DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 43: Berkat Dewi Cahaya


__ADS_3

Debu yang tadi berterbangan mulai menghilang, aku bersiap untuk serangan selanjutnya tapi tidak ada yang datang setelah beberapa saat.


Hingga akhirnya aku melihat wanita itu yang berdiri di atas reruntuhan bangunan sambil melihatku dengan santainya, tapi aku masih tidak melepaskan kewaspadaanku.


"Tidak usah terlalu waspada seperti itu, tujuanku kesini hanya untuk menawarimu bekerja sama." ujarnya dengan santai.


Aku sedikit kebingungan, "Kau mengatakan ingin bekerja sama setelah kau hampir membunuhku tadi?"


"Yang tadi itu hanya sambutan perkenalkan, tidak usah terlalu dipikirkan. Ngomong-ngomong tentang perkenalan, namaku Riona, hanya Riona tanpa nama keluarga."


Yah, sambutan perkenalkan itu hampir saja membunuhku untuk kedua kalinya.


Dia juga memperkenalkan dirinya dengan nama Riona tanpa nama keluarga.


Mungkin jalan terbaik untuk kami berdua adalah bekerja sama karena memiliki musuh yang sama, tapi aku masih tidak bisa mempercayainya 100%.


Tapi dia memiliki kekuatan yang cukup merepotkan untuk diajak bekerja sama.


"Maafkan aku tapi sepertinya aku harus menolaknya." ujarku.


Riona mengerutkan keningnya, "Kenapa begitu? Bukankah kau sendiri tahu kalau tidak ada gunanya kita berdua bertarung di tempat ini. Bukan hanya kita berdua akan mengalami kerugian tapi ada kemungkinan 5 entitas tertinggi akan menemukan keberadaan kita."


Dia memang benar, jika kami bertarung dengan serius menggunakan 100% kekuatan kita maka ada kemungkinan 5 entitas tertinggi akan mengetahui keberadaan kami berdua.


Itu terlalu beresiko mengingat kami belum memiliki persiapan yang matang untuk melawan 5 entitas tertinggi....


"Aku tahu itu.... Sebenarnya aku mau saja bersekutu denganmu jika kau datang ke hadapanku dengan baik-baik. Tidak seperti sekarang ini, kau malah menyerang ibukota dan ingin membunuh orang orang yang tidak bersalah." kataku.


Riona tersenyum lembut, "Semua yang aku lakukan ini demi dirimu, River...."


"Apa maksudmu?"


"Aku tahu kau membenci kerajaan ini jauh dalam lubuk hatimu dan ingin menghancurkannya, tapi sisi kemanusiaanmu tidak mengizinkan hal sekejam itu. Jadi aku hanya membantumu untuk membantai mereka semua...."


"........."


Aku terdiam.


Memang benar aku membenci kerajaan busuk ini, tempat dimana aku mengalami penderitaan yang amat mengerikan.


Sekilas aku pernah memikirkan untuk membalas semua perlakuan orang-orang kepadaku, aku ingin membantai semua orang di kerajaan ini.


Tapi aku tahu jika itu bukanlah hal yang terbaik mengingat ada banyak orang yang tidak bersalah dan tidak tahu menahu tentang penderitaanku.


Aku rasa tidak adil menghabisi mereka hanya karena kebencianku....


"Kenapa kau hanya diam? Bukankah hal yang aku katakan itu memang benar?" tanyanya sambil tersenyum.


"........ Kurasa kau memang benar."


"Kalau begitu -"


"Tapi aku tidak bisa membiarkanmu melakukan hal itu."


Aku memotong perkataannya dan bisa melihat ekspresinya yang sangat terkejut dan tidak terima.


Tapi aku menghiraukannya dan berkata, "Para penduduk kerajaan ada di Shelter bersama dengan teman-temanku, jadi aku tidak akan membiarkanmu menyakiti mereka."


"Kau..... Kau masih memiliki sisi kemanusiaan walau kau adalah pewaris Dewa Kegelapan, Dewa para Iblis! Seharusnya kau memusuhi dan memusnahkan umat manusia demi Dewa Kegelapan!" teriak wanita itu, dia terlihat sangat marah sekarang.

