DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 90: Evelyn


__ADS_3

Dengan penuh penasaran River menatap sebuah benda bulat besar yang terpajang di pusat perbelanjaan kota.


Benda bulat itu menyerupai bentuk sebuah planet dengan benuanya yang digambarkan sangat detail dan membuat River sedikit penasaran.


"Benda itu bernama Globe, sebuah replika dari bumi yang tergambarkan cukup detail." kata Yui menjelaskan.


"Mereka meletakkan hal penting ini di tempat umum begitu saja?" tanya River pasalnya informasi detail mengenai peta dunia adalah hal yang cukup rahasia di dunianya.


Dan sekarang informasi penting itu dipaparkan dengan mudahnya di tempat umum seperti pusat pembelanjaan itu.


"Semua orang di dunia sudah tahu tentang peta dunia melalui buku, televisi, dan media elektronik lainnya. Jadi kurasa itu bukanlah hal yang aneh."


River mengerti penjelasan Yui, setidaknya dia tidak harus berusaha untuk mengetahui peta dunia ini karena sudah disediakan di tempat umum seperti pusat pembelanjaan.


Yui sedikit berpikir, "Ada baiknya kita menyiapkan oleh-oleh sebelum kita menemui keluargaku."


"Itu ide yang bagus."


"Tapi aku tidak punya uang..."


Mendengar perkataan Yui, River melihat ke sekelilingnya dan menemukan beberapa orang yang sedang melakukan transaksi dengan uang tunai.


Setelah melihat detail uang kertas itu maka River sudah bisa menciptakan sejumlah uang yang tak terhitung jumlahnya.


"Uang bukanlah masalah sekarang, jadi berbelanjalah sesukamu. Aku akan berkeliling sebentar di tempat ini, nanti kita akan bertemu lagi disini." kata River sambil memberikan setumpuk uang tunai.


Tindakan River bisa dibilang sangat ceroboh karena bisa menarik perhatian orang-orang untuk merampas uang itu dari Yui, tapi dia tidak peduli karena dia yakin jika Yui bisa menjaga dirinya sendiri.


Dengan senang hati Yui langsung berlari ke toko-toko terdekat untuk berbelanja.


Sedangkan River berkeliling tak jauh dari tempat itu sembari mengamati tingkah laku dan cara hidup para manusia di dunia itu.


Sebagian dari mereka mementingkan makanan enak, sebagian juga lebih mementingkan fashion dan gaya, ada yang asyik bermain permainan dan juga yang asyik dengan handphone mereka sendiri sehingga mengabaikan orang disekitarnya.


Tingkah laku manusia di dunia ini sangat beragam demi kesenangan mereka tersendiri.


Sekilas dunia ini terlihat sangat damai dan harmonis, namun pemikiran River itu berubah ketika melihat sebuah acara televisi yang menampilkan banyak aksi kriminal seperti terorisme, pembunuhan berantai, perampokan, kecelakaan maut, peperangan antar negara, dan lain sebagainya.


Dan ironisnya lagi orang-orang yang berlalu lalang tidak terpengaruh sama sekali terhadap berita yang ditampilkan cukup mencolok itu.


Mereka hanya berjalan melaluinya seolah-olah berita itu bukanlah hal yang besar....


Semua dunia sama saja ... tidak ada sebutan kedamaian jika makhluk hidup masih memiliki hasrat pribadi dan keegoisan - pikir River.


River pergi dari depan televisi, ia tidak ingin menghakimi siapapun di dunia ini karena itu bukanlah kewajibannya.


Salahkan saja Dewa yang mengurus dunia itu karena tidak becus mengurus dunia beserta isinya.


Berjalan beberapa saat River melihat sesuatu yang cukup aneh, yaitu beberapa orang wanita menyeret seorang gadis yang terlihat sangat lemah, dan anehnya lagi tidak ada orang yang menolongnya sama sekali.


Apa aku harus membantunya? - pikir River.


Sementara itu disisi lain, gadis yang dilihat oleh River itu diseret ke kamar mandi pria oleh sekumpulan wanita jahat itu.


