DRAGON CHAIN EMPEROR

DRAGON CHAIN EMPEROR
Chp 74: True Heavenly Dragon


__ADS_3

「Dark God Sword Technique : Sixth Technique : Supernova Speed ​​Exceeds Limit.」


* SWOOOSH!! *


* BOOOOM!! *


* BOOOOM!! *


River menggunakan teknik berpedangnya dan membunuh sejumlah besar pasukan bulan, membasmi mereka semua hingga rata dengan tanah bagaikan sekumpulan serangga.


Mereka tidak ada habisnya - batin River.


Mengalahkan mereka memang mudah, tapi jumlahnya yang banyak membuat hal itu sangat rumit.


Bahkan sampai disini River sudah sangat banyak menggunakan teknik berpedang miliknya.


Jika terus begini maka aku akan kehabisan tenaga sebelum melawan musuhku yang sebenarnya - pikir River.


Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah dimana Raymond masih sibuk menggunakan sihir untuk menyerang musuh yang mendekatinya.


Raymond adalah seorang penyihir yang berprofesi dalam serangan jarak jauh, jadi sebisa mungkin ia akan menahan musuh yang mendekatinya menggunakan pasukan Undead miliknya dan menggunakan sihir untuk membunuh musuh yang berhasil lolos.


"Raymond, apa kau masih sanggup menghidupkan para pasukan bulan yang mati?" tanya River sembari berteriak karena jarak mereka yang cukup jauh.


"Tentu saja aku masih kuat!" jawab Raymond lalu kembali mengangkat tongkat sihirnya tinggi-tinggi.


「Death Magic : Raise Of The Dead!」


Sekumpulan mayat pasukan bulan itu mengeluarkan asap hitam pekat sebelum tenggelam ke tanah yang sudah sepenuhnya menghitam.


Aura kematian terasa begitu pekat dari tempat itu, dan tiba-tiba sebuah tangan merangkak keluar dari dalam tanah hitam itu hingga memperlihatkan mayat pasukan bulan yang sudah menjadi Undead sepenuhnya.


"Baguslah kalau begitu. Riona, Yui, ikut aku ke kastil Dewa Kegelapan. Raymond, Finley, Neo, kalian urus semua pasukan yang ada di tempat ini!" teriak River memberi perintah sembari membunuh beberapa musuh.


Finley merasa enggan karena harus berpisah dari River, tapi ia tahu jika semua itu demi kebaikan dirinya karena sejatinya sihir cahaya miliknya jauh lebih efisien jika digunakan di tempat terbuka.


"Baiklah, jaga dirimu!" balas Finley sembari menggunakan sihir cahaya untuk memusnahkan musuhnya hingga menjadi abu.


Yui menciptakan satu hantu yang cukup besar, hantu itu kemudian mengangkat tubuh kecilnya tinggi-tinggi lalu berlari menerobos sekumpulan pasukan bersenjata di bawah mereka.


"Yui bisa menuntun kalian ke tempat itu." ujar Yui.


"Baguslah kalau begitu!" jawab River lalu mulai berlari sembari menebas beberapa musuh di depannya.


Mereka keluar dari pertempuran yang mulai memanas itu karena bergabungnya pasukan Undead yang baru.


Jauh di depan sana berdiri sebuah kastil berwarna hitam yang sangat besar dan tinggi hingga menjulang ke langit, sekiranya kastil itu hampir sam dengan kastil Dewi Kematian.


Mereka bertiga melesat dengan sangat kencang menuju kastil itu, tapi seekor Naga berwarna biru tiba-tiba menghalangi jalan yang membuat mereka terpaksa harus berhenti.


Sebuah simbol bintang terlihat begitu jelas di dahi Naga itu yang menandakan jika dia adalah ras Naga Bintang yang sama dengan Neo, tapi hanya saja ukuran tubuhnya jauh lebih besar dan terlihat sangat perkasa.


Dan tak lama kemudian puluhan sampai ratusan Naga Bintang dengan ukuran tubuh yang lebih kecil juga muncul di belakang Naga Bintang yang pertama.


"Hanya sampai disini saja kalian bisa melangkahkan kaki!" kata Naga besar itu yang bisa menggetarkan dataran bulan.


Sepertinya Naga besar ini adalah pemimpin mereka - batin River.

