DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 14: Berteman Dengan Raja Undead


__ADS_3

Situasi pertarungan berubah dengan cepat setelah aku berhasil menggunakan seni bela diri dewa kegelapan.


Hanya dengan satu teknik pukulanku saja sudah dapat mengenai lawan sampai di belakangnya dan langsung membunuh mereka.


Aku bisa melihat ekspresi wajah Raja Undead yang semakin kesal.


"Dasar bocah sombong! Akan kuperlihatkan siapa yang lebih kuat diantara kita!" teriaknya.


Dia mengangkat tongkat sihirnya tinggi tinggi dan merapalkan sebuah mantra.


「Dark Magic : Sacred Darkness!」


Kawasan sekeliling kami yang awalnya adalah ruangan reruntuhan kuno mulai berubah menjadi ruangan hitam yang tak berujung, bersamaan dengan itu Raja Undead dan pasukannya mulai menghilang tanpa jejak.


"Hahahaha! Bagaimana dengan ini!? Kami telah menyatu dengan kegelapan, kali ini kau tidak akan bisa menyerang kami!"


Hanya suara Raja Undead yang bergema di ruangan hitam itu sementara tubuhnya tidak terlihat.


Tak lama kemudian instingku menyuruhku untuk segera pergi dari tempat itu, aku tidak pernah meragukan instingku yang telah kulatih untuk mengenali bahaya, jadi aku segera menghindar dari sana.


* SWOOOSH! *


* FLAREE! *


Beberapa detik setelah aku menghindar dari sana, tempatku berpijak sebelumnya tiba tiba terbakar oleh api hitam yang sangat ganas, aku tahu itu pasti sihir dari Raja Undead.


"Yah ... kuakui jika sihir ini memang merepotkan ... tapi bukan berarti aku tidak bisa mengatasinya." kataku.


Aku mempersiapkan diriku, memasang kuda-kuda seni bela diri dengan tepat dan mengeluarkan jurus ke empatku.


「Dark God Martial Art : Fourth Arts : Intimidate Aura!」


Aura ungu menyelimuti diriku dan menyebar ke seluruh tempat, seni keempat ini adalah seni yang dapat menyebarkan perasaan negatif seseorang kepada musuh.


Dengan kata lain serangan ini langsung menyerang mental mereka.


Seluruh perasaan dan kebencian yang terpendam dalam diriku selama ini aku keluarkan semuanya.


Perasaan putus asa, kesedihan, kebencian, penghinaan, pengkhianatan, semuanya aku keluarkan hingga dapat dirasakan oleh Raja Undead, semakin kuat perasaan negatif yang kumiliki maka semakin kuat juga serangan mental yang didapat musuh.


"Aaaaarrrrgggghh! Hentikan ini!!"


Raja Undead menjerit dengan sangat keras di ruangan hitam itu, sedikit demi sedikit ruangan hitam itu mulai bergetar dan menghilang.


Aku bisa melihat dengan jelas seluruh pasukan undeadnya yang telah musnah menjadi rongsokan tulang belulang sementara Raja Undead meringis memegangi kepalanya di tanah.


Aku berjalan mendekatinya lalu mengambil tongkat permata miliknya dan menatap Raja Undead dengan tatapan merendahkan lalu tersenyum.


"Sekarang siapa yang lebih kuat?" kataku sambil menyeringai.


Aku sangat senang dengan kemenangan yang telah kudapatkan, ini adalah kemenangan pertama dalam hidupku yang suram ini.


Selama ini aku selalu berpikir jika aku tidak akan pernah bisa menjadi kuat dan selalu mendapatkan kekalahan yang memalukan, kemenangan ini benar benar diluar dugaanku.


Dan ketika aku melihat Raja Undead yang meringis gemetaran di bawah tanah, entah kenapa aku merasa mendapatkan kesenangan pribadi.


'Jadi seperti ini rasanya menindas seseorang ... pantas saja orang orang suka menindasku, rupanya ini menyenangkan....'

__ADS_1


"Aku mohon ampuni aku ... aku tidak melakukan hal itu, aku tidak pernah melakukan hal itu ... kalian hanya memfitnahku dengan sangat kejam..."


Aku terdiam, dia sepertinya sudah gila dan mulai mengigau, tapi bukan itu yang membuatku terdiam.


'Makhluk ini- tidak, Orang ini ... dia sama denganku....'


Aku mulai melihat bayanganku sendiri ketika melihatnya meringis dengan putus asa, menyangkal semua fitnahan orang orang.


Sekarang aku mengingatnya, aku juga melakukan hal yang sama ketika menyangkal rumor buruk yang beredar tentangku selingkuh dari Olivia.


Tapi tidak ada yang percaya denganku, mereka semua memfitnahku dengan kejam dan tanpa belas kasihan ... aku tidak tahu pasti bagaimana masa lalu orang ini, tapi aku tahu jika kami berdua senasib...


Cih! Bagaimana bisa aku merasa senang melihat hal ini? ini sama saja aku senang dengan nasibku sendiri. Aku benar-benar orang yang buruk....


"Berdirilah." kataku.


Dia berhenti meringis dan menatap diriku yang baru saja mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri.


Ekspresi kebingungan dan tak percaya muncul dari wajah menyeramkannya.


"Berhentilah menatapku seperti itu." kataku risih.


"E-Em..."


