Dokter Afifa

Dokter Afifa
Keanehan Afifa


__ADS_3

Afifa dan Ardiansyah yang sedang menunggu pesanannya datang sambil melihat-lihat kendaraan yang berlalu lalang.


"Sayang aku heran deh beberapa hari terakhir ini, kamu kok sepertinya aneh banget ya" tanya Ardiansyah.


"Masa' sih hubby, emangnya aku aneh kenapa" tanya Afifa yang merasa dia biasa aja.


"Apa kamu gak merasa ya sayang, kamu kan anti banget makan di larut malam begini dan beberapa hari ini kamu kelihatan sedikit pucat.


Apa kamu gak merasa sesuatu ya sayang" terang Ardiansyah kepada istrinya.


"Masa' sih hubby" sambil sedikit berpikir atas apa yang diucapkan oleh Ardiansyah.


"Sepertinya benar hubby, aku memang akhir-akhir ini merasa sedikit lemas dan..." Afifa menjeda kalimatnya dan teringat sesuatu


"Masak aku hamil, tetapi memang aku 1 bln lebih ini belum kedatangan tamu bulanan sih" batin Afifa yang mulai teringat gejala-gejala kehamilan.


"Dan... apa sayang" Ardiansyah tampak begitu penasaran dengan kelanjutan dari ucapan Afifa.


"Gak ada sih by, cuma aku mau bilang sedikit pusing aja gitu" bohong Afifa.


"Kalau kamu masih pusing sebaiknya kamu banyak-banyak istirahat saja sayang, aku gak mau kenapa-kenapa lho ya" memperingatkan istrinya itu.


"Tenang hubby, aku bisa jaga diri kok.


Oh ya hubby nanti kita sebelum pulang mampir dahulu ke apotik ya.


Ada obat yang mau aku beli sih buat pereda nyeri aja" kata Afifa beralasan biar gak ketahuan oleh suaminya.


Ketika sedang asyik mengobrol tiba-tiba pesanan Afifa dan Ardiansyah sudah datang.


"Ini neng, pesanannya" kata penjual itu.


"Makasih ya bang" jawab Afifa.


Mereka berdua makan dengan lahapnya dan Afifa sampai tambah 1 porsi kali ini.


Ardiansyah yang melihat istrinya seperti itu hanya terbengong-bengong saja karena banyak keanehan yang dia rasakan semenjak mereka menyelesaikan misi mereka itu.


"Sayang tumben kamu makan sampai habis 2 porsi gitu, apa kamu begitu kelaparannya ya, padahal tadi setahu aku kamu dirumah juga makan lho" tanya Ardiansyah penuh dengan tanda tanya.


"Gak tahu nih hubby, rasanya aku lapar banget deh dan bebek goreng lalapannya begitu enak sekali jadi aku nambah deh" sambil tersenyum lebar.


"Ya sudah gpp, tetapi perut kamu gak akan sakit kan nanti sayang" Ardiansyah sedikit khawatir dengan Afifa.


"Tenang aja hubby, aku baik-baik saja kok" menghilangkan kekhawatiran suaminya.


"Ya sudah selesaikan makannya dan kita segera pulang" kata Ardiansyah lembut.


"Baik hubby"


Kini Afifa segera menghabiskan makanannya dan minumannya yang tadi dipesannya itu.

__ADS_1


Tak beberapa lama mereka sudah menghabiskan makanannya tadi dan kini Ardiansyah mendekat ke penjual nya untuk membayar makanan mereka tadi.


Setelah membayar Ardiansyah menggandeng istrinya itu dan menuju ke mobilnya.


Ardiansyah melajukan mobilnya dengan perlahan-lahan dan saat melihat apotik Ardiansyah berhenti.


"Kamu tunggu disini aja hubby, biar aku sendiri yang masuk.


Aku hanya sebentar aja kok" kata Afifa melarang suaminya untuk turun.


Afifa turun dan berjalan menuju apotik.


Tak lama kemudian Afifa sudah kembali kemobilnya tetapi sebelumnya alat test kehamilan yang dia beli disembunyikan dikantong jaketnya.


"Sudah sayang yang kamu beli" tanya Ardiansyah saat Afifa sudah masuk kedalam mobil.


"Sudah hubby, nih obatnya" kata Afifa sambil memperlihatkan obat yang dia beli tadi.


Ardiansyah kembali melajukan mobilnya menuju rumah Hamid Abdullah.


10 menit kemudian mereka sudah sampai dihalaman rumah Hamid Abdullah.


"Ayo turun sayang" ajak Ardiansyah yang melihat istrinya tadi sempat ketiduran.


Afifa mulai mengerjapkan matanya dan kini dia turun dan masuk kedalam rumah bersama Ardiansyah.


Saat melewati ruang keluarga tampak Hamid dan Lionel sedang berbicara suatu yang penting.


"Syah, fa dari mana kalian tengah malam begini" tanya Hamid Abdullah yang keheranan.


