DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 66: Lilith El Schwarzer


__ADS_3

"Nama wanita itu adalah Lilith El Schwarzer, seperti yang kau lihat sendiri, dia sedang mengandung dirimu dalam rahimnya." kata Clarion tiba-tiba dari belakangku.


Aku berbalik dengan perasaan rumit, "Bukanlah ini 5000 tahun yang lalu? Itu artinya umurku sudah lebih dari 5000 tahun?"


"Kau akan lihat nanti." kata Clarion lalu mempercepat waktu sampai 5 bulan kedepan.


Disini sudah tampak perubahan yang begitu jelas dari tubuh wanita itu, perutnya tampak membuncit setelah kehamilannya yang berusia 5 bulan.


Dia tinggal di tempat ini sendirian dan hanya memakan tumbuhan-tumbuhan herbal untuk menjaga kesehatannya yang semakin lama semakin menurun.


Wajahnya terlihat pucat, dia benar-benar terbebani oleh kandungannya...


"Dia hanyalah manusia yang mengandung anak seorang dewa, jadi wajar jika tubuhnya kalah dari janin yang sedang dia kandung." kata Clarion menjelaskan alasan kesehatannya yang menurun.


Seharusnya manusia biasa tidak mungkin bisa mengandung anak seorang Dewa, mereka akan langsung mati jika melakukan hal itu.


Tapi wanita di depanku ini jelas bisa melakukannya dan masih bisa bertahan selama 5 bulan.


"Tidak mungkin dia hanyalah manusia biasa..." gumamku.


"Sepertinya kau menyadarinya."


"Apa maksudmu?"


Clarion sedikit tersenyum sebelum menjelaskan, "Wanita di depan kita itu bukanlah manusia biasa, melainkan manusia yang memiliki berkat Dewi. Lebih tepatnya dia memiliki 3 berkat Dewi sekaligus yaitu berkat Dewi Cahaya, berkat Dewi Kematian, dan berkat Dewi Keadilan. Dia adalah sosok manusia tertinggi."


'Berkat Dewi, itu sama dengan Raja Laurence...' batinku.


Sekali lagi aku menatap wajah pucat wanita yang adalah ibu kandungku itu. Matanya penuh dengan kerinduan akan seseorang, siapa lagi jika bukan Dewa Kegelapan.


Aku bisa merasakan kesedihan yang amat mendalam darinya, tapi dia mengelus perut buncitnya dengan senyuman hangat layaknya seorang ibu.


"Ibu pasti akan melindungimu...." gumamnya sembari mengelus perutnya dengan lembut.


Aku tertegun, seketika aku bisa merasakan elusan itu membelai kepalaku dengan lembut, itu adalah kasih sayang yang sangat berbeda dengan ibu tiri yang telah membesarkanku di desa.


Ibu yang membesarkanku di desa memang memperlakukanku dengan baik dan penuh kasih sayang, tapi tetap saja kasih sayang seorang ibu kandung tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun....


Aku sangat ingin menghampirinya dan memeluk tubuhnya dengan erat-erat, tapi aku sadar jika ia tidak akan bisa merasakannya.


Dia bahkan tidak bisa menyadari keberadaan kami yang ada di dalamnya.


"Apa kau sudah siap untuk pergi ke garis waktu berikutnya..." kata Clarion.


Aku menganggukkan kepalaku walaupun tahu jika semakin jauh kita pergi, maka semakin cepat juga aku akan berpisah dengannya.


Clarion menggunakan sihirnya untuk memutar waktu 4 bulan ke depan.


Disini kami tengah berada di dalam rumah kecil itu, di hadapan kami terlihat wanita itu yang tengah terbaring lemas dengan perutnya yang lebih besar daripada sebelumnya.


Wajahnya sangat pucat bahkan rambut pirangnya mulai memutih, kondisinya jauh semakin buruk sekarang.


"Apa yang terjadi dengannya?" tanyaku khawatir.


