
...[๐๐๐ซ๐๐ง ๐ผ๐๐๐๐จ๐ค๐ฃ ๐๐๐]...
Setelah melalui Dark Elter yang begitu berbahaya, kami akhirnya sampai di Great Dungeon wilayah benua Dyuraz, dan selanjutnya kita hanya tinggal mencari jalan keluar dari dungeon besar ini.
Tapi nyatanya itu bukanlah hal yang mudah mengingat ini adalah benua Dyuraz atau benua Iblis karena jenis monster yang ada sudah sangat berbeda dengan monster yang ada di benua Lhigor.
Monster dengan Rank-C di benua Dyuraz setara dengan monster Rank-A di benua Lhigor, terlebih lagi kemampuan unik para monster yang tidak pernah kami lihat sebelumnya.
Tapi walaupun begitu kami berhasil mengatasi sebagian banyak monster itu berkat bantuan rekan baru kami, Naga Angin dan Neo. Mereka jauh lebih berpengalaman di dungeon ini.
Hingga akhirnya kami menghadapi monster yang jauh lebih kuat dari sebelumnya ketika hampir tiba di pintu keluar Great Dungeon....
...
...
...
ใDark God Sword Technique : Fourth Technique : Darkness Explosion Waveใ
* BOOOOOOOM!!! *
Ledakan yang sangat dahsyat dari teknik berpedangku mengenai tubuh monster besar itu hingga menghancurkan satu lengannya.
Aku mundur kebelakang sambil menatap monster dalam ledakan itu.
"Dia masih hidup," gumamku.
"Padahal kita sudah melukainya dari tadi, tapi dia masih bisa menyembuhkan dirinya. Kemampuan regenerasi sangat merepotkan..." sambung Riona.
Seperti kata Riona, monster yang kami hadapi saat ini memiliki kemampuan regenerasi yang sangat hebat, jadi dia masih bisa hidup dengan tubuh yang utuh meski kami sudah melukainya dengan cukup parah.
"Groooaaargh!!"
Monster itu meraung saat keluar dari ledakan kegelapan itu, bersamaan dengan itu lengannya langsung sembuh.
Jika dilihat dengan jelas, maka monster itu lebih mirip seorang badut yang gemuk tapi sangat menyeramkan dengan kukunya yang tajam dan matanya yang melotot.
"Jika dia bisa beregenerasi, maka kita hanya tinggal menyerangnya terus-menerus sehingga dia tidak sempat mengunakan kemampuan regenerasinya itu," kata Neo.
ใStar Dragon Ability : Stardust Fury!!ใ
Naga kecil itu kemudian melesat dengan sangat cepat kearah monster badut itu hingga mengeluarkan percikan-percikan bintang berwarna biru.
Kali ini dia bergerak jauh lebih cepat daripada sebelumnya sehingga aku tidak bisa melihat dirinya, yang pasti kemanapun dia pergi maka akan ada percikan bintang biru yang menyertainya.
Naga kecil itu memutari tubuh monster badut itu dan terus menghujaninya dengan serangan Stardust miliknya.
Itu sukses membuat luka yang sangat dalam pada tubuh monster badut itu dan membuatnya tidak bisa beregenerasi karena banyaknya serangan yang ia terima.
"Kita harus membantunya!" kataku dibarengi anggukan Finley dan Riona.
ใDark God Sword Technique : Sixth Technique : Supernova Speed Exceeds Limit.ใ
__ADS_1
Aku melesat dan langsung memberikan tebasan beruntun di titik terfatal monster itu.
Tak lama kemudian Riona dan Finley juga melancarkan serangannya yang tidak kalah mematikannya.
Hal itu terus berlanjut hingga monster badut itu kehilangan hampir sebagian besar tubuhnya, dan disinilah aku akan mengakhiri hidup monster sialan ini!
ใDark God Sword Technique : Third Technique : Impossible God Slashใ
* SLASH! *
* CRAAASH!!! *
"Groooaaargh!!"
Dengan satu serangan fatal, aku berhasil membunuh monster badut itu....
"Huaa!! Sepertinya aku tidak bisa bergerak lagi, siapapun tolong gendong aku..."
Setelah pertempuran berakhir, Neo langsung menjatuhkan tubuhnya di tanah tampak sangat kelelahan.
Dia terlalu memaksakan dirinya dalam pertarungan kali ini....
"Kau bisa beristirahat nanti setelah sampai di kota," balas Riona cuek.
"Dasar tidak tahu malu," ujar Finley.
Seperti biasa mereka bertengkar di belakangku sementara aku berjalan menghampiri tumpukan mayat monster badut yang sudah tidak berbentuk itu.
