DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 67: Pertarungan Besar


__ADS_3

Sihir perlindungan Phoenix yang digunakan oleh ibu bisa dibilang adalah sihir yang sangat kuat, mungkin itu setara dengan serangan terakhir Raja Laurence dan sihir pemusnah Riona.


Tapi sihir kuat itu tidak berguna di hadapan senjata Dewa seperti trisula milik Dewa Lautan yang bahkan belum menggunakan 100% kekuatannya....


"Clarion, apa kita tidak bisa melakukan sesuatu untuk membantunya?" tanyaku khawatir pada kondisi ibuku.


"Sudah kubilang jika ini hanyalah kilasan masa lalu, jadi kita tidak bisa melakukan apapun disini. Walaupun kita bisa melakukan sesuatu, terlalu berbahaya jika kita mengubah masa lalu." jelas Clarion.


Aku tahu dengan jelas maksud Clarion, tapi tetap saja aku tidak bisa hanya menonton ibuku yang akan terbunuh oleh para Dewa Dewi itu...


Trisula milik Dewa Lautan kembali ke tangannya setelah menghancurkan sebuah gunung, ia kemudian kembali menyerang ibuku dengan kekuatan yang jauh lebih besar.


Perlindungan Phoenix milik ibu sudah hancur dan tidak bisa digunakan lagi, jadi dia harus menggunakan sihir lain untuk melindungi dirinya beserta diriku yang baru lahir.


Berbagai kekuatan dari berkat Dewi telah ibu gunakan untuk melindungi dirinya, tapi semua itu masih bisa dihancurkan dengan satu serangan Dewa Lautan.


"Lilith! Aku bilang serahkan dirimu atau kau akan mati dan tidak akan pernah terlahir kembali lagi! Apa kau tahu seberapa buruknya itu?!" teriak Dewa Lautan frustasi.


Nafas ibu terengah-engah, di hanya menatap Dewa Lautan dengan satu mata yang berdarah, "Aku tahu seberapa buruknya itu ... tapi aku sudah siap..." katanya.


"Tch! Kalau begitu aku tidak akan segan lagi!" teriak Dewa Lautan lalu menciptakan trisula yang banyak di udara.


Dia ingin mengakhiri nyawa ibu dengan satu serangan beruntun yang dapat melubangi dunia, tapi sebelum itu suara raungan makhluk kuat menggema di tempat itu.


Mereka sedikit kebingungan dan mengalihkan perhatian mereka ke asal suara. Jauh di atas langit ada seekor makhluk terbang besar yang bertubuh gelap.


Kedatangannya ke tempat ini juga membawa kegelapan di belakangnya yang meliputi langit di siang hari ini.


"Dewa Naga! Apa yang dia lakukan di tempat ini..." gumam Dewa Lautan.


Sama seperti para Dewa dan Dewi yang kebingungan dengan kemunculan sosok yang dipanggil Dewa Naga itu, aku juga terkejut ketika melihat sosok itu.


'Bukankah itu Zetton?!' batinku.


Sayangnya aku tidak bisa berkomunikasi dengan Zetton sekarang, jadi aku tidak bisa menanyakannya lebih lanjut lagi.


"GROOOOAAARRGH!!"


Zetton meraung, dan dengan kecepatan tinggi dia menerjang kearah 5 entitas tertinggi, tepatnya kearah Dewa Lautan dan mengigit trisula yang telah ia ciptakan di udara lalu menelannya.


Para Dewa dan Dewi itu kemudian berpencar ke berbagai arah depan cepat sebelum Zetton berniat memangsa mereka juga.


"Dewa Naga, apa yang kau lakukan?! Apa kau berniat menjadi pengkhianat seperti tuanmu Dewa Kegelapan?!" tanya Dewa Lautan.


Zetton mengeram dan menatap para Dewa dan Dewi itu dengan tajam terlebih dahulu sebelum menjawab.


"Tuanku tidak berkhianat, kalianlah yang mengkhianatinya!" teriak Zetton dengan suara berat.


"Apa maksudmu?! Sejak awal kita para Dewa dan Dewi dilarang untuk melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan hal duniawi."


