DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 97: Neraka Tingkat 9


__ADS_3

Melihat River yang tidak mendapatkan dampak apapun dari serangan mematikannya itu membuat Nolectre mendecakkan lidahnya kesal.


Dia ingin kembali menyerang tapi River segera menghentikannya, "Aku datang kesini bukan untuk bertarung denganmu, melainkan menawarkan sesuatu kepadamu."


"Aku akan mendengarnya." jawab Nolectre masih belum mengendurkan kewaspadaannya.


River mengulurkan tangannya, "Bekerjasamalah denganku untuk mendapatkan kebebasan kita bersama dengan cara memusnahkan sistem dunia."


Nolectre terdiam dan tidak menjawab.


Melihat itu River melanjutkan, "Aku tahu ini terdengar mustahil untuk melawan sang pencipta kita, tapi dengan bersama-sama aku yakin kita pasti bisa melakukannya!"


River yakin jika dirinya bisa mengalahkan sistem dunia dengan mengumpulkan kekuatan yang cukup.


Untuk itu dia harus meyakinkan para Dewa dan Dewi untuk berada disisinya karena hanya merekalah sosok terkuat yang ada di dunia ini.


Sementara itu Nolectre tampak sangat bimbang menentukan pilihan, disini lain dia begitu ingin terbebas dari neraka yang mengekangnya ini dan menghirup udara segar kehidupan.


Dia sudah muak mengurusi semua jiwa makhluk hidup yang mati dan menghukum orang-orang atas dosanya semasa hidup.


Tapi disisi lain Nolectre juga ragu untuk melawan entitas yang menciptakannya itu, dirinya hanya menemui sistem dunia 2 kali sepanjang hidupnya yaitu ketika penangkapan Arshadow Sizraes dan saat pertarungan melawan Zetton.


Sebuah kekuatan yang sangat dia dan para Dewa lainnya takuti, kekuatan absolute yang bisa memusnahkan miliyaran dunia dalam beberapa detik saja.


Nolectre sangat takut jika suatu saat dirinya mengalami peristiwa sama dengan yang dialami oleh Arshadow Sizraes.


"Jadi apa jawabanmu?" tanya River yang memberikan waktu untuk berpikir kepada Nolectre.


Wanita itu menggelengkan kepalanya pelan berkali-kali, "Aku tidak tahu..."


Nolectre tidak menjawab 'setuju' ataupun 'tidak setuju' melainkan menjawab 'tidak tahu' yang menjadi tanda kebingungannya.


"Aku tidak yakin apakah tujuanmu itu akan berhasil dengan baik atau tidak, jadi aku masih belum bisa menentukan pilihanku." lanjut Nolectre.


"Jadi bagaimana caraku untuk meyakinkanmu?" tanya River yang tidak kehabisan akal untuk menjadikan wanita di depannya sebagai rekan.


Nolectre berpikir sejenak. Sebenarnya dia ingin menantang River berduel, jika River menang maka dengan senang hati ia akan setuju untuk bekerjasama.


Tapi melihat kemampuan River yang bisa menahan serangan terkuatnya membuat Nolectre yakin jika mustahil untuk menang melawan River.


Jadi dia harus mencari cara lain untuk menguji kekuatan River.

__ADS_1


"Bagaimana jika begini ... aku akan memasukkan dirimu dalam neraka tingkat 9 milikku, jika kau bisa bertahan hidup selama 100 tahun di tempat itu maka aku bersedia untuk bekerjasama denganmu."


"Tidak usah khawatir tentang rentang waktu di dunia nyata karena 100 tahun di neraka tingkat 9 sama dengan 10 hari di dunia nyata." lanjut Nolectre yang memberikan tantangannya setelah memikirkannya matang-matang.


Kurasa pergi dari kastil selama 10 hari tidak masalah - batin River setelah berpikir sejenak.


"kalau begitu aku setuju." jawab River.


River tidak khawatir dengan bertahan hidup di neraka tingkat 9 karena mempunyai sistem yang senantiasa membantunya.


Sementara itu Nolectre tersenyum licik mendengar River yang menyetujui tantangannya.


"Kalau begitu semoga kau berhasil keluar hidup-hidup dari neraka itu!" ucap Nolectre sambil membentangkan tangannya.


Sebuah portal besar melahap tubuh River dan langsung memindahkannya ke neraka tingkat 9.


Namun dia tidak berpindah dengan mulus karena Nolectre memindahkannya di atas langit dengan lava yang amat panas di bawahnya.


"Tch!" decak River lalu berteleportasi ke tebing di dekatnya.


"Dia ingin mencelakaiku dengan curang..." gumam River sedikit kesal.