"Janin yang ada dalam kandungannya sudah bertambah dewasa, ia pasti membutuhkan pasokan mana yang besar, jadi janinnya menyerap mana sang ibu." kata Clarion menjelaskan.

__ADS_1


"Jadi semua ini salahku?" tanyaku.


Clarion hanya diam dan tidak menanggapi pertanyaanku.


Tak berselang lama kemudian wanita itu mulai berteriak keras, tangannya yang pucat memegang ranjang dengan kuat-kuat sementara kakinya terus bergerak dengan gelisah.


Ini adalah pertanda jika dia akan segera melahirkan!


"Kita harus membantunya!" kataku panik.


"Percuma saja, ini hanyalah kilasan masa lalu, kita tidak bisa merubah apapun disini."


Aku tahu itu, tapi tetap saja aku tidak bisa melihatnya kesakitan sampai seperti itu.


Jadi aku mendekati dirinya untuk membantunya. Aku ingin menggenggam tangannya tapi tidak bisa, apapun yang aku sentuh akan tembus.


Aku juga tidak bisa membelai rambutnya walaupun hanya sedikit.


Melihat dirinya yang bertaruh nyawa demi melahirkan diriku membuatku merasa sangat bersalah...


"Tolong ... bertahanlah ... anakmu ini ingin bertemu denganmu, ibu..." ujarku dengan lembut di telinganya.


Sontak dia langsung membuka matanya lebar-lebar seolah-olah mendengar perkataanku.


Aku sangat terkejut dan mengalihkan pandanganku kearah Clarion yang juga sangat terkejut, "Ini mustahil..." gumamnya.


"Ini berhasil kan? Aku bisa berbicara dengannya!" kataku senang.


Wanita itu, tidak, ibuku langsung mengerang dengan lebih kuat dan berusaha untuk melahirkan diriku yang masih berada dalam rahimnya.


Hingga akhirnya sang bayi berhasil terlahir dengan selamat...


"Uwekk...." tangisan keluar dari bibir mungilnya.


Aku melihat bayi itu dengan seksama dan benar saja dia sangat mirip denganku, tidak, itu memang diriku...


Jika aku bisa memberikan pesan kepada diriku yang masih bayi ini, maka aku ingin berpesan padanya untuk jangan pernah patah semangat walaupun memiliki banyak kekurangan.


Dan ... aku juga akan berpesan untuk jangan pernah terbodohi oleh seorang wanita yang terlihat baik di luar tapi munafik di dalamnya. Tapi apa boleh buat karena aku tidak bisa melakukannya...


Ibuku meraih tubuh mungil diriku yang masih bayi dan menggendongnya dengan lembut walaupun sebenarnya dia masih sangat lemas usai melahirkan.


Dan dengan tiba-tiba, setetes air mata keluar dari mata indahnya.


"Aku sudah menepati janjiku, Ars. Aku sudah melahirkan anak kita dengan selamat. Aku berharap kita bisa berkumpul suatu hari nanti sebagai keluarga..." ucap Ibuku dengan tangisan haru.


'Jadi nama panggilan ayahku adalah Ars ... itu adalah sedikit pelesetan dari Arshadow.' batinku.


Selain itu aku sangat tersentuh dengan keinginan ibuku yang ingin mempersatukan kami sebagai keluarga.


Melihat ibuku yang menggendong diriku sewaktu bayi membuatku merasakan kebahagiaan tersendiri, ini adalah kedamaian yang sesungguhnya.


Jika bisa aku ingin berada di tempat ini lebih lama lagi. Tapi ... sepertinya harapanku itu tidak akan pernah terwujud karena tiba-tiba dataran bergetar dengan dahsyat.


"Clarion, apa yang terjadi sekarang?!" tanyaku panik.

__ADS_1


"Aura yang selama ini ibumu tekan telah bocor bersamaan dengan kelahiranmu, jadi 5 entitas tertinggi pasti sudah menemukan keberadaan ibumu!"