"Tapi tuanmu melanggarnya dengan mencintai wanita ini bahkan sampai memiliki anak dengannya! Dia telah melanggar peraturan, dia pengkhianat!" sangkal Dewi Keadilan dengan tegas sambil menunjuk Ibu.


"Kurasa nama Dewi Keadilan itu hanyalah omong kosong belaka...." balas Zetton dengan tatapan sinis.


"Apa maksudmu?"


"Seperti yang kubilang, Nama Dewi Kegelapan hanyalah omong kosong belaka. Kau memberikan keadilan bagi penghuni dunia, aku mengakui hal itu. Tapi, kau sama sekali tidak memiliki keadilan terhadap dirimu sendiri dan para Dewa Dewi yang lainnya!" jawab Zetton.


Aku pernah membaca buku tentang hal ini ... para entitas tertinggi tidak memiliki kebebasan dalam bertindak ataupun berperasaan, kebebasan mereka telah direnggut hanya ada demi menunjang keberlangsungan dunia.


Mereka adalah makhluk paling menyedihkan di dunia ini, tidak, mereka adalah makhluk paling menyedihkan di seluruh semesta!


Dewi Keadilan pasti sudah menyadari seberapa menyedihkannya mereka, tapi dia masih bersikeras untuk melakukan tugasnya dan tidak melanggar peraturan.


Pasti ada sosok yang mengekang mereka, jadi mereka tidak berani melanggar peraturan karena takut hal yang menimpa Dewa Kegelapan juga akan menimpa mereka.


Oleh karena itu juga Dewi Keadilan langsung menentang perkataan Zetton tanpa mendengarkannya lebih lanjut lagi.


"Jangan banyak bicara, dasar pengkhianat!" teriak Dewi Keadilan lalu melancarkan serangan kepada Zetton.


Itu adalah serangan yang bercampur dengan emosi yang tidak stabil, jadi Zetton bisa menghindarinya dengan mudah lalu bergerak dengan lincah ke depan Dewi Keadilan.


"Apa!" kaget Dewi Keadilan.


* BUGH! *


Tubuh Dewi Keadilan terpukul oleh ekor besar Zetton, ia terlempar puluhan kilometer jauhnya dan menabrak sebuah gunung hingga meninggalkan lubang besar di dalamnya.


Zetton merasakan ada seseorang di dekatnya. Mengalihkan pandangannya, ia sudah melihat Dewa Lautan di dekatnya.


Dewa Lautan berputar diudara beberapa kali sebelum meninju udara kearah Zetton, bersamaan dengan itu gelombang angin kuat menabrak tubuh Zetton dengan keras.


* BOOOOM!! *


Tubuh besar Zetton terjatuh dari udara hingga meratakan puluhan pepohonan di bawahnya dan membuat getaran keras di seluruh benua.


Bukan hanya Dewa Lautan yang bergerak untuk melawan Zetton, tapi Dewa Dewi lainnya juga bergerak untuk melawannya.


Dewa Ilmu Pengetahuan dengan pedang besar di tangannya terbang ke langit lalu menjatuhkan dirinya tepat kearah Zetton yang masih tergeletak di tanah.


Zetton terkejut, dia segera melebarkan sayapnya untuk melindungi kepalanya yang diincar


* SLAASSH! *


* BOOOM! *


Pedang besar itu menghantam sayap Zetton dan merobeknya hingga menyebabkan ledakan cahaya merah yang besar dan membuat lubang yang dalam.


Tidak berhenti sampai disana, Dewa Lautan juga bergabung dengan Dewa Ilmu Pengetahuan untuk melakukan serangkaian serangan secara bersamaan.


Mereka melesatkan tubuh mereka lebih tinggi ke atas langit dan kembali melesat kebawah tepat di tempat Zetton terbaring


"ROOOOAAARRRGHR!!!"


Zetton menjadi marah, dia meraung kelangit lalu membuat bola energy berwarna unggu dengan mulutnya lalu memakannya.

