
Apa yang orang-orang pikirkan tentang malam hari?
Masuk ke dalam rumah, tidur untuk beristirahat, dan kembali melakukan aktivitas rutin di pagi harinya.
Sangat jarang orang-orang menghabiskan waktu di malam hari, karena malam hari bukanlah tempat yang aman untuk makhluk hidup terutama manusia.
Tapi sangat berbeda dengan situasi di sebuah kota besar ini, gedung-gedung menjulang tinggi hingga jauh ke langit seolah-olah bangunan itu dibangun untuk melawan langit.
Jalanan terlihat sangat padat dan bising dengan banyak suara kendaraan bermesin yang mendengung, itu adalah kendaraan beroda empat yang digerakkan oleh mesin.
Kilatan cahaya dari lampu gedung, perumahan, dan kendaraan bermotor menutupi kegelapan malam yang seharusnya sangat gelap.
Ini adalah kota besar dengan populasi yang sangat banyak hingga memenuhi setiap sudut kota. Bahkan di malam hari ini tidak kalah dengan suasana siang hari.
Sementara itu di salah satu kendaraan beroda empat yang disebut dengan mobil, terlihat sepasang keluarga di dalamnya yang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Sang ayah sibuk mengemudi sambil menelpon, sang ibu sibuk memperbaiki penampilannya dengan make up, sementara sang kakak perempuan sibuk dengan Smartphonenya sendiri.
Satu-satunya yang tidak sibuk dengan urusannya sendiri adalah sang adik perempuan, ia menatap keluarganya itu dengan kesal sambil mengembangkan pipi mungilnya.
"Ayah, ibu, kakak! Bukankah kita akan segera pergi ke taman bermain?!" ujarnya.
Namun tidak ada yang menghiraukannya karena mereka masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Gadis kecil itu menjadi kesal dan mendekati ayahnya yang sedang mengemudi sambil menelpon.
"Ayah, berhentilah mengurus pekerjaan saat sedang liburan!" kata gadis kecil itu sambil menggoyangkan kursi ayahnya.
"Ini sangat mendesak, jadi duduklah di tempatmu dan pasang sabuk pengaman!" perintah sang ayah tanpa melirik gadis kecil itu, ia kemudian kembali fokus pada teleponnya.
"Ibu?" ujar gadis itu sambil melihat ibunya yang masih sibuk dengan make up-nya.
"Sebentar lagi sayang..." balas sang ibu acuh tak acuh.
Gadis kecil itu mengembungkan pipinya kesal, ia kemudian beralih melihat kakak perempuannya yang masih sibuk dengan Smartphonenya.
Jika dilihat dari penampilannya, kakak perempuannya itu adalah seorang siswi sekolah menengah dengan usia sekitar 17 tahun.
Pakaian yang ia kenakan juga sangat modis dan kekinian, dia sekarang bahkan sedang melihat-lihat trend pakaian di toko online.
"Kakak, bisa kau temani aku bermain disini?" ucapnya sambil menyodorkan sebuah boneka beruang berwarna coklat.
Itu adalah boneka kesayangan gadis kecil itu yang dia namai dengan Teddy bear.
Tapi seperti kedua orang tuanya, sang kakak juga mengabaikan dengan acuh.
"Kakak sudah terlalu dewasa untuk bermain boneka." ucapnya tanpa mengalihkan perhatiannya pada layar smartphone miliknya.
__ADS_1
Gadis kecil itu menjadi kesal, ia kemudian duduk kembali di tempat duduknya tanpa mengenakan sabuk pengamannya.
Dan dengan wajah memerah, dia mulai berteriak mengeluarkan isi hatinya yang terdalam, "Kenapa kalian menjadi seperti ini sekarang! Setelah sekian lama akhirnya kita bisa kembali bersama dan berlibur, tapi kenapa kalian sangat cuek seperti ini sekarang!"
Bersamaan dengan kemarahan gadis kecil itu, sebuah kelipan cahaya seperti kunang-kunang mulai terlihat di dekat gadis itu.
Kelipan itu tiba-tiba membesar dan berubah menjadi portal yang langsung menyelimuti tubuh gadis itu hingga tak terlihat sama sekali.
Kejadian yang tiba-tiba dan sangat menyilaukan itu membuat kedua orang tua gadis itu tersentak kaget termasuk sang kakak yang berada di dekat adiknya itu.
"Yui!" teriak sang kakak sambil mengulurkan tangannya meraih adiknya yang bernama Yui itu.
Tapi sang adik sudah menghilang dari tempatnya.
Sang ayah dan sang ibu yang menyadari jika anak bungsunya telah menghilang menjadi sangat khawatir dan cemas, tapi kebingungan lebih menguasai pikiran mereka.
"A- apa yang terjadi! Kemana perginya Yui!" teriak sang ayah cemas sambil menoleh ke belakang.
