
Mereka semua menikmati makan malamnya dengan tenang dan hanya terdengar dentingan suara piring yang bertemu sendok dan garpu.
beberapa menit kemudian mereka semua sudah menyelesaikan makannya.
"Rencana nak Ardiansyah bagaimana mengenai pernikahannya" kata Abi memecahkan keheningan mereka saat selesai makan.
"Kalau Ardiansyah maunya secepatnya Abi" jawab Ardiansyah sambil malu-malu.
"Bagaimana kalau 3 bulan lagi aja" kata Uma Hamida.
"Boleh juga usulnya Uma Hamida, ya biar kita bisa mempersiapkan acaranya dengan baik" kata bunda Habibah menyetujui perkataan Uma.
"Menurut kalian berdua bagaimana" tanya Abi Hamid kepada Afifa dan Ardiansyah.
"Kalau Afifa menurut sama keputusan orang tua saja" jawab Afifa.
"Ardiansyah sebenarnya gak mau terlalu lama Abi, waktu 3 bulan terasa begitu lama buat saya tetapi kalau keputusan para orang tua seperti itu saya menurut saja" jujur Ardiansyah karena tidak mau terlalu lama lagi menunggu Afifa menjadi istrinya.
"Kamu bersabar dulu ya nak" kata Abi
Akhirnya pernikahan mereka akan digelar 3 bulan lagi dari sekarang.
Setelah pertemuan dan pembicaraan sudah selesai Habibah dan Ardiansyah berpamitan pulang karena hari sudah malam.
"Karena waktu sudah begitu larut sebaiknya saya berpamitan untuk pulang terlebih dahulu" kata Habibah.
"Baik lah kalau begitu, hati-hati dijalan" kata Abi dan Uma Hamida.
"Jangan lupa sering-sering main kesini bunda Habibah biar aku ada temannya nanti" kata Uma Hamida.
"Insya Allah" jawab bunda.
"Assalamu'alaikum" salam bunda Habibah dan Ardiansyah bersamaan.
Mereka saling berjabat tangan dan berpelukan sedangkan Ardiansyah mencium punggung tangan para orangtua.
Setelah itu Ardiansyah bersama bunda nya pun memasuki mobilnya dan kembali kerumahnya.
Sekitar 30 menit jarak tempuh yah harus dilalui oleh Ardiansyah dari rumah Afifa kerumahnya.
Sepanjang perjalanan binar-binar kebahagiaan menghiasi wajah Ardiansyah.
Bunda Habibah yang melihat senyum di wajah anaknya juga merasakan kebahagiaan itu.
Ditempat lain Afifa dan keluargs masih berkumpul, semua mengucapkan selamat kepada Afifa.
"Selamat ya nak akhirnya kembali ke cinta SMA nih ceritanya" ledek Uma Aisyah kepada anak kesayangannya itu.
"Ah Uma jangan ledek Afifa terus kan jadi malu" kata Afifa sambil menceburkan mulut nya dengan pipi yang bersemu merah.
"Kamu malu-malu gitu tambah gemesin deh" kata Reina.
"Hmmm Rein kamu ya mulai"
Mereka semua tertawa riang sambil menggoda Afifa.
__ADS_1
Tak terasa waktu sudah sangat larut malam.
"Ya sudah Abi Arsyad sama Uma Aisyah pulang dulu ya nak, kamu harus jaga kehormatan kamu, jaga nama baik calon suami kamu juga keluarga karena kamu sudah akan seutuhnya menjadi milik orang lain" nasehat Abi Arsyad.
"Baik Abi, nasehat Abi akan selalu Afifa ingat sampai kapan pun" kata Afifa dan langsung mencium punggung tangan Abi Arsyad.
"Kak kami pulang dulu,
Assalamu'alaikum" kata Abi Arsyad dan Uma Aisyah.
"Iya dik, hati-hati di jalan" jawab Hamid.
Syekh Muhammad Arsyad dan istrinya pun meninggalkan kediaman Hamid Abdullah.
Setelah kepergian Syekh Muhammad Arsyad dan istrinya sekarang tinggallah Reina dan abangnya Aziel Ramadhan.
"Bang Aziel sama Reina menginap disini aja ya nak" pinta Abi Hamid.
"Tapi besok Aziel ada meeting penting Abi" kata Aziel menolak halus.
"Tidak ada alasan ya nak, pokok nya Abi mau kamu sama Reina malam ini menginap disini dan ada sesuatu hal yang akan Abi bicarakan sama kamu juga Reina" tegas Abi Hamid.
"Baiklah Abi kalau begitu" kata Aziel pasrah.
"Karena Uma sudah mengantuk, Uma tidur terlebih dahulu ya, selamat malam semua" kata Uma dan langsung beranjak menuju ke kamar nya.
Setelah Uma Hamida tidak ada Abi mengajak semuanya keruang kerja Abi Hamid karena merupakan tempat teraman untuk berbincang suatu hal yang bersifat rahasia.
"Ayo kalian semua harus ikut Abi keruang kerja, termasuk kamu Afifa" kata Abi tegas memberi perintah.
Sesampai diruang kerjanya Abi Hamid menyuruh Afifa dan kedua anak lainnya untuk duduk dan terus mengunci pintunya kembali.
"Afifa dan kamu Reina sebelumnya Abi meminta maaf dulu terhadap kalian, kita harus ngomong yang sebenarnya ke Abang kalian karena bagaimanapun juga Abang kalian harus ikut turut menjaga adik-adik nya ini" kata Abi Hamid.
