Dokter Afifa

Dokter Afifa
Lolosnya profesor Alfaro


__ADS_3

Herlambang yang terkejut karena yang dilawan tidak lain adalah Reina keponakannya sendiri.


"Kau memang sama-sama menjadi penghalang seperti orangtua mu" sinis Herlambang.


"Hahahaha.... Ternyata kau ada dibalik semua masalah ini. Apa kau tidak mau dan tidak punya hati nurani.


Kau itu Manusia apa hewan hah" Reina tertawa keras, dan balik menyerang Herlambang dengan kata-katanya yang kasar dan tidak ada sopan-sopan nya kepada om nya itu.


"Kau itu tidak ada sopan santunnya sama sekali, emang ini yang diajarkan oleh Hamid kepada kau hah" api amarah mulai menguasai hati Herlambang.


"Abi ku bukan orang brengsek dan bajingan seperti kamu yang menghalalkan segala cara hanya untuk ambisinya.


Tunggulah karena ambisi mu itu yang akan menghancurkan mu" Reina yang masih saja melayani ucapan kasar om nya itu.


"Kau harus mati seperti orangtuamu" kata Herlambang dan langsung menyerang Reina membabi buta.


Nicholas yang berhasil dibekuk kini dibawa oleh anak buah Lionel.


Sedangkan profesor Alfaro sudah berhasil naik ke landasan.


Tak beberapa lama Lionel hampir berhasil mengejarnya hingga landasan dan sebelumnya Lionel sudah menghubungi Fernando kalau profesor Alfaro menuju landasan helikopter.


Ternyata disana Fernando baru saja sampai dengan menaiki helikopter segera turun ke landasan itu dan langsung menyerang profesor Alfaro.


"Brengsek ternyata kau dibalik semua ini Fernando.


Kamu jangan senang dahulu karena kau akan merasakan akibat dari apa yang telah kamu lakukan kepadaku" kata profesor Alfaro.


"Hahahaha....." Fernando tertawa dengan sumbang nya.


"Kau yang sudah terdesak dan terkepung seperti ini masih aja bisa sombong" sinis Fernando.


"Tunggu saja, kau akan merasakan akibat nya" kata profesor Alfaro masih mengancam.


Ada sebuah helikopter lainnya datang mendekat dan menembaki orang dibawahnya demikian juga helikopter yang telah membawa Fernando.


Fernando yang melihat itu segera bersembunyi dari hujan peluru yang dilontarkan oleh helikopter yang baru datang tadi.


Lionel yang sudah sampai tempat Fernando dan profesor Alfaro segera bersembunyi juga agar tidak terkena muntahan peluru.


Naasnya kaki Fernando terkena satu buah peluru yang membuat darah segar mengalir dikakinya.


Lionel yang melihat itu dengan segera langsung menolong dan membawa Fernando menjauh dari sana.


Dibopongnya Fernando menuju tempat yang aman dan selanjutnya Lionel segera kembali dan ingin menangkap profesor Alfaro tetapi sayang sekali langkahnya terlambat.


Profesor Alfaro sudah dibawa pergi oleh helikopter itu dan segera menjauh dari sana.


Lionel melapor ke pusat yang tidak lain adalah Hamid Abdullah.

__ADS_1


"Maafkan kami tuan, profesor Alfaro berhasil lolos" kata Lionel.


"Sudah kamu tidak perlu meminta maaf, yang penting kalian selamat dan segeralah kembali" perintah Hamid Abdullah


Lionel kembali bergabung dengan tim lainnya sambil memapah Fernando yang terkena tembakan itu.


Dengan jalan tertatih-tatih akhirnya Lionel dan Fernando berhasil sampai ditempat Afifa, Reina, Ardiansyah, Fano dan juga panglima jenderal beserta anak buahnya


Herlambang berhasil ditangkap dan dibawa oleh sang jenderal.


Nicholas yang sudah dibawa oleh anak buah Lionel dengan muka yang banyak memarnya dan bibir yang sedikit sobek menuju sebuah hutan yang merupakan markas dari tuang Hamid Abdullah.


"Semua sudah lengkap" tanya Ardiansyah.


"Sepertinya sudah deh Syah" jawab Fano.


"Ya sudah sekarang kita harus kembali" perintah Ardiansyah tegas.


Mereka pun semua meluncur satu persatu menuju markas Three Angel.


Sedangkan sang jenderal segera memerintahkan anak buah nya untuk memenjarakan Herlambang dan seluruh pengikut setia nya.


Kini sang jenderal mengikuti Afifa Dengan lainnya menuju markas Three Angel.


