
...[๐๐๐ซ๐๐ง ๐ผ๐๐๐๐จ๐ค๐ฃ ๐๐๐]...
* SWOOOSH! *
* SWOOOSH! *
* SWOOOSH! *
Raja Undead kembali melancarkan puluhan peluru hitam yang dapat melelehkan apapun kepadaku, aku berhasil menghindari semua serangan itu dengan susah payah sembari melawan pasukan Undeadnya.
Situasi ini benar benar rumit, aku tidak bisa melarikan diri dari tempat ini karena banyaknya pasukan Undead yang menghalangi pintu keluarnya.
Aku sudah tidak memiliki pedang untuk bertarung menggunakan teknik berpedang dewa kegelapanku, jadi aku hanya bisa mengandalkan tinjuku yang tidak seberapa untuk memukul mundur pasukan Undead.
Selama ini aku hanya fokus dalam teknik berpedang, jadi kemampuan seni bela diriku tidak terlalu baik.
Untungnya aku memiliki fisik yang lumayan kuat karena telah melalui banyak latihan keras, jadi kemampuan seni bela diriku tidak sepayah itu.
Tapi lama kelamaan tanganku juga menjadi cedera karena memukul tubuh Undead yang sangat keras itu dan membuat pukulanku semakin melemah.
'Tch! Jika tahu begini maka aku akan membawa pedang cadangan!' batinku.
Raja Undead tertawa lebar melihatku yang semakin kesulitan, "Hahahaha! Seorang pendekar pedang tanpa pedang sama saja dengan sampah! Kenapa kau tidak menyerah saja dan menjadi pasukan Undeadku saja? Aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik..."
"Sudah berapa kali kubilang, aku tidak ingin menjadi makhluk menjijikkan sepertimu!" balasku risih.
"Kalau begitu aku akan melakukannya secara paksa!" teriaknya.
ใDark Magic : Shadow Scyte!ใ
Raja Undead menggunakan sihir lain setelah hanya menggunakan Phantom Bullet sejak tadi.
* SWOOOSH! *
Bayangan hitam tercipta di sekitarnya lalu membentuk bulan sabit dan langsung melesat kearahku.
Aku menundukkan badanku untuk menghindari serangan yang mengincar kepalaku itu, namun setelah melewati diriku, serangan itu malah kembali lagi bagaikan sebuah bumerang.
Aku melompat keatas untuk menghindari serangan cepat yang hampir saja memotong kakiku, alhasil serangan itu malah mengenai pasukan Undeadnya.
Raja Undead tak bergeming sama sekali setelah membunuh banyak pasukannya sendiri, seolah olah mereka bukanlah apa apa baginya.
'Ini semakin rumit, jika terus begini maka cepat atau lambat staminaku akan habis....'
Napasku terengah-engah dan dadaku terasa sangat sakit. Sebenarnya aku sudah memaksakan diriku sendiri sedari tadi.
Jika aku terlambat melompat ketika serangan sabit bayangan itu berbalik maka sudah dipastikan jika tubuhku akan menjadi dua.
Aku tidak bisa mendekatinya, para Undead menyebalkan itu selalu menghalangi jalanku.
Jika dia menggunakan sihir sabit itu lagi maka aku tidak yakin apakah bisa menghindarinya...
Tampaknya nasib baik tidak berpihak kepadaku setelah melihat Raja Undead kembali menggunakan sihir Dark Scyte untuk kedua kalinya, ditambah lagi dia menggabungkan sihir Dark Scyte dan Phantom Bullet miliknya, menjadi serangannya lebih kuat dan mematikan.
__ADS_1
Ini tidak masuk akal, bagaimana bisa sihir digabungkan menjadi satu? Sudah kuduga permata itu bukanlah permata sembarangan!
* SWOOOSH! *
Serangan sabit melesat lebih cepat dan lebih mematikan daripada sebelumnya.