__ADS_1


Mulutnya membesar dan terus membesar, dia mengarahkan moncongnya kearah kedua Dewa itu yang masih ada dilangit dan menembakan bola energy itu


* SWOOOOOSH! *


Itu adalah serangan yang 10X jauh lebih kuat dari sihir pemusnah Riona, jika serangan itu dilepaskan dan menabrak dunia maka bukan hanya benua Lhigor yang hancur melainkan seluruh dunia.


Jadi Dewi Cahaya dan Dewi Kematian berencana menggabungkan kekuatan mereka demi membuat barrier yang akan melindungi dunia dari kehancuran sekaligus membuat perlindungan untuk Dewa Lautan dan Dewa Ilmu Pengetahuan.


Lingkaran sihir berwarna emas dan merah menyelimuti seluruh dunia dan tubuh kedua Dewa itu hingga membentuk perisai di depan mereka.


Bersamaan dengan Laser Energy menghantam tubuh kedua Dewa itu secara langsung.


* BOOOOOOOOM! *


Laser Energy melesat ke langit hingga keluar dari dunia Aquila Phoroneuse17.


Laser energy yang sangat dahsyat itu bahkan sampai menghancurkan beberapa planet atau dunia di luar Aquila Phoroneuse17 karena saking jauhnya jangkauannya.


Dewa Lautan dan Dewa Ilmu pengetahuan berada tepat di dalam Laser Energy itu, menembusnya dan terus melesat kebawah, pelindung dari Dewi Cahaya dan Dewi Kematian terlihat masih kokoh melindungi mereka.


Mereka berdua menyeringai di atas sana, mereka menggepalkan tangan mereka keatas dan dengan satu teriakan marah, mereka mendaratkan pukulan kuat tepat di kepala Zetton.


"HIYAAAA! "


* BOOOM! *


Ledakan laser energy meledak tepat di kepala Zetton, tubuh besar Naga itu terbanting dengan keras hingga masuk ke dalam inti dunia.


* BOOOOOOM! *


Pukulan kedua kembali dilayangkan, membuat seluruh benua Lhigor hancur membentuk jaring laba-laba dengan Zetton sebagai pusatnya....


...


...


...


Kembali ke sisiku dan ibu.


Aku bisa melihat jika tubuh ibu diselimuti oleh cahaya emas yang melindunginya dari dahsyatnya pertarungan di sekitar.


Jelas bukan dia yang menciptakan sihir itu karena kondisinya yang tidak memungkinkan, melainkan Dewi Cahaya yang melindunginya.


'Syukurlah jika ibu baik-baik saja...' batinku.


Namun tak lama kemudian pertarungan di sekitar kami tiba-tiba senyap begitu saja.


Aku mengalihkan pandanganku dan merasakan adanya kemunculan sosok yang jauh sangat berbahaya dari 5 entitas tertinggi.


'Apa apaan ini....' batinku tak percaya.


Sebuah portal tiba-tiba muncul di langit, bersamaan dengan itu puing-puing yang bertebaran di langit tiba-tiba berhenti bergerak.


Semua benda yang bergerak di dunia ini seperti awan, burung, dedaunan, dan sebagainya lantas berhenti begitu saja seolah-olah waktu telah berhenti.


Satu lagi yang membuatku terkejut adalah fakta 5 entitas tertinggi yang berlutut di depan portal itu.


"Sebenarnya apa yang datang...." gumamku.


"Itu adalah sosok yang menciptakan seluruh alam semesta beserta isinya, sosok itu jugalah yang menciptakan seluruh entitas tertinggi di seluruh dunia yang ada serta membangun hukum dunia beserta dengan takdir..." jawab Clarion menjelaskan.


Setelah dipikir-pikir 5 entitas tertinggi hanya bertugas untuk menjaga keberlangsungan dunia ini, mereka bahkan masih harus mematuhi hukum dan memiliki takdir mereka sendiri.


Dan sosok pencipta sebenarnya adalah sosok ini ... sosok yang akan keluar dari portal ini....


"Namanya adalah sistem dunia!!!" kata Clarion, bersamaan dengan itu sosok yang bernama sistem dunia itu akhirnya muncul dari portal.


Dia tidak memiliki wujud fisik sama sekali, dia juga tidak memiliki aura kehidupan, bentuknya hanya sebagai bola yang mirip dengan Orb berwarna, tapi aku bisa merasakan kekuatan absolute dari Orb itu.


