DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
SPESIAL CHAPTERโ€” Langkah Awal


__ADS_3

...[๐™‰๐™ค๐™ง๐™ข๐™–๐™ก ๐™‹๐™Š๐™‘]...


Semua persiapan untuk pergi ke kota sebelah untuk melakukan pengajuan kerjasama telah siap, Leyn juga sudah berdandan dengan rapi dan sudah siap untuk pergi.


Perlu diketahui jika mereka saat ini berpergian hanya menggunakan sebuah kereta kuda bukan kereta api, hal itu dikarenakan rel kereta api belum dipasang.


Dan tujuan ke kota sebelah adalah untuk menawarkan kepada pemimpin kota itu agar mau membangun stasiun kereta api di kotanya tersebut.


Nantinya Leyn akan memasang rel kereta api ke sepanjang jalan menuju kota mereka berdua.


Jadi jalan untuk menuju kedua kota itu akan sangat mudah ditempuh, dan pastinya itu akan memudahkan para pedagang untuk berjualan diantara kedua kota tersebut.


Bukan hanya satu kota itu, sebenarnya Leyn berencana ingin menghubungkan seluruh kota atau kerajaan di benua itu dengan kereta apinya.


Itu akan menjadi usaha yang sangat keras...


...


...


...


Singkat cerita, Leyn beserta rombongannya telah tiba di kota yang mereka tuju hanya dalam 7 hari perjalanan.


Mungkin jika itu menggunakan kereta api maka mereka bisa sampai hanya dalam setengah hari perjalanan.


Di atas gerbang kota itu bertuliskan Kota Vince yang sebelumnya adalah wilayah kerajaan Mazzarri, tapi karena suatu konflik yang sulit dijelaskan kota itu akhirnya berpisah dari wilayah kerajaan Mazzarri.


Dan sekarang mereka berdiri sendiri dengan dipimpin oleh seorang walikota hebat yang bernama Thayer Stone.


Leyn dan rombongannya datang ke tempat itu dengan sedikit mencolok, itu dikarenakan kereta kuda yang mereka gunakan bisa dibilang cukup mewah dengan beberapa ukiran di badannya.


Karena hal itu juga membuat penjaga gerbang menjadi lebih sopan kepada mereka karena takut menyinggung orang berkuasa.


"Mohon maaf sebelumnya, bisa kami tahu dari kerajaan mana anda berasal?" ujar salah satu penjaga gerbang kepada pengawal kereta.


Pengawal itu tidak menjawab melainkan membukakan salah satu pintu kereta kuda paling depan.


Dan di dalam kereta itu sudah terlihat Leyn dengan pakaian yang bisa dibilang mewah, dia duduk sambil mengangkat satu kakinya hingga memperlihatkan kebesarannya layaknya seorang putri kerajaan.


Melihat itu para penjaga gerbang langsung menelan ludah karena berpikir sedang dihadapkan dengan orang yang sangat berkuasa.


"Kami datang dengan damai, cukup antarkan saja kami kepada walikotamu dan kami berjanji tidak akan melakukan hal apapun yang bisa merugikan kalian." ucap Leyn sambil menatap para penjaga gerbang dengan dingin.


"B- baik tuan putri!" ucap penjaga gerbang itu dengan tubuh menggigil seolah-olah tatapan mata Leyn bisa membunuhnya.


Setelah itu merekapun akhirnya menuntun Leyn dan rombongannya menuju balai kota.


"Akting anda sangat hebat Nona Leyn, saya bahkan hampir menganggap itu bukanlah akting." ucap pelayan yang ada di dalam kereta bersama Leyn.


Pelayan itu adalah pelayan pribadi Leyn yang bernama Noel.


"Terima kasih Noel." ucap Leyn sambil tersenyum manis.


Walaupun sebenarnya yang tadi itu bukanlah akting, melainkan dirinya sebenarnya yang selalu ia pendam dalam-dalam menggunakan senyuman palsu.


Agar bisa diperhatikan oleh walikota Thayer, Leyn memiliki ide untuk muncul dengan cukup mencolok dan berhasil dengan cukup sukses.


Bayangkan saja jika Leyn datang dengan cara yang normal, maka dia dan rombongannya mungkin harus menjalani beberapa proses dan mengantri cukup lama untuk bertemu dengan sang walikota.


