DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 10: Berita Buruk


__ADS_3

Kabar buruk?


Bagiku tidak ada yang lebih buruk dibandingkan dengan nasib yang kumiliki saat ini, jadi kurasa aku akan mendengarkannya saja.


Aku menganggukan kepala, "Hm, katakan saja apa yang ingin kalian katakan."


"Baiklah ... semoga kau tidak terpukul karena kabar ini..." kata guru Fanela lalu melanjutkan, "Kami sudah mendapatkan hasil mengenai keadaan tubuhmu yang membuatmu sulit menggunakan sihir ... ini mungkin sedikit sulit dipercaya namun, aku khawatir kau tidak akan pernah bisa menggunakan sihir untuk seumur hidupmu..."


Aku terdiam.


Tidak, sebenarnya aku sangat kaget tapi hanya bisa diam di tempat.


Aku tidak percaya dengan berita buruk ini. Kurasa tidak ada yang lebih buruk daripada nasibku, tapi sekarang nasib buruk itu semakin bertambah buruk sampai terjatuh di dasar neraka!


Padahal aku berharap tinggi pada pemeriksaan mis Ayla dan guru Fanela, tapi yang kudapatkan saat ini berbanding terbalik dengan harapanku.


Tidak bisa menggunakan sihir? Itu sama saja menjadi seorang sampah!


Tidak, dari awal aku memang sampah, aku hanya baru menyadarinya ketika semuanya sudah jelas....


"Bisa kalian jelaskan lebih detailnya?..." tanyaku lirih.


Ekspresi kekhawatiran dan kasihan muncul di wajah mis Ayla dan guru Fanela, mereka pasti merasa tidak enak untuk mengatakannya kepadaku.


Tapi bagaimanapun juga aku berhak tahu tentang apa yang terjadi dengan tubuhku sendiri...


"Sebenarnya..."


Mis Ayla mulai menceritakan hal yang terjadi pada tubuhku.


Dari hasil pemeriksaannya, dia menemukan jika jenis mana yang ada di dalam tubuhku sangat berbeda dengan mana biasa, itu lebih kuat dan padat sehingga sulit untuk dikontrol.


Mana adalah energi alam yang diserap oleh tubuh manusia dan merupakan energi supranatural yang paling penting bagi kehidupan, kekuatan mana juga disesuaikan dengan penggunanya agar tidak menyebabkan cedera ketika menggunakan sihir.


Tapi dalam kasusku ini berbeda, tubuh dan mana yang kumiliki sangat berbeda dan memiliki sifat yang berlawanan, jadi aku tidak bisa mengontrol manaku dengan baik dan malah membuatku cedera.


Jika aku terus memaksakan untuk menggunakan sihir, maka dapat dipastikan jika aku akan mengalami kecacatan permanen.


Oleh karena itu, aku disarankan untuk tidak pernah menggunakan sihir untuk seumur hidupku....


Hal ini benar benar membuatku terpukul, aku mulai bertanya-tanya apakah nasibku akan seperti ini seumur hidupku?


Direndahkan oleh semua orang, di benci, di fitnah, menjadi orang menyedihkan, menjadi orang lemah, dan pada akhirnya dicampakkan....


"River....."


Aku tidak menghiraukan perkataan Finley yang tampak sangat khawatir.


Dengan menundukkan kepala, aku pergi begitu saja dari ruang kesehatan tanpa melihat mis Ayla, guru Fanela, dan Finley yang sangat khawatir padaku.

__ADS_1


Aku sangat ahli dalam melarikan diri dari kenyataan, seolah olah itu sudah menjadi rutinitasku.


Aku hanya membutuhkan satu hal sekarang, yaitu bantuan master....


..


..


..


* TAK! *


* TAK! *


* TAK! *


Pedang kayu kami beradu dengan sengit di tengah hutan monster.


Aku berusaha keras untuk mengayunkan pedangku kearah master yang hanya memiliki ekspresi datar dan tidak menanggapi kegigihanku.


Ini adalah pertama kalinya master menggunakan pedang untuk melawanku dalam latihan, walaupun hanya pedang kayu tapi aku yakin jika dia bisa membunuhku dengan itu.


Tapi dia tidak melakukannya, dia hanya menerima seranganku dan menangkisnya seolah olah itu bukan apa apa.


Itu membuatku semakin kesal, pada akhirnya master juga meremehkanku...


"Apa yang kau lakukan, master! Seranglah aku dengan sungguh-sungguh!" teriakku.


* CRACK! *


Bersamaan dengan itu, pedangku langsung hancur berkeping-keping. Aku sedikit terkejut, tapi master tidak berhenti sampai disitu dan memukul perutku.


* BUGH! *


"Gukhak!"