Dia mengulurkan tangannya untuk menjabat tanganku, tapi ia sedikit ragu di tengah jalan dan berhenti lalu menatap wajahku dengan kebingungan.


Mungkin ini adalah hal yang paling aneh dalam hidupku... Beberapa menit tadi kami berdua saling bertarung dengan niat membunuh yang besar.


Tapi sekarang kami terlihat seperti sahabat yang tengah berbaikan setelah bermusuhan selama berhari-hari.


...


...


...


Dia telah menceritakan semua tentang masa lalunya dan membuatku bersimpati kepadanya, sebaliknya aku juga menceritakan tentang diriku kepadanya.


Kami berdua memiliki banyak kesamaan terutama dari segi nasib, oleh karena itu kami berdua bisa berteman dengan baik. Berbeda dengan kesan pertamaku dengannya, dia ternyata adalah orang yang baik dan memiliki pemikiran yang dewasa.


Yah ... mengingat dia sebelumnya adalah pendeta besar gereja cahaya, jadi sudah sewajarnya dia memiliki kepribadian yang dewasa dan bijaksana.


Master telah mengetahui tentang pertemanan kita dan sama sekali tidak melarangnya, dia bahkan bilang kalau dia pernah memiliki teman seorang raja iblis di benua Dyuraz, benar benar orang yang aneh...


Ngomong ngomong agak aneh memanggilnya dengan sebutan Raja Undead terus menerus, namanya yang sebenarnya adalah Raymond Gray, itu adalah nama yang ia gunakan semasa hidup sebagai pendeta besar dulu.


Kembali ke tempatku saat ini.


Raymond sedang duduk dengan santai di bawah pohon rindang sementara aku sedang berbincang-bincang dengan Master.


"Apa kau sudah bisa menguasai permata sihir itu dengan baik?" tanya Master kepadaku.


Aku menganggukan kepala, "Hm, aku sudah menguasainya dengan baik walau masih memerlukan waktu untuk mengeluarkan sihirnya dengan cepat."


Permata sihir, itu adalah nama permata merah yang kudapatkan dari Raymond sebelumnya, seperti namanya itu adalah permata yang dapat digunakan untuk mengeluarkan sihir walau si pengguna tidak memiliki mana.


Tapi permata yang kumiliki memiliki jenis sihir kegelapan, jadi aku hanya bisa mengeluarkan sihir kegelapan darinya.

__ADS_1


Untuk konsep permata sihir itu sendiri cukup simpel. Permata itu mengandung cukup banyak mana di dalamnya, jadi aku hanya perlu membayangkan sihir kegelapan untuk mengeluarkan sihir itu.


Semakin besar sihir yang aku bayangkan maka semakin banyak juga mana dalam permata yang digunakan, jika mananya habis maka perlu diisi kembali oleh seorang penyihir.


Jadi fungsi permata sihir itu hanya untuk mengeluarkan sihir kegelapan dengan mudah.


"Lalu apa manfaat permata itu bagiku selain bisa mengeluarkan sihir? Lagipula aku tidak bisa menggunakan permata ini di akademi." tanyaku pada Master.


"Yah, kau bisa menggunakan itu untuk mengeluarkan sihir agar kau berhenti merengek tentang tidak bisa menggunakan sihir." jawab Master sambil tersenyum.


Seperti biasa, Master lagi lagi memberiku sebuah teka teki.


'Dia hanya membodohiku....' batinku dengan ekspresi datar.


"Sudahlah! Sekarang sudah sore, jadi seperti biasa carikanlah kami makanan untuk makan malam." perintah Master.


Raymond mengangkat tangannya, "Aku ingin makan daging rusa hari ini."


"Berisik, setidaknya cari makanlah sendiri!" teriakku kesal.


Selama ini aku selalu diberikan tugas untuk menyiapkan makan malam dengan alasan untuk latihan berburuku, tapi sebenarnya mereka hanya memanfaatkanku yang pintar memasak saja.


Lagipula untuk apa seorang Undead makan makanan manusia?


"Hah....."


Aku menghela nafas panjang, bagaimanapun statusku disini hanyalah seorang murid.


Aku tidak bisa bersaing dengan Master yang memiliki kekuatan tak masuk akal dan Undead yang memiliki pengetahuan dalam kurun waktu ribuan tahun lalu...


..


..


..


* SWOOSH! *


JLEB!


"Tepat sasaran." kataku sambil tersenyum.


Aku berjalan mendekati seekor rusa yang mati karena terkena anak panahku dan memasukkannya dalam cincin ruang yang kudapatkan dari Raymond.


Alasan Raymond berada di reruntuhan kuno dalam waktu ratusan tahun adalah untuk menjaga ratusan benda sihir yang tersimpan di dalamnya, jadi dia punya banyak benda benda sihir yang berguna seperti cincin ruang ini.


Kembali ke tujuanku.


Setelah berburu beberapa saat akhirnya aku sudah mendapatkan cukup banyak rusa untuk makan malam hari ini dan beberapa hari selanjutnya.


Seperti biasa beberapa monster lemah sekalu menghalangi jalanku, tapi semua itu bisa aku atasi dengan mudah karena kekuatanku yang meningkat drastis.


'Kurasa sudah saatnya untuk kembali.'


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...

__ADS_1


...~Chp 14 : 1344 kata~...


__ADS_2