"Apa!"


Aku sangat terkejut, dengan kondisi ibu yang sekarang, dia tidak akan bisa melawan 5 entitas tertinggi sendirian. Kami juga tidak bisa membantunya.


Jangankan melawan mereka, melarikan diri saja ibu tidak akan bisa!


Sebelum aku menyadarinya, ibu sudah berlari keluar rumah sambil menggendong diriku yang masih bayi, aku menyusulnya keluar rumah dan melihatnya yang sudah berlari dengan tertatih-tatih.


Ketika kami sudah keluar dari gua, 5 sosok bercahaya sudah menunggu kami di luar gua, lebih tepatnya mereka menunggu ibu.


Mereka berlima adalah 5 entitas tertinggi yang hanya menggunakan wujud warna yang bersinar sangat terang di atas langit dengan ukuran yang jauh melampaui manusia biasa.


Dewi Cahaya yang bersinar emas, Dewi Kematian bersinar gelap kemerahan, Dewi Keadilan bersinar putih, Dewa Lautan bersinar biru, dan Dewa Ilmu pengetahuan yang bersinar orange.


Kedatangan mereka berlima sempat menggetarkan dunia walaupun aku tahu jika mereka masih menahan aura mereka agar tidak menghancurkan dunia karena berkumpul di tempat yang sama.


"Lilith El Schwarzer, kau dianggap sebagai pengkhianatan karena berbuat hal tabu bersama dengan Dewa Kegelapan, serahkan dirimu beserta anakmu itu demi penebusan dosamu itu!" Dewi Cahayalah yang mengatakan hal itu.


"Tidak! Kalian boleh membunuhku tapi tidak dengan anakku, kumohon biarkan anak tak berdosa ini tetap hidup..."


Ibu memeluk bayinya dalam-dalam, dan dengan mata berkaca-kaca dia memohon kepada 5 entitas tertinggi untuk melepaskan anaknya.


Namun layaknya makhluk tak berperasaan, mereka sama sekali tidak menghiraukan permohonan ibu.


"Hukum tidak pernah memandang belas kasihan, anak itu telah ikut andil dalam perbuatan tabu kedua orang tuanya. Jadi dia patut dihukum." kata Dewi Keadilan.


"Tidak! Bukankah kau Dewi Keadilan? Kau pasti tahu jika ini tidaklah adil! Bukan kami yang salah melainkan hukumlah yang salah! Ini semua tidak adil!" sangkal ibu.


Dewi Keadilan hanya diam, aku tidak tahu emosi apa yang dia keluarkan dari wajah bercahayanya yang tidak terlihat.


"Cukup basa-basinya, kami hanya menegakkan keadilan disini, jadi diamlah dan serahkan nyawamu dengan patuh atau kami harus melakukannya secara paksa!" teriak Dewa Lautan sambil mengangkat tangannya dan membentuk sebuah tombak trisula.


"Tidak akan pernah!!" bentak Ibu hingga membuat Dewa Lautan menjadi kesal.


"Kau!!" geram Dewa Lautan lalu melemparkan trisulanya kearah ibu.


「Divine Phoenix Protection」


Seekor Phoenix tergambar dengan sempurna di belakang tubuh ibu dan melindunginya dari serangan trisula yang dilemparkan oleh Dewa Lautan.


Namun, karena saking kuatnya trisula dewa itu membuat perlindungan Phoenix hancur seketika, tapi trisula itu berhasil dibelokkan ke samping hingga menghancurkan gunung di belakang ibu hingga rata dengan tanah.


"Uhuk! Uhuk!"


Ibu terbatuk darah setelah menggunakan sihir sekuat itu dengan tubuhnya yang masih sangat lemah.


"Menggunakan berkat Dewi untuk melawan kami ... sepertinya kau sudah melanggar satu aturan lagi..." kata Dewa Lautan dengan dingin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 66 : 1368 kata~...

__ADS_1


__ADS_2