Aku memuntahkan seteguk darah segar, sebenarnya lukaku yang sebelumnya belum sembuh sama sekali dan masih terasa sangat sakit setiap kali aku bergerak.


Tapi sekarang aku memaksakan diriku untuk berlatih bersama master dengan kondisi seperti ini....


* BRUK! *


Aku jatuh dan tergeletak di tanah sambil memegangi perutku yang sakit. Master menatapku yang masih di bawah tanah dengan tatapan merendahkan dan berkata dengan sinis.


"Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan? Kau hanya membuang-buang waktu dan tenagamu saja untuk hal yang tidak perlu, kau tahu?"


Aku hanya bisa diam memikirkan perkataan master. Aku tahu betul apa yang kulakukan ini hanyalah sia sia, aku tidak akan pernah bisa bertambah kuat jika berlatih dengan cara itu.


Sebenarnya aku melakukan hal ini hanya karena melampiaskan kekesalanku pada diriku sendiri, aku sangat membenci sisi lemahku ini....

__ADS_1


"Kau pasti lelah, jadi tidurlah disini untuk malam ini, kita akan mulai latihannya besok pagi." ujar Master lalu pergi meninggalkanku.


Ternyata di balik sikap dingin dan tegasnya itu terdapat rasa kepedulian terhadapku, ini hal yang sulit dipercaya namun aku akan mempercayainya saja untuk kali ini.


Kenapa? Itu karena aku sudah terlalu lelah untuk berpikir....


...--------------------------------...


...[𝙈𝙖𝙨𝙩𝙚𝙧 𝙋𝙊𝙑]...


River hari ini terlihat sangat berbeda, dia tiba-tiba datang kepadaku dan memintaku untuk melatihnya dengan keras


Awalnya aku enggan untuk melatihnya, tapi dia sangat bersikeras dan sukses membuatku menghela nafas dan menuruti kemauannya.


Tapi aku dibuat sangat kecewa dengan apa yang ia lakukan dalam pelatihannya. Dia tidak serius dalam latihannya dan hanya melakukan hal yang sia sia.


Dia telah termakan oleh emosi dan kemunafikannya sendiri, melihatnya bersikap seperti itu aku yakin pasti ada sesuatu yang terjadi padanya. Kurasa bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya jadi aku hanya diam saja.


Namun, jika terus begini aku ragu jika dia tidak akan bisa berkembang....


River adalah orang yang memiliki tekad kuat dan aura yang berbeda. Sejak pertama kali aku melihatnya aku merasakan potensi yang terpendam dalam dirinya.


Saat itu aku sedang dalam masa pengembaraan untuk mengelilingi dunia, tujuanku hanya satu, yaitu menemukan seseorang yang tepat untuk mewariskan teknik berpedang dewa kegelapan milikku.


Hanya sedikit orang yang mengetahui kehebatan sebenarnya dari teknik berpedang dewa kegelapan, hal ini dikarenakan penggunanya yang kebanyakan telah musnah karena memiliki banyak musuh.


Bisa dibilang jika aku adalah orang terakhir yang menguasai teknik berpedang dewa kegelapan di dunia ini, jadi aku harus melestarikan teknik berpedang ini demi tuanku....


Ketika aku melewati hutan monster, perhatianku teralihkan oleh suara pertempuran yang tidak jauh dari pinggiran hutan.


Aku tertarik dengan sumber suara dan mencarinya, alhasil aku melihat River yang kala itu sedang bertarung dengan segerombolan goblin.


Tubuhnya dipenuhi luka, napasnya tidak stabil, matanya tidak memiliki cahaya kehidupan, itu adalah ciri-ciri orang yang tengah putus asa. Jika terus dibiarkan maka dia akan mati tak lama lagi.


Tapi dia masih mengayunkan pedangnya untuk membunuh goblin yang mengerumuninya. Tak peduli sebanyak apapun serangannya meleset, tak peduli sebanyak apapun luka yang ia dapatkan, ia terus mengayunkan pedangnya.


Seharusnya seseorang akan mati dalam keadaan seperti itu, apalagi jika itu adalah manusia lemah.


Tapi River berbeda dari manusia manusia lainnya, dia memiliki tekad yang kuat untuk tetap hidup dan bertambah kuat.


Saat itu juga keputusanku untuk mewariskan teknik berpedang dewa kegelapan jatuh kepadanya.


Dan sekarang. Melihat River yang tertidur pulas di tanah, aku berpikir jika mewariskan teknik berpedang dewa kegelapan tidak akan semudah itu dan akan memakan waktu yang lama.


Apalagi mengingat River tidak bisa menggunakan kekuatan sihir sama sekali, ini akan menjadi latihan yang panjang....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...

__ADS_1


...~Chp 10: 1117 kata~...


__ADS_2