Di markas Three Angel Hamid tidak habis pikir kenapa sampai sekarang Herlambang masih saja membenci keluarga dan terutama kedua anaknya yaitu Reina dan Aziel.


Tak lama kemudian Afifa dan yang lainnya sudah sampai di apartemen Afifa.


"Lama tidak berjumpa dengan mu sat" kata Hamid sambil memeluk sahabat lama nya itu.


"Benar sekali Hamid, mungkin sudah puluhan tahun lamanya" kata satria yang juga membalas pelukan dari Hamid Abdullah.


"Ayo mari duduk" kata Hamid mempersilahkan sahabatnya itu untuk duduk.


"Terima kasih" kata Satriyo.


"Aku tidak menyangka kamu memiliki anak-anak yang hebat dan tangguh seperti mereka" bangga Satriyo dengan anak-anak Hamid.


"Seandainya banyak anak-anak muda yang seperti mereka pasti negara kita akan sangat aman" kata Satriyo lagi-lagi begitu mengagumi anak-anak Hamid.


"Oh ya yang mana saja nih anak-anak kamu mid" tanya Satriyo.


"Baiklah perkenalkan ini Afifa dia anakku dan merupakan seorang dokter, ini suaminya Ardiansyah.


Kalau wanita yang itu Reina dia putriku juga dan dia juga seorang dokter.


Ini Aziel anak tertuaku dan laki-laki satu-satunya yang ada dikeluarga kami dan ini calon istrinya Anna dia seorang suster" Hamid mulai memperkenalkan putra dan putrinya satu persatu.


Satriyo menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti dan paham.

__ADS_1


"Oh ya sat bisa kah kamu menolong kami mengalokasikan formula yang telah dibuat oleh kedua putriku ini.


Formula itu bisa menyembuhkan semua korban yang terkena wabah yang selama ini menyerang negara kita" kata Hamid meminta pertolongan.


"Woww benarkah, jadi selama ini seperti berita yang beredar kalau profesor Alfaro sedang mencari seseorang itu apakah kedua putri kamu Hamid" tanya Satriyo yang memang tidak mengetahuinya.


"Benar apa yang kamu katakan sat, kami sengaja menyembunyikan kedua putriku ini" kata Hamid


"Pantas saja anggota ku tidak bisa menembus keberadaan kalian" kata Satriyo.


"Kau itu bisa aja sat, kami hanya tidak mau jati diri kami diketahui orang karena kami hanya ingin menjadi manusia biasa pada umumnya saja.


Karena banyak orang yang ingin menghancurkan ku jadi aku melakukan ini hanya ingin melindungi keluargaku" kata Hamid Abdullah.


"Kau benar mid, dunia yang kita jalani saat ini penuh dengan resiko dan penuh dengan musuh dibelakang kita, meskipun kita tidak pernah membuat masalah dengan mereka" kata Satriyo yang setuju dengan apa yang dilakukan oleh Hamid.


"Semoga kedepannya kita bisa menjalin kerjasama" kata Hamid.


"Oh ya jangan lupa bantu kami mengalokasikan formula ciptaan kedua putriku" kata Hamid mengingatkan.


"Baiklah, aku akan mempertemukan mereka dengan orang yang berhak mengalokasikan itu besok.


Sebaiknya bawa kedua putrimu besok ke kantorku dan membawa sample dari formula itu" kata Satriyo.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mengantarkannya kekantor mu besok" ucap Hamid memastikan anaknya pasti datang.


Profesor Alfaro yang sudah dibawa terbang oleh helikopter itu berhenti disebuah gedung yang menjulang tinggi dan masih tetap berada di negara Afifa berpijak.


"Bagaimana kabarmu prof" kata Seseorang yang saat ini sedang menyambut kedatangannya.


"Baik tuan, maafkan saya karena telah menggagalkan rencana kita dan sampai hampir aku tertangkap" kata profesor Alfaro meminta maaf.


"Tidak apa-apa profesor, setidaknya kita tahu siapa saja yang ada dibelakang dokter Reina selama ini" kata orang tersebut yang masih misterius itu.


Maaf ya para reader ku yang setia hari ini hanya bisa up 1 bab saja kami sekeluarga kurang sehat.


Mohon doanya ya reader ku sayang semoga besok bisa up lebih banyak lagi.


Jangan lupa ikuti terus Ig ku ya untuk mengetahui karya-karya ku.


Jangan lupa kasih


VOTE


LIKE


KOMENTAR


FAVORITKAN

__ADS_1


terima kasih banyak


😘😘😘😘


__ADS_2