Dalam sepersekian detik, aku merasakan sensasi yang sama dengan ketika melawan master sebelumnya, itu adalah sensasi kematian...
...--------------------------------...
...[๐๐๐๐ ๐๐ฃ๐๐๐๐ ๐๐๐]...
Aku sangat menyukai sensasi ini ... tidak ada yang lebih baik daripada sensasi menindas manusia dan membunuhnya dengan perlahan.
Aku bisa melihatnya berjuang keras demi kesia-siaan, tapi pada akhirnya dia akan mati di tanganku tak peduli seberapa keras dia berjuang....
Manusia makhluk yang serakah, mereka gila akan kekuasaan dan harta, mereka penuh dengan rasa iri dengki, mereka rela melakukan apapun demi tujuan pribadinya.
Sama seperti orang itu ... dialah yang membuatku menjadi seperti ini sejak awal, dia memfitnahku atas sesuatu yang tak pernah kulakukan dan berakhir dieksekusi oleh pengikutku sendiri.
Aku membenci orang yang memfitnahku itu, aku benci dengan orang orang yang dengan mudahnya percaya akan berita omong kosong, aku juga membenci Dewi Lightosy yang tidak memberiku jalan keluar ketika peristiwa kelam itu terjadi.
Apakah aku tidak taat padanya? Apa puji syukur dan doa yang setiap hari kupajatkan masih kurang untuknya? Apa kesetiaanku pada kepercayaan cahaya masih kurang?
Kenapa kesetiaannku dibalas dengan pengkhianatan? Kenapa Dewi tidak menolongku? Kenapa? Kenapa? Kenapa!!
Tanpa kusadari jiwaku telah tenggelam dalam kebencian dan berakhir menjadi makhluk mengerikan ini. Aku tidak menyesal sama sekali, aku juga tidak membencinya.
Satu satunya penyesalan dalam hidupku hanyalah tidak bisa menyaksikan runtuhnya kekaisaran Equestria dengan mata kepalaku sendiri.
Dan begitulah ... ratusan tahun telah berlalu dan aku merasakan perasaan yang rumit di hati yang seharusnya tidak kumiliki, itu adalah rasa kesepian....
Oleh karena itu aku menciptakan banyak pasukan Undead dari petualang yang kubunuh untuk mengisi kekosongan hatiku, tapi semua yang kuciptakan hanya makhluk bodoh yang tidak memiliki akal.
Aku sangat berharap bisa memiliki teman bicara di tempat ini ... oleh karena itu aku mengajak bicara bocah manusia yang datang ke tempatku ini.
Walaupun hanya pembicaraan singkat tapi sebenarnya aku cukup senang, sudah lama aku tidak menggerakkan mulutku untuk mengeluarkan kata-kata.
Tapi sayangnya aku harus membunuhnya di tempat ini dan menjadikannya pasukan Undeadku, aku berharap dia memiliki sesuatu yang istimewa melihat dari kemampuannya yang unik...
Dan sekarang, Dark Scyte yang telah bergabung dengan Phantom Bullet melesat kearahnya dan bersiap untuk memotong kepalanya.
Dilihat dari kondisinya, aku yakin jika dia tidak akan bisa menghindari serangan secepat itu, pada akhirnya kepalanya akan terpotong dan darah segar akan berserakan di mana mana.
Sama seperti ketika aku menghabisi para petualang dan prajurit dahulu kala....
Tapi apa yang terjadi berikutnya benar benar diluar ekspektasiku....
* **SWOOOSH!
* BOOOM**!
Sabit bayanganku tiba tiba hancur dan menjadi kabut hitam yang menutupi bocah itu, aku tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi karena saking cepatnya.
__ADS_1
Tak berselang lama, kabut hitam itu menghilang dan memperlihatkan bocah manusia itu di baliknya.
Pakaiannya hancur hingga menyisakan celananya saja, tubuhnya terlihat kekar dan penuh dengan bekas luka, itu adalah ciri-ciri orang yang telah menjalani banyak latihan keras.