Dan sekarang semua itu berjalan jauh lebih mudah berkat ide cerdik Leyn.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di balai kota, tempat dimana Walikota Thayer berada.


"Silakan ikuti saya." ucap penjaga gerbang yang sebelumnya menuntun Leyn.


Leyn turun dari kereta kudanya dengan elegan dan diikuti oleh beberapa orang di belakangnya sementara yang lainnya menunggu di tempat itu.


Penjaga gerbang itu menuntun Leyn masuk bangunan besar itu dan memintanya untuk menunggu di ruang tamu, sementara penjaga gerbang itu pergi untuk memanggil walikota Thayer.


Dan tak berselang lama kemudian seorang pria paruh baya dengan kumis dan jenggot tipis datang memasuki ruang tamu.


Leyn langsung berdiri sambil memegangi roknya dari kedua sisi lalu sedikit mengangkatnya dan menunduk.


"Salam hormat tuan Thayer Stone, dan maafkan atas kedatangan kami yang tiba-tiba dan menggangu waktu Anda." ucap Leyn sopan.

__ADS_1


"Tidak usah sungkan Nona. Saya juga tidak terlalu sibuk, jadi kedatangan Anda sama sekali tidak menggangu saya..." balas Thayer yang juga bersikap sopan.


Walaupun pria itu berkata seperti itu, tapi Leyn tahu betul jika ia sedang berbohong karena ada kantung hitam di bawah matanya yang memerah.


Itu adalah mata seseorang yang sudah tidak tidur selama beberapa hari karena terlalu banyak bekerja.


Leyn tahu itu dengan jelas karena selalu memperhatikan ayahnya yang sering kerja lembur di kehidupannya sebelumnya.


Tapi ia hanya berpura-pura tidak menyadarinya.


"Ngomong-ngomong nama saya Leyn Nereida. Dan sebagai permintaan maaf karena telah datang tanpa surat, saya telah menyiapkan beberapa produk yang hanya dimiliki oleh kota saya." ucap Leyn lalu melirik ke arah belakang memberikan isyarat.


Noel yang melihat itu menganggukkan kepalanya lalu membawa sebuah kotak yang dibungkus kain putih ke hadapan Thayer.


Sebelum membuka kotak itu Thayer melirik Leyn terlebih dahulu yang melemparkan isyarat untuk membukanya.


Jadi mau tidak mau Thayer-pun membuka kotak itu yang dimulai dari membuka kain putihnya terlebih dahulu.


'Halus sekali...' pikir Thayer saat menyentuh kain putih itu.


Pria itu sudah dibuat kaget oleh kain putih yang memiliki tingkat kehalusan yang sangat tinggi dan pastinya bernilai sangat mahal, tapi ia kembali dikejutkan oleh isi di dalam kotak itu.


"I- ini? Gelas kaca dan piring kaca?" kaget Thayer melihat isi di dalam kotak itu.


Pria itu memegang salah satu gelas kaca dengan ukiran indah itu lalu mengangkatnya dengan sangat hati-hati.


"Dan tekstur kaca ini sangat bening!" ucapnya dengan terkagum-kagum.


Perlu diketahui jika kaca merupakan material yang cukup berharga di dunia itu karena proses pembuatannya yang sangat rumit. Selagipun ada maka teksturnya sangat buruk dan kusam.


Tapi kaca yang ada di tangan walikota Thayer sekarang ini memiliki tekstur yang halus dan sangat bening, jadi wajar jika ia sangat kagum dengan itu.


Leyn tersenyum penuh kemenangan, "Sebenarnya kami masih memiliki beberapa barang lagi disini." kata Leyn lalu mengisyaratkan para pelayan untuk memperlihatkannya.


Dan lagi-lagi pria paruh baya itu dibuat sangat terkejut dengan pemberian Leyn.


"I- ini, kualitas tanaman dan buah-buahan ini sangat luar biasa!" kagum Thayer melihat setumpuk hasil panen para warga kota Lumise.


Dia mengambil salah satu apel dan melihatnya dengan baik-baik.


"Luar biasa ... sekarang adalah musim semi, jadi banyak hama tanaman yang merusak hasil panen. Tapi apel ini masih sangat mulus tanpa bekas gangguan hama sama sekali..." ucapnya kagum.


"Dan biji gandum-gandum ini sangat besar dan berbau harum, aku ragu jika kerajaan Mazzarri yang terkenal akan produksi gandum-nya bisa menyaingi gandum ini." gumam Thayer.