__ADS_1


"Aku dengar kalian para ras Naga Bintang adalah bawahan setia Dewa Kegelapan, jadi kenapa kalian menghentikanku yang seorang pewaris Dewa Kegelapan?" tanya River.


"Dasar tidak tahu malu, satu satunya yang pantas memegang gelar Dewa Kegelapan adalah Yang Mulia Xander!" bentak Naga besar itu.


Jadi dia juga sudah dikendalikan ya... - pikir River.


Tidak ada gunanya bicara dengan makhluk yang sudah kehilangan jati dirinya, jadi River memilih untuk menarik pedangnya dan menghabisi para Naga Bintang itu lalu menuju kastil Dewa Kegelapan yang sudah dekat.


"Hentikan itu, jangan sakiti mereka!"


Namun sebelum ia beranjak untuk melawan Naga itu, teriakan terdengar dari belakang River.


River berbalik dan melihat sosok Neo yang terbang menghampiri dirinya.


"Kau, kenapa kau kesini? Bagaimana dengan pertempuran di belakang sana-"


"Lupakan tentang itu, yang terpenting sekarang adalah kau tidak boleh menyakiti mereka karena mereka adalah keluargaku!" bentak Neo memotong perkataan River.


Mendengar kata 'keluarga' dari mulut Neo, River menurunkan pedangnya perlahan.


"Aku tahu mereka keluargamu, tapi mereka juga musuh kita karena mereka telah dikendalikan..." ucap River.


"Tidak, aku pasti akan menyadarkan mereka!" bantah Neo.


Ada setetes air mata di mata Naga kecil itu, membuat River tidak tega untuk menyakiti hatinya lagi.


"Lakukan apapun yang kau inginkan. Ayo Riona, Yui!" ajak River yang kembali berlari menuju kastil Dewa Kegelapan.


"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi, bocah!" teriak Naga besar itu lalu ingin menyerang River.


"Kau! Dasar pengkhianat!" geram Naga besar itu.


"Sadarlah dari pengendalian pikirannya penatua!" teriak Neo.


Namun naga besar itu sama sekali tidak meresponnya melainkan mengibaskan sayap besarnya untuk memukul mundur Neo.


Neo menghindarinya, lalu kembali melesat untuk menghajar kepala Naga besar itu dengan tabrakan beruntun hingga membuat penatua Naga itu kewalahan.


"Apa yang kalian lihat?! Bantu aku menyingkirkan bocah nakal ini!" teriak penatua Naga memerintahkan Naga bintang lainnya.


Seolah-olah tersambar petir, pikiran mereka bergejolak dan merespon perintah penatua Naga dengan mengepung Neo dari segala arah.


"Kumohon ... hentikan ini, aku tidak ingin melukai kalian..." ujar Neo lirih, namun mereka tidak mendengarnya dan justru malah menyerang Neo tanpa belas kasihan.


Melihat River, Riona, dan Yui yang sudah bergegas menuju ke kastil Dewa Kegelapan membuat senyuman pahit terlukis di wajah mungilnya.


Neo hanya berdiam diri menerima semua serangan yang dilancarkan oleh sosok yang dia sebut sebagai keluarga itu.


Dia mengenal semua Naga yang ada di tempat itu dengan sangat jelas yang membuat luka dalam hatinya kembali terbuka.


5000 tahun kita telah berpisah, aku tidak pernah menyangka akan bertemu kalian semua dalam kondisi seperti ini... - pikir Neo.


5000 tahun lalu ras Naga Bintang memiliki kebahagiaan yang sangat sempurna semenjak mereka menjadi bawahan langsung dari Dewa Kegelapan.


Mereka adalah ras Naga tertinggi setelah Dewa Naga Zetton yang notabenenya adalah leluhur seluruh ras Naga yang ada.


Walaupun mereka hidup dengan kesempurnaan, tapi mereka juga tidak luput dari suatu hal yang dinamakan kekurangan, dan kekurangan terbesar yang pernah mereka miliki adalah kelahiran Naga Bintang yang cacat.

__ADS_1


Ia lahir dengan kondisi fisik yang sangat berbeda dengan Naga Bintang lainnya. Simbol bintang di dahinya meredup, dia memiliki tubuh yang kecil, dan kekuatannya juga tidak sebesar Naga Bintang seumurannya.


