnya ke kantor polisi yang saat ini ditunjukkan GPS tentang keberadaan istrinya itu.


Tak memakan waktu lama 5 menit Ardiansyah sudah sampai dihalaman kantor polisi.


Ardiansyah segera masuk dan menanyakan kepada salah satu polisi yang sedang melintas didepannya.


"Permisi pak, apakah tadi ada seorang wanita berhijab dan sedang hamil besar datang kesini" tanya Ardiansyah sopan.


"Oh nyonya Afifa ya pak, dia sekarang sedang di bagian interogasi karena dimintai keterangan tentang kejadian penculikan seorang anak.


Dan nyonya Afifa sudah berhasil membekuk para penculik itu tadi" kata polisi itu yang memang sudah sangat mengenal Afifa beserta keluarganya.


"Terima kasih pak" kata Ardiansyah dan berlalu pergi keruang interogasi yang ditunjukkan oleh polisi tadi sebelum dirinya pergi.


"Hubby, kenapa kamu bisa kesini" Afifa begitu terkejut saat mengetahui suaminya sudah berada disana disampingnya.


"Maaf pak ada apa ini kok sampai istri saya diinterogasi ya" tanya Ardiansyah tanpa menghiraukan sedikitpun ucapan Afifa.


"Oh nyonya Afifa tadi berhasil menggagalkan rencana penculikan tuan.


Kami hanya meminta keterangannya saja tadi" jelas polisi itu.


"Sayang kenapa kamu tidak mendengarkan aku.


Aku kan sudah meminta kamu jangan kemana-mana dan menungguku kenapa kamu pergi begitu saja tanpa memberitahuku" tanya Ardiansyah yang masih terlihat khawatir itu.


"Maafkan aku hubby, tadi kejadiannya begitu cepat" kata Afifa menundukkan kepalanya.


"Lain kali jangan diulangi lagi ya sayang, aku tadi mencari mu kemana-mana dan aku sangat khawatir akan keadaan kamu" kata Ardiansyah.


"Maafkan aku hubby, aku tidak bermaksud membuatmu khawatir" kata Afifa.


"Oh ya pak, apakah istri saya sudah boleh pulang" tanya Ardiansyah saat itu juga kepada polisi yang bertugas menginterogasi.


"Silahkan tuan, istri anda sudah selesai memberikan keterangannya" kata polisi itu.


Kini Ardiansyah membawa Afifa kembali kerumahnya.


Dia segera mengajak Afifa sarapan dahulu dan sebelum Ardiansyah pergi tadi Ardiansyah sudah menyuruh asisten rumah tangga nya untuk menyiapkan bubur yang tadi dibelinya untuk Afifa.


Ardiansyah sedikit mendiamkan Afifa kali ini, entah kenapa ada sedikit rasa kesal terhadap Afifa.

__ADS_1


"Hubby, apa kamu tidak mau memaafkan aku.


Kenapa kamu mendiamkan aku" kini Afifa mulai mengajak Ardiansyah berbicara.


"Tidak, itu hanya pikiran kamu saja" kata Ardiansyah sedikit dingin.


Saat itu juga Afifa langsung menangis, air matanya sudah meleleh dipipinya.


Semenjak hamil Afifa mudah sekali untuk menangis karena hal sepele.


Ardiansyah yang melihat istrinya menangis jadi meleleh juga hatinya.


Dia tidak tega dan hatinya sakit bila melihat istrinya menangis.


"Sayang, kenapa menangis.


Aku gak apa-apa.


Aku hanya khawatir saja tadi sama kamu" kini Ardiansyah yang kembali kelabakan menenangkan istrinya yang menangis itu.


"Habis hubby diam kan aku kan aku sama anak kita jadi sedih" sambil terisak.


"Sudah ya jangan nangis lagi, aku gak mau kamu menangis lagi.


Please sayang.


Habis ini kamu mau kemana biar kamu gak sedih lagi" kata Ardiansyah membujuk istrinya.


"Beneran hubby mau mengajakku kemana aku mau" kini perasaan Afifa sudah tenang dan kembali tersenyum merekah.


"Memang benar kalau orang hamil sebentar menangis eh sebentar lagi sudah tersenyum bahagia.


Memang perubahan emosinya begitu cepat berubah" batin Ardiansyah yang hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


"Iya sayang, kemana pun kamu mau" kata Ardiansyah menjawab pertanyaan sang istri.


"Bagaimana kalau kita ke mall saja hubby karena kan sebentar lagi anak kita akan lahir, sedangkan aku belum membelikan perlengkapan buat anak kita dan kita juga belum membeli perabot buat kamar ana kita" jelas Afifa yang kini sangat antusias.


"Boleh, ya sudah kalau gitu cepat habiskan sarapan kita dan setelah itu kamu bersiap-siap ya" Ardiansyah pun juga ikut bersemangat melihat antusiasme istrinya itu.


Jangan lupa


VOTE


KOMENTAR


LIKE


FAVORITKAN.


Karena semua itu sangat berarti buat aku.


Oh ya maaf kalau lama gak pernah up karena hp ku yang aku buat up novel akhir-akhir ini tidak bisa diajak bersahabat karena typo terus.


Dan laptop juga masih diperbaiki.


Insya Allah secepatnya setelah laptop selesai akan semakin rajin up lagi.


Dan jangan lupa kasih dukungan di novelku yang lain dong kak

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2