Tentu saja hasil panen Kota Lumise tidak akan bisa ditandingi oleh siapapun karena Leyn menggunakan banyak prosedur untuk menghasilkan bahan pangan berkualitas tinggi.


Contohnya pestisida untuk membunuh hama tanaman dan formalin untuk pengawet buah-buahan yang ia bawa dari kota Lumise.


Jika dia tidak menggunakan pengawet maka mungkin buah-buahan itu akan membusuk karena waktu perjalanan yang sangat lama.


Thayer mengalihkan pandangannya kembali kepada Leyn, "Sebenarnya dari kerajaan mana Anda berasal?" tanya Thayer penasaran.


"Aku bukan berasal dari sebuah kerajaan melainkan dari kota yang baru saja berkembang tidak lama ini di sebelah barat kota ini." kata Leyn.


"Aku tidak pernah mendengar ada kota di barat sana kecuali beberapa desa kecil..." gumam Thayer.


"Lupakan tentang itu. Sebenarnya tujuan kami datang kesini adalah untuk mengajukan kerjasama jangka panjang denganmu." ucap Leyn.


"Bisa saya lihat terlebih dahulu bentuk kerjasamanya?"


"Tentu." kata Leyn sambil menyodorkan sebuah kertas.


Thayer membacanya beberapa saat dan sedikit penasaran dengan beberapa poin yang tertulis disana.


"Saya mengerti tentang menghubungkan kota kita untuk mempermudah jalur perdagangan, tapi membangun rel kereta api dan stasiun?" kata Thayer kebingungan.


"Untuk itu akan saya jelaskan nanti, yang terpenting sekarang adalah kontribusi kita masing-masing. Saya sudah mengurus rel kereta apinya, jadi saya mau Anda mengeluarkan tenaga manusia untuk melakukan pembangunan." balas Leyn.


Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Thayer menyetujui kerjasama yang ditawarkan Leyn.


Dia beranggapan jika bekerjasama dengan kota yang memiliki benda langka dan bahan pangan yang cukup melimpah akan sangat menguntungkan bagi kotanya.


Thayer tidak masalah mengerahkan banyak sumber daya manusia miliknya karena itu juga memiliki sisi positifnya tersendiri.


Sebenarnya kota Vince sekarang tidak dalam kondisi yang baik karena hancurnya Kerajaan Victoria yang menjadi mitra bisnis terbesarnya.

__ADS_1


Itu membuat pasokan bahan pangan untuk warga kota menjadi hilang dan banyaknya warga kota yang menjadi pengganguran hingga jatuh miskin.


Itu membuat pria paruh baya itu menjadi sangat kerepotan dalam mengurus wilayahnya akhir-akhir ini.


Dan dengan mengerahkan sumber daya manusia untuk melakukan pembangunan, itu juga berarti akan ada lowongan pekerjaan baru. Jadi jumlah pengangguran akan berkurang.


Bahan pangan yang melangka di kota Vince juga akan bisa teratasi dengan adanya mitra kerjasama baru.


Sementara di sisi Leyn, dia berhasil memancing Thayer dengan menunjukkan beberapa barang-barang produksi kota Lumise.


Penduduk kota sedang sibuk membangun permukiman warga agar lebih bagus dan nyaman, jadi dia tidak bisa mengerahkan mereka untuk membangun rel kereta api....


"Kalau begitu senang bekerjasama dengan Anda, Nona Leyn." ujar Thayer sambil mengulurkan tangannya.


Leyn menerima uluran tangan Thayer sambil tersenyum, "Semoga kita bisa menjadi rekan yang baik kedepannya." balas Leyn.


Dan dengan ini, langkah awal untuk memperluas kota Lumise akan segera dimulai...


...--------------------------------...


Sementara itu, di sebuah bangunan guild petualang yang ada di kerajaan Arandelle, sedang tersebar rumor yang cukup panas di kalangan para petualang.


"Hei apa kau tahu? Kabarnya Iblis putih dari selatan baru saja membantai keluarga kerajaan Avantazia sendirian!"


"Apa?! Itu tidak mustahil, tidak mungkin satu orang bisa membantai keluarga kerajaan yang terkenal sebagai tirani itu!"


"Aku serius! Aku mendengar rumor itu sendiri dari kerabatku yang tinggal di kerajaan Avantazia! Katanya dia membantai seluruh keluarga kerajaan tirani itu dan membekukan seluruh istananya!"