River melihat ke sekelilingnya, itu adalah padang gurun panas dengan langit merah seperti darah dan memiliki 9 matahari berbentuk bola mata.


Tidak ada pepohonan yang terlihat sejauh mata memandang kecuali pemandangan ratusan sampai jutaan iblis neraka yang sedang menyiksa roh para pendosa.


Roh yang masuk ke neraka tingkat 9 pastinya adalah orang-orang dengan dosa besar semasa dia hidup, mereka tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini dan tidak akan pernah mendapatkan siklus reinkarnasi seperti roh pada umumnya.


Dan ironisnya roh yang tersiksa di neraka tingkat 9 ini kebanyakan adalah roh dari seorang manusia, roh iblis lebih sedikit jumlahnya sementara roh elf hampir tidak ada.


Ini membuktikan seberapa busuk sebenarnya dari ras yang dinamakan manusia itu...


"Sistem, bisa kau bantu aku bertahan hidup di neraka ini?"


[Tentu Yang Mulia!]


Seperti perkiraan River, sistem akan selalu siap membantunya sebelum suara Nolectre bergema cukup keras di tempat itu.


"Aku lupa mengatakan jika kau tidak bisa menggunakan sistem dalam tantangan kali ini, jadi untuk sementara sistem milikmu akan aku nonaktifkan."


"Apa?!" ucap River sedikit terkejut sebelum suara sistem kembali terdengar di kepala River.

__ADS_1


[Sistem telah dinonaktifkan secara paksa! Selamat tinggal Yang Mulia...]


"Jangan bercanda, kau mau meninggalkanku sendirian di tempat ini?" tanya River kesal, namun tidak ada jawaban sama sekali dari sistem yang menandakan jika ia telah nonaktif.


Tempat ini adalah wilayah khusus yang hanya dimiliki oleh Dewi Kematian saja. Tempat dimana dia bisa mengurung roh atau jiwa yang tidak terhitung jumlahnya. Tempat dimana dia bisa melakukan apapun sesukanya.


Sangat berbeda dengan wilayah kekuasaan Dewa lainnya yang memiliki batasan untuk melakukan sesuatu, tempat ini beserta seluruh penghuninya sudah berada dalam kendali Nolectre sepenuhnya.


River masih belum kehilangan kepercayaan dirinya untuk bertahan hidup di tempat itu karena sebenarnya dia masih memiliki cincin ruang, tempat dimana dia menyimpan segala macam benda sihir peninggalan Raymond.


Tapi ternyata hal itu tidak luput dari pengawasan Nolectre.


"Maaf tapi aku juga akan mengambil cincin ruangmu." kata Nolectre sambil menghilangkan cincin di jari River.


"Yang benar saja!" teriak River kesal pasalnya dia tidak diberitahu soal ini, bahkan pedang hitam miliknya juga diambil olehnya.


"Kau tidak bisa protes, sekarang selamat mencoba bertahan hidup di neraka mengerikan itu..." Suara Nolectre hanya berhenti sampai disana sebelum River mengujarkan kekesalannya.


Terlepas dari sistem dan cincin ruang yang telah direnggut darinya, River masih memiliki kekuatan Dewa yang melampaui Nolectre.


Walaupun bisa menonaktifkan sistem dan mengambil cincin ruang milikku tapi sepertinya dia tidak bisa mengambil kekuatan Dewa yang aku miliki - pikir River.


Jadi River tidak terlalu khawatir tentang bertahan hidup di tempat itu.


Dan untuk pedang River sudah memiliki pedang yang baru saja dia ciptakan melalui sihirnya yang tanpa batas itu.


Walaupun tidak menggunakan pedang sebenarnya River bisa menggunakan seni bela diri atau sihir murni untuk bertarung, hanya saja dirinya sudah terikat dengan teknik berpedang karena ajaran gurunya.


Adapun makanan dan stamina, ia sama sekali tidak khawatir karena dirinya bisa tidak makan selama ratusan tahun dan memiliki stamina yang tidak terbatas karena dirinya seorang Dewa.


"Baiklah, kalau begitu aku siap dengan berapapun musuh yang datang padaku!" ujar River serius.


Bersamaan dengan itu ratusan sampai jutaan iblis neraka yang tengah menyiksa roh para pendosa itu merasakan keberadaan makhluk hidup di dekat mereka.


Dengan sigap mereka mengalihkan perhatian kearah River sambil mengeram bagaikan binatang buas.


Mereka sepertinya tidak menyadari jika sebenarnya orang di hadapan mereka itu adalah seorang Dewa karena ulah Nolectre, jadi mereka tanpa enggan langsung menerjang ke arah River.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...

__ADS_1


...~Chp 97 : 1132 kata~...


__ADS_2