DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 91: Fakta Mengejutkan


__ADS_3

"Siapa wanita itu, River?"


"Ah ... kau sudah kembali Yui." kata River lalu melanjutkan, "Aku baru saja menyelamatkan wanita ini dari beberapa orang jahat, aku tidak bisa meninggalnya begitu saja jadi aku ikut membawanya berteleportasi."


Yui dibuat menghela nafas panjang setelah mendengar perkataan River, "Lihatlah dirinya sekarang..." kata Yui sambil menunjuk Evelyn yang sedang sangat kebingungan.


Dia berusaha keras untuk mencerna peristiwa aneh yang baru saja terjadi padanya, seorang pria yang datang tiba-tiba dan membunuh 5 orang dengan begitu mudahnya lalu menyembuhkan lukanya sebelum berpindah tempat dalam sekejap mata.


Tidak ada orang normal yang bisa mencerna informasi itu dengan begitu mudah...


Evelyn memandang River dan Yui secara bergantian, melihat mereka berdua membuat gadis itu menjadi sangat pusing dan terhuyung-huyung tanpa sadar jika dirinya berada tepat di pinggir gedung.


"Awas!" teriak River.


Evelyn sangat terkejut ketika dirinya kehilangan pijakannya dan berakhir terjatuh ke bawah gedung, namun sebelum itu terjadi River sudah terlebih dahulu menggenggam tangannya erat-erat.


Alhasil tubuh Evelyn bergelantungan di atas gedung pencakar langit setinggi ratusan meter itu.


"Kumohon jangan lepaskan aku..." ujar Evelyn sangat ketakutan ketika melihat ke bawah.


"Jangan takut dan jangan lihat ke bawah, aku akan menarikmu." kata River sambil menarik tubuh Evelyn perlahan-lahan sampai benar-benar selamat.


Evelyn sangat bersyukur karena masih bisa diberikan kesempatan hidup dan sangat berterimakasih kepada River yang sudah menolongnya dua kali.


Namun dia masih penasaran dengan identitas dua orang di hadapannya itu.


"Anu ... jika boleh bertanya, sebenarnya siapa kalian ini?" tanya Evelyn penasaran.


"Bagaimana ini?" bisik Yui sambil menatap River.


"Tenang saja, aku bisa menghapus ingatannya dengan mudah dan mengirimnya pulang tanpa tahu apapun." bisik River yang bisa didengar oleh Evelyn.


"M- menghapus ingatan? Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!"


"Karena kau sudah terlanjur mengetahui kemampuan kami jadi kami harus menghapus ingatanmu demi kerahasian kami. Mohon maaf sebelumnya tapi aku akan sedikit memaksamu."


"Tidak!"


River ingin menghapus ingatan Evelyn mengenai pertemuan mereka secara sepihak, namun sebelum ia sempat melakukan hal itu sebuah portal tiba-tiba terbuka tak jauh dari tempat mereka.


River sontak menjadi waspada dan mengubah wujudnya semula yaitu dengan pakaian armor hitam pekat sambil membawa sebuah pedang kebanggaannya, begitupun dengan Yui yang langsung menciptakan beberapa hantu.


Auranya setara atau bahkan melebihiku denganku ... siapa orang ini? - pikir River tanpa menghiraukan Evelyn yang membelalakkan matanya tak percaya.


Sebuah langkah kaki keluar dari portal dan memperlihatkan seorang pria tampan berambut putih dan jubah putih.


Dia memiliki mata pelangi yang sangat indah dan senyuman yang sangat menawan.


"Seorang Dewa ya..." gumam River.


"Tepatnya Tuhan." kata pria itu mengkoreksi dengan suaranya yang merdu dan penuh kelembutan.


"Apa kau entitas tertinggi di dunia ini?" tanya River tanpa menghilangkan kewaspadaannya meskipun pria di hadapannya itu tidak terlihat berbahaya.

__ADS_1


"Bisa dibilang begitu. Berbeda dengan dunia lainnya yang memiliki entitas tertinggi lebih dari satu, dunia ini hanya memiliki satu entitas tertinggi yang mengurus segala aspek kehidupan yaitu diriku."