"Tapi dia memang orang yang sangat misterius! Entah sudah berapa kali dia membuat kehebohan di benua ini semenjak kemunculannya!"


"Itu benar ... tidak ada yang tahu identitasnya yang sebenarnya selain nama Iblis putih dari selatan..."


Semua petualang memiliki satu topik untuk dibicarakan, yaitu Iblis putih dari selatan yang akhir-akhir ini sedang panas dibicarakan.


Walaupun dijuluki sebagai Iblis, tapi sebenarnya ia adalah seorang manusia.


Hanya saja kelakuan yang sangat mirip seperti iblis membuatnya dijuluki sebagai Iblis, bukan hanya suka membantai manusia tapi ia juga menghancurkan berbagai tempat dengan cara membekukannya lalu menutupnya dengan salju putih.


Tapi sejauh ini manusia yang ia bantai hanyalah manusia jahat seperti bandit, bangsawan jahat, ataupun pemimpin tirani seperti Raja dari kerajaan Avantazia.


Karena itu ia dijuluki juga sebagai Iblis baik.


Tapi masih belum ada yang tahu pasti identitasnya sampai sekarang kecuali beberapa ciri-ciri yang disebutkan di atas tadi.


* KRIIEEET..... *


Pintu guild petualang terbuka perlahan, tapi itu berhasil mengalihkan perhatian semua petualang yang sedang panas bergosip karena merasakan hawa dingin dari pintu itu.


Dan alangkah terkejutnya mereka ketika melihat sosok yang terlihat di pintu bangunan itu.


Itu adalah seorang wanita dengan rambut putih panjang yang terurai acak-acakan, dia mengenakan pakaian putih dan juga topeng putih polos tanpa lubang bola mata sama sekali.


Semua orang terdiam. Ia menatap sekumpulan petualang yang ada di dalam guild tak bergeming sama sekali lalu mulai berjalan beberapa langkah menuju arah resepsionis.


Setiap lantai yang dia pijak akan membeku seketika padahal di tempat itu sedang musim semi.


Hawa dingin juga keluar dari tubuh wanita itu dan memenuhi seisi ruangan, membuat semua pria kekar disana menggigil kedinginan.


Sesampainya di depan resepsionis yang menggigil ketakutan dan kedinginan disaat yang sama, wanita itu langsung menyodorkan sebuah kertas quest.


Sang resepsionis membaca kertas quest itu dengan wajah pucat, "Q- Quest Rank-SSS membunuh naga salju..." gumam sang resepsionis dengan lirih.


Namun karena saking heningnya ruangan itu, suara lirih sang resepsionis bisa didengar oleh semua orang yang ada disana dengan ekspresi pucat.


Sebelum orang-orang itu menyadarinya, wanita itu sudah mengeluarkan sebuah kepala naga yang sangat besar di tempat itu dari cincin ruang miliknya.


Semua orang kembali terkejut bahkan beberapa sudah pingsan terlebih dahulu dengan mulut yang berbusa.


"I- ini bayaranmu karena sudah menyelesaikan quest nona!" ujar sang resepsionis sambil menyodorkan setumpuk koin emas.


"Kalau masih kurang silahkan tunggu sebentar, saya akan mengambilkannya lebih banyak lagi di lantai atas!" kata sang resepsionis dengan panik.


Wanita itu hanya diam lalu mengambil uang yang telah disodorkan kepadanya lalu pergi begitu saja dari tempat itu, meninggalkan semua orang yang masih tertegun.


Hingga salah satu orang tersadar dari keterkejutannya dan berteriak: "I- itu adalah Iblis putih dari selatan!"

__ADS_1


...๐ฟ๐‘–๐‘˜๐‘’, ๐‘‰๐‘œ๐‘ก๐‘’, ๐ด๐‘›๐‘‘ ๐ถ๐‘œ๐‘š๐‘š๐‘’๐‘›๐‘ก ๐‘ˆ๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘ข๐‘˜๐‘ข๐‘›๐‘” ๐ด๐‘ข๐‘ก๐’‰๐‘œ๐‘Ÿ ๐ท๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘š ๐ต๐‘’๐‘Ÿ๐‘˜๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ฆ๐‘Ž....


...~Chp 71 : 2015 kata~...


__ADS_2