Namun nyatanya itu adalah tindakan sembrono mengingat jika ia sedang dalam posisi mengemudikan mobil yang cukup kencang.
"Ayah awas!!" teriak sang kakak yang menyadari jika mobil yang mereka naiki sudah keluar dari jalurnya.
Dan di depan sana sudah terlihat beberapa kendaraan yang melaju dengan kencang, alhasil kecepatan besarpun tidak bisa terhindarkan lagi...
...
...
...
Leyn terbangun dari tidurnya dengan tubuh penuh keringat dingin.
Ia kemudian bangkit dan duduk di pinggir ranjangnya sambil mengusap-usap wajahnya pelan dan menghembuskan nafas panjang.
"Mimpi itu lagi..." gumam Leyn lirih.
...--------------------------------...
...[𝙇𝙚𝙮𝙣 𝙉𝙚𝙧𝙚𝙞𝙙𝙖 𝙋𝙊𝙑]...
Entah sudah berapa kali aku bermimpi tentang kejadian itu....
Kejadian yang menjadi akhir dari hidupku di bumi, dan awal dari hidup baruku di dunia ini....
Aku sudah berusaha melupakannya dan memulai hidup baru di dunia ini dengan keluarga baru dan teman-teman baru.
Tapi, akhir-akhir ini aku mulai bermimpi tentang kejadian itu lagi.
__ADS_1
Aku baru menyadari betapa menyedihkannya hidupku di kehidupanku sebelumnya, aku menjadi seorang siswi modis dan menawan di sekolahku tapi menjadi gadis nakal di hadapan keluargaku.
Aku berusaha keras untuk terlihat menarik di mata orang lain agar mendapatkan pujian, tapi nyatanya aku hanyalah beban keluarga yang suka menghamburkan uang keluargaku.
Jika membahas tentang penyesalan, maka penyesalan terbesarku adalah mengabaikan satu-satunya adik yang aku miliki.
Namanya adalah Yui, dia adalah gadis cantik dan imut yang sangat periang.
Semenjak aku masuk sekolah menengah atas atau SMA, aku mulai jarang bermain dengannya karena beranggapan jika itu adalah hal yang kekanak-kanakan.
Aku ingin menjadi orang dewasa, oleh karena itu aku mengabaikannya sesuatu yang berhubungan dengan hal yang kekanak-kanakan termasuk mengabaikan adikku.
Dan sekarang, aku mulai merasakan penyesalan yang teramat dalam karena sudah tidak bisa bertemu dengan dirinya lagi...
Dimana dia sekarang Yui berada? Dimana sekarang orang tuaku berada? Apakah mereka selamat dari kecelakaan? Atau apakah mereka mati dan bereinkarnasi sama sepertiku?
Aku masih mencari semua jawaban itu....
Karena merasa bersalah dengan Yui, aku mulai merubah sikap dan penampilanku agar sama seperti Yui.
Semenjak terlahir di dunia ini aku selalu menjadi sosok seperti Yui, gadis kecil yang imut dan periang, kekanak-kanakan dan sedikit naif. Tapi nyatanya diriku yang sebenarnya tidaklah seceria itu...
Selama ini aku hanya berakting ... berakting dan pura-pura kuat, tapi lama kelamaan aku sudah mulai lelah dengan akting ini semenjak kepergian River...
TOK ... TOK ... TOK ...
Pintu kamarku tiba-tiba diketuk oleh seseorang, aku kemudian bangkit dan memperbaiki tempat tidurku yang sangat acak-acakan sebelum membukakan pintu.
"Maafkan saya mengganggu waktu tidur anda Nona Leyn." ucap pelayan yang sebelumnya mengetuk pintu.
"Tidak masalah, lagipula aku memang sudah terbiasa bangun pagi. Katakan saja apa yang ingin kau sampaikan." jawabku sambil tersenyum.
"Ah ... terima kasih Nona. Persiapan untuk pergi ke kota sebelah telah siap, anda bisa pergi sekarang setelah mempersiapkan diri."
"Kalau begitu aku mandi dulu."
"Baiklah."
Pintu kembali ditutup setelah pelayan itu selesai menyampaikan informasi itu.
Hari ini aku harus berangkat ke kota sebelah untuk membahas tentang kerja sama perdagangan, jadi sebaiknya aku bersiap sekarang.
Sebelum beranjak mandi aku menatap diriku sendiri di dalam cermin lalu memasang senyuman khas milikku.
'Sudah cukup merenungkan masa lalu yang telah lama berlalu, saat ini masa depan kota Lumise adalah hal terpenting bagiku. Aku adalah seorang pemimpin disini, aku tidak boleh menunjukkan kelemahanku kepada rakyatku!' batinku penuh tekad.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...
...~Chp 70 : 1134 kata~...