Mereka memperlakukan gadis itu sangat kasar sampai-sampai membuat beberapa memar di tubuhnya.


"Tolong hentikan ini..."


"Diam kau dasar jal*ng!"

__ADS_1


Gadis itu meringis kesakitan dan memohon pengampunan, namun yang ia dapatkan malah bentakan kasar oleh salah satu wanita yang terlihat sebagai pemimpinnya.


"Kau pikir kau bisa lepas begitu saja dari kami setelah merampas hati idola kami di kampus?"


"Dasar tidak tahu malu, kenapa kau tidak kembali saja ke kota busuk tempatmu berasal dasar orang pindahan!"


Gadis itu hanya bisa menangis tak berdaya ketika kelima wanita di hadapannya itu menuduhnya macam-macam.


Nama gadis itu adalah Evelyn, salah satu mahasiswi yang sebuah kampus ternama di kota itu, terlebih lagi dia baru pindah beberapa hari yang lalu karena pekerjaan ayahnya.


Saat pertama kalinya dia memasuki kampus, dia sudah menarik perhatian beberapa orang pria yang dikenal sebagai idola kampus karena parasnya yang menawan.


Tapi Evelyn tidak semudah itu jatuh dalam perangkap mereka karena ia tahu jika mereka adalah laki-laki busuk yang suka bermain dengan banyak gadis.


Namun beberapa wanita bodoh seperti kelima orang dihadapannya sudah sangat tergila-gila pada pria idolanya itu, jadi mereka sangat membenci Evelyn dan melakukan kekerasan fisik kepadanya.


"Aku sudah bilang ... aku tidak menyukai mereka dan tidak punya niat sekalipun untuk menarik perhatian mereka. Merekalah yang menginginkanku..." ujar Evelyn lirih, namun perkataannya itu malah membuat kelima wanita itu semakin marah.


"Kau bilang kalau idola kami yang menyukaimu?! Dasar wanita murahan!" teriak si wanita pemimpin sambil menampar wajah Evelyn hingga tergeletak di lantai kamar mandi.


"Kau siapkan kamera, kalian bertiga pegang dan lepaskan pakaian wanita itu." perintahnya.


Evelyn mulai panik mendengar jika pakaiannya akan dilepaskan, ia kemudian menutupi tubuhnya dengan sangat ketakutan tapi apalah dayanya menghadapi tiga wanita yang menahan tubuhnya itu.


"A- apa yang kalian lakukan? Hentikan!!" teriak Evelyn meringis.


Wanita yang terlihat seperti pemimpinnya itu menyeringai ketika melihat sebagian pakaian Evelyn telah lepas dari tubuhnya.


Ia melihat kamera yang sudah menyala dan menampilkan ekspresi wajah senang.


"Kita tunggu disini sampai seorang pria datang dan memperkosanya, setelah itu kita akan menyebarkan rekaman videonya ke internet." kata wanita itu licik.


Akan gawat jika seorang pria tiba-tiba memasuki toilet itu.


Evelyn ingin melawan namun beberapa tamparan sampai dengan tendangan kasar dilayangkan oleh ketiga orang yang mengekangnya itu.


Evelyn masih melawan demi melindungi mahkota kewanitaannya, walaupun perlakuan kasar dari ketiga wanita itu telah membuat beberapa tulang rusuknya retak.


Hingga pada akhirnya Evelyn sudah tidak sanggup melawan dan hanya pasrah akan tubuh dan hidupnya yang menyedihkan...


Para wanita itu tertawa lebar ketika melihat gadis yang sangat mereka benci telah pasrah.


"Hidupmu akan berakhir sekarang juga..." gumam wanita pemimpin itu menyeringai.


* CKLEK!! *


Pintu toilet tiba-tiba terbuka dan masuklah seorang pria tampan yang ternyata adalah River ke dalamnya, River menatap keenam perempuan di hadapannya dengan datar.


Sementara gadis yang sedang telanj*ng itu hanya bisa berpasrah diri.