"Maksud Abi apa ya, Afifa kurang paham deh" kata Afifa.
"Ya tentang keterlibatan kalian dalam misi besar ini sayang" kata Abi Hamid.
"Baiklah kalau menurut Abi itu yang terbaik" kata Afifa akhirnya menurut.
Sedangkan Aziel hanya bengong saja melihat ke arah Abi, Afifa dan Reina secara bergantian.
"Terlibat misi besar apa Abi, kenapa semua orang tidak memberitahukan kepada Aziel.
Dan kamu Rein kenapa hanya diam saja?" kata Aziel sedikit kesal karena tidak mengetahui misi yang dihadapi adiknya.
"Reina dan kamu Afifa coba kamu jelaskan semua kepada Abang kalian ini" perintah Abi.
Akhirnya mau tidak mau mereka menjelaskan semuanya kepada Abang Aziel dari sejak pertemuannya dengan Aqila sampai saat ini yang mereka hadapi.
Aziel sangat terkejut dengan cerita kedua adiknya ini, dia tidak menyangka adiknya sekarang dalam bahaya.
"Kalian berdua kenapa harus sembunyikan semua ini kepada Abang" Aziel tak terima karena adiknya menyembunyikan misi ini terhadapnya.
"Aku terlanjut berjanji Abang sama Aqila karena jika semakin banyak yang mengetahui nya maka semakin kita akan mendekat dengan bahaya itu" jelas Afifa tertunduk dan menyesal.
__ADS_1
"Abang jangan salahkan Reina karena aku yang meminta Reina agar menyembunyikan semua ini dari abang" pinta Afifa tulus kepada Abang nya itu.
"Baiklah Abang gak akan marah tetapi lain kali setidaknya kalian cerita sama Abang juga Abi, untung aja Abi sudah mengetahuinya dahulu kalau tidak bagaimana dengan kalain berdua nantinya" kata Aziel sedikit cemas dan khawatir terhadap kedua adiknya itu.
Tak terasa perbincangan ini memakan waktu yang sangat lama dan sekarang sudah jam 11.30 malam.
"Fa sebaiknya kita berangkat sekarang saja ke apartemen kamu (Markas three Angel)" kata Abi akhirnya.
"Aziel harus ikut Abi" kata Aziel tegas.
Mereka berempat akhirnya pun pergi menuju markas Three Angel.
Sebelum mereka sampai tempat sudah disterilkan oleh anak buah Lionel.
Perjalanan mereka hanya ditempuh dengan waktu 10 menit karena Aziel mengendarai mobilnya cukup kencang.
Saat sudah sampai mereka semua keluar dari mobil dan langsung menuju lift dan langsung memencet tombol 25 karena apartemen Afifa ada dilantai 25.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai dilantai 25 dan langsung keluar lift dan berjalan langsung menuju tempat tinggal Afifa.
Tak menunggu lama Afifa langsung membuka pintu dan mempersilahkan Abi dan juga Abang Aziel masuk.
Suster Anna begitu terkejut karena ada satu sosok asing yang dibawa Afifa.
Memang suster Anna tidak pernah mengenal Abang Aziel yang merupakan kakak dari Reina dan Afifa.
Mata suster Anna bertemu pandang dengan Abang Aziel.
Ada pancaran kekaguman dari kilatan mata Abang Aziel.
Anna memberi kode ke Afifa menanyakan siapa yang bersama mereka itu.
Setelah mereka semua duduk baru Afifa membuka suara.
"Maaf bila kami mengejutkan mu Anna, pasti kamu bertanya-tanya siapa lelaki muda yang bersama kami ini.
Perkenalkan Anna dia adalah Abang ku dan Reina namanya Aziel" jelas Afifa sekaligus memperkenalkan kakaknya yang tampan itu.
POV Anna
Afifa datang membawa seseorang lelaki yang tampan dan saat melihatnya aku sedikit terpesona siapa dia dan mau apa dia kemari.
Aku kira dia adalah salah satu anak buah Abi tetapi setelah mendengar penjelasan dari Afifa aku semakin terkejut karena dia adalah kakak dari Afifa juga Reina.
Mata sempat saling menatap tetapi aku langsung mengalihkan pandanganku karena semakin aku ditatapnya semakin hatiku tak menentu, jantungku seakan berdetak sangat kencang dan aku merasakan getaran aneh yang belum pernah aku rasakan selama ini terhadap lelaki manapun.
Aku harus menepis semua ini karena aku tidak mau tersakiti untuk yang kesekian kalinya.
POV end.
"Maaf Anna sebelumnya jika Abang Aziel harus ikut dalam misi rahasia kita semua karena permintaan Abi juga, biar bagaimanapun mereka semua adalah keluargaku yang mana akan melindungi kita semua" Afifa menjelaskan agar Anna bisa memaklumi nya.
"Gak papa kok fa, kita tidak bisa bergerak sendiri karena kamu tahu sendiri kalau kita juga membutuhkan seseorang yang sangat kuat yang berada dibelakang kita juga" Anna me makhlumi nya.
Sekarang mari kita ke ruang rahasia saja ajak Afifa kepada semua.
__ADS_1
Mereka pun semua menuju ruang rahasia itu dan mulai merencanakan semua misi nya untuk menolong umat manusia.