Naga kecil itu kemudian ditelantarkan oleh kedua orang tuanya dan diabaikan oleh Naga Bintang lainnya, dia dianggap sebagai aib rasnya sendiri.


Walaupun begitu Naga kecil itu tidak putus asa ataupun membenci rasnya sendiri, dia memiliki kebaikan hati yang sangat mulia.


Satu satunya teman yang bisa dia ajak bicara hanyalah Dewa Naga Zetton, Naga agung yang tidak pernah berinteraksi dengan makhluk di bawahnya itu nyatanya mau menemani Naga kecil yang kesepian itu.


Mulai dari sana sang Naga kecil sangat mengagumi Zetton dan ingin menjadi seperti dirinya.


Hingga suatu saat, kabar tentang pengkhianatan Dewa Kegelapan mulai terdengar.


Dewa Kegelapan yang sangat dihormati oleh semua bawahannya itu dikurung oleh sistem dunia di depan seluruh bawahannya.


Mulai dari ras Naga Bintang, Zetton, 6 Demon Ancestor, pasukan bintang, para binatang suci, mereka semua melihat proses penangkapan Dewa Kegelapan secara langsung.


Namun apa yang mereka lakukan? Mereka tidak melakukan apapun selain hanya melihat tuan mereka di kurung karena sejatinya, mereka tidak bisa menentang sistem dunia....


Mereka hanya bisa menangisi kepergian seseorang yang sangat mereka hormati dan kagumi itu.


Sejak saat itu kekacauan terjadi di seluruh kekaisaran Dewa Kegelapan, para 6 Demon Ancestor terpecah belah sebelum kemunculan Xander sebagai pengganti Dewa Kegelapan.


Xander adalah sosok yang keji dan tidak tahu malu, dia bisa membunuh bawahannya semau hatinya.


Sangat berbeda dengan Dewa Kegelapan yang selalu bersikap baik terhadap bawahannya, beliau bahkan hafal nama-nama bawahannya yang berjumlah jutaan itu.


Si Naga kecil itu merasa putus asa di tengah perubahan besar yang terjadi di tempat tinggalnya itu.


Belum lagi fakta tentang menghilangnya Zetton yang saat itu pergi untuk menentang 5 entitas tertinggi beserta sistem dunia (momen ketika Zetton menyelamatkan ibu River di chp 67)


Namun di tengah-tengah keterpurukan itu, penatua Naga Bintang beserta ras Naga Bintang lainnya tiba-tiba mendatangi si Naga kecil dan meminta maaf atas semua sikap buruk mereka.


Naga kecil itu terharu saat penatua dan yang lainnya membantu dirinya untuk melarikan diri dari kekejaman Xander.


Akhirnya Naga kecil itu tinggal di Great Dungeon dalam waktu yang sangat lama sebelum seseorang datang untuk mengajaknya pergi.


Benar, Naga kecil itu adalah Neo...


Jika untuk menyadarkan kalian, maka aku sanggup untuk mengorbankan nyawaku... - batin Neo yang saat ini tengah mendapatkan serangan bertubi-tubi dari keluarganya sendiri.


Perlahan-lahan tubuh Neo bersinar terang, simbol bintang meredup yang terdapat di dahinya mulai meluas hingga menyelimuti seluruh tubuhnya.


Tubuhnya yang kecil mungil itu bersinar bagaikan ribuan bintang di galaksi hingga mengambil perhatian orang-orang yang sedang berperang tak jauh dari dirinya.


* SWIIING!! *


Neo membuka kedua matanya dengan serius, sekilas kilauan sejuta galaksi terpancar dari bola matanya yang membuat penatua dan ras Naga lainnya sangat terkejut.


"T- tidak mungkin, k- kekuatan ini ... Naga Surgawi!" teriak sang penatua tergagap.


Neo mulai menggerakkan mulutnya dan berkata: "Evolusi True Heavenly Dragon dimulai..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...𝐿𝑖𝑘𝑒, 𝑉𝑜𝑡𝑒, 𝐴𝑛𝑑 𝐶𝑜𝑚𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑈𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑀𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝐴𝑢𝑡𝒉𝑜𝑟 𝐷𝑎𝑙𝑎𝑚 𝐵𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎...


...~Chp 74 : 1479 kata~...

__ADS_1


__ADS_2