__ADS_1


"Tapi aku bukanlah Dewa Kegelapan." balasku.


Aku masih mengingat kata-kata Master dengan begitu baik.


Jika aku merasa dunia ini terlalu jahat maka ubahnya menjadi lebih baik, sedangkan jika aku membenci dunia ini maka hancurkanlah.


Itulah yang dia katakan.


Walaupun menghancurkan dunia terdengar terlalu berlebihan, tapi aku menangkap makna yang cukup dalam dari kata-katanya, yaitu aku sendirilah yang menentukan takdirku.


Tidak peduli takdir seperti apa itu, tidak peduli sekuat apapun takdir yang mengikat para Dewa dan Dewi, aku sendirilah yang akan menentukan takdirku.


Aku memiliki kebebasan mutlak atas diriku sendiri, dan aku tidak ingin terikat dengan takdir apapun termasuk mengikuti jalan Dewa Kegelapan.


"Kau, kalau begitu aku sendiri yang akan membuatmu sadar tentang apa itu makna dari seorang iblis dan kebusukan manusia yang sebenarnya!" teriak Riona.


Dia mengangkat pedang besarnya dan bersiap untuk menyerangku, tapi sebelum dia sempat melakukan itu sebuah belati emas tiba-tiba melesat kearah wanita itu.


Riona sedikit menggerakkan tangannya dan menangkap belati emas itu dengan mudah.


"Apa apaan dengan serangan lemah ini." ujar wanita itu.


Tapi bersamaan dengan itu -


BOOOOM!


"Aaargh!"


Belati itu meledak dengan dahsyat hingga mengeluarkan cahaya emas yang sangat suci dan membuat wanita itu berteriak sangat kesakitan.


Lawan dari Kegelapan adalah cahaya, terlebih lagi itu adalah cahaya yang sangat suci bahkan aku juga sampai tertekan karenanya.


{Bocah, apapun yang terjadi jangan pernah menyentuh cahaya itu.}


'Aku tahu.' balasku.


Tapi dari mana datangnya serangan cahaya yang sangat kuat itu?


Aku sedikit kebingungan, bersamaan dengan itu seorang pria tiba-tiba muncul di belakangku dan menepuk pundakku.


"Terima kasih telah menahannya, tapi sekarang sudah saatnya bagimu untuk berlindung di Shelter." ujar pria itu.


Dia memiliki rambut emas yang lumayan panjang beserta armornya yang juga berwarna emas dan terlihat sangat elegan, dan yang membuatku sangat terkejut adalah pedang berwarna emas yang dia bawa.


Entah kenapa pedang hitam milik Master bereaksi dengan hebat ketika dekat dengan pedang emas milik pria itu.


Lupakan tentang itu, yang terpenting sekarang adalah identitas sebenarnya dari pria serba emas itu. Dia adalah Raja kerajaan Victoria, Raja Laurence Victoria!


Wanita itu berhasil keluar dari ledakan suci itu dengan luka bakar yang cukup parah, dia kemudian menatap Raja Laurence dengan tatapan penuh kebencian, "Kau... Kau adalah orang yang memiliki berkat Dewi Cahaya...." ujar Wanita itu.


"Oh? Kau tahu tentang berkat itu ya.... Ini menandakan jika kau bukan orang biasa...." balas Raja Laurence.


Berkat Dewi atau Dewa.... Itu adalah suatu pemberian berkat yang dilakukan oleh para Dewa dan Dewi, biasanya mereka memberikan berkatnya kepada makhluk hidup yang paling mereka sayangi.


Walaupun sebenarnya kekuatan Raja Laurence hanya berada di ranah Normal level 7, tapi dengan berkat Dewi Cahaya membuat kekuatan Raja Laurence jauh lebih kuat dari ranah Normal level 7 biasanya.


Ini karena Cahaya adalah lawan dari Kegelapan.


Tapi sepertinya Raja Laurence tidak menyadari diriku sebagai musuh karena masih mengenakan seragam akademi....

__ADS_1


"...... Hahahaha!"