...[Pelanggaran hukum terdeteksi!]...


Suara yang hampa keluar dari sistem dunia, bersamaan dengan itu Ibu berdiri dengan susah payah sambil menyembunyikan diriku yang masih bayi di belakang punggungnya.


Ekspresi pasrah tampak depan jelas di wajah Ibu, dia tahu jika dirinya tidak akan bisa lepas dari sistem dunia.


Dia kemudian berjalan beberapa langkah ke depan.


'Apa dia ingin menyerahkan dirinya?' pikirku.


Tapi apa yang aku pikirkan itu jauh diluar dugaanku. Ibu tiba-tiba menggunakan sihirnya, sebuah rantai emas keluar dari tangannya dan masuk ke lubang tempat Zetton berada.


Ibu kemudian menarik jiwa Zetton yang hampir berpisah dari tubuhnya atau mati lalu menyegelnya di dalam diriku yang masih bayi.


Kejadian itu terjadi begitu cepat sehingga 5 entitas tertinggi tidak bisa bereaksi.


Sistem dunia tiba-tiba berubah warna menjadi merah pekat menunjukkan intimidasi yang sangat besar kepada Ibu.


Ibu tidak menghiraukannya melainkan menggunakan sihir anginnya untuk melempar diriku yang masih bayi ke sembarang tempat.


"Kau tidak akan pernah bisa menemukan anakku..." kata Ibu dengan dingin.


...[Aura keberadaan putra Dewa Kegelapan telah menghilang!]...


Setelah mengeluarkan suara hampanya sekali lagi, sistem dunia kemudian menarik Ibu untuk memasuki portal.


Ibu tidak bisa melawan, melainkan hanya pasrah, aku juga tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkannya. Tapi dia tersenyum bahagia karena berhasil menyelamatkan anaknya.


5 entitas tertinggi masih berlutut dengan patuh di hadapan sistem dunia yang telah menciptakan mereka.


Mereka semua sangat takut karena telah menyebabkan kekacauan yang sangat besar akibat pertarungan mereka tadi, mereka bahkan telah membuat beberapa dunia menjadi hancur.


Tapi di hadapan sang pencipta, apapun kerusakan pasti bisa diperbaiki olehnya.


...[Memperbaiki dampak kerusakan.]...

__ADS_1


...[10%......30%.....80%......99%.....100%]...


...[BERHASIL]...


Semua kerusakan alam yang disebabkan oleh pertarungan sebelumnya telah kembali menjadi normal dalam sekejap.


Semua dunia yang hancur juga ia perbaiki.


...[Mengembalikan semua kehidupan yang hilang akibat pertarungan.]...


...[10%......30%.....80%......99%.....100%]...


...[BERHASIL]...


Semua nyawa yang melayang dalam pertarungan telah dikembalikan, bahkan sampai kehidupan terkecil seperti serangga dan semut juga dikembalikan olehnya.


Zetton adalah pengecualian karena ia masih hidup dalam tubuhku.


...[Menghapus semua ingatan saksi mata.]...


...[10%......30%......80%......99%.....100%]...


...[BERHASIL]...


Semua orang yang mengetahui tentang pertarungan besar itu juga dihapus ingatannya, oleh karena itu tidak ada sama sekali tidak membahas pertarungan ini dalam sejarah.


"Sepertinya kita sudah harus ke timeline berikutnya, lebih tepatnya timeline 5000 tahun ke depan ketika kau dipungut oleh orang tua angkatmu-"


[Terdeteksi penyusup waktu!]


"Apa!" kata Zetton sangat terkejut.


Sistem dunia kembali merubah warnanya menjadi merah pekat, dia benar-benar mengetahui keberadaan kami sekarang.


Sebuah sinar merah melesat kearah kita, tapi sebelum itu Clarion sudah menggunakan sihirnya terlebih dahulu untuk melompati waktu ke timeline selanjutnya.


Jadi kami bisa terbebas dari sistem dunia sebelum ia menangkap kami.


"Bagaimana bisa dia mengetahui keberadaan kita?!" teriak Clarion kesal.