Itu adalah benda bulat seperti mutiara tapi memiliki ukuran yang cukup besar, mungkin ukurannya sekitar kepala manusia.
Tiba-tiba benda itu menampilkan sebuah gambaran seseorang yang membuatku sedikit terkejut.
[Halo! Kau bisa mendengarku?]
Gambaran orang di dalam mutiara itu menyapaku, sepertinya ini panggilan jarak jauh.
Riona dan Finley yang masih bertengkar di belakangku penasaran dengan sumber suara itu dan melihatku yang membawa benda aneh itu.
"Apa yang kau lakukan dengan kristal penghubung itu? Dimana kau mendapatkannya?" tanya Riona sembari menghampiriku bersama dengan Finley.
Sontak Riona langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat seseorang yang muncul di dalam kristal itu.
"K- kau!" ujar Riona menunjuk orang itu.
"Kau mengenalnya?" tanyaku.
"Sulit menjelaskannya..." balas Riona.
[Kekekeke! Tentu saja kami saling mengenal, karena aku sendiri yang membantai kampung halamannya!! Kekekeke...]
Riona tampak sangat marah mendengar perkataan orang itu, tapi dia malah tersenyum beberapa saat kemudian.
"Demon Ancestor Simon, aku harap kau mempersiapkan dirimu sebab aku akan mengejarmu kemanapun kau lari..." kata Riona dingin.
__ADS_1
'Jadi orang yang terlihat di kristal itu adalah salah satu dari Demon Ancestor, ya....' batinku.
[Sepertinya kau sudah berkembang cukup pesat hanya demi membunuhku, jadi aku menantimu di kekaisaran Dewa Kegelapan.]
"Apa? Kekaisaran Dewa Kegelapan? Kenapa kau bisa berada di sana?!"
[Tidak ada gunanya memberitahumu, yang ingin aku katakan sekarang adalah selamat karena telah mengalahkan bawahanku! Aku tidak sabar bertemu dengan pewaris Dewa Kegelapan dan Putri Dewi Cahaya juga, jadi datanglah dengan cepat ke tempat ini. Kekekeke!!]
Setelah kata-kata terakhirnya itu, cahaya pada kristal di tanganku itu tiba-tiba meredup dan menghilangkan gambar di dalamnya.
Aku kemudian membuang kristal yang sudah tidak berguna itu dan mengalihkan pandanganku kearah Riona yang diselimuti oleh kebencian.
"Apa kau baik-baik saja?" tanyaku..
Riona menganggukkan kepalanya, "Sebaiknya kita segera bergegas," ujarnya lalu pergi begitu saja.
Aku tahu jika dia tidak sedang baik-baik saja dari sikapnya itu.
"Sebaiknya jangan ganggu dia untuk beberapa waktu ini," kataku kepada Finley.
Finley menganggukkan kepalanya dengan patuh, dia pasti merasa kasihan juga kepadanya setelah mendengar kata-kata orang yang tadi.
Bagaimanapun jahatnya seseorang, pasti ada suatu peristiwa yang membuatnya menjadi jahat...
...
...
...
Kami berpisah dengan si Naga Angin karena sudah sampai tujuan kami yaitu keluar dari Great Dungeon.
Sebenarnya pintu keluar Great Dungeon itu ada sangat banyak jumlahnya dan tersebar di berbagai tempat. Namun ada satu titik yang merupakan jalur resmi Great Dungeon yang memiliki pintu gerbang besar dan dijaga oleh banyak pasukan Iblis.
Tujuan kami datang ke benua ini adalah untuk menuju kekaisaran Dewa Kegelapan, bukan bermusuhan dengan kerajaan Iblis yang dipimpin oleh seorang Raja Iblis.
Jika mereka tidak menggangu kami, maka kami juga tidak akan menggangu mereka, begitulah kata-kata yang tepat untuk situasi ini.
Dan disinilah kami sekarang, keluar melalui sebuah gua besar yang menjadi salah satu pintu keluar Great Dungeon.
Terpaan angin dan paparan sinar matahari yang hangat langsung menghantam wajah kami ketika baru saja keluar dari dalam lubang neraka itu.
"Akhirnya kita sampai...." gumamku.
Riona sedikit berlari dan menatapku dan Finley dengan senang dan bangga.
"Selamat datang di benua Dyuraz, tempat dimana semua ras Iblis tinggal! Tolong jaga sikap kalian karena ras Iblis mudah tersinggung!" ujar Riona.
...โฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆ...
...๐ฟ๐๐๐, ๐๐๐ก๐, ๐ด๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐๐ก ๐๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐ข๐๐ ๐ด๐ข๐ก๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ ๐ต๐๐๐๐๐๐ฆ๐...
...~Chp 57 : 1067 kata~...
__ADS_1