Wanita itu mulai tertawa di situasi yang merepotkan ini, aku bertanya-tanya apakah dia sudah gila, tapi sepertinya tidak karena dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan berteriak, "Datanglah wahai pelayanku!"


Raja Laurence menyipitkan matanya, begitu juga dengan aku.


Bersamaan dengan itu ratusan sampai ribuan orang berjubah hitam tiba-tiba keluar dari dalam tanah, mereka mengepung kita dari berbagai sudut.


"Tahanlah mereka selama yang kalian bisa!" perintah Riona lalu pergi menghilang dari tempatnya.


Mendengar perintah wanita itu, orang-orang berjubah hitam itu mulai bergerak menyerang aku dan Raja Laurence.


"Sepertinya kau tidak bisa keluar dari situasi ini Nak..." ujar Raja Laurence kepadaku sambil menangkis serangan orang berjubah hitam.


"Aku tidak membutuhkannya." balasku sambil bersiap untuk menyerang.


Raja Laurence bergerak dengan cepat dan ingin mengejar kepergian wanita itu dengan penuh kebencian, tapi orang berjubah hitam terus menghalanginya meski harus mengorbankan nyawanya.


"Tidak salah lagi.... Dia adalah dalang gelombang monster 10 tahun lalu...." gumam Raja Laurence yang bisa didengar olehku.


...--------------------------------...


...[𝙉𝙤𝙧𝙢𝙖𝙡 𝙋𝙊𝙑]...


Serangan orang berjubah hitam yang merupakan bawahan Riona tidak hanya menyerang River dan Raja Laurence, tapi juga menyerang para penduduk yang sedang berlindung di Shelter.


Shelter yang menjadi tempat berlindung orang-orang berbentuk kubah raksasa yang terbuat dari logam khusus, bahkan serangan terkuat dari seorang penyihir level 7 tidak akan dapat merobohkannya.


Tapi orang-orang berjubah hitam menyerang langsung di pintu masuk Shelter yang tidak terlalu kuat.


Di dalam Shelter itu, terlihat seluruh penduduk yang tengah ketakutan setengah mati dengan suara keras yang dihasilkan dari serangan orang berjubah hitam dari luar Shelter.


Hanya tinggal menunggu waktu saja untuk pintu Shelter itu roboh sepenuhnya.


"Situasinya semakin gawat dan River masih berada di luar, apa dia baik-baik saja?" ujar Leon tampak khawatir.


"Kakak River tidak selemah itu, dia pasti baik-baik saja." kata Leyn berusaha berfikir positif.


Sementara Finley dan Alexa hanya terdiam sambil melihat para siswa yang juga terlihat sangat ketakutan layaknya para penduduk.


Tatapan iba muncul dari mata Finley, padahal para siswa di tempat itu adalah orang-orang yang terlatih dengan baik di akademi Nethilor, mereka memiliki kesombongan setinggi langit dan merasa paling kuat.


Tapi sekarang mereka semua meringkuk ketakutan seperti anak kecil.


Finley juga melihat Henry sebagai pemimpin para siswa akademi yang juga terlihat tidak kalah menyedihkannya dari siswa siswa lainnya.


'Dia tidak bisa diharapkan.' batin Finley.


Finley ingin berteriak dan memerintahkan para siswa untuk bersikap tegas dan melindungi para warga, tapi dia tidak memiliki keberanian yang cukup untuk berbicara di depan banyak orang.


Hingga akhirnya teriakan seseorang bergema di dalam Shelter, "Apa yang kalian lakukan? Bukankah kalian adalah siswa akademi Nethilor, akademi paling bergengsi di seluruh benua Lhigor. Tapi kalian sekarang meringkuk ketakutan layaknya bocah ingusan di tempat ini!!"


Finley, Alexa, Leon, dan Leyn mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara dan melihat seorang pria yang terlihat cukup tegas. Alexa, Leon, dan Leyn tidak mengenal pria itu tapi Finley mengenalnya dengan jelas.


'Bukankah itu Asher Dean?' batin Finley.


...--------------------------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 43 : 1427 kata~...


__ADS_2