"Kau lumayan cerdik karena bisa mengelabuiku dan menyusup ke duniaku, tapi kau membuat kesalahan besar karena menggunakan sihir teleportasi yang membuatku bisa mengetahui keberadaanmu..." lanjut pria yang bernama Tuhan itu.


"Jadi apa kau ingin melenyapkanku? mungkin ini akan menjadi pertarungan yang besar tapi aku tidak akan mundur..." balas River.


Seluruh dunia ini hanya dipegang oleh satu orang, jadi dia pasti memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dan luas daripada River yang hanya memiliki satu elemen utama yaitu kegelapan.


"Menggunakan kekerasan bukanlah gayaku. Aku hanya ingin memperingatimu untuk tidak menggunakan sihir seenaknya di duniaku ini. Aku akan memaafkanmu karena telah membunuh kelima manusia sebelumnya, anggap saja itu sebagai balasan untuk kejahatan mereka..."


Bisa dibilang ini adalah jalan terbaik untuk mereka berdua, River masih memiliki 5 entitas tertinggi dan sistem dunia yang menjadi musuhnya.


Menghabiskan tenaga dan pasukan untuk melawan pria di hadapannya itu bukanlah hal yang bijak.


"Kalau begitu tidak ada lagi yang harus aku katakan." kata pria itu lalu berbalik untuk memasuki portalnya.


Namun sebelum dia benar-benar pergi pria itu menambahkan, "Dan satu lagi ... aku mendapat informasi jika orang-orang dari duniamu menculik beberapa manusia di duniaku, jika kau bersedia maukah kau mengembalikan jiwa mereka ke duniaku agar mereka bisa bereinkarnasi kembali?"


"Aku akan mengusahakan hal itu."


"Kalau begitu semoga kita bisa bertemu lagi di masa mendatang." pria itu kemudian pergi begitu saja setelah mengatakan hal yang merepotkan bagi River.


"Siapapun katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi disini?!"


Evelyn berteriak memecah keheningan setelah kepergian sosok yang datang tiba-tiba itu, dia benar-benar frustasi karena tidak tahu dengan apa dirinya sedang berurusan sejak dari tadi.


River dan Yui saling memandang satu sama lain dan menghela nafas panjang karena gagal untuk menghapus ingatan Evelyn setelah dilarang menggunakan sihir.


"Sepertinya tidak ada pilihan lain lagi selain memberitahunya dengan jujur." ujar River dibalas anggukan Yui.


Bahkan mereka memberitahunya tentang alasan kedatangan mereka ke dunianya itu hanya untuk menemui keluarga Yui.


"Ini memang sulit dipercaya dan aku tidak ingin ikut campur dalam masalah aneh seperti ini, jadi tolong pulangkan saja aku..." kata Evelyn setelah mengetahui semuanya.


River tidak bisa menggunakan sihirnya sesuai dengan kesepakatannya dengan pria tadi, tapi bukan berarti dia tidak boleh melompat turun dari gedung itu.


Dengan memegang pinggang Yui dan Evelyn di kedua sisinya, River langsung melompat turun dari gedung pencakar langit itu dan mendarat dengan sempurna di tempat sepi.


Evelyn begitu syok dengan tindakan ekstrim yang dilakukan oleh River dan bersumpah tidak akan melakukan hal itu lagi meskipun harus dipaksa.


Mereka kemudian memesan sebuah taksi untuk mengantarkan Evelyn pulang terlebih dahulu sebelum pergi ke rumah keluarga Yui.


Namun di tengah perjalanan menaiki taksi, mereka dikejutkan dengan berita yang ditampilkan di monitor televisi yang ada di dalam taksi itu.


Berita itu menyampaikan tentang pembunuhan 5 orang wanita di pusat pembelanjaan dan pembunuhan 7 orang pria di toko pakaian lengkap dengan gambar pelaku kejahatan, yaitu River, Yui, dan Evelyn yang juga ikut terlibat.


Seluruh tubuh supir taksi gemetaran dengan keringat dingin ketika ia menyadari jika sedang membawa penumpang seorang pembunuh berantai.