"Oh ya, kapan kamu datang Lionel, bukannya kamu sedang berada di negara tempat Danielo bukan" tanya Ardiansyah.


"Aku baru saja sampai tuan muda, misi kita sudah berjalan lancar dan aku sudah membawa profesor Alfaro ke penjara kita" kata Lionel memberitahukan misi nya yang berhasil.


"Oh ya, selamat ya Lionel, akhirnya kita bisa sedikit bernafas lega" kata Ardiansyah yang begitu bahagia mendengar keberhasilan Lionel dalam menyelesaikan misi nya.


"Sama-sama tuan dan ini juga sudah menjadi tanggung jawab saya" kata Lionel.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi kembali kekamar dahulu ya Abi, Lionel" pamit Ardiansyah saat melihat Afifa yang sudah berkali-kali menguap menahan kantuknya itu.


Hamid dan Lionel mempersilahkan Ardiansyah dan Afifa kembali ke kamarnya.


Kini Afifa dan Ardiansyah sudah sampai didalam kamarnya.


Afifa segera meletakkan jaketnya kembali kedalam lemari gantung dan menaruh obatnya diatas nakas dekat tempat tidurnya.


Afifa mulai merebahkan tubuhnya diatas kasurnya itu sedangkan Ardiansyah sekarang berada dikamar mandi untuk membersihkan muka nya.


Ketika Ardiansyah keluar dari kamar mandi, dia melihat Afifa sudah tertidur begitu pulas nya.


Ardiansyah mendekat dan membaringkan tubuhnya disebelah sang istri.

__ADS_1


Dia belai pipi istrinya itu dan menyingkirkan beberapa anak rambut yang menutupi wajahnya.


Setelah itu dia peluk istrinya dan akhirnya dia ikut terlelap bersama istrinya.


Pagi seperti biasa sebelum subuh Afifa sudah terbangun dan dia merasakan badannya begitu berat dan ternyata tangan sang suami sedang memeluknya.


Perlahan Afifa bangun dan memastikan suaminya untuk tidak terbangun.


Afifa beranjak berdiri dan mengambil test kehamilan yang dia beli kemarin malam itu.


Setelah mengambil nya dia langsung menuju ke kamar mandi.


Sebelum dia mandi dan bersuci, dia mulai mencoba alat itu untuk memeriksa dirinya.


Dia tunggu beberapa menit dan ternyata hasilnya begitu mengejutkan Afifa.


"Apa aku hamil, benarkah ini.


Aku harus segera memberitahukan ini kepada hubby" kata Afifa dalam hati.


Belum selesai Afifa membersihkan tubuhnya tiba-tiba kamar mandi diketuk.


"Sayang, sedang apa kamu kok lama sekali" tanya Ardiansyah.


"Sebentar hubby, aku sudah mau selesai kok" jawab Afifa dari dalam kamar mandi.


Setelah menyelesaikan mandinya dan bersuci kini Afifa segera keluar dari kamar mandi dan tak lupa dia membawa alat test yang tadi dicoba nya itu.


Sesaat setelah dia keluar dari kamar mandi, Ardiansyah kini giliran masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan sekaligus bersuci.


Saat Ardiansyah didalam kamar mandi Afifa segera memasukkan alat test yang dipakainya tadi kedalam sebuah amplop putih dan diatasnya diberi tulisan untuk hubby ku tersayang.


Amplop itu disembunyikan Afifa didalam laci di nakas dekat tempat tidurnya itu.


Setelah menyembunyikannya Afifa kini beranjak memakai mukena dan mulai menjalankan sholat malamnya sambil menunggu waktunya sholat subuh.


Ardiansyah keluar dari dalam kamarnya dan ikut Afifa bergabung dengan sholat malamnya.


Tak terasa adzan subuh sudah berkumandang kini Afifa dan Ardiansyah mulai melakukan ibadah sholat subuh berjamaah didalam kamar mereka.


Seusai ibadah Afifa segera mengemas alat-alat sholatnya dan turun kebawah untuk membuatkan suaminya secangkir kopi.


Beberapa menit kemudian Afifa sudah kembali ke kamarnya dengan secangkir kopi ditangannya dan melihat Ardiansyah yang sedang berada di balkon kamarnya.


Sebelum memberikan kopi ke pada sang suami Afifa mengambil amplop yang tadi disimpannya di laci nakas dekat tempat tidur.


Dan diletakkannya amplop itu disebelah cangkir kopi yang tadi dibuatnya.


Dia berjalan menuju ke arah sang suami dan memberikan nampan itu.


"Apa ini sayang, tidak biasanya kamu memberikan sekalian dengan nampannya" ucap Ardiansyah keheranan.

__ADS_1


"Lihat aja sendiri hubby" kata Afifa sedikit manja.


Ardiansyah mengambil nampan itu dan mendapati sebuah amplop putih disana bertuliskan untuknya.


__ADS_2