"Selamat datang dan selamat anda telah menjadi orang terpilih untuk bersenang-senang dengan teman jal*ng kami. Silahkan lakukan apa saja dengan wanita itu sementara kami hanya akan menontonnya~"


"Hei, apa kau serius dengan ini? Maksudku dia terlalu tampan untuk bersanding dengan wanita busuk sepertinya?" ujar salah satu wanita yang memegang Evelyn tak terima.


"Diam, kalau kau ingin ikut bergabung maka tidak masalah..."


"Kalau begitu dengan senang hati."


Salah satu wanita yang memegang Evelyn menghampiri pria tampan yang memasuki toilet itu dengan cukup menggoda dan nakal.

__ADS_1


"Hei tampan ... sebaiknya kau bersenang-senang terlebih dahulu denganku yang jauh lebih menawan ini~"


Wanita genit itu ingin menggapai tangan River sambil meliukkan tubuhnya yang sek.si, melihat itu bukannya tergoda River malah merasa jijik dibuatnya.


Tanpa ragu River langsung mencekik leher wanita itu ketika dirinya sudah dekat, wanita itu menjerit kesakitan ketika River mengangkat tubuhnya hingga membuatnya semakin kesakitan.


Wanita lainnya yang melihat itu menjadi sangat terkejut dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"A- apa yang kau lakukan?"


River tidak menghiraukan pertanyaan panik dari pemimpin para wanita itu, ia mencekik wanita di tangannya itu sampai mati lalu melempar tubuhnya ke sembarang tempat.


"Kyaa!!"


Para wanita sombong itu menjerit ketakutan dan ingin segera melarikan diri dari toilet itu, namun River tidak membiarkannya dan membunuh mereka satu persatu tanpa belas kasihan.


Evelyn yang melihat semua adegan keji itu membelalakkan matanya tak percaya melihat pemandangan seorang pria yang bisa membunuh 5 orang dengan mudahnya hanya dengan tangan kosong.


Melihat pria di hadapannya yang dilumuri darah itu membuat Evelyn sangat ketakutan, ia mencoba bangkit namun tidak bisa karena tulang rusuknya yang patah.


Jadi dia hanya bisa merangkak menjauhi River yang menghampiri dirinya.


"T- tolong jangan sakiti aku..." ujar Evelyn lirih.


"Tenanglah." kata River dengan lembut yang sukses membuat Evelyn menjadi tenang.


River mendekati Evelyn dan menyembuhkan seluruh luka yang ia dapatkan, Evelyn sangat terkejut dan kebingungan dibuatnya.


"Lukaku sembuh..." gumam Evelyn.


"Pakailah pakaianmu." kata River menyodorkan pakaian Evelyn.


Evelyn yang sadar jika dirinya sedang telanj*ng sontak menutupi tubuhnya dengan perasaan malu yang teramat dalam.


Namun Evelyn sangat penasaran dengan pria di hadapannya yang terlihat tidak tertarik sama sekali dengan tubuhnya. Itu adalah hal yang sangat langka.


Evelyn ingin bertanya, namun pintu toilet tiba-tiba terbuka dan menampilkan seorang satpam dengan wajah paniknya.


"What the hell..." gumam satpam itu dengan mata terbelalak melihat pemandangan tragis di hadapannya itu.


Pandangannya sontak teralihkan kepada River dan Evelyn yang sudah mengenakan pakaiannya kembali.


"S- siapa kalian!" teriaknya, namun bersamaan dengan itu River sudah berteleportasi dari tempatnya bersama dengan Evelyn.


Mereka berdua berteleportasi ke atas sebuah gedung pencakar langit yang sebelumnya menjadi tempat dimana kedatangan River dan Yui.


"Apa-apaan!" ujar Evelyn sangat terkejut.


Beberapa saat kemudian sebuah sirine ambulance terdengar sedang menuju ke pusat pembelanjaan yang tidak jauh dari tempat River berada.


Dan bersamaan dengan itu Yui sudah berada tepat di belakang River dan Evelyn sambil membawa sebuah tas belanja besar.


"Siapa wanita itu, River?" tanya Yui melihat keberadaan Evelyn di sebelah River.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 90 : 1493 kata~...

__ADS_1


__ADS_2