Tapi bukan itu yang membuatku terkejut, melainkan hawa gelap yang menyelimuti dirinya, itu adalah kekuatan kegelapan yang sangat besar dan melampaui kegelapanku.
Aku menyuruh pasukanku untuk menyerangnya secara bersamaan, dan hasil yang kudapatkan sangatlah mengejutkan.
* BUGH! *
* BRUUUSH! *
Bocah manusia itu memukul Undead yang ada di barisan paling depan, bersamaan dengan itu bayangan hitam keluar dari tinjunya dan mengenai seluruh Undead hingga sampai di barisan paling belakang.
Ini tidak masuk akal, siapa bocah itu sebenarnya?
...--------------------------------...
...[๐๐๐ซ๐๐ง ๐ผ๐๐๐๐จ๐ค๐ฃ ๐๐๐]...
'Teknik berpedang dewa kegelapan adalah teknik berpedang yang unik karena tak hanya melatih penggunaan teknik berpedangnya tapi juga mengasah kemampuan fisik penggunaannya menjadi lebih tajam layaknya sebuah pedang.'
'Teknik berpedang dewa kegelapan juga memiliki sifat yang fleksibel dan dapat beradaptasi dalam apapun itu bagaikan air yang selalu mengikuti bentuk wadahnya, tapi memiliki kekuatan bagaikan sebuah baja.'
Itulah yang dikatakan oleh Master ketika melatihku dalam teknik berpedang dewa kegelapan.
Awalnya aku tidak begitu paham maksudnya, tapi sekarang sepertinya aku mulai paham.
Mengasah kemampuan fisik bagaikan sebuah pedang, itu berarti aku bisa menganggap tubuhku sendiri sebagai sebuah pedang.
Fleksibel dan dapat beradaptasi dalam apapun, itu berarti aku bisa menerapkan teknik berpedang dewa kegelapan dalam media lain selain pedang, dengan kata lain aku bisa menerapkannya pada tubuhku sendiri seolah olah itu adalah sebuah pedang.
Satu teknik yang dapat digunakan dalam media apapun seperti pedang, tombak, busur, sabit, atau mungkin sihir dan seni bela diri.... Ini adalah hal yang paling tidak masuk akal yang pernah kudengar.
Tapi bukan berarti hal itu hanya omong kosong belaka.....
Sebelum Dark Scyte milik Raja Undead mengenaiku, secara tidak sengaja aku berhasil menerapkan teknik berpedang dewa kegelapan dalam tubuhku.
Pengetahuan baru mengenai penggunaan teknik berpedang dewa kegelapan di dalam tubuh tiba tiba mengalir deras di kepalaku.
Hanya dalam waktu sepersekian detik aku sudah menghapal 7 jurus dalam seni bela diri dewa kegelapan.
Dan hanya dengan satu tinjuku yang diselimuti oleh teknik berpedang dewa kegelapan, aku berhasil menghancurkan sihir Dark Scyte yang mematikan itu dengan mudah.
Aku bisa melihat ekspresi Raja Undead yang sangat terkejut, bersamaan dengan itu puluhan pasukan Undead tiba tiba menyerangku secara bersamaan.
Aku mengepalkan genggaman tanganku dan untuk bersiap menggunakan teknik berpedang dewa kegelapan dalam tinjuku.
Kurasa sebutan teknik berpedang tidak lagi berlaku saat ini, jadi aku akan menamainya-
ใDark God Martial Art : First Arts : Darkness Burst!ใ
...โฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆฮฉโฆโฆ...
__ADS_1
...๐ฟ๐๐๐, ๐๐๐ก๐, ๐ด๐๐ ๐ถ๐๐๐๐๐๐ก ๐๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐ข๐๐ ๐ด๐ข๐ก๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐ ๐ต๐๐๐๐๐๐ฆ๐...
...~Chp 13 : 1286 kata~...