"Dia adalah pencipta konsep waktu, jadi sudah sewajarnya dia tahu keberadaan kita." kataku mencoba bersikap logis.


"Jika begitu dia bisa mengejar kita ke timeline ini!" kata Clarion khawatir.


Sebelum aku bisa berbicara, seorang wanita tiba-tiba mengalihkan perhatianku.


Aku sangat mengenal wanita itu, dia adalah ibuku di desa!


Dia terlihat sedang berjongkok di bongkahan es dan mengambil sesuatu, lebih tepatnya dia memungut seorang bayi, dan benar saja bayi itu adalah diriku.


"Oh ... siapa yang tega meninggalkan anak semanis ini di tempat semengerikan ini?" ucap wanita itu dengan penuh kasih sayang.


Dia kemudian membungkus diriku yang masih bayi itu dengan kerudung miliknya lalu membawanya kembali ke desa.


Tempat ini adalah bukit sebelah desa saat sedang musim dingin, aku sangat mengenal tempat ini karena disinilah aku sering bermain saat kecil.


"Kau sudah melihat semuanya kan? Jadi sudah saatnya kita kembali ke timeline asal kita sebelum sistem dunia mengejar kita." kata Clarion.


"Baiklah..." jawabku yang sudah siap kembali ke realita hidup.


...****************...


Hai, Author disini 👋


>Kenapa jumlah likenya semakin berkurang!!! 😭😭😭


>Ekhem, lupakan tentang itu 🙂


>Maaf kalau pertarungan yang diatas tadi ngak terlalu seru, sebenernya aku pengen bikin pertarungan yang jauh lebih intens lagi seperti bertarung secara berpindah-pindah dari benua satu ke benua lainnya atau bertarung ke dunia yang lainnya.


>Tapi pastinya itu akan memakan waktu yang sangat lama dan jumlah kata yang sangat banyak, ini saja sudah 2000 kata yang setara dengan 2 Chp.


>Jadi aku nggak bikin pertarungan yang terlalu intens dan memperlihatkan keseluruhan kekuatan 5 entitas tertinggi,


>Lagipula ini hanyalah kilasan masa lalu, jadi nggak seharusnya makan banyak Chp.


>Oh ya, nanti rencananya aku pengen bikin system dewa buat River kalau udah berevolusi, mungkin ini sedikit atau sangat terlambat untuk MC yang mendapat System (menentang hukum novel system di chp 1) tapi gpp lah yaw...


(pembaca bilek: lah katanya nggak suka novel sistem? lawak nih author:v)


>Walaupun aku sebutnya system tapi system yang pengen aku buat itu bukan novel system yang ngasih kekuatan nggak ngotak sama si penggunanya nggak kayak novel lainnya.


>MC yang jadi kuat atau tidak itu tergantung pada dirinya sendiri sementara system hanya membantunya menganalisa kekuatan lawan sam memperlihatkan daftar kekuatan MC.


>Kalian pasti bingung dengan daftar kekuatan MC dan teman temannya yang lainnya kan? oleh karena itu system ini akan sangat membantu.


(Pembaca bilek: kenapa nggak paken kristal Apprisial thor?)


>jawaban Author: males 🗿


>Dan yang terakhir ... promosi yekan hehehe....


Ini adalah novel ketiga aku yang masih on going dan baru aja bikin karena iseng-iseng pengen ikut lomba karya pria: Urban.


So ... mohon dukungannya 🙏


Judul lengkap: DUKUN TAMPAN DARI INDONESIA PERGI KE CHINA


Genre: Supranatural, Action, sedikit Romance, Loli, Milf, Onesan, dan Incest.


Sinopsis: Menceritakan seorang dukun muda dan tampan bernama Ezra Kamara dari Indonesia yang disuruh pergi ke China oleh sang Guru demi melindungi seorang tiga orang wanita cantik dari bahaya yang selalu mengintai mereka. Pemuda tampan yang kesaktiannya itu mampu melampaui para dukun dan kultivator Tiongkok nyatanya memiliki kisah masa lalu yang sangat kelam.


(Info lengkap cek profil Author)


__ADS_1


Anyway, Thank you for reading this novel ♥️


__ADS_2