Perlahan tangannya mulai bergerak ke handphonenya untuk mengirim pesan kepada polisi.


Namun sebelum itu terjadi River yang duduk di sebelahnya langsung menggenggam kepala supir itu dan membantingnya ke setir mobil berkali-kali hingga tewas.


River kemudian melempar mayat itu keluar mobil dan duduk di kursi supir.

__ADS_1


"Kau membunuh lagi..." ujar Evelyn sambil menutup mulutnya menahan muntahan.


"Jika kau ingin tertangkap maka akan aku keluarkan kau disini." balas River datar.


Evelyn tentu saja tidak ingin dikeluarkan begitu saja dari mobil dan memilih untuk duduk dengan patuh.


Dalam hatinya dia mengutuk kepolisian yang seenaknya saja menjadikannya pelaku kejahatan hanya karena melihat dirinya dekat dengan River.


"7 pria yang tewas di toko pakaian itu apakah karenamu Yui?" tanya River kepada Yui yang acuh tak acuh dengan berita itu.


"Itu benar, mereka seenaknya saja ingin merampok uangku. Jadi aku membunuh mereka..." jawab Yui acuh.


"Begitu ya..."


Evelyn lagi-lagi dibuat terkejut dengan kepribadian rusak dari gadis kecil di hadapannya itu dan respon cuek dari River.


Namun yang pasti Evelyn sekarang tidak bisa kembali ke rumahnya karena telah menjadi buronan polisi, jadi mereka memutuskan untuk langsung menuju rumah keluarga Yui.


Tak berselang lama akhirnya mereka sampai di sebuah kawasan perumahan yang cukup mewah karena pekerjaan ayah Yui bisa dibilang pekerjaan yang besar.


Sesuai arahan Yui River memarkirkan mobilnya di salah satu rumah yang merupakan rumah keluarga Yui, namun anehnya rumah itu terlihat sangat sepi dengan lampu yang padam.


River dan Evelyn menunggu di mobil sementara Yui dengan perasaan gugup berjalan ke depan pintu rumahnya dan mengetuknya beberapa kali, berharap keluarganya masih tinggal disana.


Namun tidak ada respon sama sekali dari dalam rumah itu yang membuat Yui mengetuk pintu itu semakin kencang.


"Boleh saya tahu kamu sedang mencari apa, Nak?"


Sebuah suara terdengar dari rumah sebelah, Yui ingat jika itu adalah tetangga keluarganya. Dia pasti terganggu dengan suara ketukan pintu yang cukup keras itu.


"Apa Tante tahu dimana keluarga yang tinggal di rumah ini?" tanya Yui penuh harap.


"Oh keluarga itu ya ... apa kamu tidak tahu, Nak? beberapa tahun lalu keluarga itu mengalami kecelakaan mobil ketika hendak ingin liburan. Satu keluarga tewas dengan tragis yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan anak tertua sedangkan anak bungsunya menghilang dan tidak pernah ditemukan..."


Yui tertegun, dilihat dari waktu peristiwa yang dikatakan oleh si Tante maka itu bersamaan dengan dikirimnya Yui ke dunia lain.


Yui tidak percaya jika keluarganya telah tewas dari lama, ia menggelengkan kepalanya berkali-kali dan bergumam "Tidak mungkin."


Dia begitu sedih dan merasa emosi sampai-sampai aura disekitarnya bergejolak dan membuat suasana semakin dingin.


"Nak, apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?" kata Tante mendekati Yui sehingga bisa melihat wajahnya dengan lebih jelas.


Dan begitu terkejutnya dia ketika menyadari jika Yui adalah anak bungsu yang dikabarkan hilang itu.


River bergerak dengan cepat menggapai tangan Yui dan membawanya kembali ke mobil, mengabaikan wanita yang masih terkejut itu.


Akan bahaya jika Yui kehilangan kendali dan mengamuk yang mungkin saja akan menyebabkan korban jiwa berjatuhan.


"Kita harus kembali!" kata River membuat Evelyn terkejut.


"Lalu bagaimana denganku?"


"Kau ikut dengan kami."

__ADS_1


"Eeeh!!"


__ADS_2